
Andara menaruh curiga pada Bagaskara Ardhana Putra, namun ia tidak tahu pasti apa penyebabnya. Ia berusaha untuk tetap berbaik sangka. Namun, ia tetap merasa janggal dengan tingkah aneh Bagaskara.
"Assalamualaikum!" suara dari luar terdengar begitu riuhnya, membuat Alina segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, maa syaa Allah ... Queesha Putri, Maharani, Chika, Dela kalian sudah datang!" Alina menyambut kedatangan teman-temannya dengan penuh suka cita.
Teman-teman Alina pun menyalami dan merengkuhnya dengan penuh semangat dan suka cita.
"Mari masuk! kak Andara juga telah menunggu di dalam, ada Mas Bagas juga!" ucap Alina santai.
"Whattttt? ada my darling juga?" ucap Chika tanpa filter, sebab dirinya juga baru berapa hari ini jadian dengan Bagaskara tanpa sepengetahuan teman-temannya.
"Darling, darling! Memangnya kak Bagas itu milik mu!" ucap Maharani yang merasa cemburu mendengar ucapan Chika, sebab dirinya lah yang pertama kali di jadikan oleh Bagaskara sebagai pelampiasan nafsu bejat dari laki-laki yang berkedok ustadz itu.
"Sudah, sudah, kita kesini mau berembuk mengenai persiapan pernikahan kak Andara nantinya. Pakai ribut segala, malu sama tetangga!" Dela ikut menimpali, padahal hatinya pun gundah gulana, jika kekasih hatinya Bagaskara di sanjung oleh wanita lain.
Sementara Queensha Putri Fayanna, tidak menanggapi. Wajahnya terlihat pias dan tidak bersemangat. Ia merasa jijik melihat dan mendengar nama Bagaskara Ardana Putra, yang telah mengambil paksa ciuman pertamanya di bebatuan pantai.
"Bertemu dengannya lagi, menjijikkan sekali!" bathin Queensha Putri dengan emosi tertahan agar teman-temannya tidak mengetahui kegundahan hatinya.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menyalami Andara Albiya Finzani dengan penuh suka-cita.
"Maa syaa Allah, adik-adik sholiha ku? silahkan duduk!" ucap Andara dengan senyum bahagia menyambut teman-teman Alina yang kini hadir memenuhi undangannya.
Sedangkan Bagaskara nampak spot jantungnya. Tubuhnya bergetar hebat, ketika mendapatkan semua wanitanya menatap penuh cinta padanya.
"ya Allah, spot jantung ku. Ini benar-benar diluar dugaan ku!" bathin Bagaskara dengan memijat kepalanya yang terasa sakit sebab di serang para wanitanya.
__ADS_1
"Kak Bagas, kemana saja? Chika dari tadi telfon kakak tapi tidak di angkat, Chika pun kirim pesan pribadi ke kakak tidak di balas, memangnya Chika ini--?"
Ucapan Chika terjeda, ketika Bagaskara memotong pembicaraannya.
"Chika maaf, kakak sibuk. Bahas pelajaran mengajinya nanti ba'da Magrib saja ya?" kilah Bagas, agar Chika tidak keceplosan mengaku jika dirinya adalah pacar Bagaskara.
"Ia deh, Chik. Dari tadi kamu ngelantur terus!" ucap Maharani yang merasa tidak senang jika Chika terus mengganggu lelakinya.
"OMG, kalian ini dari tadi berdebat melulu, kita hendak berembuk membahas susunan kepanitiaan di pernikahan kak Andara nantinya, bukan sibuk dengan urusan pribadi dan kepentingan sendiri!" timpal Dela yang sebenarnya pun telah merajut kasih dengan Bagaskara, namun ia tidak ingin menampakkan hubungannya yang masih menjadi rahasia umum.
"Aku harus izin ke toilet dulu, untuk mengatur siasat, agar para wanita ku tidak keceplosan jika aku sudah memacari mereka semua." Bagaskara terus mencari ide agar terhindar dari serangan para wanitanya.
"Maaf, aku tinggal sebentar, mau ke toilet dulu!" ujar Bagaskara dengan terburu-buru.
Semua yang berada di dalam ruangan tersebut pun mengiyakan ucapan Bagaskara.
