
Semua tamu larut dalam kebahagiaan Jordan dan Sella, dan tak terasa matahari sudah tenggelam dan tamu sudah ada yang pamit. Hanya tinggal teman dekat dan keluarga saja.
Selama acara berlangsung, senyum Sella secara tidak sadar terus mengembang. Acara resepsi berkonsep standing party, sepanjang acara Jordan terus menggandeng tangan Sella. Entah itu menemui koleganya atau berdansa tangan Sella tak lepas di genggamnya.
" Semoga setelah ini, kebahagiaan selalu menghampiri rumah tangga ini.." ucap Sella dalam hati sambil menatap Jordan yang sedang berbicara dengan temannya yang pamit pulang.
" Sayang... Ayo masuk, biarin aja Jordan ngobrol dengan temannya. Kamu pasti capek kan seharian berdiri. " ujar Mami Irene saat Sella masih memperhatikan Jordan.
" Gak apa-apa emangnya Mi?" tanya Sella, ia tak enak jika meninggalkan Jordan yang masih bersama temannya.
" Gak apa... Dia juga ngerti, kamu lagi hamil kalau lupa. Ayo...kayaknya Fira dan keluarganya udah mau pulang juga." jawab Mami Irene dan langsung menggandeng Sella.
Dan benar saja, waktu Sella sampai di dalam mansion, Fira dan keluarga sudah bersiap untuk pulang. Mereka sudah berganti baju juga, Abi dan baby Al bahkan sudah terlelap di gendongan Arlan dan Mama Ratih.
" Kami pulang ya sayang.. Sekali lagi selamat." ucap Mama Ratih sambil cipika-cipiki.
" Makasih Tante, hati-hati di jalan." jawab Sella dan tak lupa mencium tangan Mama Ratih.
" Gak bisa di tinggal aja anak aku?" ucap Sella pada Fira.
" Gak bisa... Bisa ngereog nanti Abi nyariin. Lagian udah punya masih mau anak aku." timpal Fira sambil mengelus perut Sella yang masih rata.
" Pelit banget." ucap Sella sambil cemberut.
" Ibu manager selamat ya, jangan stres-stres ya. Kalau si bangor bikin ulah, lapor aja sama aku atau Mami Papi. Jaga kesehatan juga biar calon temennya Al tumbuh dengan baik." giliran Arlan yang memberi selamat karena tadi tidak sempat.
" Makasih lho Bos, hati-hati ya nyetir ya." ucap Sella lalu memeluk Arlan dan Abi karena Abi di gendongan Daddynya.
" Hei... Hei... Apa itu peluk-peluk?" teriak Jordan tiba-tiba.
" Udah ayo bubar.. Si bangor udah datang." ucap Arlan dan langsung berjalan keluar.
" Bangor-bangor...nama bagus di ganti jadi bangor. Gara-gara Papi ini, jadi Arlan manggil aku jadi bangor." omel Jordan sambil menatap Maminya dan Sella mengantarkan Fira dan keluarga ke depan.
" Kamu kenapa Boy ngomel-ngomel?" tanya sang Papi yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Gak ada... Sayang ayo ke kamar." jawab Jordan sewot lalu ia berteriak ke Sella.
" Astaga orang itu." gumam Sella pelan saat mendengar Jordan berteriak.
" Iya orang itu suami kamu sayang, sabar ya sama dia." sahut Mami Irene yang ternyata dengar ucapan Sella.
Sella hanya senyum menanggapinya, ia sungguh malu saat ini. Dikiranya Mami mertuanya tak dengar, tapi ternyata pendengaran Mami mertuanya masih baik.
" Kalian istirahat lah, Mami juga mau istirahat." ucap Mami Irene saat sudah sampai di dekat Jordan berdiri.
" Mami makasih banyak..." ucap Sella sambil berkaca-kaca.
" Iya sayang... Sudah naik lah, hati-hati naiknya. Boy pegang itu istrinya." ujar Mami Irene.
" Iya ibu ratu, menantu Mami aman sama aku." jawab Jordan
Sella berjalan lebih dulu, saat sampai di atas ia bertemu dengan Karina yang akan turun membawa botol susu..
" Ya ampun kalian baru naik?" tanya Karina, dia pikir Sella sudah di kamar istirahat.
__ADS_1
" Iya Kak, Fira baru pulang jadi baru naik deh. Mau bikin susu ya?" jawab Sella dan bertanya karena Karina membawa botol susu.
" Iya... Yasmin gak bisa tidur kalau gak minum susu dulu. Ya sudah masuk lah ke kamar, istirahat." jawab Karina, Yasmin adalah anak keduanya. Kemudian ia menuruni tangga dan bertemu Jordan.
" Kok kesitu?" tanya Jordan saat melihat Sella akan masuk ke kamar tamu.
" Salah? Aku mau bersih-bersih." jawab Sella yang menoleh ke Jordan.
Jordan berjalan ke arah Sella dan langsung membopongnya lalu berjalan ke kamarnya...
" Eh... Turun, mau kemana ini." ucap Sella panik karena tiba-tiba di bopong Jordan.
" Mulai sekarang kamu tidurnya di kamar aku, sekarang kamar kita deng." jawab Jordan santai bahkan dia sambil menaik turunkan alisnya.
♡
Pagi hari, matahari sudah masuk ke celah gorden tapi pasutri baru masih terlelap. Sella tidur seranjang dengan Jordan tapi ia memunggunginya dan tak sadar jika Jordan memeluk pinggangnya.
