
Alina kembali ke warung bakso tempat di mana ia dan Bagaskara mengisi perutnya yang sudah menagih untuk di isi. Ia harus menelan pil pahit, melihat kenyataan jika kini Desi nampak bergelayut manja di pergelangan tangan Bagaskara yang hendak membayar uang bakso dan es jeruknya yang tadi ia pesan bersama Bagaskara.
Ingin rasanya Bagaskara menepis tangan Desi yang kini bergelayut di lengannya.
"Menjijikkan sekali! Jika bukan karena di sini tempat umum dan banyak mata memandang, tentunya sudah ku tepiskan lengannya menjauh dari ku. Gara-gara kau Desi, Alina ku beranjak pergi dan belum kembali dari toilet!" bathin Bagaskara menahan kekesalan di hatinya.
"Awas saja, kau Desi. Setelah ini aku akan segera mengakhiri hubungan kita! Aku merasa ilfeel punya pacar yang tidak beradab seperti mu. Kau sangat jauh berbeda dari Alina ku!" bathin Bagaskara yang tak tahan lagi ingin lepas dari jerat Desi yang semakin menggila.
Alina enggan masuk ke dalam warung bakso, orang-orang yang semula menyanjung Bagaskara dan Alina pun kini tatapannya beralih pada Bagaskara dan Desi yang menurut mereka adalah pasangan yang kurang tepat.
"Aku kira, itu pria tampan sudah beristrikan neng yang tadi. Ternyata mereka saudara sepupu namun terlihat romantis. Kalau sama wanita yang itu ketuaan sekali, sama-sama dewasa. Ganjen pula!" celoteh orang-orang yang menyaksikan Desi yang selalu nempel di lengan Bagaskara.
"Coba lihat, deh! itu pacarnya si tampan merasa risih dengan entu si nenek sihir!" ucap orang yang satunya lagi.
Telinga Desi terasa panas mendengar gunjingan orang-orang di sekitarnya. "Hei, jika punya mulut itu mesti di jaga! apa kalian iri melihat kemesraan ku bersama pacar ku?" Desi menjambak rambut salah satu perempuan yang telah menggunjingnya, sehingga terjadilah aksi gontok-gontokan di antara Desi dan perempuan tersebut.
Perempuan itu pun membalas kekejaman Desi, ia menarik kerudung Desi dengan paksa, "Kau tak pantas menutup aurat mu dengan hijab. Kelakuan mu sangat bertolak belakang dengan hijab yang kau kenakan. Jangan kotori kesucian hijab muslimah dengan keganjenan mu!" ucap perempuan itu tak kalah sengitnya, sebab ia terbakar emosi lantaran ada berapa helai rambutnya yang tercabut dari akarnya, sebab cengkeraman Desi yang begitu kuatnya.
Bagaskara bukannya melerai malah tebar pesona, hingga membuat para wanita yang hadir di sana terhipnotis oleh ketampanannya yang memang memiliki ajian pemikat yang sangat luar biasa.
"OMG, handsome-nya! pantesan banyak wanita yang tertarik padanya!" ucap orang-orang yang tidak menyadari jika semua itu hanya tipu muslihat. Pandangan mereka seolah-olah di kelabui oleh syaitan. Kecuali mereka yang memang selalu menjaga pandangan dan senantiasa berdzikir dan mengagungkan kebesaran Rabb-nya, kecil kemungkinan terpengaruh oleh sihir Bagaskara Ardhana Putra.
__ADS_1
"Astaghfirullah, kak Desi!" Alina berlari menuju tempat di mana Desi sedang gontok-gontokan dengan seorang wanita.
Alina hampir jatuh tersungkur jika tidak ada seorang laki-laki yang tampan nan gagah untuk menyelamatkannya.
"Kau lagi, nona manis? kenapa tidak berhati-hati sekali! tubuh mungil mu tidak akan sanggup melerai orang-orang yang sedang gontok-gontokan!" ucap pemuda yang tadi bertabrakan dengan Alina di toilet.
"Kauuu! terimakasih sudah menyelamatkan ku untuk yang kedua kalinya," ucap Alina dengan menerbitkan senyumannya. Membuat detak jantung pemuda yang telah menolongnya pun semakin bertalu-talu.
"Maa syaa Allah, tatapan bola matanya sungguh sangat meneduhkan!" bathin pemuda tersebut dengan perasaan yang sangat berbeda untuk Alina.
