Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 96


__ADS_3

Tak terasa waktu seminggu sudah keluarga Arlan di tambah Jordan dan Sella, berlibur di Bali. Dan saat ini sudah waktunya kembali ke rutinitas semula. Yaitu kembali bekerja dan mereka semua saat ini di dalam private jet menuju Jakarta.


Sella dan Jordan juga semakin dekat, dekat hanya sebagai teman. Tidak tahu kedepannya menurut mereka, saat ini mereka tengah duduk bersebelahan dan sambil mengobrol. Diam-diam Fira memotret keduanya sambil tersenyum. Foto itu akan Fira gunakan untuk menggoda keduanya.


" Kamu iseng banget sih sayang." ujar Arlan yang melihat Fira sibuk dari tadi memotret Sella dan Jordan.


" Liat Mas, mereka terlihat sangat cocok kan?" Fira menunjukkan hasil fotonya ke Arlan.


" Iya sayang... Semoga mereka berjodoh." ucap Arlan setuju dengan Fira. Dalam foto itu terlihat Jordan yang berhasil membuat Sella tertawa terbahak-bahak.


" Mama liat hasil foto ku.." Fira juga menunjukkannya ke kedua Mamanya yang duduk di sebelahnya.


" Mereka udah pacaran? komentar Mama Ratih.


" Beneran?" kali ini giliran Mama Mira yang bertanya memastikan.


" Belum... Do'a in aja semoga mereka jodoh." jawab Fira.


" Amiinn..." ucap kedua Mama itu.


Kali ini Abi tertidur lelap, itu di sebabkan karena semalam Abi bergadang bersama Daddynya dan Jordan. Alhasil tadi pagi Arlan menggendong Abi, bahkan Abi masih menggunakan piyama tidurnya dan juga tidak mandi.


Bukan hanya Abi, Arlan juga dari tadi pagi menguap tapi dengan menahan ngantuk tetap menanggapi Fira yang dari tadi tak berhenti mengoceh. Fira semalam tidur nyenyak bersama Sella, jadi wajar kalau pagi ini Fira sangat bersemangat.


Padahal Jordan sama dengan Arlan, tapi Jordan sama sekali tak mengantuk. Dia sangat semangat mengobrol dengan Sella, sampai suara tawa mereka berdua terdengar di seluruh pesawat. Dan Fira mendengar serta melihat Sella yang tak sedih lagi ikut senang.


Pesawat landing dengan mulus, sebab cuaca pagi ini juga sangat bagus. Lagi-lagi mobil jemputan sudah ada di landasan menunggu.


Setelah pesawat parkir dengan aman, dengan mengucapkan Terima kasih ke seluruh awak kabin yang membantu, semuanya keluar pesawat dengan hati-hati. Terlebih Fira dan para orang tua. Abi masih saja nyenyak dan kembali di gendong Daddynya. Sedangkan Fira di gandeng Sella...


Terdapat empat mobil yang menunggu, mobil orang tua Fira, mobil Jordan dan yang dua lagi mobil Arlan dan orang tuanya. Tadinya Sella akan ikut mobil Arlan dan Fira, tapi Jordan menawari untuk ikut dengannya saja dan akan mengantarkan Sella dengan selamat.


" Sayang Mama Papa pulang dulu ya, makasih lho udah di ajakin jalan-jalan." pamit Mama Mira, tak lupa mencium Abi yang tidur di tendangan Arlan.


" Hati-hati ya Mah Pah..." ucap Fira dan tak lupa mencium pipi kedua orang tuanya.


" Mama juga duluan ya, sampai ketemu di rumah." kali ini Mama Ratih yang pamit.


" Iya Mah.. Hati-hati Mah Pah." jawab Fira.


Sekarang tinggal Sella dan Jordan yang masih bersama pasutri gila itu. Abi sudah di mobil bersama dengan Susternya..


" Jadi mau bareng siapa Sell?" tanya Fira menatap Sella.


" Sama aku kan... Daripada kalian muter-muter. Udah sama aku aman." yang menjawab Jordan.


" Bilang aja Lo gak mau pisah sama Sella." tuduh Arlan sangat blak-blakan.


" Diem Lo.!" sewot Jordan, bukannya mendukung malah menggodanya.


Setelah Sella pikir lebih baik ia bareng dengan Jordan, karena ia tak mau Fira bolak-balik. Sebab rumah Arlan dan Apartnya berbeda arah. Dengan perut besarnya, pasti saat ini sudah ingin rebahan.

__ADS_1


" Aku bareng dia aja, benar kata Jordan nanti malah bolak-balik. Rumah kita tak searah juga..." akhirnya Sella memilih bareng dengan Jordan.


" Oke kalau gitu. Hati-hati ya, jangan kebablasan. Ayo Mas, aku sudah rindu kasur. Pinggang ku sudah sakit." ucap Fira lalu berjalan meninggalkan Sella dan Jordan yang masih bingung ucapan Fira.


" Dengar itu, jangan sampai kebablasan kalau gak mau kalian aku nikahin." Arlan juga membuat keduanya terdiam memahami.


