
Tidurnya terusik karena indera penciumnya, mencium bau masakan yang sangat menggugah selera. Dengan perlahan Fira bangun dan duduk mengumpulkan nyawanya. Dapat ia lihat dari ruang tamu, Sella sedang memasak di dapur dengan serius.
" Udah bangun Non?" sarkas Sella saat ia melihat ruang tamu, ia melihat Fira sedang duduk melamun dengan muka bantalnya.
" Heemm..." jawab Fira singkat dengan muka bantalnya.
" Masak apa? Wangi banget baunya.." Fira bangkit dan berjalan mendekati Sella di dapur.
" Ya masak ini aja, yang simpel-simpel." Sella menjawab sambil menunjukkan sebagian masakannya yang sudah selesai. Ia hanya memasak sayur capcay dan menggoreng chicken wings, karena hanya itu yang di kulkas.
" Kali ini kenapa lagi buk?" Sella mulai bertanya kenapa sahabatnya ini mengungsi ketempatnya.
" Gak ada... Si Adek lagi pengen maen kesini aja." jawab Fira bohong, ia sudah duduk di meja makan sambil meminum air putih.
" Gak usah bohong deh lo, perlu gue tanya sama laki lo? " ucap Sella tak percaya.
Setelah Sella berucap begitu, HPnya berdering... panjang umur ternyata Arlan yang menghubunginya.
" Kebetulan ni laki lo telpon.." Sella mengakat HPnya dan mengarahkan layarnya ke Fira.
" Bilang aja gue gak di sini." ujar Fira lalu ia berjalan menuju kamar Sella untuk mandi.
" YAAAA... Lo nyuruh gue bohong. Bakalan gue bilang kalau lo di sini terus di jemput." baru Sella akan di angkat, telponnya sudah mati.
Fira tak tahu HPnya ada dimana, mungkin tadi ia tak sempat membawanya atau ada di dalam tasnya. Sejak sampai tadi Fira sama sekali tak menyentuh HPnya.
Di rumah keluarga Arlan...
Tadi saat Fira pergi, Arlan tak langsung mengejarnya... ia akan memberikan waktu untuk Fira agar lebih tenang. Arlan pikir sore hari Fira akan pulang, karena Abi tak bisa jauh dari Fira. Tapi sudah sore Fira tak kunjung pulang...
Saat Abi pulang tadi juga sudah mencari Fira, Abi bertanya kenapa Fira tidak menjemputnya dan saat Abi pulang juga tidak ada. Arlan bohong pada Abi, ia bilang kalau Fira sedang bekerja dan nanti sore akan pulang.
" Dad... kenapa Mommy belum pulang? Ini sudah mau makan malam." tanya Abi saat masuk kedalam kamar Daddynya.
" Hei Boy... Mungkin pekerjaan Mommy masih banyak, ini Daddy sedang tanyakan." jawab Arlan, saat Abi masuk tadi ia sedang mencoba menghubungi Fira dan juga Sella.
" Bagaimana kalau kita pergi jemput Mommy Dad?" usul Abi pada Daddynya.
" Daddy saja sendiri yang jemput, Abi tunggu di rumah aja ya?" tawar Arlan, ia saja tak yakin bisa langsung membawa Fira pulang.
" Baiklah kalau begitu..." jawab Abi lesu.
" Ayo kita sama-sama turunnya, nanti main di bawah sama Kakek dan Nenek." ajar Arlan dan langsung menggandeng tangan Abi.
Sesampainya di bawah, Mama Ratih sedang menyusun makanan di meja makan. Sedangkan Papa Anton sedang menonton berita di ruang keluarga..
" Kok Fira belum pulang Lan? Biasanya kalau ke Boutique sebentar aja, ini udah malam belum juga pulang. Coba sana kamu jemput." ujar Mama Ratih saat melihat Arlan dan Abi sampai di bawah.
