Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 111


__ADS_3

Saat keduanya tengah larut dalam tangisan, tiba-tiba pintu terbuka dan membuat pelukan dua sahabat itu terlepas dan menoleh ke pintu.


" Kalian kenapa?" tanya orang yang membuka pintu, dia adalah Arlan.


Bapak dua anak itu baru saja selesai meeting dan kebetulan tempat meetingnya tak terlalu jauh dari boutique Fira, jadi lah dia mampir mengecek istri dan anaknya.


" Kok kamu udah di sini aja Mas?" Fira beranjak dari duduk dan berjalan mendekat ke Arlan lalu mencium tangan Arlan.


" Kenapa kalian nangis sambil berpelukan?" tanya Arlan sambil tangannya menghapus sisa air mata di pipi Fira.


" Nanti aku cerita, Mas dari kantor atau dari mana?" tanya Fira, ia memeluk pinggang Arlan dan mendongak menatap suaminya.


" Kalian harus ingat kalau masih ada aku di sini." Sella menyela pasutri itu karena Arlan malah membalas pelukan Fira.


" Cuci muka sana, muka udah kayak di gebukin gitu. Ingus juga buang dulu sana." ledek Arlan menggoda Sella karena melihat matanya bengkak dan hidungnya merah.


" Dasar pasutri stress, mending aku bawa kabur aja anak kalian." ucap Sella sewot, kemudian ia berjalan keluar dan sengaja menabrak bahu Arlan dan Fira.


" Dia kenapa?" tanya Arlan dan menatap istrinya gemas.


" Ulah temen Mas tu yang bikin dia kayak gitu." jawab Fira, ia melepaskan pelukan di pinggang Arlan lalu berjalan ke sofa.


" Ngomong-ngomong Adek gak jadi kamu bawa ya sayang?" tanya Arlan mengamati sekitar tak mendapati baby Al.


" Bawa.. Adek lagi aku titip ke Lani, soalnya tadi aku ada pembicaraan serius sama Sella." jawab Fira, ia memejamkan matanya sambil memijat keningnya.


" Kenapa sayang? Kamu sakit? Pulang aja yok kalau gak enak badan." ujar Arlan yang melihat Fira seperti tidak enak badan.


" Aku pusing gara-gara Jordan." jawab Fira, kali ini ia membuka mata dan menatap suaminya.


" Jordan? Dia buat ulah apa sampai bikin kamu pusing?" tanya Arlan, ia sampai mengernyitkan dahinya.


Baru Fira akan menjawab, pintu kembali terbuka dan yang masuk ternyata Sella menggendong baby Al. Muka sudah terlihat sedikit segar setelah cuci muka.


" Kalian lanjut aja pacarannya, dia aku bawa pulang ya?" ujar Sella, ia berjalan ke arah meja Fira dan meletakkan baby Al di stroller.


" Jangan... nanti anak mu cemburu, kamu gendong-gendong baby Al." sahut Fira dengan santainya dan membuat Sella yang sedang minum tersedak.


" Hah.. Sella emang punya anak sayang?" Arlan pun ikut kaget sekaligus bingung dengan kalimat ambigu Fira.


" Anaknya masih di perutnya , FYI Sella sedang hamil." lagi-lagi Fira mengucapkannya dengan santai membuat Sella menghela nafas disertai memijat keningnya.


" APAAA.." ucap Arkan kaget setengah mati, ia bahkan sampai berdiri dari duduknya.


" Kamu jangan bercanda dong sayang." sambung Arlan lagi dan masih berdiri dengan muka sedikit pucat.


" Kok kamu kagetnya gitu banget Mas?" tanya Fira, padahal tadi dirinya juga sama reaksinya saat di beritahu Sella.


" Ya gimana gak kaget, Sella belum menikah. Dia udah aku anggap kayak adik ku sendiri. Ya kamu pikir aja sayang gimana reaksi kamu saat tahu adik kamu hamil di luar nikah." jawab Arlan menggebu-gebu.

__ADS_1


Dan jawaban Arlan membuat Fira dan Sella kaget, mereka tak menyangka jika Arlan akan menjawab seperti itu. Beruntung ruangan Fira dan Sella kedap suara jadi suara tak terdengar sampai keluar. Kebetulan juga saat ini pasti banyak staf yang sedang keluar untuk membeli makan siang.


" Aku tadi juga kayak kamu sih Mas reaksinya, tapi aku jamin setelah kamu tau siapa yang menghamili Sella, kamu bakalan tambah kaget." ucap Fira, ia mengulurkan tangannya mengajak Arlan duduk kembali.


