Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 107. Terus Ikhtiar Demi Kesembuhan


__ADS_3

Satu bulan sudah Alina melewati proses kesembuhan penyakit gangguan Jin dan Sihir yang di kirimkan oleh Bagaskara padanya. Ia terus berjuang melawan rasa sakitnya dengan terapi ruqyah mandiri.


Alina selalu berusaha untuk menjaga shalat di awal waktu, ia pun terus merutinkan dzikir pagi petang. Mendaras Qur'an sudah menjadi kebiasaan rutinnya hampir setiap selesai sholat 5 waktu, iapun mengerjakan ibadah tambahan sholat Sunnah tahajjud juga sholat Dhuha. Ia pun kerap kali mendengar murrottal Qur'an yang berisi tentang ayat-ayat ruqyah, sehingga gangguan yang ia rasakan semakin berkurang, meskipun jika ia lengah sedikit kekuatan energi negatif pun langsung menyerangnya dengan tiba-tiba, akan tetapi ... Alina terus berikhtiar demi kesembuhannya.


''Ya Allah, berikan hamba kesembuhan dari rasa sakit gangguan jin dan sihir yang hamba rasakan saat ini. Lepaskanlah hamba dari pengaruh energi negatif ini. Jauhkanlah hamba dari segala fitnah yang telah disebarkan oleh makhluk gaib ini.''


Alina terus menghiba dalam do'anya, ia sangat yakin jika Allah adalah zat yang maha menyembuhkan. Sampai akhirnya ia pun bangkit dari atas sajadahnya setelah mendaras Qur'an.


''Ya Allah, kaki ku rasanya kesemutan.'' Alina terus merasakan keanehan dalam dirinya.


Makhluk tak kasat mata yang masih bersarang di dalam tubuh Alina masih terus mempengaruhi dan mengganggu setiap aktivitasnya. Akan tetapi, Alina terus berikhtiar demi kesembuhannya. Ia tidak menyerah untuk tetap terapi ruqyah mandiri dan juga akan tetap melanjutkan terapi ruqyahnya bersama ustad Sabri ataupun ustadz yang lainnya sampai dirinya sembuh dan benar-benar lepas dari gangguan makhluk tak kasat mata tersebut.


Alina pun melanjutkan dengan membaca dzikir pagi petang guna mengurangi gangguan yang ada dalam dirinya. Rasa sakit tersebut sudah menahun dan sudah mendarah daging tentunya untuk proses kesembuhan itu butuh waktu dan Alina yakin suatu saat nanti ia akan sembuh dari gangguan jin dan sihir tersebut.

__ADS_1


Sampai di akhir dzikir tak lupa pula Alina bersholawat untuk nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Ia merasa sangat tenang dan nyaman. Untuk sekedar menghibur diri Alina pun memainkan ponsel jadulnya.


Begitu banyak panggilan tak terjawab dan pesan yang masuk dari para pengagum rahasianya juga para pemuda yang berusaha untuk mendekatinya akan tetapi Alina menganggap semuanya sebagai teman. Dirinya tidak ingin menempuh jalan pacaran, ia lebih fokus untuk menuntut ilmu syar'i ketimbang menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang tidak penting.


Guntara Arjuna Winata yang dulu pernah menjadi teman dekatnya pun kini telah menikah dengan sahabatnya Dela. Alina mencoba menepis rasa kecewanya rasa sepinya tanpa ada lagi teman laki-laki yang senantiasa menghiburnya. Ia tidak ingin lagi berdekatan dengan yang bukan mahramnya.


Reno yang juga dulu pernah terus berharap cinta padanya dan ingin melamarnya pun kini tidak berani lagi muncul di hadapannya. Reno lebih memilih menjauh dan merajut kebersamaan dengan Queensha Putri yang juga sahabatnya, yang kini hendak mengurus proses perceraiannya dengan saudara sepupunya Bagaskara Ardhana Putra, lelaki yang telah tega mengguna-gunainya dan juga telah menyakiti hati sahabatnya tersebut dengan rumah tangga yang dijalin tanpa dasar rasa cinta.


📲''Wa'alaikumsalam warahmatullah, alhamdulillah kabarku baik Put. Dirimu apa kabar?''


Dari sekian ratusan chat, hanya pesan dari sahabatnya Putri saja yang direspon oleh Alina. Ia tidak ingin memberikan kesempatan pada laki-laki untuk mendekati dirinya. Sebab, Alina tidak ingin lagi membuka hatinya untuk laki-laki yang mungkin akan mengajak dirinya menempuh jalan pacaran dan Alina tidak ingin hal itu terjadi lagi.