" Ya karena emang gak biasa. Ini mau jemput kok. Boy sama Kakek dan Nenek dulu ya, Daddy jemput Mommy dulu. " jawab Arlan terdengar ambigu.
" Oke Dad... Hati-hati bawa mobilnya. " ucap Abi.
" Kalian beratem lagi ya?" teriak Mama Ratih karena Arlan sudah jalan ke arah pintu.
" Kemana dulu ya... Kira-kira sembunyi dimana si bumil itu." gumam Arlan saat sudah di dalam mobil.
Kembali ke Apart Sella...
Kedua sahabat karib itu sudah sama-sama segar karena sudah mandi dan keduanya kini sedang menikmati masakan Sella di meja makan.
" Bener gak mau cerita kenapa kabur kesini?" Sella mencoba bertanya lagi alesan Fira ada di Apartnya.
" Gak kabur kok, emang lagi mau kesini aja." jawab Fira sambil makan dengan lahap.
" Alah gak usah deh bohong-bohong sama gue, udah apal gue sama kelakuan lo yang satu ini." ucap Sella tak percaya, ia bahkan melempar tulang ayam ke piring Fira.
" Lo udah nikah, anak juga sebentar lagi dua. Jangan kayak kecil gini, kurangin kalau marah, kalau ngambek kabur-kaburan gini. Ini posisi lo lagi hamil lagi... Amit-amit ni kalau terjadi sesuatu di jalan gimna?" Sella berhenti menyiapkan nasi ke mulutnya dan berucap bijak menasehati Fira.
__ADS_1
" Alhamdulillah kenyang... makasih masakannya bu manager." ucap Fira yang sudah selesai makan tanpa berniat menanggapi ucapan Sella yang menasehatinya.
" Lo tu ya... Orang di kasih tau juga. Anak lo tu nyariin lo. Pulang sana..." ucap Sella geram melihat Fira yang dengan santai mencuci tangan.
" Aku nginep sini, Si Adek pengen nginep sini katanya. Udah lama kan aku gak nginep sini, bahkan setelah aku pulang dari Paris belum sempat nginep. " ujar Fira sambil mengelus perutnya agar Sella percaya kalau kedatangannya memang ingin menginap.
" Gak usah bawa-bawa Adek... Gue tau lo lagi berantem kan sama Arlan? Apa lagi kali ini? Udah lama ni dari yang terakhir kalian berantem. Kirain gak bakal lagi ribut-ribut rumah tangga. Ralat... bukan berantem, lo nya aja yang hobi ngajak ribut sama kabur-kaburan. Sabar banget Arlan punya istri kek lo gini. " cecar Sella, sebenarnya ia juga tak mau ikut campur. Tapi si Fira ini memang suka bawa orang lain jadi ikut campur.
" Kalau sabar dia gak bakalan bentak gue. " timpakan Fira, ia baru saja mengambil ember kecil es krim beserta satu sendok dan langsung berjalan menuju ruang tamu meninggalkan Sella yang bingung.
Buru-buru Sella meletakkan piring kotornya di wastafel dan langsung mencuci tangan. Lalu ia bergegas menyusul Fira ke ruang tamu.
" Arlan bentak lo? " tanya Sella saat sudah duduk di samping Fira.
Fira hanya mengangguk sambil makan es krim dan menonton TV...
" Pasti ada sebabnya dong dia bentak lo. " selidik Sella.
" Udah lah gak usah dibahas lagi, males jelasinnya." ujar Fira yang masih mau fokus pada es krim dan filmnya.
" Pusing deh sama rumah tangga lo.. " Sella akhirnya menyerah.
Ting... Tong... Ting... Tong...
Suara bel berbunyi, tandanya ada orang yang bertamu. Fira dan Sella saling pandang, dari tatapannya mereka menebak orang yang datang adalah Arlan.
Sella beranjak dan berjalan ke arah pintu. Dan benar saat pintu terbuka, yang datang adalah Arlan...
