Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 65. Mendadak Menikah


__ADS_3

Bagaskara menahan amarahnya yang kini sedang bergejolak di dadanya. Ia benar-benar kecewa dan sakit hati lantaran Alina selalu menolaknya dan mematikan telfonnya secara sepihak.


"Alina, kau benar-benar telah membuat ku geram. Semakin kau menolak ku, semakin aku tertantang untuk tetap melakukan hal yang tak lazim terhadap mu. Kau benar-benar mengaduk-aduk hati ku!" gumam Bagaskara pelan.


Tok ... tok ... tok, "Nak, apakah kau sudah tidur?" tanya Mama Laras sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Bagaskara.


"Belum, Ma!" sahut Bagaskara dari dalam kamarnya.


"Kalau begitu, tolong buka pintunya! mama ingin bicara," ucap mama Laras.


"Iya, Ma." Bagas membuka pintunya, mama Laras pun masuk ke dalam kamarnya. Ia pun duduk ditepi tempat tidur Bagas.


"Nak, besok pagi kalian langsung pergi ke wedding organizer untuk mempercepat jalannya proses pernikahan kalian. Sekaligus fitting baju pengantin mu dan Putri. Sebab waktu seminggu itu sangat singkat, Mama tidak ingin menunda-nunda pernikahan kalian!" timpal Mama Laras.


"Baiklah, Ma!" ucap Bagas penuh semangat. Ia sudah tidak sabaran ingin melancarkan aksi bejatnya untuk menjadikan Putri pelampiasan nafsunya.


"Sekarang kau istirahat lah! agar besok kau kelihatan bugar bertemu dengan calon mantu Mama!" ucap Mama Laras yang tidak sabaran menjadikan Queensha Putri sebagai mantunya.


***


Detik jarum jam pun berputar dengan cepatnya, hari ini adalah hari Jum'at. Hari akan di gelarnya akad nikah alias ijab qobul antara Putri dan Bagaskara.


Putri menghadap meja riasnya. Di mana MUA ternama tampak telaten merias wajah ayunya. Putri terlihat cantik dengan baiu pengantin adat warna merah yang dikenakan olehnya. Ia melihat pantulan wajahnya di cermin, ada rasa kesedihan yang menderanya. Ingin sekali ia menjatuhkan bulir air matanya. Namun, ia tahan.


Putri tidak ingin kentara di hadapan penata riasnya, jika dirinya tidak bahagia dengan pernikahan ini.


"Nona, anda terlihat sangat cantik sekali. Calon suami anda pasti beruntung mendapatkan calon istri secantik anda!" ucap MUA tersebut dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Putri hanya tersenyum tipis, ingin rasanya ia berteriak sekeras-kerasnya agar seluruh dunia tahu jika ia tidak bahagia dengan pernikahannya. Ingin rasanya Putri merobek-robek gaun pengantinnya dan mencakar wajah Bagaskara yang telah menjebaknya dengan cara yang picik.


"Aku membencimu Bagaskara!" bathin Putri dengan *******-***** manik-manik baju pengantinnya.


Hari ini desa kediaman Putri di gemparkan dengan pernikahan Queensha Putri yang digelar secara mendadak.


Ratusan panggilan tak terjawab serta notifikasi pesan memenuhi ponsel Putri. Di raihnya benda pipih itu, sambil menunggu kedatangan mempelai pria hadir di kediamannya.


"Halo, assalamualaikum Queensha Putri. Benarkah diri mu mendadak menikah dengan Bagaskara? kau tidak hamildun anaknya Bagaskara bukan? padahal baru berapa waktu kemarin kau berhasil menjebak dan memergoki Bagaskara di hadapan para wanitanya alias soulmatenya, jika Bagaskara adalah sosok laki-laki bejat dan tidak bisa di percaya. Tapi kok tiba-tiba dirimu yang terjebak dan mendadak menikah dengannya?" ucap Reno di seberang telepon dengan serentetan pertanyaannya. Ia tidak habis pikir bisa-bisanya Putri teledor dan menikah dengan Bagaskara.


"Wa'alaikumsalam warahmatullah, kau ini laki-laki atau perempuan? Kalau bicara tanpa titik koma, Reno Barack!" pekik Putri dari seberang telepon.


"Aku laki-laki tulen Putri, tapi aku tidak rela jika Bagaskara sampai menyakiti dan mempermainkan mu!" sangkal Reno. Ia seolah-olah tidak meridhoi pernikahan Putri dan Bagas.


"Sudahlah, jangan khawatir! Aku bahagia dengan pernikahan ku!" ucap Putri dengan di buat serileks mungkin, agar Reno tidak curiga padanya.


"Beneran kamu bahagia?" Reno mengulangi pertanyaannya lagi.


