Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 30. Terjebak


__ADS_3

Desi menuju ke tempat parkiran motornya, ia kehilangan jejak Bagaskara. "Bagaskara kemana? begitu cepatnya pergerakan langkahnya. Aku sampai kehilangan jejaknya!" omel Desi dengan mengendarai motor maticnya, ia harus pulang sendiri tanpa Bagaskara Ardhana Putra menemaninya.


"Aku tidak akan melepaskan mu Bagaskara, jika kita bertemu nanti aku akan membuat mu berada di bawah kungkungan ku!" bathin Desi yang masih geram sebab ditinggalkan begitu saja oleh Bagaskara di bebatuan, di saat keinginan nafsunya sudah mencapai ubun-ubun.


***


"Berhenti, baby! kau tak kan bisa lepas dari genggaman ku." Bagaskara menyeringai licik ketika mengetahui yang menguntitnya adalah Queensha Putri Fayanna yang selama ini di incar olehnya.


"Tidakkkkk! Aku tidak sudi berhadapan dengan mu." Queensha Putri terus berlari dengan menyeret langkah kakinya.


"Kaki mu terluka sayang, menyerahlah! kau yang menguntit ku maka kau yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu." Bagaskara berlari dengan cepat, ia pun merengkuh tubuh gempal milik Queensha Putri dengan deru nafas yang memburu.


"Lepaskan! kau benar-benar gila, aku tidak sengaja menguntit mu. Memang sudah kegiatan rutin ku setiap hari Minggu menjelajahi pantai dan mengabadikan panorama alam semesta dikamera digital ku. Aku tak sengaja melihat mu bersama pacar mu!" tegas Putri dengan berusaha melepaskan diri dari dalam pelukan Bagaskara.


"Tidak bisa Putri, kau harus menjadi milik ku!" Bagaskara menelusuri wajah Putri dengan deru nafas yang memburu, ia pun menjilati wajah cantik Putri dengan penuh nafsu.


"Lepaskan aku ustadz gila! kau telah berbuat asusila pada ku! aku tidak sudi di sentuh oleh mu!" Queensha Putri mendorong tubuh Bagaskara hingga terhuyung.


"Berani-beraninya kau melawan ku Queensha Putri Fayanna! jangan salahkan aku jika aku berlaku kasar pada mu!" Bagaskara bangkit dari keterhuyungannya.


Hanya dengan seperkian detik Bagaskara berhasil mengambil ciuman Queensha Putri secara paksa, dengan nafsu bejatnya di belitnya lidah gadis remaja itu dengan brutalnya. Bagaskara terus memainkan lidahnya dalam rongga mulut Putri yang terlihat kesulitan untuk Bernafas.


Air mata Putri terus berlinang membasahi pipi mulusnya, ia yang berada dalam kungkungan Bagaskara pun hanya bisa menahan keperihan di hatinya. Ciuman pertamanya harus di renggut paksa oleh seorang yang sangat dibencinya.


Putri menahan desah*nnya ketika Bagaskara terus beraktivitas di atas bibirnya, Bagaskara benar-benar seperti orang kesetanan dan kehilangan akal sehatnya.


"Jangan menangis sayang, ini hukuman untuk orang yang berani-berani menentang ku. Sudah sangat lama aku ingin mengincar mu, jadilah pacarku maka kau akan menjadi wanita yang sangat penting dalam hidup ku setelah Alina Cahya Kirani!" Bagaskara mengusap air mata Queensha Putri yang sejak tadi terus menangis ketika dicumbui olehnya.


"Aku tidak sudi menjadi pacar mu! Aku lebih baik jadi perawan tua seumur hidup dari pada harus menjadi wanita mu!" bentak Queensha Putri dengan wajah yang merah padam, akibat terbawa emosi oleh sikap Bagaskara yang sangat menjijikkan.


"Kau sombong sekali Queensha Putri. Bibir mu sudah ternoda oleh ku, aku yakin kau pun sangat menikmatinya." Bagaskara tersenyum devil setelah menuntaskan hasratnya pada Queensha Putri.


