
Makan malam sudah selesai, saat ini semua sedang duduk santai di ruang keluarga dekat kolam renang yang ada di mansion itu. Sambil di temani secangkir kopi dan teh, mereka berbincang-bincang. Tak lupa juga membicarakan pernikahan Jordan dan Sella yang akan di langsungkan minggu depan.
Awalnya Sella sempat menolak, karena terlalu cepat. Tapi saat di beri pengertian kalau terlalu lama, nanti perutnya semakin besar. Dan akhirnya Sella pasrah saja, bahkan semua yang mengurus adalah Mami mertuanya. Untuk baju pengantin Sella, Fira yang akan membuatnya. Dulu dua orang sahabat itu sudah berjanji, jika ada yang menikah maka salah satu yang membuatkan baju pengantinnya. Dulu saat Fira menikah, Sella lah yang mendesign dan memantau orang yang menjahitnya. Sekarang giliran Fira yang seperti itu.
" Orang tua kamu udah tau sayang?" tanya Mami Irene menatap Sella.
" Orang tua ku udah meninggal semua Mi." jawab Sella lalu ia menunduk.
Mami Irene berpindah duduk di samping Sella dan memeluknya dari samping..
" Maaf sayang... Mami gak tau." ucap Mami Irene tidak enak.
" Tidak apa-apa Mi." jawab Sella, ia mengangkat kepalanya lagi lalu menghapus air matanya dengan cepat.
" Jangan sedih-sedih lagi, sekarang kami orang tua mu juga. Jangan pernah sungkan kepada kami, kalau si bangor itu membuat masalah jangan takut bilang ke kami ya Nak?" sekarang Papi yang berbicara dan terdengar tulus di telinga Sella dan semua orang yang ada di situ.
" Si bangor? Siapa si bangor itu?" tanya Jordan bingung.
" Ya Lo lah, gak mungkin Gue kan?" Arlan yang menjawab dan membuat Jordan mendengus, lagi-lagi ia yang kena pikirnya.
" Iya Papi.. Terima kasih udah nerima aku di keluarga ini. Aku minta maaf jika keadaan ku saat ini membuat kalian malu." ucap Sella menatap Mami dan Papi bergantian.
" Tidak ada yang membuat malu.. Ini semua adalah anugrah." ucap Mami Irene menyela lalu memeluk Sella lagi.
Akhirnya mereka melanjutkan obrolan mengenai pernikahan Jordan dan Sella. Pernikahannya akan di lakukan di mansion saja, kebetulan halaman mansion luas dan tidak mengundang banyak tamu juga.
Ketakutan Sella tadi selama perjalanan menuju mansion lenyap sudah. Ia sangat bersyukur mendapatkan mertua yang sangat menerimanya dan juga ia bisa merasakan kasih sayang orang tua lagi. Sella dengar kalau Jordan mempunyai kakak perempuan dan sudah menikah yang tinggal di Jerman, ia berharap kakak Jordan bisa menerimanya dan bisa akur nantinya.
Malam semakin larut, Arlan dan Fira berpamitan pulang. Kalau Sella di minta menginap sama Mami Irene, dan tak ada pilihan lain karena mertuanya yang meminta. Selain itu juga, asi Fira sudah banyak sehingga membuat *********** sakit.
" Kami pulang ya Mami.. Papi." pamit Arlan, ia menyalami kedua orang tua Jordan di ikuti Fira juga.
" Hati-hati Boy... Salam untuk Mama ya, besok kami main ke rumah." ucap Papi Renald dan Arlan mengangguk.
" Besok kita ketemu lagi sayang... " ucap Mami Irene saat Fira selesai cipika-cipiki.
" Iya Mami... Kabarin aku aja ya mau ketemu dimana." balas Fira.
Semua mengantarkan Arlan dan Fira sampai ke depan, dan saat mobil sudah tak terlihat baru mereka masuk kembali ke rumah. Sella dan Mami Irene berjalan menaiki tangga, di ikuti Jordan di belakangnya menuju kamar tamu.
" Kok kesitu Mam?" tanya Jordan saat Mami Irene dan Sella berhenti di depan kamar tamu.
" Jadi mau mu Sella tidur di kamar mu?" Mami Irene balik bertanya dengan sewot.
" Aku kan gak bilang gitu." ucap Jordan sambil menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
" Mami sudah tau akal bulus mu itu, awas aja kalau nanti malam kamu bobol pintu kamar ini!!" Mami memberi ultimatum keras pada Jordan.
"Ayo masuk sayang, kamu harus istirahat. Mami udah siapin baju ganti buat kamu." ajak Mami Irene dan menggandeng Sella masuk.
"Sepertinya aku memang anak pungut, dulu sama Arlan. Sekarang sama calon istri sendiri..." ucap Jordan pelan saat Maminya terlihat lebih sayang Sella daripada dirinya.
