
Aska masih berada di ruangan Fai.Fai masih menangis walaupun tidak sepilu tadi.Aska masih setia memeluk istrinya.
"Mas,haus."Aska tersenyum,Fai mendongak melihat Aska, hidungnya memerah suaranya juga menjadi serak karena terlalu lama menangis.
"Sebentar yaa,"Aska mengambil botol air mineral di atas meja Fai.
"Minum dulu."Aska menyerahkan air minum tersebut.
"Maaf."Ucap Fai pelan.
"Kenapa minta maaf?"Tanya Aska bingung.
"Maaf karena aku masih tidak bisa mengontrol emosi aku saat bertemu dengan mereka mas.Saat melihat mereka, bayangan mereka saat bercumbu tiba-tiba saja datang.Aku merasakan sakit yang teramat.Aku masih bisa mengontrolnya saat di depan mereka.Tapi setelah sampai butik,aku tidak bisa menahannya mas, maafkan aku.Maafkan aku yang tidak bisa melupakan rasa sakit pengkhianatan mereka.Aku belum siap bertemu mereka tapi ternyata takdir mempertemukan kami."Fai kembali terisak.
"Kamu tidak perlu minta maaf sayang,aku paham aku mengerti bagaimana rasanya di khianati.Tapi aku mohon jangan menangis seperti ini,aku tak sanggup melihatnya Fai."Aska meraih wajah Fai,mengusap air mata yang keluar.
"Aku harap ini terakhir kalinya kamu menangis karena melihat mereka.Hadapi mereka dengan lapang dada, tunjukkan kepada mereka bahwa kau tetap baik-baik saja dan juga bahagia.Kamu paham kan?aku gak mau kamu terus-menerus merasakan sakit hati karena pengkhianatan.Atau jangan jangan kamu masih ada rasa dengannya?"Tanya Aska.Fai menggeleng cepat.
"Tidak mas,aku sudah tidak mempunyai rasa apapun terhadapnya,aku hanya cinta sama kamu saja."Fai menggenggam tangan Aska yang membelai pipinya.
"Aku tidak percaya,buktinya kamu masih saja merasakan sakit hati saat bertemu dengannya jadi aku tidak percaya."Aska memalingkan wajahnya dan menahan senyumnya.
"Masa kamu tidak percaya sih mas,aku benar-benar sudah melupakannya.Aku hanya cinta sama kamu."Fai meraih wajah Aska agar melihat dirinya.
"Aku butuh bukti bukan hanya ucapan saja."
"Bukti apa?"
"Ya bukti kalau kamu memang sudah melupakannya dan hanya mencintai aku."
"Caranya?"Tanya Fai,Aska tersenyum penuh arti.
"Puaskan aku,aku ingin kamu yang memimpin nya seperti waktu kita di Raja Ampat."Bisik Aska.
"Mas,kamu mesum banget deh.",Fai memukul lengan Aska,pipinya merona.
"Lebih baik sekarang kita pulang,aku ingin kamu membuktikannya setelah kita sampai rumah."Aska mengajak Fai untuk bangun.
"Tapi ini masih siang mas,"Fai menahan tangan Aska.
"Gak ada larangan kan kita melakukannya kapan."Ucap Aska sambil terus menarik Fai keluar ruangan.
"Memangnya kamu tidak ke kantor lagi?"Tanya Fai berusaha menghindar.
"Aku sudah bicara dengan Roy,bahwa aku mau menghibur istri aku dulu yang sedang sedih."Fai tak lagi menjawab.
Menghibur apaan,yang ada aku yang harus memuaskannya....
"Malika,titip butik yaa, aku mau pulang."Ucap Fai saat sudah berada di luar ruangan.
"Kamu sudah lebih baik?"Tanya Malika,Fai mengangguk.
"Malika titip butik Fai yaa,aku aku menghibur istriku dulu agar tak bersedih lagi."Fai mendelik.
"Siap Pak."Ucap Malika sopan.
...----------------...
Di tempat lain tepatnya di apartemen milik Reno.Kini Reno dan Gita duduk di sofa ruang tamu.
"Sepertinya Fai masih belum bisa memaafkan kita mas."Ucap Gita.
"Iya Git,mungkin pengkhianatan kita terlalu dalam dan membekas di hatinya.Padahal aku sudah lama sekali ingin bertemu dengannya dan meminta maaf."Ucap Reno lemah.
__ADS_1
"Sama mas,aku juga merasa bersalah sekali pada Fai.Aku juga ingin meminta maaf."
