Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 10


__ADS_3

Fai saat ini sudah berada di kamar Aska.Kamar yang mendominasi warna abu-abu terlihat maskulin.Kamar yang sangat luas,bahkan lebih luas dari kamarnya.Di ujung ada sebuah sofa panjang dan juga meja.Di kamar ini juga ternyata ada balkonnya.Fai mendekat ke arah balkon,membuka pintunya menghirup dalam-dalam udara malam ini.Sambil pikirannya melayang jauh, memikirkan nasibnya dan juga pernikahannya.


Setelah kepulangan orang tua Fai tadi Aska langsung mengajak Fai ke kamarnya.Tetapi setelah itu Aska langsung keluar lagi karena Papa nya memanggilnya ke ruang kerja.


"Fai..."Panggil Aska,rupanya dia sudah selesai berbicara dengan Papanya.


"Fai."Panggilnya lagi karena Aska tidak melihat Fai di kamar.


Lalu Aska melihat ke arah balkon yang pintunya terbuka.


"Fai."Fai yang melamun tidak mendengar panggilan Aska.


"Fai."Panggil Aska kali ini dengan tepukan di pundak Fai.


"Astagfirullah,Aska bikin kaget aja sih."Ucap Fai kesal.


"Lagian aku panggil dari tadi gak di jawab."


"Kapan kamu panggil aku,aku gak dengar tuch.Gak usah ngaco deh."


"Aku panggil kamu berkali-kali,tapi sepertinya yang di panggil malah asyik melamun."


"Siapa juga yang melamun."Ucap Fai Sambil berbalik lagi menghadap ke depan.


"Sudah malam,jangan disini dingin.Lebih baik kita masuk ke dalam."


Fai menurut dia berjalan masuk ke dalam kamar, Aska lalu menutup pintu balkon.


"Aku mau membereskan pakaian ku dulu ya Aska."Ucap Fai yang akan berlalu dari Aska.


"Besok saja Fai,ini sudah malam.Besok biar bisa di bantu Bi Sari.Soalnya lemariku belum di kosongkan untuk pakaianmu."


"Ya sudah kalau begitu aku mau ganti baju dulu."


"Mau aku temani?"Ucap Aska sambil tersenyum nakal.


"Gak perlu."Ucap Fai jutek.Aska hanya tersenyum melihat wajah jutek Fai.


Aku senang menggodanya begitu...


Pagi menjelang, lagi-lagi saat Fai terbangun posisi mereka selalu berpelukan begini.Bahkan Fai terlihat sangat nyaman dengan posisi ini.Posisi Fai yang kepalanya tepat di dada Aska,bisa menghirup aroma tubuh Aska yang begitu menenangkan bagi Fai.Kali ini Fai tidak teriak karena keterkejutannya.Dia takut lelaki yang menjadi suaminya ini mencium bibirnya lagi.Walaupun tak di pungkiri Fai menikmati cium itu.


Apaan sih kamu Fai, pagi-pagi sudah berpikiran mesum begitu.Tapi selama tiga malam ini aku sudah tidak mimpi buruk tentang masa lalu ku lagi.Aroma tubuh ini benar-benar buat aku merasa nyaman.


Pelan-pelan Fai menyingkirkan tangan dan kaki Aska agar lelaki itu tak terbangun.Tapi sia-sia,tubuh lelaki itu terlalu berat.Sebenarnya mereka sudah bangun subuh tadi untuk menunaikan kewajibannya.Tetapi Fai dan Aska memutuskan untuk tidur kembali.


Fai ingat bahwa Aska harus bekerja dan dia akan pergi ke butik.Mau tidak mau Fai membangunkan Aska.


"Aska bangun."Ucap Fai sambil menggoyangkan badan Aska.


"Aska."Ucapnya lagi.


"Hmmmm."


"Bangun, bukannya hari ini kamu mulai berangkat ke kantor."

__ADS_1


"Bentar lagi sayang."


Deg...


Pipi Fai merona mendengar panggilan sayang itu dari Aska.


"Ya sudah kalau begitu singkirkan dulu tangan dan kakimu,aku mau bangun."Tapi justru Aska mengeratkan pelukannya.


"ASKAAAAA!!!"


Hmmmmmppphh...Cukup lama mereka berciuman,Fai memejamkan matanya mulai menikmati ciuman itu dan membalasnya.


"Rupanya kau sengaja yaa teriak agar aku menciummu,hmmm."Ucap Aska setelah ciuman mereka terlepas.Lalu mengusap bibir Fai yang bengkak akibat ulahnya.


"Apaan sih kamu Aska, awas aku mau bangun."Pipi Fai merona.Aska pun melepaskan Fai.


"Katanya tak ada kontak fisik tapi kamu selalu menciumku."Ucap Fai kesal.


"Kau yang memancing ku untuk menciummu Fai."Ucap Aska santai.


"Iiisshhh...."Fai kesal dia pun berlalu ke kamar mandi.


Duuuhh Fai bodoh kamu..Kenapa kamu malah menikmati ciumannya.Habis ciumannya begitu memabukkan sih jadi aku tidak bisa menghindar.Hati dan dirinya tidak sejalan.


Fai segera mandi,tanpa sadar dia memegang bibirnya,ciuman Aska masih terasa di bibir Fai.


Apaan sih aku...


Fai segera menyelesaikan ritual mandinya,lalu memilih baju yang akan dia pakai hari ini.Bajunya masih ada di dalam koper,biar nanti saja saat pulang dari butik dia akan menyusunnya di lemari.