\*\*\*\*\*
Matahari sudah terbit dan sepertinya cuaca cerah, terlihat dari cahaya matahari yang masuk dari celah gorden. Sella sudah bangun tapi masih betah berbaring dan sekarang sedang melamun menatap langit-langit kamarnya. Semalam Sella tidak langsung tidur setelah bersih-bersih, antara karena di tempat baru dan banyak yang ia pikirkan. Sella baru tidur setelah tengah malam. Entah kenapa hatinya masih belum sepenuhnya menerima rencana pernikahan ini.
Saat sedang melamun, pintu kamar yang ia tempati di ketuk. Setelah itu terdengar suara calon Mami mertuanya. Karena pintu Sella kunci, ia beranjak bangun dan berjalan ke pintu.
" Maaf sayang... Mami mengganggu tidur mu ya?" ucap Mami Irene.
" Sella udah bangun dari tadi kok Mi, maaf ya Mi...aku malah melamun." ujar Sella tidak enak.
" Kok minta maaf, gak apa-apa sayang. Mandi lah, terus sarapan ke bawah ya sayang. Mami mau bangunin si bangor dulu." ucap Mami Irene sambil mengelus lengan Sella lalu pergi ke kamar Jordan.
Sella kembali menutup pintu, lalu ia merapikan ranjang. Setelah itu ia bergegas mandi, takutnya jika semua orang menunggunya untuk sarapan. Selesai mandi, Sella menatap lemari yang tanpa pintu. Disana terdapat baju ganti baru yang sebelumnya tak ada, di situ juga terdapat beberapa make-up.
" Mungkin saat aku mandi, ada yang menyimpannya di sini. Atau aku yang tak melihatnya tadi..." gumam Sella.
Sudah rapi dan wangi, Sella keluar dari kamar. Bertepatan juga dengan Jordan yang keluar kamar, bedanya Jordan masih muka bantal. Sella tebak Jordan belum mandi..
" Pagi sayang... Udah cantik aja." sapa Jordan, ia menahan lengan Sella yang akan menuruni tangga.
" Tunggu aku, kita turun sama-sama. Ayo... " Jordan kembali menahan Sella dan perlahan menariknya untuk ke kamarnya.
" Eh.. Eh.. Ini mau kemana?" tanya Sella bingung.
" Ke kamar ku, kamu tunggu di sana. Kalau tunggu di sini, nanti kamu turun duluan. Ayo babe...mau aku gendong aja?" ujar Jordan dan masih menarik Sella agar ikut ke kamarnya.
" Gak enak sama Mami sama Papi, aku duluan aja lah." Sella enggan ikut Jordan ke kamarnya.
Tanpa babibu Jordan mengangkat Sella ala bride style dan langsung berjalan cepat ke kamarnya. Di dudukan Sella di ranjangnya yang masih berantakan. Lalu ia kembali ke pintu, menguncinya dan membawa kuncinya ke kamar mandi.
" Kok di kunci sih?" protes Sella.
" Biar kamu gak kabur sayang, aku mandi dulu ya. Tidur aja lagi..." ucap Jordan dan bergegas ke kamar mandi.
Sella mendengus kesal, Jordan selalu saja membuatnya naik darah. Seperti barusan yang memaksanya masuk ke kamarnya, hanya untuk menunggunya mandi dan takut jika di tinggal turun duluan. Pasti kedua orang tua Jordan sudah menunggu, dan itu membuat Sella tak enak.
Daripada hanya diam saja, Sella memutuskan untuk merapikan ranjang Jordan. Kamar Jordan dominan dengan warna gelap. Cat temboknya berwarna abu tua gelap, gordennya berwarna abu muda, dan spreinya warna hitam dan putih.
Setelah selesai merapikan ranjang, Sella berjalan mengelilingi kamar Jordan. Di lemari pajangan terdapat foto keluarga, foto saat Jordan kuliah, foto Jordan bersama Arlan. Dari foto keluarga, Sella bisa melihat wajah kakak Jordan. Meskipun itu foto lama, tapi di sana kakak Jordan masih terlihat cantik. Kakak Jordan ternyata sangat mirip dengan Mami Irene...
__ADS_1
Selain Foto-foto dalam bingkai, terdapat banyak buku juga. Bisa di tebak jika itu buku saat Jordan kuliah. Saat sedang serius membaca salah satu buku, indera penciumannya mencium aroma wangi sabun mandi. Dan benar saja, tak selang beberapa lama, ada tangan melingkar di perutnya. Itu membuat Sella membeku..
" Ngapain?" tanya Jordan tepat di telinga Sella.
" Ini gak kelihatan, udah tau lagi baca buku. Awas deh ah, Mami sama Papi udah nunggu. " jawab Sella sambil mencoba melepas pelukan Jordan.
" Oke sayang... Cup." ujar Jordan lalu mencuri cium di pipi Sella.
Setelah pelukan Jordan terlepas, Sella langsung mengembalikan buku yang ia baca tadi. Kemudian ia duduk di kursi dekat ranjang..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo **🌹*