Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 16. Niat Buruk ( Kena Batunya )


__ADS_3

"Sedang apa kalian disana?" pekik Bagaskara ketika mengetahui ada yang menguntit dirinya dan Alina.


Bagaskara berusaha menguasai biduk hawa nafsunya dan juga meredam emosinya ketika melihat Maharani bersama ketiga orang temannya, Dela, Putri dan Chika keluar dari semak-semak. Mereka nampak tertunduk malu karena ketahuan mengintip dua sejoli yang sedang di mabuk asmara tersebut. Kecuali Putri nampak biasa-biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa.


Alina mengerjapkan matanya ketika mengetahui ada suara gerasak-gerusuk yang keluar dari balik semak-semak.


"Kalian!" Alina terlihat gugup dan malu, pasalnya hampir saja ia tertangkap basah berciuman dengan saudara sepupunya sendiri.


"Ma-af, kami tidak sengaja melihat kak Lina bersama kak Bagas disini!" ucap Maharani yang tidak enak hati ketahuan mengintip dua sejoli tersebut. Maharani terpaksa bersikap lembut walaupun sebenarnya hatinya meradang melihat kebersamaan Bagaskara dan Alina. Ia tidak ingin ketahuan jika dirinya cemburu dengan Bagaskara.


"Kalian tidak melihat apa-apa kan antara aku dan Mas Bagas?" Alina terlihat khawatir, ia takut teman-temannya mengetahui kedekatan di antara dirinya dan Bagaskara sepupunya.


"Nggak kok, kita nggak melihat apa-apa kecuali kak Bagas hendak begituan dengan kak Alina!" celoteh Chika dengan gaya ceplas-ceplosnya.


"Tunggu dulu, Alina dan kak Bagas kan saudara sepupu, kalian tidak mungkin begituan kan?" tanya Dela dengan tatapan mengintimidasi.


Alina terlihat gugup. Ia bingung harus menjawab apa, namun Bagaskara yang begitu picik memutar balikkan fakta.


"Tidakkk! Aku hanya ingin meniup bola mata sepupu ku Alina, ia kelilipan." Bagas menatap ke arah Dela dengan diiringi mantra-mantra penunduk agar semua wanita tertarik padanya.


"OMG, kak Bagas kau sangat menarik sekali! aku merasakan kau begitu sangat mempesona, andaikan saja aku bisa menjadi seorang yang istimewa dalam hidup mu!" bathin Dela dengan perasaan yang berbunga-bunga di hatinya. Ia pun seolah-olah terjerat dengan pesona Bagaskara.


"Kak Bagas, kami boleh tidak ikut mengaji ditempat kakak? tanya Chika yang kini pun terhipnotis dan terjerat pesona Bagaskara.


"Boleh, boleh! nanti kau ikut dengan Maharani, ia baru satu bulan ini belajar mengaji di tempat kakak. Bukan begitu Maharani?" ucap Bagas santai, ia sengaja ingin memanas-manasi Maharani. Ia belum puas menyiksa lahir dan batin gadis kecil itu.


"i-iya, Kak. Be-benar!" ucap Maharani gelagapan.


"Hemmm ... kenapa kau terlihat gelagapan, Ran? jangan bilang jika kalian terjerat dengan pesona ustadz tampan? sayangnya aku tidak seperti kalian, kak Bagas itu sudah dewasa, cocoknya jadi kakak kita!" seloroh Putri dengan gaya santainya. Ia sama sekali tidak melirik ke arah Bagaskara, membuat Bagaskara merasa tertohok mendengar ucapan Bagaskara Ardhana Putra.


"Jangan sebut nama ku Bagaskara Ardhana Putra jika aku tidak bisa melumpuhkan mu Queensha Putri Fayanna!" bathin Bagaskara dengan seringai liciknya. Ia tidak terima jika Putri merendahkan harga dirinya, dan menganggap dirinya sudah tua atau dewasa.

__ADS_1


"Kak Bagas, kita kesana yuk, aku ingin duduk di sana!" ucap Alina yang terlihat tak nyaman ketika melihat Bagaskara dekat-dekat dengan teman-temannya.


"Kami boleh ikut nimbrung nggak?" celoteh Dela dan Chika yang begitu terpana dengan pesona Bagaskara.


"Bo-boleh," ucap Alina terlihat setengah hati meng-iyakan ucapan teman-temannya. Putri dan Maharani pun terpaksa mengikuti langkah teman-temannya. Mereka pun berjalan beriringan menuju pohon yang rindang yang telah disediakan tempat duduk santai.


Tatapan Bagaskara tertuju pada sosok Queensha Putri Fayanna. Ia mencari celah untuk melumpuhkan sosok Putri yang tanpa sengaja telah menyinggung perasaannya.


Maharani yang sudah mengetahui akal bulus Bagaskara pun terus mematai pergerakan Bagas, kalau-kalau Bagaskara melakukan hal-hal yang mistis terhadap Queensha Putri.


***


"Alina, kamu nggak melanjutkan kuliah lagi, ya? seru lho bisa kumpul-kumpul bareng dengan teman-teman satu kampus!" celoteh Putri dengan gayanya yang memang selalu ceplas-ceplos.


"Tidak, Put. Insya Allah aku pengennya kerja saja, break dulu satu tahun!" ucap Alina santai.