📲 "Aku juga baik Lin. Aku sedang mengurus proses penceraianku dengan mas Bagas. Aku tidak sanggup lagi menjalani kehidupan rumah tangga dengannya, selama ini aku selalu merasa tersiksa dengan perbuatannya yang sama sekali tidak menghargaiku sebagai seorang istri. Aku menyesal telah menikah dengannya. Ia benar-benar lelaki yang sangat bejat dan tidak bertanggung jawab. Selama ini, ia memang benar-benar hanya berkedok ustadz untuk menutupi segala kebobrokannya. Aku berharap suatu saat nanti ia akan kena karmanya,'' sela Putri dengan mengusap air matanya mengenang kehidupan rumah tangganya yang begitu sangat menyiksa batinnya.

__ADS_1


📲''Subhanallah, aku turut prihatin dengan rumah tanggamu Put. Dari sejak mula aku sudah mengetahui akan kebobrokan sikap dan mental abang sepupuku Bagaskara Ardhana Putra. Dan sekarang kau pun telah mengetahui akan kekejamannya dan juga kejahatannya, kita berdua telah menjadi ajang uji cobanya dan kukira kau pun tahu akan hal itu. Ia telah mengamalkan ilmu sirik yang tidak diridhoi oleh Allah, jika kau pun tidak sanggup lagi bertahan dengannya aku pun mendukung niat baikmu daripada kau terus tersiksa bersama orang yang sama sekali tidak menghargaimu. Kamu yang sabar ya? nanti di waktu yang tepat kita bertemu untuk membahas semua perkara ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kita.''


Alina begitu sangat memahami apa yang saat ini sedang dialami oleh Putri sahabatnya. Alina sangat mengingat jelas bagaimana makhluk yang tak kasat mata yang bersarang di tubuhnya mengusai dirinya ketika ia sedang melakukan terapi ruqyah, makhluk tersebut mengakui semua kebejatan yang dilakukan oleh Bagaskara terhadapnya, dengan menjadikan putri sebagai pelampiasan hasratnya. Dengan menyebutkan nama Alina ketika melakukan hubungan suami istri dengan Queensha Putri sahabatnya.


''Aku benci pada mu Mas Bagas, kau sangat menjijikkan sekali!'' Alina mengusap-ngusap tubuhnya jika mengingat ada yang menggerayangi tubuhnya dalam keadaan tidak sadarnya ketika dirinya berada dalam pengaruh energi negatif yang senantiasa mengganggu setiap aktivitasnya selama bertahun-tahun ini.


''Aku berharap tidak pernah lagi bersua dengan mu, aku akan pergi jauh dari Kampung halaman ini. Aku berharap dengan menjauh dari tempat tinggal ini aku tidak lagi dibayangi oleh bayang-bayang buruk tentang dirimu. Tak kusangka kau yang dulu begitu lembut dan penuh perhatian justru berubah menjadi laki-laki yang tak kukenal lagi di mana akhlak baikmu. Kau lebih mengikuti nafsu setanmu ketimbang nafsu baikmu,'' sesal Alina atas hubungan cintanya dengan Bagaskara yang berujung mistis seperti ini.


''Aku harus terus memperbaiki diriku dan mendekatkan diriku pada Tuhanku agar aku bisa sembuh dari pengaruh energi negatif ini. Sungguh, aku pun ingin bahagia, aku pun ingin memiliki cinta sejati dari seseorang yang memang benar-benar tulus menerima segala kekuranganku, yang siap menjalani biduk rumah tangga bersamaku. Tak akan pernah ku temui lagi lumpur hitam itu, aku tidak akan pernah lagi menempuh jalan pacaran yang dapat menyesatkan dan menyengsarakan jiwaku. Kan ku ikuti jalan yang diridhoi oleh Rabb ku,'' bisikan hati Alina yang terlahir dari kesucian hati dan kebeningan imannya yang tertuju hanya kepada Rabb-Nya.


Alina pun berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya, melupakan semua kenangan pahit yang pernah menderanya. Cukup sudah ia terkurung dalam masa lalu yang kelam yang merobek jiwanya hingga ia tersesat dan tak tahu kemana arah tujuan hidupnya yang sebenarnya.


''Ya Allah ... ya ghofur, ampuni hamba atas segala dosa dan kemaksiatan yang pernah hamba perbuat di masa lalu, sehingga menenggelamkan hamba dalam jurang kenestapaan yang teramat dalam.'' Alina terus bermunajat pada Rabb-Nya dengan memohon ampunan atas dosa-dosa di masa lalunya yang pernah diperbuat olehnya.

__ADS_1


__ADS_2