
Alina gegas ke kamar mandi untuk melakukan ritual wudhu, ia melihat Nur Syifa sudah basah dengan air dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gadis itu memang terbiasa mandi sebelum menunaikan ibadah sholat shubuh.
Karena menurut riwayat yang Nur Syifa baca dan pelajari mandi sebelum shubuh memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh. Selain bisa membuat awet muda, pikiranpun terasa lebih tenang dan nyaman ketika air sejuk nan dingin membasahi kulit. Dan Nur Syifa sudah sejak lama meritualkan mandi sebelum sholat shubuh, hingga wajah terlihat ayu dan bercahaya.
''Kau sudah bangun Alina? mari kita sholat berjama'ah bersama, apa kau juga akan mandi dulu?'' sarkas Nur Syifa.
"Sepertinya aku melakukan ritual wudhu dulu kemudian sholat, mandinya nanti saja sebelum anak-anak paud di titipkan. Aku tidak terbiasa mandi sebelum shubuh, aku tidak tahan dengan air dingin,'' ujar Alina yang entah kenapa semenjak dirinya mengidap penyakit gangguan jin dan sihir dirinya memang tidak bisa bersentuhan dengan air dingin. Berwudhu pun ia gemetaran, air yang gemercik tersebut ia rasakan seperti batu es yang dingin membakar tubuhnya yang menggigil kedinginan layaknya orang yang sedang mengidap penyakit malaria.
Alina kerap kali melakukan mandum dengan air panas, pernah ia mandum dengan menggunakan air satu panci besar dan ia campurkan di satu ember air, namun ia masih merasa gemetar mengigil kedinginan. Pernah pula dirinya menggunakan baju berlapis-lapis hingga mengenakan jaket dan berselimut kain tebal ketika dirinya sedang mengalami gangguan keanehan dalam dirinya, terkadang ia pun merasakan bisikan-bisikan ghaib di telinga dan dadanya, sehingga membuat Alina kerap kali ketakutan dan merasa ingin mengakhiri hidupnya ketika tiupan makhluk halus yang bernama jin menghembuskan buhul-buhul jahat dalam dirinya.
''Tidak apa-apa, silakan lakukan ritual wudhumu Alina, aku berharap satu saat nanti kau bisa mengamalkan mandi sebelum shubuh karena begitu banyak sekali maanfaatnya untuk kesehatan. Mandi sebelum shubuh sangat dianjurkan, Rasulullah kerapkali melakukan itu. Sehingga tidak ada salahnya kita sebagai umatnya ikut menerapkannya agar kita pun merasakan manfaat yang sangat luar biasa di antara 7 manfaat yang ada :
Kita tidak mudah terkena penyakit Ain (sakit, demam , pilek dan lain sebagainya).
Tidak akan terkena sihir, guna-guna, santet baik dari Jin maupun ulah manusia.
Badan akan sehat selalu.
__ADS_1
Wajah kita pun akan terlihat bercahaya.
Do'a kita pun akan mudah dikabulkan oleh Allah Subhanawata'ala
Sukar di do’akan jahat oleh orang lain (seperti di sumpahi, maka akan berbalik kepada yg menyumpahinya).
''Penjelasan diatas adalah maanfaat dari mandi sebelum shubuh, aku harap satu saat nanti kau bisa meritualkannya demi kesehatan mu. Semangat sehat, semangat untuk sembuh!'' ujar Nur Syifa sambil mengusap bahu Alina untuk menguatkan gadis tersebut agar tidak terpuruk dengan keadaannya.
''InsyaAllah, terima kasih Nur Syifa! aku ambil wudhu dulu, kau tunggu aku di dalam. Aku mau shalat berjama'ah denganmu,'' ujar Alina. Akan tetapi, Alina belum bisa melakukan ritual mandi sebelum subuh mengingat tubuhnya yang belum bisa berinteraksi dengan air dingin, kecuali harus memasak air panas dulu baru ia bisa membersihkan dirinya dengan mandi.
__ADS_1
''Ya Allah, maafkan hamba karena belum mampu menerapkan seperti apa yang telah dilakukan oleh Nur Syifa. Akan tetapi, aku bersyukur bisa berkenalan dengannya, setidaknya ilmu tentang agama ku semakin bertambah. Banyak hal yang belum bisa aku lakukan, banyak hal yang belum aku pahami. Aku akan berusaha untuk terus belajar memperdalam ilmu syar'i. Maafkan aku atas segala ketidaksempurnaanku, tanpa Kau pegangi aku sesungguhnya hamba hanya seperti debu diterbang angin yang tak berarti apa-apa.'' Alina menghisap dirinya sendiri, mengingat segala kekurangannya dan dosa-dosanya di masa yang lalu begitu penuh dengan liku onak dan duri.