Setelah mereka mengerti ucapan Fira dan Arlan, lantas mereka berteriak pada pasutri gila yang sudah masuk mobil dengan tawa karena berhasil menggoda Sella dan Jordan.


"Hei...maksud kalian apa? Dasar pasutri gila..." teriak Sella saat mobil Arlan melewati mereka dengan jendela terbuka dan menampilkan Fira dan Arlan yang tengah tertawa.


" Sudah ayo, aku antar kamu pulang." ajak Jordan, ia juga membukakan pintu untuk Sella.


𖣥𖣥𖣥


Sepanjang perjalanan, Sella dan Jordan diam saja. Hanya awal tadi Jordan menanyakan alamat Sella dan setelah itu mereka diam dengan kesibukan masing-masing.


Ya... Jordan sama-sama sedang sibuk dengan gadget masing-masing. Mereka bukan hanya menscroll sosial media, tapi mereka bekerja. Selama liburan kemarin baik Sella dan Jordan sudah minta untuk tak di ganggu. *Udah kayak pasutri balik honeymoon aja ya🤭*


" Laper gak? Atau mau mampir kemana dulu?" tanya Jordan dan menoleh menatap Sella yang sangat serius dengan ponselnya.


" Hah...Sorry. Tadi bilang apa?" Sella tadi benar-benar tak mendengar jelas yang di ucapkan Jordan.


" Mau mampir kemana dulu atau langsung pulang?" ulang Jordan.


" Ooo... langsung pulang saja. Aku mengantuk dan capek." jawab Sella dengan senyum.


" Oke." jawab Jordan singkat, ia tak tahu kenapa enggan berpisah dengan Sella.


Seperti rasa kantuk Sella menular, dan sekarang Jordan juga ikut terlelap. Jordan menyandarkan kepalanya di kepala Sella, sudah seperti sepasang kekasih. Bahkan tangan keduanya juga saling bertaut.


Supir Jordan sudah sedikit tua, jadi ia mudah lupa. Seperti saat ini yang lupa dimana alamat Sella, padahal tadi Jordan sudah memberi tahu. Fokusnya terpecah melihat Jordan yang dekat dengan perempuan, padahal belum lama di indonesia.


Karena tak ingat juga kemana harus mengantarkan Sella, supir Jordan memutuskan untum membawa keduanya ke Mansion keluarga Jordan, dimana Jordan tinggal di sana.


Perjalanan kurang lebih di tempuh selama 1 jam, Mansion keluarga Jordan memang jauh dari pusat kota. Kedua pasangan muda-mudi, masih belum terusik dengan sang supir yang tengah mengeluarkan koper keduanya dari bagasi.


Koper sudah di bawa masuk oleh para maid, dengan perlahan sang supir membangunkan keduanya...


" Mas.. Mas... Maaf sudah sampai."


" Mbak... Mbak... Bangun, sudah sampai."


Begitu lah pak supir membangunkan Sella dan Jordan, dengan menepuk tangan kedua hingga keduanya mengerjapkan mata.


Sella dan Jordan melihat sekitar, ternyata mobil sudah berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar. Seketika mata Sella terbuka lebar, setelah menyadari dirinya tak sampai di Apartemennya.


" Kita dimana? Kenapa malah kesini? Kita gak di culik kan? " ucap Sella panik dan langsung mencari hpnya untuk memberi tahu Fira kalau ia di culik.


" Hey... Hey... Tenang, ini rumah ku. Aku gak tau kenapa kamu juga ikut sampai kesini. Ayo turun dulu... " Jordan tanpa sadar mengelus tangan Sella yang masih di genggamnya agar Sella tak panik.


Sella merasakan tangannya di genggam lalu ia menatap tangannya, dan benar tangannya di genggaman Jordan..

__ADS_1


" Maaf... Aku tak sengaja. Suer..." ucap Jordan dan langsung melepaskan tangan Sella setelah melihat Sella diam saja dengan menatap tangannya.


" Kenapa malah kesini pak?" tanya Jordan pada supirnya yang masih berdiri menunggunya keluar.


" Maaf Mas... Saya lupa alamat rumah Mbaknya. Saya gak enak mau bangunin soalnya tidurnya sangat nyenyak." jawab pak supir dengan muka menunduk.


" Sudah tidak apa-apa, jangan di marahin. Aku bisa naik taksi dari sini." ujar Sella menengahi. Saat ini badannya sudah sangat lelah, padahal tadi pagi masih enak badannya.


" Masuk dulu, nanti aku antar kamu pulang. Pleasee.." mohon Jordan dan Sella mengangguk.


Keduanya masuk ke salam Mansion dengan beriringan, mata Sella mengamati setiap sudut. Ia sungguh takjub dengan design bangunan tersebut..


" Hay sayang..." terdengar suara wanita menyambut Jordan dan Sella yang baru saja sampai di ruang tamu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..

__ADS_1


*Gamsahaeyo 🌹😘****


__ADS_2