"Jaga ucapan mu Bagaskara Ardhana Putra, aku bukan wanita murahan. Aku sama sekali tidak menikmati sentuhan mu! asal kau tahu, aku sudah mengetahui tipu daya mu. Kau menggunakan cara yang musyrik untuk melumpuhkan Alina Cahya Kirani dengan ilmu sihir mu! kau pikir ilmu hitam mu akan mengekalkan mu! tidakkkk Bagaskara, kau akan terus menerus menjadi budak syaitan!" pungkas Queensha Putri di bumbui emosi dan kekecewaan pada Bagaskara yang telah mengambil ciumannya dengan paksa.


Prok ... prok ... prok, Bagaskara menepuk tangannya sambil menyeringai jahat pada Queensha Putri Fayanna.


"Queensha Putri, kau sangat cerdas dan pintar. Kau pun sangat menggemaskan!" ucap Bagaskara dengan menarik dagu Putri dan mengecupnya pelan.

__ADS_1


"Plakkkk!" tamparan Putri mendarat sempurna dipipi Bagaskara Ardhana Putra. Membuat Bagaskara semakin tertantang untuk kembali mencumbui Queensha Putri.


Bagaskara memegang pipinya yang terasa kebas oleh tamparan Queensha Putri.


"Kau semakin menantang dan membangkitkan gairah ku Queensha Putri!" Bagaskara menarik paksa kerudung yang di kenakan Putri, ia ingin melihat keindahan yang terpampang dari seorang Queensha Putri yang telah berani-beraninya menentang dirinya dari sejak tadi, namun pergerakannya tertahan ketika mendengar pekikan suara yang memanggil-manggil nama Putri secara bersahut-sahutan.


"Kak Putri, kakak dimana?" seru Maharani dengan menelusuri pesisir pantai, di ikuti pula oleh Chika dan Dela.


"Iya, Putri kau dimana hari sudah siang, kita harus segera pulang. Cuacanya pun luar biasa panasnya." Dela pun ikut memanggil Queensha Putri dengan nafas ngos-ngosan.


"Kemana sich kak Putri? katanya ingin mengabadikan panorama alam, namun dari sejak tadi tak terlihat batang hidungnya, apa ia tersesat atau disapu arus gelombang?" celoteh Chika yang selalu berbicara semaunya.


"Hussss, jangan bicara sembarangan!" Maharani menoel kepala Chika yang selalu bicara tanpa filter.


"Habis kak Putri hilang begitu saja!" timpal Chika dengan nyegir kuda.


"Bicara itu mesti di filter dulu, Neng! jangan nyumpahin teman." Dela pun mengingatkan Chika yang memiliki rentang usia dua tahun lebih muda darinya itu.


"Iya, deh kak Dela. Maaf!" ucap Chika dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Jangan mencoba untuk berteriak baby!" Bagaskara membekap mulut Queensha Putri dengan tangannya.


Bagaskara pun mengintip di balik bebatuan akankah teman-teman Putri sudah menjauh dari tempat persembunyian mereka.


Di saat Bagaskara lengah, Queensha Putri pun menggigit tangan Bagaskara dan menendang junior milik Bagaskara.


"Aaaaahhh ... sakittttt!" Bagaskara berteriak histeris sambil memegang juniornya yang terasa ngilu oleh tendangan Queensha Putri.


"Rasakan oleh mu Bagaskara Ardhana Putra, itu belum seberapa dibandingkan rasa sakitnya hatiku oleh kebejatan mu!" Queensha Putri pun berlari mengejar teman-temannya yang telah jauh meninggalkannya.


"Maharani, Dela, Chika, aku di sini!" pekik Queensha Putri dengan melambaikan tangannya.


"OMG, itu kak Putri kenapa ia nampak sempoyongan dan acak-acakan? apa ia habis di terkam binatang buas, namun bisa menyelamatkan diri." Chika selalu melontarkan kata-kata yang membuat orang jengah dan terkelitik rasanya mendengar celotehannya.


"Aku perhatikan dari sejak tadi bicara mu semakin mengada-ada, Chik!" timpal Maharani dengan memutar bola mata jengah mendengar ucapan sahabat karibnya itu.


