
Pukul sembilan malam Aska baru masuk ke kamarnya.Langsung masuk ke ruang baju untuk mengganti pakaiannya.Setelah itu mendekati Fai yang sudah terlelap tidur.Lebih tepatnya pura-pura tidur.Fai tahu ada orang yang akan masuk kamar,jadi dia memejamkan matanya.Aska mencium kening Fai lalu ikut tidur sambil memeluk Fai.Tak lama terdengar dengkuran halus dari mulut Aska.
Tes..Tes..Tes..
Air mata Fai jatuh,Fai menahan tangisannya agar tak terdengar Aska.Fai menangis sesenggukan hingga badannya bergetar.Aska yang baru terlelap merasakan badan Fai yang bergetar membuatnya terbangun.
"Sayang,kamu kenapa?"Ucap Aska,lalu menghidupkan lampu kamar.Fai menggeleng, Ternyata tangisannya membangunkan Aska.
"Kamu kenapa Fai?"Tanya Aska lagi.Fai masih menggeleng dan berusaha menghentikan tangisannya.Aska duduk Fai pun ikut duduk.
"Aku gak apa-apa mas."
"Kalau gak apa-apa kenapa nangis,hmmm?"Ucap Aska lembut sambil mengusap air mata Fai.Fai malah memeluk Aska erat.
"Aku takut kehilangan kamu mas?"Aska tersenyum mendengar ucapan Fai.
"Mas gak akan meninggalkan kamu sayang,"Sambil terus membalas pelukan.
"Mas minta maaf ya kalau perkataan mas tadi sore menyakiti kamu.Mas gak ada maksud.Mas juga minta maaf kalau kedekatan mas dan Sherly membuat kamu tidak nyaman.Mas tahu kamu cemburu kan?"
"Gak ya,mana ada aku cemburu."Fai mengelak.
"Masa sih."Sambil mencolek hidung Fai.
"Aku hanya kurang suka kamu terlalu dekat dengan Sherly mas."
"Itu sama saja cemburu,masih gak mau ngaku.Mas minta maaf ya, setelah ini mas akan menjaga jarak dengan Sherly."Aska menggenggam tangan Fai.
"Kamu bahkan tadi begitu cuek sama aku mas,aku merasa diabaikan."Fai akhirnya jujur dengan apa yang di rasakan.
"Iya mas sadar sikap mas tadi ke kamu.Setelah ini jika kita ada masalah mari kita bicarakan bersama,agar tidak ada kesalahpahaman di antara kita.Karena komunikasi itu penting dalam suatu hubungan."Ucap Aska.
"Aku juga minta maaf ya mas,aku kesal kamu mengabaikan aku."
"Iya sayang,kita jadikan masalah ini sebagai penguat hubungan kita agar semakin erat."Fai mengangguk setuju.
"Sekarang kita tidur yuk mas,aku sudah mengantuk."Fai kembali membaringkan tubuhnya.
"Tidak semudah itu sayang,kamu sudah membangunkan aku."Aska mengunci tubuh Fai.
"Mas."Fai melihat kilatan gairah di mata Aska.
"Kita harus menyelesaikan satu masalah lagi sayang."Aska menggigit kecil telinga Fai,lalu memulai aksinya.
Fai pun pasrah dan menikmati setiap sentuhan dan perlakuan Aska.Berbagi keringat dan menyalurkan hasrat yang semakin menggebu.Tengah malam mereka baru selesai dengan urusannya.Fai langsung terlelap karena mengantuk dan juga kelelahan meladeni Aska.
Kejadian tadi setelah makan malam
Fai pamit masuk ke kamar, Sherly juga begitu.Tinggallah Aska dan kedua orangtuanya.
"Aska,kamu tadi kenapa gak bilang ke Fai kalau kamu ajak jalan-jalan Sherly."Mama Nita membuka obrolan.
"Iya Ma,Aska benar-benar lupa."