Tidak butuh waktu lama Alina pun segera menyelesaikan wudhunya, ia pun segera menyusul Nur Syifa ke dalam kamar untuk menunaikan ibadah shalat subuh secara berjama'ah.
Nur Syifa sudah menggelar sajadah untuk dirinya dan Alina, untuk sekarang Nur Syifa berdiri sebagai imam dan Alina sebagai makmum. Keduanya pun menjalankan ibadah shalat shubuh dengan khusyuk, sampai di akhir salam mereka pun berdzikir dan berdo'a memohon kehadirat Rabb-nya, serta minta ampun atas dosa-dosa dirinya dan juga kedua orang tua serta kaum muslimin di manapun berada.
Alina pun tak lupa memohon agar diberi kesembuhan secara sempurna dari gangguan penyakit yang dideritanya, ia pun memohon agar dipertemukan dengan jodoh yang diridhai oleh Allah, harapannya ia berharap dipertemukan dengan laki-laki yang sholeh, laki-laki yang baik akhlak dan agamanya. Dan anehnya, entah kenapa pikiran Alina tiba-tiba tertuju pada Fajar Guntur Ramadhan. Ia pun menutup do'anya dengan do'a sapu jagat.
Hati Alina benar-benar didera kebingungan atas perasaannya yang tak wajar, ''Ya Allah, hamba tidak mungkin jatuh hati padanya apalagi sampai menjadikannya imamku. Dunia ini akan kiamat jika sampai aku berjodoh dengannya!'' batin Alina yang mulai gamang dengan perasaannya.
''Alina, kau tidak apa-apa?'' tanya Nur Syifa sambil melipat sajadahnya.
Nur Syifa seolah merasakan kegamangan yang sedang dirasakan oleh Alina saat ini.
''Tidak apa-apa, aku baik-baik saja!'' ujar Alina sambil meraih mushaf al qur'an dan segera membuka lembaran sampai di mana batas ia mendaras ayat-ayat al qur'an tersebut.
''Baiklah, jika begitu silakan lanjutkan tilawah qur'annya! aku pun akan melakukan hal yang sama,'' ujar Nur Syifa yang tak ingin mempersulit Alina mengingat gadis itu tidak bisa memikirkan hal-hal yang dapat mengganggu pikirannya. Mengingat penyakitnya yang sering tiba-tiba menyerang ketika lalai dan terlalu banyak pikiran.
Nur Syifa pun hendak mendaras Qur'an yang memang sudah menjadi kebiasaannya setelah menyelesaikan ibadah shalat subuh. Kedua gadis shalihah itu pun saling berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridho Rabb-nya.
Keduanya pun melantunkan ayat-ayat suci al qur'an dengan begitu merdunya. Mereka begitu meresapi bacaanya, hingga tanpa terasa 20 menit sudah mereka menghabiskan waktu untuk membaca kalam ilahi tersebut. Hingga kicau burung mulai bersahutan di pagi hari. Menyadarkan kedua gadis sholihah itu untuk segera berbenah diri, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.
Pukul 07.00 pagi mereka harus menyambut anak-anak PAUD yang akan dititipkan di Paud Khansa Day Care, tempat di mana mereka akan mendidik, merawat dan mengasuh anak-anak yang akan dititipkan pada mereka hari ini.
''Teng ... teng ... teng,'' pintu gerbang rumah penitipan anak-anak PAUD itu pun ada yang mengetuk. Alina pun bergegas keluar memastikan siapa yang datang di pagi hari. Ia pun membuka pintu jendela dan meniyingkap tirainya, Alina pun mengintip di balik pintu siapa gerangan yang datang.
''Fajar Guntur Ramadhan, masya Allah ia begitu religius sekali!'' batin Alina yang mulai terpukau dengan sosok Fajar tiba-tiba bermetamorfosa seperti seorang ustadz.
''Maa syaa Allah, ia benar-benar mirip seperti ustadz Adi Hidayat!'' seru Alina di dalam hatinya. Entah kenapa tiba-tiba perasaan Alina terasa bergetar hebat ketika melihat pesona Fajar Guntur Ramadhan.
__ADS_1
Guntur pun kembali mengetuk pintu gerbang itu dan mengucap salam beberapa kali, akan tetapi penghuninya pun belum menampakkan batang hidungnya. Membuat Fajar pun terus menunggu, sampai penghuni di dalam sana keluar menampakan diri.
''Maaf, terlalu lama menunggu! tadi di dalam masih ada kerjaan,'' ujar Alina tersipu malu.