"Sepertinya, aku jatuh hati padanya!" bathin pemuda tersebut lagi.
"Hey, lepaskan! dia wanita ku!" ucap Bagaskara dengan meninju wajah pemuda yang telah berani-beraninya menyentuh Alina.
"Mas Bagas!" pekik Alina ketika melihat Abang sepupunya memuntahkan isi perutnya yang terkena tendangan maut pemuda yang baru saja di tonjok oleh Bagaskara.
Akan tetapi, Alina lebih memilih menolong pemuda yang bertubrukan dengannya di toilet berapa menit yang lalu.
"Maaf, ini semua kesalahan Abang sepupu ku!" ucap Alina dengan membersihkan darah yang mengalir dari lubang hidung pemuda tersebut. Membuat pemuda itu nampak terkesima dengan sikap manis Alina.
"Jadi, dia Abang sepupu mu? bukan kekasih mu?" tanya pemuda tersebut dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
Alina mengangguk pelan, "Benar, Dia sepupu ku!" ucap Alina dengan berat hati. Ia sengaja tidak mengakui jika Bagaskara adalah kekasihnya. Sebab, Alina kecewa Bagaskara kerapkali membohonginya.
Bagaskara merasa tertohok mendengar ucapan Alina, ia merasa kecewa lantaran Alina tidak mengakuinya sebagai kekasih di hadapan semua orang.
"Ini semua gara-gara mu Desi, aku tidak sudi menjadi pacarmu! Aku jijik memiliki pacar seperti mu!" bathin Bagaskara dengan menatap penuh kebencian pada Desi.
Keributan di Garden Cleopatra itu pun segera teratasi, setelah hadirnya pihak keamanan untuk melerai.
Desi yang terlihat acak-acakan oleh sebab gontok-gontokannya terhadap seorang wanita pengunjung Garden Cleopatra pun kini pakaiannya sudah compang-camping. Hijabnya pun kini telah lepas dari kepalanya. Ia pun menghampiri Bagaskara Ardhana Putra.
"Bagas, kau tidak apa-apa?" ucap Desi dengan menyentuh wajah Bagaskara penuh kelembutan. Namun, di tepis oleh Bagaskara.
"Aku tidak sudi di sentuh oleh mu! kita putus!" bentak Bagaskara dengan membuang wajahnya dari Desi. Ia tidak peduli dengan penampilan Desi yang kini nampak semerawut dan acak-acakan. Baginya Alina lebih penting dari semua wanita yang pernah ia kencani.
"Kau tega! kau kejam Bagaskara Ardhana Putra! apa arti pengorbanan ku selama ini?" ucap Desi dengan menutup wajahnya menahan malu. Sebab, semua mata tertuju pada mereka. Desi nampak menangis sesenggukan, hatinya merasa perih oleh perlakuan Bagaskara yang begitu mudah mencampakkannya setelah pun menghisap madunya.
Ada yang prihatin dan kasian dengan Desi, namun ada pula yang mengumpatnya. Apalagi perempuan yang baru gontok-gontokan dengan Desi pun kini tak henti-henti mengumpatnya.
"Syukurin, siapa suruh kepedean! ternyata hanya sebatas kekasih simpanan!" bathin wanita tersebut dengan menertawakan kemalangan yang sedang menimpa Desi saat ini.
"Perhatian! perhatian! siapa pun yang mengunjungi Garden Cleopatra hari ini mohon tutup lisan, telinga dan tangan kalian! jangan menyebarkan foto atau video kekacauan hari ini! karena itu akan merusak reputasi Garden Cleopatra. Barang siapa yang berani atau sengaja menyebarkannya di media maka akan di denda sebesar 100 juta per orang!" tegas petugas keamanan dari balik microfon. Semua orang pun menghapus foto dan video kekacauan tersebut, yang semula sempat direkam oleh mereka, kecuali seorang wanita berkerudung gaul dengan wajahnya yang tertutup masker dengan beraninya menyimpan file tersebut sebagai bukti kebejatan Bagaskara Ardhana Putra yang akan ia berikan pada teman-temannya nanti pada saat ia akan melancarkan aksinya untuk membuka kedok Bagaskara dihadapan semua.
__ADS_1
"Ini menyenangkan sekali, tontonan yang sangat menarik. Sambil menyelam minum air!" bathin Queensha Putri dengan senyum penuh kemenangan. Ia merasa sangat bahagia melihat nasib naas yang menimpa Bagaskara saat ini.