📲 "Sayang, kita bersikap yang wajar saja, ya? disini jangan terlalu menampakkan jika kita punya ikatan. Nanti teman-teman kita membully kita, untuk sementara kita rahasiakan dulu hubungan kita. Love you Baby!"
Bagaskara mengirimkan pesan yang sama pada Maharani, Chika, dan Dela. Sehingga ketiga wanita tersebut tampak sumringah menerima pesan dari Bagaskara Ardhana Putra. Mereka mengira, jika merekalah satu-satunya belahan jiwa dari Bagaskara Ardhana Putra, padahal mereka semua adalah tempat pelampiasan nafsu bejat Bagaskara semata.
Kemudian, Bagaskara melanjutkan mengirim pesan pada Queensha Putri Fayanna.
📲 "Hai Baby, jangan pernah mengadukan apa-apa kepada Alina juga teman-teman mu, jika diriku telah mencumbui mu. Jika sampai itu terjadi, kau akan menanggung akibatnya! Asal kau tahu, junior ku masih sakit sampai sekarang ini, oleh perbuatan mu. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu!" by : Bagaskara Ardhana Putra.
"Syukurin!" umpat Queensha Putri keceplosan setelah mendapat pesan dari Bagaskara yang kini masih berada di dalam toilet.
Semua orang menatap ke arah Putri, "Kamu lagi ngumpatin siapa Put? Aku perhatikan kalian berempat pada senyum-senyum semua siapa gerangan yang menghubungi kalian? pasti si Do'i?" tebak Alina, dengan menggoda teman-temannya.
__ADS_1
Maharani, Chika dan Dela pun senyam-senyum sendiri. Kecuali Putri, ia merasa jijik jika mengingat tentang Bagaskara yang telah berbuat asusila padanya.
"Ini untuk kalian semua, kakak buatkan spesial. Silahkan di minum dan di cicipi camilannya!" ucap Andara kepada teman-teman Alina.
"Wah, ada singkong rebus dan gula aren sebagai cocolannya, ini pasti enak sekali!" pungkas Chika dengan segera mencicipi sikong rebus tersebut."
"Empuk juga singkongnya!" timpal Maharani yang ikut ngemil bersama Chika.
"Kalau sudah begini, aku teringat singkong hasil panen kakek ku di kampung XX, kakek seringkali memanen singkongnya buat di jual ke pasar. Empuk juga sama seperti ini!" Dela ikut menimpali.
Sementara Queensha Putri lebih banyak diam, ia merasa risih berlama-lama di kediaman Alina Cahya Kirani. Apalagi ada Bagaskara di sana.
"Kak Andara, jadi persiapan pernikahannya dua bulan lagi, hari apa dan tanggal berapa? agar kami lebih mudah untuk mengingatnya!" timpal Putri yang ingin cepat-cepat beranjak pergi dari kediaman Alina Cahya Kirani.
Andara pun menjelaskan secara detail waktu dan pergelaran acaranya. Bagaskara pun tiba-tiba keluar dari toilet, dan menghampiri para wanita yang sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu.
"Nah, Mas Bagas yang akan jadi ketua panitia nantinya. Ia pun akan mengajak teman laki-lakinya untuk membantu kalian semua, bukan begitu Mas Bagas?" tanya Andra dengan penuh pengharapan.
"Insya Allah!" ucap Bagas di buat sesantun mungkin.
"Munafik! mau sesantun apa pun dirimu, bagiku kau adalah lelaki yang bejat. Kau pikir aku tidak tahu tipu muslihat mu! Aku tahu semua teman-teman ku telah kau pacari. Lihat saja, aku akan membuka kedok mu secara perlahan. Silahkan nikmati dulu kesenangan mu, Bagaskara Ardhana Putra!" bathin Queensha Putri Fayanna dengan menatap sinis pada Bagaskara.
Alina dan Andara yang tidak mengetahui akal bulus Bagaskara pun merasa senang, sebab kini hasil rembukan sudah mencapai kata kesepakatan.
"Alhamdulillah, semua sudah selesai. Tinggal pelaksanaannya pada hari H nanti." Andara mengakhiri perbincangan mereka.
"Syukurlah, jika semuanya berjalan dengan lancar. Jika tidak, spot jantung ku, mengingat para wanita ku tiba-tiba menyerang ku! untung saja aku siaga," bathin Bagaskara menyeringai licik.
__ADS_1