Beberapa saat kemudian, Sella merasa jika leher belakangnya terkena hembusan angin. Perlahan ia membuka mata dan matanya langsung tertuju pada tangan Jordan yang berada di pinggangnya.
" Perasaan semalam dia ada di ujung sana, kenapa pagi ini udah nempel aja sih." ucap Sella dalam hati,
Semalam tidak seperti malam pengantin pada umumnya, di samping badan yang lelah, Sella dan Jordan juga sepakat untuk pelan-pelan dalam menjalani rumah tangga ini.
Flashback tadi malam...
Pasutri baru itu mandi secara bergantian, dan Sella lebih dulu mandi. Dan selesai mandi, Sella di buat kaget lagi karena di lemari Jordan sudah ada baju untuknya dan baju-bajunya adalah baju baru. Bukan bajunya yang ia bawa dari apartemen.
Sella keluar dari walk-in closet dan melihat Jordan sedang sibuk dengan laptopnya. Ia menghampiri suaminya itu(Eh suami🤭), berniat untuk menyuruhnya mandi.
Jordan mendongak lalu tersenyum melihat Sella berdiri di depannya dan sudah terlihat segar, " Sudah selesai ya.." ucap Jordan lalu menutup laptopnya.
" Hemm... Pergi lah mandi, aku akan kebawah mengambil minum." jawab Sella lalu dengan cepat berbalik badan berjalan ke arah pintu.
Jordan geleng melihat tingkah Sella yang terlihat canggung terhadapnya dan Jordan akan memakluminya. Kemudian Jordan berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih,badannya sudah sangat lengket.
Selesai Jordan mandi, ternyata Sella belum juga kembali ke kamar. Padahal ia merasa mandinya sudah lama, tapi Sella belum kembali juga dari mengambil minum katanya. Baru saja Jordan akan menyusul, pintu kamar sudah terbuka dan Sella masuk dengan membawa satu botol air putih dan ditangan satunya membawa mug berisikan teh hangat.
" Kenapa tidak minta tolong bibi atau siapa untuk membawakan ini." ujar Jordan, ia mendekat dan mengambil alih bawaan Sella.
" Yang ini saja... Ini untuk mu." ujar Sella dan memberikan teh hangatnya.
" Untuk ku?" tanya Jordan masih tak percaya.
" Hemm... " jawab Sella sambil mengangguk.
" Lalu untuk mu mana?" tanya Jordan lagi sambil menyeruput tehnya.
" Aku sudah minum susu, jadi itu untuk mu saja." jawab Sella.
" Terima kasih kalau begitu.. " ucap Jordan sambil senyumnya mengembang.
Sella mengangguk dengan senyum tipis, lalu ia berjalan ke ranjang. Ternyata Jordan juga ikut berjalan ke ranjang dan duduk di sisi satunya. Tak ada pembicaraan diantara pasutri baru itu, Sella sedang membalas sesuatu di HPnya dan Jordan meminum teh sambil menatap Sella.
Teh hangat sudah habis dan badannya sedikit lebih enak di banding tadi. Ia menyimpan mugnya di nakas, lalu duduk menyamping le arah Sella dan bersandar di headboard.
__ADS_1
" Besok lagi, sekarang istirahat." ujar Jordan pada Sella yang masih mengetik di HPnya.
" Duluan aja, ini kerjaan. Klien ini gak tau kalau aku hari ini menikah, jadi aku harus membalas chatnya." jawab Sella, ia menoleh ke arah Jordan.
" Ya makanya kasih tau kalau kamu hari ini menikah, dan ini adalah malam pengantin kita." ucap Jordan lagi.
Sella menghentikan aktifitasnya dan menatap Jordan dengan kening yang berkerut..
" Aku salah ngomong?" tanya Jordan karena Sella menatapnya dengan wajah heran.
" Kamu mau kita ngapain? Kamu gak berpikiran kalau kita akan seperti pengantin pada umumnya kan? Kalau kamu berpikir seperti itu, aku minta maaf. Aku belum siap dan belum bisa memberikan itu. Saat ini aku sedang beradaptasi dengan status baru kita, dan aku sangat berterima kasih kalau kamu mau mengerti." ucap Sella panjang lebar, padahal ia sudah pernah melakukannya dan hasilnya ada di perutnya. Tapi untuk melakukan kembali dengan keadaan sadar tanpa alkohol, Sella belum siap.
" Iya aku tau dan aku paham kalau kamu seperti itu, dan aku tidak akan memaksa kamu. Aku akan menunggu sampai kamu siap... Aku hanya mau kamu istirahat, seharian ini kamu berdiri, berjalan kesana kemari. Aku takut kamu dan anak kita sakit dan aku gak mau kalau itu terjadi." timpal Jordan tak kalah panjang. Ia sedikit pun tak terpikir kalau dirinya dan Sella akan melakukan malam pertama seperti pengantin pada umumnya. Jordan sadar jika Sella belum sepenuhnya menerima dirinya.
" Tidur lah, aku lupa jika harus menelfon Figo." ucap Jordan lagi lalu ia beranjak dan berjalan ke balkon kamarnya.
Mendengar ucapan Jordan, Sella merasa bersalah. Apalagi sekarang Jordan meninggalkannya dengan alasan akan menelfon Figo asisten sekaligus sekertarisnya. Sella mematikan ponselnya lalu ia mematikan lampu dan berbaring miring memunggungi Jordan.
Flashback end...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo **🌹*
__ADS_1