Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 48. Rencana di Empat Bulan Terakhir


__ADS_3

Alina keluar dari dalam toilet dengan keadaan sudah berwudhu sempurna, aura wajahnya pun kembali terlihat bercahaya.


"Ma-af Ibu, Alina kelamaan!" Alina tiba-tiba bersikap lembut dan halus dari pada sutra. Kerumitan di hati dan pikirannya kini tiba-tiba lenyap seketika, ia bak rembulan yang bersinar terang di kegelapan malam setelah sekian purnama tak menampakkan cahayanya.


"Maa syaa Allah, anak itu nampak cantik dan bercahaya sekali! Ia seperti rembulan yang bersinar terang. Bidadarinya Ayah dan Ibu!" bathin Ibu Chintya yang menangkap rona tak biasa dari pancaran wajah putrinya.


Ibu Chyntia pun segera melakukan ritual wudhunya, sedangkan Alina bergegas menuju kamarnya dan menghamparkan sajadahnya.


Alina larut dalam ibadahnya, tak peduli seberapa besar kekuatan energi negatif yang menyerangnya, Alina tetap berusaha khusu' dalam sholatnya. Antara ada dan tiada, Alina meyakini akan penyembahannya terhadap Rabbnya, meskipun kekuatan energi negatif menyerangnya. Ia tetap menjalankan sholatnya hingga akhir salam. Alina baru menyadari jika dirinya telah selesai menjalankan ibadah sholatnya.


Rasa sakit panas dan terbakar di dada dan punggungnya selalu berusaha untuk dilawannya. Ia pun melanjutkan dzikir dan do'a kemudian mendaras Qur'an seperti biasanya. Namun, anehnya Alina mampu mendaras Qur'an dengan mahraj dan ilmu tajwid yang benar seperti Qori'ah ternama, dengan metode dan irama yang begitu merdu, seperti bukan dirinya. Tiga juz surat Al Baqarah sebanyak 286 ayat hanya dalam waktu satu jam selesai dibacanya. Keringat terus mengalir deras di sekujur tubuhnya, terutama di bagian dada dan punggung juga lehernya mengeluarkan keringat yang begitu banyaknya. Seolah-olah mengeluarkan sedikit demi sedikit kekuatan energi negatif yang meresapi tubuhnya.


"Alhamdulillah, tubuh ku terasa lebih ringan. Akan tetapi, aku merasa ada yang aneh dalam diri ku. Kenapa aku bisa mendaras Qur'an sefasih ini?" Alina bertanya-tanya didalam hatinya.


Jangan heran, makhluk sejenis syaitan atau jin itu bisa mengalahkan orang yang ahli ibadah sekalipun. Ia bisa menjelma menjadi makhluk lembut sekali pun guna menyesatkan manusia dari tipu dayanya. Bahkan Nabi Adam setara nabi pun bisa terjerat tipu daya syaitan hingga di turunkan dari surganya Allah. Apalagi kita yang hanya makhluk biasa, yang tidak ada jaminannya untuk masuk syurga, kecuali berusaha memupuk iman dan ketaqwaan hanya karena Allah semata bukan yang lainnya.


Apalagi Alina yang masih sangat awwam perihal agama, akan sangat mudah untuk syaitan memperdayainya.


Alina bangkit dari sajadahnya, ia merasa lebih segar bugar setelah selesai shalat dan mendaras Qur'annya.


"Malam kakak, seru Alina ketika hendak keluar dari dalam kamarnya, ia berpapasan dengan kakaknya Andara."


"Malam juga, Dek. Tumben ceria?" tanya Andara ketika melihat kembali pancaran sinar kebahagiaan dari rona wajah adiknya.

__ADS_1


"Alhamdulillah kak, tidak tahu kenapa tiba-tiba memiliki semangat untuk bernafas malam ini!" ucap Alina antusias.


"Syukurlah jika begitu. Kakak mau menyiapkan makan malam untuk suami kakak. Katanya ingin makan berdua saja dikamar, mau suap-suapan. Di rumah masih banyak sanak keluarga yang berbantu berbenah perabotan pesta!" Andara terlihat bahagia, pasalnya ini malam pertamanya menjadi istri untuk seorang Dimas Sidqi Amrulloh.


Alina yang sedang dalam ketenangan pun tidak terlalu mengubriskan pasangan pengantin baru tersebut. Pikirnya, jika memang sudah halal mau apa pun boleh-boleh saja, tidak ada batasannya. Semuanya pun bernilai ibadah. Lain dirinya yang masih single harus punya batasan dengan yang bukan mahramnya.


***


Detik demi detik jarum jam pun berputar berdasarkan detik waktunya. Minggu pun telah berganti bulan. Empat bulan sudah Andara dan Dimas menikah, mereka pun sudah tinggal di kontrakan di kota P yang jauh dari kediaman orang tua kedua belah pihak. Andara pun tidak lagi bekerja, ia pun resmi menjadi IRT sepenuhnya. Kini pun ia sudah mengandung benih cinta ia dan Dimas, keduanya hidup penuh rukun dan bahagia di mana rasa cinta keduanya pun berlandaskan hanya karena Allah semata.