" Fira ada di sini?" tanya Arlan langsung.
" Ada noh lagi makan es krim... Masuk dulu." jawab Sella dan menyuruh Arlan masuk.
Dapat di lihat Arlan, kalau Fira sedang duduk menatap TV dan memakan es krim tanpa menggubris dirinya.
" Sayang...." Arlan mencoba berbicara pada Fira tapi sudah di potong oleh Fira.
" Gak ada ya... Pulang sana, gue aduin bapak lo." Sella menyela dan mencoba membantu Arlan
agar Fira mau pulang.
" Aduin aja.. " Fira tak takut ancaman Sella kali ini.
" Aku minta maaf soal tadi siang sayang... Ayo pulang, Abi dari tadi nyariin kamu. Tadi dia mau ikut jemput kamu tapi gak aku kasih. Dia taunya kamu ke Boutique. " Arlan mencoba membujuk Fira lagi.
" Selalu saja bawa-bawa Abi... Huuuuffftt. " Fira membuang nafas kasar, ia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu. Ia juga membawa pulang es krim yang tengah ia makan.
" Gue potong gaji lo!! " ucap Fira saat sampai di hadapan Sella.
" Lah apa hubungannya coba. " tapi Sella tau, itu hanya omongan belaka.
" Maaf ya merepotkan Sell.. " ucap Arlan saat akan menyusul istrinya.
" Eh tunggu... " Sella mengambil tas Fira yang di lupakan pemiliknya.
" Ini tas ibu itu, dia udah sibuk sama es krim jadi lupa tasnya. Sabar-sabar sama Fira ya Ar (ini pangilan Sella untuk Arlan), dan tolong jangan di bentak dia. Kakak dan orang tuanya gak pernah bentak dia. " Sella menyerahkan tas Fira dan sedikit menasehati Arlan.
" Makasih Sell... Aku pamit dulu, Fira pasti udah sampai bawah. " ucap Arlan pamit.
" Hati-hati kalian ya.. " ucap Sella saat mengantar Arlan ke pintu.
Saat di lift Arlan berdoa semoga Fira tidak pulang duluan karena lama menunggunya. Sesampainya di lobby, Arlan melihat Fira masih menunggu dan berdiri di dekat pintu dengan es krim yang masih di tangan.
" Maaf ya bumil lama... " ucap Arlan saat sudah di hadapan Fira.
" Apaan sih..." Fira berjalan duluan menuju mobil Arlan yang terparkir di depan lobby.
" Terpantau masih marah si Bumil... Alamat tidur sendiri ini." gumam Arlan pelan dan mengikuti Fira di belakang.
__ADS_1
Di dalam mobil...
Suasana hening menyelimuti dua insan pasangan suami istri yang sedang perang dingin. Fira diam dan masih sibuk dengan es krimnya dan Arlan yang bingung mau mengajak Fira ngobrol apa.
" Ada yang mau di beli gak sayang.? " akhirnya Arlan bersuara mengajak Fira ngobrol.
Hening tak ada jawaban, Arlan melirik ke Fira. Istrinya itu duduknya bahkan menyamping menghadap ke jendela.
" Mau mampir kemana gak sayang? " percobaan kedua Arlan dan masih tak mendapat jawaban.
" Sayang... aku nanya lho dari tadi, kok diem aja sih." ucapnya lagi.
" Gak ada.." jawab singkat Fira, ia juga menyudahi makan es krimnya.
Tak terasa mobil sudah memasuki pekarangan rumah, saat mobil sudah aman terparkir Fira keluar lebih dulu tanpa menunggu Arlan. Ia berjalan menuju pintu masih dengan menggendong ember es krimnya.
" Lucu banget... Cemberut sambil gendong-gendong es krim." ucap Arlan sambil terkekeh melihat Fira yang cemberut. *
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo 🌹😘****
__ADS_1