"Sudah berdebatnya, mari kita hampiri Queensha Putri!" timpal Dela yang dari sejak tadi memperhatikan perdebatan kedua temannya.

__ADS_1


Mereka pun setengah berlari menghampiri Queensha Putri yang terlihat semerawut.


"Apa yang terjadi dengan mu, Kak?" tanya Maharani yang kini terlihat acak-acakan.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya di serang Bull Dog alias anjing galak!" timpal Putri dengan menyembunyikan kejadian buruk yang telah menimpanya barusan. Ia berniat untuk menyergap Bagaskara di saat yang tepat ketika ia bisa meyakinkan teman-temannya jika Bagaskara itu adalah laki-laki bejat yang tidak pantas menyandang gelar Ustadz, semua itu adalah kedok untuk menutupi kebobrokannya.


"OMG, di pantai seluas ini, ternyata masih ada Bull Dog!" pekik Chika dengan memegang kedua pelipisnya yang terasa pusing 7 keliling ketika mendengar jawaban Putri yang tidak masuk akal.


"Ya sudah, kak Putri biar aku yang bonceng!" timpal Maharani yang membaca gelagat aneh dari sahabatnya itu.


"Baiklah, aku pulangnya berboncengan dengan Chika!" Dela pun ikut membuat kesepakatan.


"Sebentar aku membasuhkan wajah ku dulu, kita singgah di Mushola sana!" tunjuk Queensha Putri dengan menyeret kakinya menuju air kran didekat Musholla pantai yang kini menjadi tempat mereka berpijak.


"Kak Putri ada apa dengan kaki mu!" ucap Maharani yang melihat jalan Queensha Putri seperti diseret dan tak sempurna.


"I-ini hanya di gigit ubur-ubur yang tiba-tiba lengket di kaki ku ketika sedang mengabadikan panorama alam disekitar pantai!" ucap Putri. Ia pun kembali membayangkan aksi brutal Bagaskara yang mengambil paksa ciuman pertamanya.


Putri pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Hatinya merasa hancur jika mengingat kebejatan Bagaskara terhadapnya.


Teman-teman Putri saling lirik pandang ketika melihat keanehan dalam diri Putri. Pikir mereka apa yang sebenarnya terjadi pada Putri? namun mereka tidak ingin terlalu banyak tanya mengingat Putri yang masih terlihat acak-acakan.


Putri pun segera membasuh wajahnya, ia pun merapikan pakaiannya juga kerudungnya yang sudah acak kadul oleh ulah Bagaskara Ardhana Putra, sebelum ia dan teman-temannya beranjak pulang.


***


Bagaskara meringis kesakitan dengan menyandarkan tubuhnya dibebatuan pantai. Ia terus mengelus juniornya yang terasa ngilu oleh tendangan Queensha Putri Fayanna.


"Awas kau Queensha Putri Fayanna, aku akan membalas perbuatan mu. Aku tidak akan menaklukkan mu dengan ilmu sihir ku. Aku hanya akan melakukan semuanya murni dengan mu. Kau harus bertanggung jawab dengan junior ku!"celoteh Bagaskara dengan menahan rasa sakit dan ngilu pada senjata ampuhnya.


Bagaskara pun menghentikan mengelus juniornya ketika nada dering ponselnya berbunyi dengan ring tone kenangan terindah dari vokalis Samsons, yang menandakan cinta sejatinya menelfon dirinya.


"Alina, ia menelfon ku? Aku sampai lupa jika dari sejak tadi tidak memberi kabar padanya. Pasti ia menaruh curiga padaku?" bathin Bagaskara dengan mengangkat ponselnya.


"Assalamu'alaikum, Mas Bagas kau dimana? kenapa dari pagi tadi tidak ada kabar? apa Mas sudah melupakan Alina? rumah hanya berjarak 5 langkah namun Mas tidak kelihatan batang hidungnya!" oceh Alina dari seberang telfon.


"Wa'alaikumsalam, gadis manja ku!" ucap Bagaskara yang sedang meringis kesakitan menahan juniornya yang masih terasa ngilu oleh tendangan maut Queensha Putri Fayanna.

__ADS_1


__ADS_2