"Mama tadi melihat kekecewaan di mata Fai.Mama juga tak sengaja mendengar kalian ribut pasti gara-gara hal ini.Kamu minta maaf sama Fai nak, Mama yakin Fai pasti cemburu melihat kedekatan kamu dan Sherly.Walaupun Mama tahu kamu dan Sherly sangat dekat sedari kecil.Tapi kamu juga harus jaga perasaan Fai.Mama tidak ingin kalian ribut lagi.Sedangkan hubungan kalian baru saja membaik."
"Iya Ma, nanti Aska akan bicara dengan Fai."
"Ya sudah kalau begitu Mama masuk kamar dulu."
Aska merenungi perkataan mamanya tadi.Dan setelah di ingat-ingat memang benar dirinya mengabaikan Fai saat Sherly datang.Aska juga bahkan tak memberi kabar Fai saat dirinya mengajak jalan-jalan Sherly.Aska mengusap wajahnya berkali-kali,dia sadar bahwa tadi dirinya sudah keterlaluan kepada Fai.
Sedangkan Sherly,gadis itu bahagia karena rencananya untuk mengambil perhatian Aska berhasil. Sherly senang saat mendengar Aska dan Fai bertengkar.
Ini baru permulaan Fai,lihat saja nanti.Gumam Sherly.Aku yakin mereka akan sering bertengkar setelah ini.Sambil tersenyum membayangkan yang akan terjadi kedepannya.
Keesokan harinya,Mama Nita senang melihat Fai dan Aska sudah kembali dekat.Tapi tidak dengan Sherly,gadis itu terlihat tidak suka ternyata hubungan mereka kembali baik-baik saja.Saat mereka keluar dari kamar menuju dapur,tangan mereka saling menggenggam membuat hati Sherly tambah panas melihatnya.
Fai juga ingin menunjukkan bahwa dirinya lah pemilik Aska seutuhnya.Saat sarapan seperti biasa Fai ingin mengambilkan Aska makanan.Tapi dengan cepat Sherly mengambilkan makanan untuk Fai.Fai hanya diam,dia ingin melihat sikap Aska bagaimana.Dan ternyata,
"Tidak usah Sherly,biar Fai saja yang mengambilkan makanan untuk ku.Ini buat kamu sendiri saja.Sayang ambilkan aku roti saja,selai strawberry yaa."Ucap Aska menatap Fai,Fai mengangguk dan tersenyum lalu mengambilkan roti untuk Aska.Sherly menahan emosinya,dia tersenyum di paksakan.
Sepertinya aku harus bermain cantik di depan gadis ini,dia benar-benar ingin mengambil perhatian Aska.Batin Fai.
__ADS_1
"Fai, kamu ke butik hari ini?"Tanya Mama Nita.
"Iya Ma,hari ini ada pelanggan yang akan datang meminta di buatkan desain."Mama Nita mengangguk.
"Jadi kak Fai punya butik."Sherly berkata seceria mungkin, menyembunyikan rasa tak sukanya pada Fai.
"Iya Sherly,hanya butik kecil.Kamu bisa mampir untuk melihat-lihat."Ucap Fai tak kalah ramah.
"Tante,nanti ajak aku ke butik kak Fai yaa."Sherly berkata kepada Mama Nita dengan antusias.
"Boleh sher,Tante juga baru dua kali ke butiknya Fai.Tapi sepertinya hari ini tidak bisa,Tante ada janji sama temen-temen Tante."
"Gak apa-apa Tante,lain kali saja kalau Tante tak sibuk."
"Atau kamu mau ikut aku sekarang sher,kita sekalian berangkat bersama."Ucap Fai menawarkan.
Aku ingin lihat dia mau melakukan apa di butikku.Batin Fai.
"Memangnya boleh?"Tanya Sherly.
"Boleh,nanti kamu bisa pilih salah satu koleksi di butik aku."
