Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 121. Penolakan Alina


__ADS_3

Alina mendongakkan wajahnya, ketika mendengar ungkapan rasa sang Fajar yang di luar pemikirannya. Ia merasa tak percaya jika Fajar yang memiliki rentang usia dua tahun lebih muda darinya memberanikan dirinya untuk menikah dengan gadis yang lebih tua darinya. Apalagi Alina sedang menderita penyakit aneh yang setiap waktu bisa saja membuatnya kesurupan dan tak sadarkan diri jika ia dalam keadaan lalai.


Kedua orang tua Fajar, juga kakaknya Nur Syifa nampak kaget dan tertegun mendengar ucapan Fajar Guntur Ramadhan yang tanpa dipikirkan dulu baik buruknya.


''Nak Fajar, sadarkah dirimu dengan apa yang kau ucapkan? jangan mengukir janji pada seseorang jika nantinya dirimu tidak mampu untuk merealisasikannya. Jangan mengucapkan kata yang tabu, di saat dirimu belum bisa berpikir jernih. Alina butuh seseorang yang benar-benar tulus menerimanya apa adanya. Dan sekarang kau pun telah mengetahui kebenarannya, Alina sedang terkena sihir dan guna-guna. Jangan sampai kau memberikan harapan hampa untuknya. Kau pun telah mendengar sendiri penuturannya tentang hal-hal mistis yang di alaminya. Usia mu masih sangat muda untuk memahami itu semua.''


Abi Sofyan memberikan pengarahan untuk putranya agar berpikir lebih matang sebelum mengambil keputusan.


''Abi mu benar, Nak. Baiknya kau pikirkan matang-matang tentang apa yang kau ucap barusan. Menikah bukanlah perkara yang mudah, ada banyak hal yang harus kau pahami sebelum dirimu menjadi seorang suami. Hak dan kewajiban antara suami istri itu mesti dipelajari dulu, baru setelah itu diterapkan. Menikah bukanlah sekedar urusan syahwat semata, akan tetapi bagaimana membangun hubungan yang berlandaskan cinta karena Allah. Bukan hanya sekedar berganti status semata. Ummi sangat menghargai niat baik mu untuk menyelamatkan Alina dari segala kedukaannya, akan tetapi ini terlalu cepat untuk mu dan juga Alina. Dirimu harus lebih banyak belajar lagi agar bisa berdampingan dengan Alina,'' nasehat Ummi Zainab dengan mengusap lembut pucuk kepala Alina.


''Fajar mencintai Alina Ummi. Fajar berharap do'a dan restu Ummi dan juga Abi. Fajar ingin menjaga Alina Ummi dari segala bentuk kejahatan yang mempengaruhinya. Fajar akan belajar untuk menuntut ilmu syar'i demi untuk bisa berdampingan dengan Alina,'' terang Fajar yang tetap kekeuh untuk menikahi Alina.


Fajar ingin menjaga Alina dari kekuatan energi negatif yang tiba-tiba menyerang gadis malang itu. Ia benar-benar tulus ingin mendampingi Alina. Tak peduli seisi dunia memandangnya rendah. Fajar yang notabene-nya seorang bad boy nekat untuk menikahi Alina ketika mendengar gadis itu berkali-kali gagal menikah dengan para pemuda yang hendak mendekati dan melamarnya.

__ADS_1


Fajar sangat yakin akan keagungan dan kebesaran Allah Subhana wa ta'ala, ilmu sihir yang telah mengenai Alina tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah.


Fajar meyakini dalam hatinya jika Alina akan sembuh dari penyakit yang telah menggerogoti tubuh gadis yang sebenarnya sangat baik nan Sholihah menurut pandangan Fajar.