"Kita bersalah sekali dengan Fai Git, karena kita sudah mengkhianati dia.Aku selalu di hantui rasa bersalah."
"Apa kita datang ke butiknya Fai saja ya mas."
"Jangan Gita,aku yakin Fai belum mau bertemu dengan kita.Biar kita kasih waktu Fai untuk melupakan rasa sakit atas pengkhianatan kita."Gita mengangguk.
Gita benar-benar merasa bersalah karena sudah mengkhianati sekaligus menyakiti sahabat yang dari dulu selalu ada untuknya.Gita termenung memikirkan kenangan saat mereka masih bersahabat dulu.Gita,Fai dan Malika mereka bersahabat sejak SMP.Fai dan Malika selalu ada di saat dirinya ada masalah.Malika yang selalu jadi tameng saat dirinya di ganggu orang lain.Gita rindu kebersamaan mereka,rindu saat mereka tertawa bersama, rindu saat mereka menghabiskan waktu bersama.Hingga perasaan suka yang seharusnya tidak ada itu muncul.Gita diam-diam memang menyimpan rasa cinta kepada Reno.Sampai dimana waktu Fai yang terlalu sibuk mengurus butiknya yang baru saja di rintis.Reno merasa di abaikan oleh Fai,Gita pun mengambil kesempatan itu agar dirinya bisa dekat dengan Reno dan mengambil hati Reno.Reno pun akhirnya merasa nyaman dengan adanya Gita.Reno dan Gita sering jalan berdua di belakang Fai.
Mau serapat apapun menyimpan bangkai pasti tercium juga.Ya,pada akhirnya Fai mengetahui hubungan terlarang antara dirinya dan Reno.Bahkan Fai harus memergoki mereka saat dirinya dan Reno sedang berhubungan di atas ranjang.Hancur pasti hancur hati Fai saat itu.Sahabat yang dia sayangi, kekasih yang dia cintai tega melakukan hubungan di belakang nya.
Tanpa terasa Gita mengeluarkan cairan bening di pipinya, dirinya terisak menangis tersedu-sedu membayangkan betapa jahat dirinya sebagai sahabat.Yang seharusnya menjaga hubungan persahabatan mereka justru di rusak olehnya.
"Hei,kamu kenapa sayang."Reno mendekat ke arah Gita yang menangis.Reno Memeluk Gita yang semakin kencang menangis.
"Aku jahat mas,aku jahat sekali sama Fai.Pasti Fai sakit hati sekali atas pengkhianatan aku.Aku sebagai sahabat justru merebut kekasihnya.Aku jahat mas."Gita memukul dadanya.
"Bukan kamu saja yang jahat, justru disini aku lah yang paling jahat.Aku malah mendekati mu dan jatuh cinta juga kepasamu.Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri."Reno memegang tangan Gita agar tak memukul dadanya lagi.
"Nanti kalau memang waktunya yang tepat kita akan menemui Fai.Kita minta maaf sama Fai.Sudah yaa,jangan menangis lagi.Kasihan anak kita yang disini,dia pasti ikutan sedih karena Mama nya menangis."Sambil mengusap perut Gita yang sedikit membuncit.
"Maaf ya nak,pasti kamu ikutan sedih karena Mama menangis."Reno mengusap air mata Gita lalu memeluknya.
Reno dan Gita sudah menikah sejak empat bulan yang lalu,kini Gita sedang mengandung delapan Minggu.Saat mereka menikah, Gita dan Reno mengundang Fai,tapi Fai tidak datang.Tetapi saat Fai menikah, Fai memang tidak mengundang Gita dan juga Reno .Fai belum siap untuk bertemu dengan Gita dan juga Reno.
"Jangan menangis lagi ya aku gak tega lihat kamu menangis begini.Aku juga sudah benar-benar mencintai kamu Gita.Apalagi sudah ada Reno junior di perut kamu.Aku makin cinta sama kamu."
"Kamu serius mas sudah cinta sama aku?"Karena selama ini Gita masih ragu tentang perasaan Reno terhadapnya.
"Serius sayang."Reno pun mencium bibir Gita.Gita sangat bahagia mendengarnya.
Tapi aku tetap saja merasa bersalah sama kamu Fai. Kesalahan aku sangat fatal semoga kamu bisa memaafkan aku dan Reno di kemudian hari .Aku benar-benar minta maaf sama kamu Fai.
...----------------...
Setelah selesai dengan urusan mereka,Aska pun menyelimuti dirinya dan Fai.Fai juga kini sudah memejamkan matanya.Tapi tiba-tiba saja Fai membuka matanya kembali.