"Serius kak Fai?"Sherly antusias.
"Serius dong."Ucap Fai sambil tersenyum.
Lihat saja aku akan buat kekacauan di butikmu Fai.
"Kalau begitu aku ikut yaa,aku akan ganti baju sebentar."Ucap Sherly lalu berlalu dari meja makan karena dia sudah selesai sarapan.
"Jangan lama-lama sher,kakak gak mau telat sampai kantor."Ucap Aska.
"Apa tidak apa-apa Sherly di butik mu sayang?"Bisik Aska.Aska takut,kalau Sherly membuat masalah di butik Fai.
"Gak apa-apa mas,kamu tenang saja yaa."Mengusap lengan Aska menularkan rasa tenang.
"Nanti sebelum makan siang Mama menyusul ke butik yaa,kita makan siang bersama."Mama Nita menimpali.
"Aku juga akan menyusul ke butikmu sayang,"
"Memang tidak bisa kalau Papa saja yang datang,"Aska langsung lemas diingatkan oelh Papa nya.
"Tidak bisa Aska,Papa ada pertemuan yang lain."
"Gak apa-apa mas,yang semangat kerjanya yaa."
"Tapi Aku mau makan siang sama kamu sayang."Aska merengek seperti anak kecil.
"Lain kali kan masih bisa."Fai masih merayu Aska.
"Kau ini Aska,jangan berlebihan begitu.Di rumah juga nanti bertemu."Ucap Papa Bram tak suka.
"Papa kayak gak pernah muda saja."Ucap Aska.
"Ciiihh,jadi bucin begini kamu Aska."Papa masih tak terima.
"Biarin sama istri sendiri ini.Memangnya Papa sendiri tidak bucin dengan Mama.Papa lebih posesif dari pada aku."Papa Bram terdiam,dia kalah telak.Karena apa yang di ucapkan Aska benar.Mama Nita tertawa melihatnya.
Tangan Sherly terkepal erat melihat keakraban di depannya.Sherly tidak suka,tapi dia harus bisa menahannya.Lihat saja Fai aku akan menggantikan posisimu di keluarga ini sebagai menantu.
"Aku sudah siap."Ucap Sherly seceria mungkin.
Aska,Fai dan Sherly pun berangkat setelah berpamitan kepada mama dan papa.
Saat di depan mobil,Aska membukakan pintu untuk Fai,tapi justru Sherly yang masuk ke dalam.Fai tersenyum melihat gadis yang menurutnya masih labil itu.
"Kau duduk di belakang Sherly,Fai yang duduk di depan bersamaku."Dengan cemberut Sherly keluar dari mobil dan masuk di bagian belakang.
"Terima kasih sayang,"Ucap Fai.
Apa benar kalau Sherly mempunyai perasaan yang lain padaku,bukan sekedar sayang antar sepupu.Seperti yang di ucapkan Fai kemarin.Batin Aska.
Aska mulai mengamati tingkah Sherly kepadanya.Sepanjang perjalanan Aska dan Fai asyik mengobrol,tangan mereka bahkan sedari tadi saling menggenggam.Fai melihat Sherly melalui kaca mobil,terlihat sekali kali gadis itu tak suka.Aska pun demikian dia melihat Sherly yang menatap tajam ke arah Fai.
__ADS_1
Mereka pun sampai di butik Fai.
"Sherly,kamu tunggu keluar duluan yaa,ada yang mau kakak bicarakan pada Fai."Ucap Aska.
"Iya kak,"Sherly berucap dengan senyum di paksakan.
"Mas,kamu hati-hati yaa bawa mobilnya,kalau begitu aku keluar dulu."Fai akan memegang handle pintu dengan cepat Aska menahannya.
"Nanti dulu,aku belum mendapat vitamin pagi ini."Fai sudah mengerti ucapan Aska.
"Tapi mas,di luar ada Sherly."