"Oh, ya? Aku meneruskan kuliah jurusan hukum, inginnya jadi pengacara!" timpal Putri sambil mengunyah camilannya.


Bagaskara yang melihat kedekatan antara Alina dan Putri pun semakin terbesit pikiran kotornya.


Maharani tampak menatap penuh kecemburuan pada Bagaskara Ardhana Putra yang telah merenggut kesucian hati dan jiwanya juga perasaannya.


"Bagaskara Ardhana Putra, tak kan kubiarkan dirimu merusak persahabatan kami. Kau benar-benar laki-laki bejat yang pernah ku temui!" bathin Maharani meringis pilu. Ia selalu mengingat bagaimana Bagaskara menggodanya dan mengambil ciuman pertamanya.


Bagaskara mulai memejamkan matanya, niat buruknya untuk menghembuskan buhul-buhul cinta pada Queensha Putri Fayanna kini semakin menjadi-jadi, namun konsentrasi Bagaskara menjadi buyar, sebab Maharani pun ikut menghembuskan mantranya pada Bagaskara Ardhana Putra.


"Berdebah!" pekik Bagaskara. Pikirannya kembali tertuju pada Maharani. Ia berusaha untuk menguasai dirinya, agar tidak menyerang Maharani. Semua orang yang hadir di dekat Bagaskara di buat kaget oleh tingkah Bagaskara yang tiba-tiba berteriak histeris.


"Rasain, kena batunya kau Bagaskara Ardhana Putra!" bathin Maharani menyeringai nakal. Ia merasa senang melihat wajah Bagaskara seperti cacing kepanasan.


"Ada apa, Mas?" tanya Alina ketika melihat wajah Bagaskara yang merah padam menahan birahinya yang tiba-tiba memuncak oleh kejahilan Maharani.

__ADS_1


"Kurang ajar berani-beraninya ia mengerjai ku! awas kau Maharani aku akan membuat perhitungan pada mu, kau benar-benar membangkitkan emosi ku. Jangan salahkan aku jika aku menikmati setiap inchi tubuh mu!" bathin Bagaskara yang tidak mampu lagi menahan keinginan birahinya.


Dalam pikiran Bagaskara ia ingin menarik Alina pulang ke rumah, namun anehnya langkahnya dituntun untuk menarik Maharani.


"Sayang, mari kita pulang!" ajak Bagaskara dengan menarik pergelangan tangan Maharani.


"Whatttt? sayangggg?" pekik Dela, Chika dan juga Putri bersamaan, dengan mata yang membola sempurna melihat Bagaskara menggenggam erat tangan Maharani.


"OMG, benarkah kalian punya hubungan spesial? pacaran gitu?" tanya Chika dengan rasa tak percaya.


"OMG, pantesan tadi gue lihat loe mengsedih dan terlihat cemburu ketika melihat kebersamaan Bagaskara dan Alina padahal mereka kan incest alias sepupu!" timpal Dela.


Maharani tersenyum devil, akhirnya ia pun bisa mempermalukan Bagaskara dihadapan semua.


"Iya, benar. Kami sudah berpacaran!" timpal Maharani dengan memanfaatkan keadaan.


Bagaskara seketika bungkam, yang ada dalam pikirannya adalah ingin menyalurkan hasratnya pada Maharani.


"Astaghfirullah, jadi benar kalian pacaran? apa aku tidak salah lihat? bukankah kak Bagas seorang guru ngaji alias ustadz, apa mungkin bisa pacaran dengan muridnya sendiri?" Queensha Putri Fayanna ikut menimpali.


"OMG, kak Bagas usianya sudah 25 tahun, sedangkan Maharani baru 15 tahun apa mungkin ia sudah hilang warasnya menyukai pria dewasa?" bathin Putri dengan rasa tak percaya.


"Mas Bagas, ini apa maksudnya?" tanya Alina dengan mata yang mulai berkaca-kaca ketika mendengar Bagaskara dan Maharani memiliki hubungan spesial.


Bagaskara terhenyak dari keterpanaannya pada Maharani, ia pun melepaskan tangan Maharani yang tidak sengaja di genggam olehnya.


"Alina tunggu!" Bagaskara mengejar Alina yang terlihat syok melihat kebersamaannya dengan Maharani.


"Kak Bagas, ingat! Aku belahan jiwa mu!" sarkas Maharani dengan memanas-manasi Bagaskara.


"Maaf, aku tinggal dulu!" ucap Bagaskara dengan mengejar Alina Cahya Kirani yang terlihat kecewa dan sakit hati padanya.

__ADS_1


Chika, Dela dan Putri merasa bingung melihat keanehan yang terjadi di antara Bagaskara, Alina dan juga Maharani. Sedangkan Maharani tersenyum bahagia merayakan kemenangan di hatinya bisa mempermalukan Bagaskara Ardhana Putra dihadapan Alina juga dihadapan teman-temannya.


"Hemmm, akhirnya aku bisa menggagalkan niat burukmu yang ingin menundukkan Queensha Putri Fayanna. Jangan harap kau bisa merusak persahabatan kami!" bathin Maharani yang menertawakan Bagaskara yang akhirnya kena batunya akibat dari perbuatannya sendiri.


__ADS_2