''Dek, dari sejak mula kakak sudah tahu jika dirimu sangat mengagumi Alina sahabat kakak. Tapi, kakak harap kamu pikirkan kembali niat baik mu itu. Apa setidaknya kalian jalinkan dulu persahabatan. Baiknya kau belajar dulu memperdalam ilmu agama agar nantinya bisa berdampingan dengan Alina. Untuk sementara waktu biarlah Alina berproses untuk kesembuhannya. Yakinlah jika memang kalian berjodoh Allah akan mempertemukan kalian dengan cara yang paling Allah ridhoi. Kalau memang sudah jodoh takkan kemana,'' terang Nur Syifa dengan niat memberikan semangat dan motivasi pada Fajar Guntur Ramadhan.


Fajar terdiam sambil mencerna apa yang di sampaikan oleh kakaknya Nur Syifa. Ia memang berniat untuk menikahi Alina, akan tetapi semua itu kembali pada Alina sendiri menolak atau menerima ajakannya.


AAlina menghela nafas beratnya sebelum ia mengutarakan kata-kata yangkhendak ia sampaikan pada Fajar dan keluarga agar tidak menyinggung perasaan mereka.


''Mohon maaf Ummi, Abi dan juga Nur Syifa dan yang paling utama adalah untuk mu Fajar. Terimakasih atas semua niat baik mu, jujur aku begitu sangat tersanjung dengan apa yang telah kau utarakan pada ku, akan tetapi baiknya kita jalani hubungan kita selayaknya seorang sahabat. Benar kata Ummi Zainab dan juga Abi Sofyan, serta kakak mu Nur Syifa, jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Maafkan aku sebab telah membuat mu merasakan hal yang berbeda terhadap ku. Bukan maksud ku untuk menolak niat baik mu, akan tetapi baiknya kita sama-sama saling memahami dan banyak belajar dahulu sebelum berpikir sejauh itu. Kau masih sangat muda, jangan membuang waktu mu hanya untuk memperhatikan wanita yang tak sempurna seperti ku.''


Alina merendahkan dirinya dihadapan Fajar dan keluarga. Alina tidak ingin memberikan harapan palsu pada Fajar. Sebab, sejatinya Alina berharap bisa berjodoh dengan seseorang yang memang sudah matang dari sisi religiusnya dan memiliki rentang usia yang lebih diatasnya bukan brondong manis seperti Fajar.

__ADS_1


Fajar berusaha menahan sesak di dadanya oleh penolakan Alina terhadapnya. Akan tetapi, Fajar tidak ingin semua orang melihat kekecewaan di matanya.


''Aku akan berjuang untuk mendapatkan hatimu dengan cara yang baik Alina. Aku yakin kaulah bidadari dunia akhirat ku yang telah Allah kirimkan padaku menemani hari-hariku di masa depan nanti. Jika hari ini kau menolak ku untuk menjadi pendamping mu, aku sangat yakin dan percaya 3 atau 7 tahun lagi kita akan mengucapkan janji suci di depan penghulu.'' Fajar membatin di dalam hatinya.


Alina nampak tidak enak hati. ia khawatir Fajar akan berang padanya setelah mendengar bentuk penolakannya terhadap niat baik pemuda tersebut padanya.


''Baikah, jika dirimu belum bisa menerima ku dalam hidup mu tidak apa-apa. Semoga satu saat nanti kau dapat menerima ku ketika aku telah bertumbuh menjadi laki-laki yang lebih dewasa dan penuh rasa tanggung jawab,'' ucap Fajar yang masih berharap Alina dapat membukakan hati untuknya.


''Insya Allah, terima kasih atas semuanya,'' ucap Alina sambil menundukkan pandangannya agar tidak bersitatap dengan bronies alias brondong manis yang ada di hadapannya.


Bagi Alina, sang Fajar adalah sosok laki-laki yang paling unik yang pernah di temuinya. Laki-laki yang dengan gamblangnya mengutarakan isi hatinya dihadapan orang tuanya bahwa ia ingin melamar Alina untuk menjadi pendamping hidupnya.


''Dia benar-benar sangat berbeda dari lainnya, aneh sekali aku tetiba saja merasa nyaman berada didekatnya,'' batin Alina dengan berusaha mengendalikan tingkat kewarasannya ketika terbersit rasa yang asing di hatinya terhadap sosok Fajar Guntur Ramadhan,

__ADS_1


__ADS_2