
Pagi menjelang,sepasang suami istri masih bergelung di dalam selimut.Fai bahkan masih terlihat nyaman dalam dekapan suaminya.Semalam sebenarnya Fai sempat ngambek dengan Aska dan tidur membelakangi suaminya.Tetapi setelah itu justru Fai yang tidak bisa tidur karena tidak di peluk oleh Aska.Padahal sebelumnya Aska tidak boleh tidur terlalu dekat.Efek hormon Fai yang membuatnya tidak bisa jauh dari sang suami.
"Sayang bangun sudah subuh,kita shalat dulu yuuk."Aska mengusap lembut pipi Fai.
"Aku masih ngantuk mas."Ucap Fai dan semakin mendekap erat tubuh Aska.
"Nanti habis shalat kamu tidur lagi aja kalau masih ngantuk.Yuuk bangun calon Mommy."Fai pun mulai membuka matanya, tersenyum dengan perkataan Aska tadi.
"Apa mau aku gendong ke kamar mandinya?"Tanya Aska,karena terlihat Fai yang masih begitu malas bergerak.
"Boleh mas,tapi emang aku gak berat yaa.Kan berat badan aku sudah lumayan banyak naiknya."
"Gak masalah aku masih kuat gendong kamu."Aska bangun berdiri di pinggiran ranjang,lalu mulai menggendong Fai.Fai mengalungkan tangannya ke leher Aska.
"Terima kasih ya mas."Fai mencium pipi Aska,Aska tersenyum dengan perlakuan Fai.
Setelah menjalankan kewajibannya,mata Fai kembali segar.Jadi dia hanya tiduran saja di ranjang sambil memainkan ponselnya.Sementara Aska,sang calon Papa itu sedang mengelus-elus perut Fai yang sudah sedikit membuncit dan juga menciumnya.Tapi lama kelamaan tangan Aska yang awalnya mengelus perut naik ke atas meremas dada Fai yang terlihat membesar.Membuat Fai mengeluarkan suara yang membuat Aska semakin semangat.
"Maass.."Ucap Fai dengan suara berat.
"Apa sayang."
"Dedek pengen di jenguk."Ucap Fai malu-malu.
"Dengan senang hati Papa akan menjenguk."Aska dengan semangat membuka bajunya dan juga baju Fai.
"Mas, pelan-pelan."Di tengah permainan panas mereka.
"Maaf sayang,mas akan lebih hati-hati lagi dan lebih lembut."Aska menurunkan temponya.
Setelah kegiatan panas mereka,Fai dan Aska pun mandi bersama benar-benar hanya mandi.Karena Aska tidak tega untuk menyerang Fai lagi.Dengan lembut Aska menggosok punggung Fai menyabuninya sambil sesekali menciumnya.
"Maas."Lirih Fai.
"Apa sayang."
"Jangan begitu."Fai merasa tubuhnya kembali meremang.
"Memang kenapa?"Tanya Aska polos.
__ADS_1
"Aku.."Fai tak melanjutkan kata-katanya karena Aska juga tak bisa menahan dirinya untuk tak menyerang istrinya.Entah kenapa semenjak hamil Fai terlihat lebih menggoda.Karena di bagian tertentu tubuh Fai lebih berisi.
Aska sedang mengeringkan rambut Fai dengan hairdryer sambil memberikan pijatan di kepala istrinya membuat Fai memejamkan matanya menikmati pijatan suaminya.Setelah itu mereka pun turun untuk sarapan dan juga pergi ke tempat mereka bekerja masing-masing.Dengan Aska yang mengantar Fai terlebih dahulu ke butik.Sepertinya Aska belum mengizinkan Fai mengendarai mobilnya.
...----------------...
Siang hari sesuai kesepakatan kemarin Viona sudah menunggu kedatangan Aska di restoran yang sudah Aska tentukan.Viona dengan sabar menunggu mantan suaminya itu datang.Senyum terus terukir bibirnya yang seksi,sambil memandang anak kecil di depannya yang makan dengan lahap.
"Pelan-pelan sayang makannya."
"Iya Mama,makanannya enak Alvian suka."Viona tersenyum melihat tersenyum.
Dari pintu masuk restoran terlihat dua pria tampan memasuki restoran.Aska dan Roy mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Viona.
Deg..
Rupanya Viona duduk di tempat favorit mereka dulu jika datang ke restoran ini.Aska dan Roy melanjutkan langkahnya mendekati Viona dan juga anak kecil yang duduk di depannya.Viona hanya tersenyum kecut melihat Aska yang datang berdua bersama asistennya bukan datang sendiri.