"Memangnya kenapa?kan dia di luar sayang,tak melihat."Aska lalu mendekat ke arah Fai,lalu mencium bibir Fai,Fai pun menikmati ciuman Aska dan membalasnya.Cukup lama mereka berciuman lalu Fai mendorong tubuh Aska.
"Sudah cukup,mas ini."Dengan segera Fai memperbaiki tampilan rambutnya yang acak-acakan akibat ulah suaminya,dan juga menambahkan lipstik di bibirnya.Fai juga membersihkan bibir Fai yang ada lipstiknya.
"Terima kasih sayang,kalau begini kan mas semangat kerjanya."Fai menggeleng mendengar perkataan Aska.
"Ya sudah aku keluar dulu ya,gak enak di tunggu sama Sherly."Fai mencium tangan Aska,lalu keluar dari mobil.Fai melambaikan tangannya saat mobil Aska melaju.
Saat mereka berciuman, Aska melihat ke arah luar mobil.Sherly terlihat mengepalkan tangannya.Bahkan Sherly terlihat sekali tidak suka.Aska mulai paham sekarang,dan mungkin yang di ucapkan Fai benar.
"Maaf ya sher lama,yuuk kita kedalam."Sherly hanya tersenyum.
"Iya kak gak apa-apa."
"Harap maklum ya,kakak kamu itu memang begitu setiap mengantarkan aku ke butik."Sherly hanya mengangguk.
Kurang ajar,Meraka sengaja bermesraan di depanku...
Tiba di dalam butik,Fai mempersilahkan Sherly untuk melihat-lihat koleksi baju.
"Aku tinggal ke dalam dulu ya sher."Sherly mengangguk lalu berlalu melihat baju yang terpajang.
Waahh..boleh juga nih koleksi bajunya, keren-keren begini.
"Malika,ikut aku ke ruangan."
"Malika,aku ingin kamu awasi perempuan yang tadi datang bersamaku yaa."Ucap Fai saat mereka tiba di ruangan.
"Dia siapa Fai?"Tanya Malika.
"Dia sepupu nya Aska,tapi aku merasa dia punya perasaan pada Aska."
"Kamu cemburu yaa?"ledek Malika.
"Ya pastilah,nanti aku ceritakan.Tapi sekarang tolong kamu awasi dia yaa,suruh Tia dan Yesi untuk mengawasi nya juga.Aku takut dia membuat masalah di butikku."
"Siap,kamu tenang saja,aku akan atasi dia."Malika segera keluar dari ruangan Fai dan memberitahu yang lain.Mereka langsung berdiri tak jauh dari Sherly.Dan tetap pura-pura membersihkan dan merapikan baju.
Sherly masuk ke ruangan Fai Setelah tamu yang datang pergi.
"Kak,aku bosan disini."Ucap Sherly duduk di sofa yang ada di ruangan Fai.
"Maaf ya aku cuekin kamu.Aku kalau di butik begini tak bisa santai.Kamu sudah pilih baju yang kamu mau?"tanya Fai tanpa mengalihkan matanya dari kertas.
"Belum ka,aku bingung,semuanya bagus-bagus."Sherly nyengir.Fai tersenyum
Kamu sebenarnya anak yang manis sher,tapi kenapa sepertinya kamu menabuh genderang perang padaku.
"Ya sudah kamu pilih sana yang menurut kamu paling bagus."
"Ya sudah aku pilih-pilih lagi yaa."
"Iyaa."Fai melanjutkan pekerjaannya.
Sherly melihat keadaan sekitar,semua karyawan Fai terlihat sibuk.
Sherly sudah menyiapkan sesuatu di dalam tasnya,dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Fai.Sherly tengok kanan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya.Sherly mendekat ke arah deratan baju ekslusif dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Saat Sherly akan memulai aksinya, tiba-tiba..
"Hei apa yang akan kamu lakukan.....
__ADS_1
Sherly terkejut...
Bersambung....