Reno pun mematikan ponselnya dengan wajah ditekuk.


"Aku tidak yakin Putri bahagia dengan pernikahannya, pasti ada yang tidak beres antara Putri dan Bagaskara!" sangkal Reno dengan berperang melawan pikirannya sendiri.


***


Di sisi lain.


Maharani, Chika dan Dela mendatangi kediaman Alina. Mereka penasaran ingin mengetahui cerita tentang Putri yang mendadak menikah dengan Bagaskara, terutama Maharani, ia yang paling merasakan patah hati yang teramat sangat. Sebab dirinya lah yang sering kali menikmati madu cinta dengan Bagaskara.

__ADS_1


Mendengar Bagaskara mendadak menikah dengan Queensha Putri membuat Maharani tidak henti-hentinya meneteskan air matanya. Ia bahkan hampir pingsan dan jatuh sakit karenanya.


"Sudah, Ran. Jangan terlalu dipikirkan, kita semua sama-sama pernah menjadi masa lalu Mas Bagas. Aku mengerti dengan perasaan mu, tapi mau bagaimana lagi Mas Bagas dan Queensha Putri akan segera menikah!" ucap Alina yang tak tega melihat kepedihan di wajah Maharani.


"Tapi, kak Alina berarti kak Putri telah mengkhianati kita. Ia yang bela-belain memberitahu kita dan ngasih pelajaran atas kebejatan kak Bagas, namun justru kak Putri yang menikah dengan kak Bagas, padahal kita semua sudah sepakat untuk menjauhi kak Bagas!" celoteh Maharani dengan isak tangisnya.


"Putri memiliki alasan tersendiri untuk itu semua, kita tidak berhak untuk menghakiminya. Ia sudah menceritakan semua alasannya pada ku. Namun, itu bersifat pribadi!" terang Alina.


Maharani dan teman-teman yang lain pun terperangah mendengar penjelasan Alina.


"Jadi, kau pun telah mengetahui akan hal ini?" timpal Dela yang sejak tadi diam melihat interaksi antara Alina dan Maharani.


"Iya," angguk Alina pelan.


Sebenarnya, Alina pun sama terdzolimi ia harus menderita penyakit non medis yang perlahan menggerogoti tubuhnya, oleh sebab sihir dan guna-guna yang dihembuskan oleh Bagaskara terhadapnya.


Namun, Alina berusaha untuk sabar dan tegar menghadapi itu semua. Sebab, dirinya kini mempunyai seseorang yang terus menyemangati dirinya. Kehadiran Muzzaki Ansori telah mengubah hidupnya yang semula rapuh kini bangkit kembali dalam menjalani proses kehidupan yang saat ini sedang dilaluinya. Jadi, Alina tidak begitu frustasi ketika mendengar Abang sepupunya sekaligus mantan kekasihnya menikah.


Berbeda dengan teman-temannya, semuanya tampak murung dan protes atas menikahnya Putri sahabatnya dengan Bagaskara Ardhana Putra sepupunya.


"Iya, Chika pun tak menyangka kak Putri dengan kak Bagas menikah. Sebenarnya, aku pun kecewa mendengarnya. Sakitnya tuh disini!" ucap Chika dengan menunjukkan ke jantung hatinya.


"Jadi, kamu nggak ikut menghadiri akad nikah Abang sepupu mu, Alina?" tanya Dela.


Alina menggelengkan kepalanya. "Tidakkk, hanya ayah dan ibu ku saja yang pergi. Aku malas melihat Mas Bagas. Dan aku pun kasian dengan Putri. Ia menikah dengan Mas Bagas bukan dari hati namun lebih karena keterpaksaan!" terang Alina, membuat teman-temannya mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya, sehingga Putri mau-maunya menikah dengan Bagaskara.


"Eh, kalian lihat itu! kak Bagas keren sekali, sepertinya ia sudah mau berangkat ke rumah kak Putri si mempelai wanita!" pekik Chika, sehingga semua teman-temannya pun mendongakkan wajahnya sambil mengintip Bagaskara lewat jendela kaca kamar Alina.

__ADS_1


"Iya, tapi kenapa kak Bagas belum berangkat juga? malah masih terus melirik kearah rumah Alina. Jangan-jangan kak Bagas belum move on dari mu, Alina!" ucap Dela sambil mengintip pergerakan Bagaskara lewat jendela kaca.


"Mana? astaghfirullah!" Alina dan Maharani tiba-tiba beristighfar. Sebab, hanya mereka berdua yang kasat mata melihat Bagaskara berjalan miring seperti orang stroke sambil menggerakkan kepalanya seperti orang yang cacat tubuh. Persis sekali seperti bentuk makhluk halus yang bersekutu dengannya ketika ia sedang menghembuskan mantra-mantranya.


__ADS_2