"Aku kira kamu datang sendiri Aska."Ucap Viona saat Aska sudah berdiri di depannya, Aska tak menanggapi ucapan Viona dirinya malah fokus melihat anak kecil Yang sedang lahap menyantap makanannya.
"Hey boy,siapa namamu?"Tanya Aska ramah.
"Papa."Alvian senang karena melihat orang yang selama ini hanya ada dalam foto saja.Alvian bangun dan memeluk Aska.
"Aku seneng banget bisa bertemu dengan Papa."Ucapnya setelah melepaskan pelukannya,Viona hanya tersenyum saja.
Aska menatap anak yang kini duduk di sampingnya,dia heran karena di wajah anak tersebut ada kemiripan dengan wajahnya.Viona semakin tersenyum penuh dengan kemenangan, sepertinya Aska akan yakin jika itu adalah anaknya.
"Bagaimana kabarmu Aska?lama tidak berjumpa kau semakin tampan saja."Ucap Viona basa basi.
"Ciihh.."
"Alvian sudah selesai makannya?"Tanya Aska,anak ini begitu pintar makan sendiri dan juga lumayan rapih untuk ukuran anak-anak seusianya.
"Sudah Papa,Papa ayo kita main bersama.Aku ingin sekali main bareng Papa seperti teman-teman ku."
"Sebentar ya nak,ada yang mau Papa bicarakan dulu dengan Mama.Sebaiknya kamu mainan sendiri yaa disana,nanti Papa pasti menyusul."Viona yang berkata,karena kebetulan restoran ini juga terdapat wahana bermain anak-anak.Jadi para orang tua bisa menikmati makanan sambil tetap bisa memantau anaknya bermain.
"Iya Mama, Papa nanti ikut main sama aku yaa."Aska hanya mengangguk, setelah Alvian menjauh barulah mereka bertiga mulai berbicara serius.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya kamu rencanakan Viona?"Tanya Aska langsung,Viona hanya tersenyum sinis.
"Memangnya apalagi?aku hanya ingin mendapat pengakuan saja darimu Aska kalau dia adalah anakmu itu saja."
"Tak mungkin."
"Aku ingin kembali bersamamu Aska, seperti dulu."Viona menggenggam tangan Aska,Aska langsung menepisnya.
"Aku tidak akan kembali bersamamu wanita licik."
"Aku baru sadar setelah kita berpisah bahwa aku benar-benar mencintai mu apalagi setelah aku tahu jika aku mengandung anakmu.Aku sungguh tersiksa jauh darimu."Wajah Viona di buat sedih,wajah yang dulu selalu menjadi andalannya untuk mengelabui Aska.
"Omong kosong,itu tidak mungkin anakku."
"Kamu jangan munafik Aska,lihat saja wajahnya bukannya kalian berdua ada kemiripan?"Viona memandang Alvian yang sedang bermain di area bermain anak-anak.
"Katakan sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku?"Tanya Aska lagi,Roy selama ini masih saja diam.
"Aku kan sudah bilang,aku hanya ingin kembali padamu dan aku ingin kita merajut kembali rumah tangga yang bahagia apalagi ada Alvian di antara kita."Ucap Viona santai.
"Kenapa baru sekarang anda kembali Nona Viona?Kenapa kau tidak datang saat kau tahu bahwa kau hamil?"Kini Roy ikut berbicara, dirinya sudah geram sedari tadi hanya saja dirinya masih menahan diri.
"Ya karena aku mengira ini adalah anak dari mantan pacarku.Ternyata setelah anak ini lahir dan semakin bertambah usianya anak itu semakin mirip denganmu.Dan saat aku tes DNA hasilnya sama sekali tidak cocok dengan mantan pacarku."Viona mengeluarkan kertas pernyataan hasil DNA.
"Kalau kalian tidak percaya,ini hasilnya."Aska dan Roy melihat hasil pemeriksaan tersebut dan benar bahwa tidak ada kecocokan.
"Aku ingin melakukan tes DNA juga."
"Boleh saja,kapan kamu mau melakukan tes DNA nya,dimana?"Ucap Viona tenang.
"Rumah sakit dimananya biar nanti aku yang menentukan."
"Baiklah itu tak masalah,aku akan ikuti."
Setelah berbincang-bincang Aska memutuskan untuk mendekati Alvian yang sedang asyik bermain.Aska akan kembali ke kantor setelah bermain sebentar dengan anak itu.
Kita lihat saja nanti Aska bagaimana hasilnya.Dan setelah itu kamu tidak akan bisa lagi jauh dariku...Viona tersenyum penuh arti
Bersambung
__ADS_1