"Kak, apa kabar ayah dan ibu dikampung? juga Alina semoga ia baik-baik saja!" ucap Andara dengan mencemaskan Alina adiknya.


"Jangan banyak pikiran, kandungan mu masih sangat lemah Dek. Insya Allah ... ayah dan ibu baik-baik saja. Alina juga pasti jauh lebih baik!" Dimas memberikan ketenangan pada istrinya juga mengecup lembut perut sang istri yang kini sudah tertanam jabang bayi mereka.


"Insya Allah bulan depan kita pulang ya, sayang? Akan tetapi janji dulu, kamu harus sehat dan kuat. Vitamin dan susu ibu hamilnya juga jangan lupa di minum!" Dimas begitu perhatian terhadap istrinya, sehingga membuat Andara merasa sangat betah dan nyaman bersandar di bahu suaminya.


***


Di belahan dunia lain.


Alina tanpa duduk melamun, bersandarkan bantal di punggungnya. Energi negatif hampir setiap hari menggerogoti tubuhnya. Namun, ia belum terpikirkan untuk mencari pengobatan alternatif untuk penyakit yang menggerogoti tubuhnya dari dalam.


Ia juga bingung dengan perasaannya, saudara sepupunya Bagaskara seolah-olah selalu mengikat dirinya. Namun, akhir-akhir ini keduanya jarang sekali jalan bersama. Bagaskara beralasan jika dirinya sibuk dengan pekerjaannya. Padahal, selama 4 bulan terakhir ini sudah ada 27 orang kaum wanita yang dikencani oleh Bagaskara dari berbagai kalangan. Tanpa sepengetahuan Alina.

__ADS_1


Namun, meskipun Bagaskara mengencani banyak wanita dan menikmati manisnya setiap bibir ranum seorang wanita. Akan tetapi, Alina Cahya Kirani yang selalu bertahta di hatinya. Selain itu, hanya pelampiasannya saja.


"Queensha Putri Fayanna, aku tidak menyangka aku bisa sedekat ini dengan mu! Aku tidak menyangka setelah 4 bulan terakhir ini perjuangan ku tidak sia-sia untuk menjadikan mu kekasih ku! akhirnya, kau pun bersedia menjadi pacar ku!" ucap Bagaskara dengan menggenggam jemari tangan Putri di sebuah Cafe yang ada di kota S yang tidak jauh dari desa kediaman mereka.


"Iya, aku juga tidak menyangka bisa jatuh hati pada mu!" ucap Queensha Putri yang seolah-olah di buat-buat jika dirinya menyukai dan mencintai Bagaskara Ardhana Putra.


Padahal, Putri dengan senyuman devilnya telah merekam semua tindak-tanduk Bagaskara diponselnya. Selama 4 bulan terakhir ini Queensha Putri mengumpulkan semua bukti-bukti kebejatan Bagaskara dari banyak kaum wanita yang dikencaninya.


"Queensha Putri, karena kau adalah gadis pemberani dan sangat menantang, dan kau pun telah mengetahui hitam-putih hidup ku. Dan bahkan setiap kali aku bermain-main dengan wanita dirimu selalu mengetahui akan hal itu, dan kau pun masih berkenan untuk menjadi wanita ku! itu berarti kau adalah wanita yang sangat unik. Kau adalah wanita yang ke 27 yang kini menjadi teman istimewa ku Queensha Putri Fayanna!" ungkap Bagaskara dengan mata keranjangnya.


Queensha Putri berusaha untuk bersikap semanis mungkin agar Bagaskara semakin percaya padanya dan terjebak dalam permainannya.


"Yes, berhasil! kupastikan rencana 4 bulan terakhir ini akan mencapai tujuannya, setelah ini kau pasti akan kena batunya Bagaskara Ardhana Putra!" bathin Queensha Putri menyeringai licik.


"Oh ya, kamu mau pesan apa sayang?" tanya Bagas memulai rayuan mautnya.


"Apa saja boleh sayang, samakan dengan dirimu saja!" ucap Putri tak kalah menggodanya. Membuat Bagaskara semakin kepincut dengan pesona Queensha Putri.


"Baiklah, sayang!" ucap Bagaskara dengan mencubit pipi mulus milik Putri.


Tanpa sepengetahuan Bagaskara, Putri pun mengirimkan rekaman suara Bagaskara kesemua teman-temannya, yakni Alina, Chika, Dela dan Maharani. Juga ke nomor tujuan pacar-pacar Bagaskara yang lainnya, yang memang sudah di selidiki oleh Putri satu persatu selama beberapa bulan terakhir ini. Dan sekaranglah saatnya Queensya Putri melancarkan aksinya.


📲 "Temui kencan ku dengan Bagaskara Ardhana Putra di Cafe xx 30 menit dari sekarang! sebab di situlah kalian akan mengetahui kebejatan Bagaskara Ardhana Putra. Selama ini ia memiliki begitu banyak wanita simpanan! jangan ingin diperbudak olehnya!" by : Queensha Putri Fayanna.

__ADS_1


Setelah mengirimkan isi pesannya, Queensha Putri Fayanna pura-pura bersikap manja dan gemulai. Sehingga membuat Bagaskara semakin terpikat padanya.


__ADS_2