"Mas,makan soto daging langganan aku yuk, kayaknya segar deh."Ucap Fai,Aska yang ingin memejamkan matanya pun kembali terbuka.
"Sekarang sayang?"
"Iyalah sekarang,yuuk mas.Aku mau mandi dulu."Fai dengan semangat bangun dari tidurnya menuju kamar mandi.
"Memangnya kamu belum makan siang tadi?"Tanya Aska heran.
"Sudah,tapi aku lapar lagi mas karena aku habis menghibur suami aku."Sindir Fai,membuat Aska tersenyum.
"Ya sudah mandi dulu sana."
Kini mereka pun sudah sampai di warung soto daging langganan Fai.Tapi Fai heran karena penjualnya sudah beres-beres tempat dagangannya.
"Mang,sotonya masih?"tanya Fai.
"Eehh,neng Fai, sotonya habis neng.Ini Mamang lagi beres-beres mau tutup."
"Yaaa..kok habis,ya sudah makasih ya mang."Fai balik badan dengan lesu.
"Lho kok balik lagi?"Tanya Aska karena Fai tadi turun mobil lebih dulu.
"Sotonya habis mas."Fai menuju mobil lagi dan langsung masuk,Aska pun mengikutinya.
"Kita cari di tempat lain saja yaa."Fai menggeleng.
__ADS_1
"Aku maunya disana tadi mas."Ucapnya lemah.
"Tapi kan habis."
"Ya sudah kita pulang saja kalau gitu,aku gak mau makan di tempat lain."
"Ya sudah sekarang kita mau makan apa?"
"Aku mau pulang mas,kamu gak dengar tadi."Ucap Fai ketus.Aska kaget, kenapa Fai tiba-tiba begini sikapnya.Aska hanya diam lalu melajukan mobilnya.
"Mas..Mas.. berhenti itu ada penjual es Doger,aku mau es Doger."Ucap Fai tiba-tiba,membuat Aska mengerem mendadak.
"Astaga sayang,kenapa bilangnya mendadak sih.Aku kan kaget."
"Buruan mundur mas."Fai tak menggubris ucapan Aska.
Aska pun memundurkan mobilnya,Fai dengan semangat turun dari mobilnya.Fai tak hanya membeli es Doger,tapi juga es dawet,siomay dan juga ketoprak.
"Banyak sekali belinya sayang."Aska melongo melihat kantung plastik yang di bawa Fai.
"Ya aku lagi pengen makan ini semua mas."
"Memangnya bakal habis semua?"
"Kan ada kamu yang bantu habiskan.
"Hayu buruan pulang aku sudah gak sabar mau makan ini semua."
Setelah sampai di rumah Fai langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman yang dia beli tadi.
"Lho tadi katanya mau beli soto daging Fai,kok malah beli makanan begini."Tanya Mama Nita heran, karena tadi Fai dan Aska bilang bahwa akan membeli soto daging.
"Soto dagingnya habis ma,jadi aku beli ini deh.Sini makan bareng ma."Mama Nita mengangguk.
Fai, Aska dan Mama Nita kini duduk di meja makan.Fai mulai mencicipi es dogernya,
"Segar bangeet es dogernya,"Fai mulai memasukkan lagi es Doger ke mulutnya.Hanya tiga sendok,lalu setelah itu Fai menggeser gelas es dogernya ke Aska.
"Lho kok di geser ke aku?"Aska bingung.
"Ya buat kamu mas,aku sudah."Aska bengong,Fai melanjutkan minum es dawetnya.
"Seger juga es dawetnya,Mas di halaman belakang ada pohon mangga kan yaa?"Aska mengangguk.
"Sudah berbuah belum ya?"Tanya Fai lagi.
"Sudah Fai,tapi sepertinya belum matang."Jawab Mama Nita.
"Gak apa-apa,ambilin ya mas kayaknya enak deh di campur es dawet gini."
"Hah!"Aska dan Mama Nita melongo mendengar ucapan Fai.
"Buruan mas ambilin,ayo aku ikut ke belakang aku mau lihat kamu panjat pohon mangga nya."Fai menarik Aska agar bangun.
"Bentar sayang aku mau minum es dogernya dulu."
"Di bawa aja sayang,sini aku bawain."Aska hanya menyuap satu sendok es Doger ke mulutnya.
"Kamu aneh-aneh saja sih sayang,masa es Doger campur mangga muda."
"Enak mas,pasti nambah segar."
Mama Nita tersenyum,apa jangan-jangan Fai....Mama Nita semakin melebarkan senyumnya..
__ADS_1