Setelah selesai memakai baju dia pun keluar,Fai melihat Aska sedang memegang ponselnya.Fai melanjutkan langkahnya,lalu dia terlupa kalau dia belum membawa perlengkapan makeup nya.Dia pun masuk lagi ke dalam ruangan pakaian.Aska yang melihat Fai masuk lagi hanya melihatnya.Tak lama Fai keluar,sudah membawa tas yang berisi perlengkapan dirinya.


"Buruan mandi Aska,kenapa malah lihatin aku terus.Aku tahu aku cantik."Ucapnya tanpa berpaling dari kaca.


"Kepedean banget kamu."Tapi Aska menurut dan berlalu masuk ke kamar mandi.


Tak perlu waktu lama bagi Fai untuk berhias diri.Karena dia menghias dirinya dengan makeup tipis.Fai turun lebih dahulu,dia ingin membantu mertuanya menyiapkan sarapan.


Saat sampai di dapur,Mama mertuanya itu sedang berbincang dengan asisten rumah tangga disini sambil menyiapkan sarapan.


"Pagi Ma,"


"Pagi Fai,kau sudah bangun dan malah sudah rapih begini.Kamu hari ini sudah mulai ke butik?"Tanya Mama Nita.


"Iya Ma,"jawab Fai.


"Harusnya nanti saja Fai,kamu istirahat dulu saja di rumah."


"Aku cuma sampai siang saja kok ma di butiknya nanti siang aku pulang."


"Pulangnya sebelum makan siang yaa,biar Mama ada temannya."


"Iya ma,ada yang bisa Fai bantu?"


"Gak usah Fai,ini sudah selesai kok."

__ADS_1


"Maaf ya ma,aku bangunnya kesiangan."Ucap Fai tak enak.


"Gak apa-apa sayang,mama maklum kok namanya juga pengantin baru."Pipi Fai merona mama mertuanya berucap begitu,padahal dia dan Aska tidak melakukan kegiatan layaknya pengantin baru.


"Kalau begitu,Fai bantu bawa makanannya ke meja makan ya."Dia masih terlalu malu karena di bicarakan begitu.


"Boleh nak."


Sedangkan di dalam kamar,Aska merasa senang karena Fai mau melayaninya dengan menyiapkan pakaian kerjanya.Fai juga sudah menyiapkan sepatu,dasi dan tas kerjanya di atas tempat tidur.


Mantan istriku dulu bahkan tidak pernah menyiapkan ini untukku.


Setelah semuanya siap Aska turun ke bawah untuk sarapan bersama.


Sampai di bawah semua sudah menunggu Aska sambil berbincang-bincang.


"Pagi Ma,"


"Pagi sayang."Ucap Aska pada Fai,lalu mencium kening Fai.Fai yang mendapatkan perlakuan manis begitu langsung diam tubuhnya tegang lalu tersenyum di paksakan.


Mama dan Papa Aska yang melihat perlakuan Aska kepada Fai saling melirik lalu tersenyum senang.


"Selera mu bagus Fai,aku suka sama baju yang kau pilihkan.Terima kasih yaa."Ucap Aska lagi.Fai hanya mengangguk.


"Mau sarapan pakai apa?Roti atau nasi goreng?"Tanya Fai pada Aska.


"Sepertinya nasi goreng saja Fai,sama ayamnya yaa."Fai mengambilkan untuk Aska lalu menaruh di depan Aska.Lalu Fai mengambil sarapan dia sendiri yaitu sama yang di ambilkan untuk Aska tadi.


Mama Nita senang karena Fai mau melayani Aska, menyiapkan baju kerja bahkan mengambilkan Aska makan.Padahal Mama Nita tahu bahwa Fai belum ada rasa terhadap Aska.Sedangkan mantan istrinya Aska tidak pernah bersikap seperti ini.


Setelah sarapan Fai,Aska dan Papa Bram berangkat bekerja.


"Fai nanti siang Mama tunggu di rumah yaa,kita makan siang bersama."


"Lho memang siang kamu pulang ke rumah Fai?"Tanya aska.


"Iya,aku hari ini di butik sampai siang saja,aku mau beres-beres baju."Ucap Fai.


"Kalau begitu nanti siang aku jemput ya,kita makan siang bersama di rumah."Ucap Aska.


"Gak usah Aska,kamu pasti sibuk,aku bisa pulang naik taksi."


"Aku gak sibuk kan aku mau makan siang juga di rumah bareng Mama."


Mama Nita tersenyum melihat percakapan Aska dan Fai.


"Kalau begitu nanti Mama masakkan makanan kesukaanmu ya Aska."


"Mama terbaik,sebentar aku ke belakang dulu."Ucap Aska lalu berlalu ke dapur.


Tak lama Aska kembali ke depan.


"Ada apa Aska?"Tanya Mama Nita.


"Gak apa-apa Ma,tadi Aska minumnya kurang jadi masih haus.Kalau begitu kami berangkat ya Ma."

__ADS_1


*Baru tiga hari menikah sudah terlihat perubahan dalam diri kamu nak,kamu sudah banyak bicara dan mudah tersenyum.Mama bahagia melihatnya,semoga keluarga kalian selalu bahagia dan cinta tumbuh dengan cepat di antara kalian..Aamiin..Batin Mama Nita.


Bersambung*...


__ADS_2