" Aku gak tau harus ber reaksi apa ke kalian berdua, antara malu dan juga terharu." ucap Sella tiba-tiba menatap pasutri itu.


" Siapa orangnya?" tanya Arlan, ia kembali berdiri dan kali ini berjalan ke arah Sella.


" Mantan pacar mu? Minta dia tanggung jawab." sambung Arlan lagi, sekarang bahkan tatapan Arlan sudah mengintimidasi Sella.


Sella sedikit memundurkan kepalanya karena sedikit takut dengan mimik wajah Arlan. Arlan sudah seperti kakaknya yang sedang menyidang adiknya yang kelakuannya di luar batas.


" Bukan.." itu saja yang keluar dari mulut Sella.


" Jadi siapa orangnya? Gak mungkin kan kamu pergi ke bar dan ONS(One Night Stand)?" Arlan masih terus bertanya karena belum mendapat jawabannya.


Sella menatap Fira yang malah mengangkat bahunya tak mau membantu menjawabpertanyaan suaminya.


" Kamu udah tau sayang?" tanya Arlan pada Fira, dan Fira mengangguk mengiyakan.


" Jadi siapa orangnya?" giliran Fira yang di todong pertanyaan.


" Kamu kenal kok sayang." jawab Fira sambil menaik-turunkan alisnya menggoda Arlan.


" Gak banyak teman kalian yang aku kenal, apa orang yang pernah menyukai mu itu? Siapa namanya? Reyhan?" ujar Arlan dan berakhir menebak Reyhan.


" Se galau-galaunya Gue, gak sama dia juga." Sella menyela.


" Jordan.." Fira akhirnya yang memberikan jawaban.


Arlan mendongak menatap istrinya dan Sella bergantian, di tambah dengan mulut yang ternganga.


" Jordan kenapa?" tanya Arlan belum ngeh kalau yang menghamili Sella adalah Jordan.


" Gimana sih Mas, tadi nanya siapa bapak anaknya Sella. Ya itu... Jordan, dia bapaknya." jelas Fira jengkel dengan Arlan yang lemot.


" APAAA..." teriak Arlan, ia sampai berdiri dan matanya sudah mau keluar.


Fira dan Sella menutup telinga masing-masing, baby Al juga ikut terusik tidurnya dan sekarang berakhir menangis.


" Kamu bikin anak aku bangun." ucap Fira, ia mengangkat baby Al dan menggendongnya untuk di tenangkan.


" Maaf ya sayang... Aunty kamu ini udah bikin Daddy hampir jantungan." ucap Arlan, ia mendekat ke Fira dan mengelus kepala baby Al.


" Cepat telfon Jordan suruh kesini, sekarang!!" suruh Arlan tegas, saat ini ia sudah seperti memerankan seorang kakak yang akan menghajar pacar adiknya.


" Mau ngapain Mas?" tanya Fira, takutnya suaminya ini ingin menghajar Jordan.


" Ya mau bahas dia sama Sella, gimana sih sayang. Jangan tunggu lama lagi, aku akan secepatnya menikahkan Sella dengannya." jawab Arlan, ia berjalan ke sofa lagi dan mengutak-atik ponselnya.

__ADS_1


Arlan mencoba menelfon Jordan tapi tak ada jawaban, diliriknya Sella hanga diam saja tak menghubungi Jordan. Dan sialnya Jordan tak mengangkat telfonnya, entah sengaja atau memang Jordan sedang sibuk.


" Cepat telfon Jordan, siapa tau jika kamu yang telfon mau dia mengangkatnya. Aku sudah menelfonnya tapi gak di angkat." suruh Arlan lagi.


Dengan muka kesalnya, mau tidak mau Sella mencoba menghubungi Jordan. Di lirik ya jam di tangannya, saat ini sudah jam makan siang. Jadi Jordan pasti sedang tidak bekerja. Setelah dua kali mencoba akhirnya Jordan menjawab telfonnya.


Jordan : " Hallo... Kenapa? Apa ingin makan sesuatu?" tanya Jordan langsung.


Sella : " Tidak ada... Cepat datang ke boutique kalau tidak sibuk." jawab Sella dan langsung mematikan telfonnya.


" Sudah kan?" tanya Sella pada dua manusia yang saat ini menatapnya.


" Dia bisa?" Arlan malah balik bertanya.


" Gak tau." jawab Sella singkat.


Pasutri itu hanya bisa geleng-geleng, sudah mengandung anaknya saja Sella masih saja terlihat dingin terhadap Jordan. Tak berapa lama pintu terbuka dan orang yang membuka pintu kaget karena semua orang yang didalam ruangan itu langsung menatapnya...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong chingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo **🌹*


__ADS_2