Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 31 Kecopetan


__ADS_3

Fai sudah kembali menggunakan mobilnya saat ke butik, akhirnya setelah sekian lama dirinya bisa menggunakan mobilnya kembali.Selama menikah Aska tak mengizinkan Fai membawa mobil sendiri.Karena dirinya yang akan mengantar jemput Fai,tapi ternyata semakin kesini dirinya semakin sibuk, sehingga Fai sering di jemput oleh sopir Mama Nita.Setelah merayu Aska beberapa kali dan juga mempertimbangkan banyak hal akhirnya Aska mengizinkan Fai membawa mobil.


Mobil Fai di antar oleh sopir orang tuanya.Saat Fai memberikan oleh-oleh bulan madunya,Fai berbicara kepada Papa dan Mama nya ingin membawa mobilnya.Karena selama menikah mobil Fai masih di rumah orang tuanya.


"Malika,hari ini kita ke supplier kain yaa,sudah banyak kain yang kosong dan ada beberapa yang memang belum ada stok nya."Ucap Fai.


"Baik Bos,mau berangkat jam berapa nih?"


"Nanti saja sekitar jam sepuluh."


"Oke, kalau begitu aku mau cek laporan dulu."


Begitulah keseharian Fai di butik, walaupun dia pemiliknya dan juga sudah memiliki karyawan tapi Fai tetap turun tangan.Apalagi masalah kain, dirinya yang terjun langsung.Agar para pelanggannya tak kecewa dengan kualitas kain tersebut.


Pukul sepuluh Fai dan Malika sedang bersiap dan akan pergi menuju ke supplier kain.


"Mita,titip butik yaa.Saya dan Malika mau ke supplier kain."


"Siap Mba Fai,"Mita mengacungkan jempolnya.Mita orang kedua yang di percaya Fai setelah Malika.


"Akhirnya kamu bawa mobil lagi Fai,jadi kita mau cek kain dan yang lainnya jadi mudah deh."


"Iya nih, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya surat perizinan keluar juga dari pak suami."Fai dan Malika tertawa bersama.


Mereka pun sampai di tempat supplier kain,Fai memilih kain yang di butuhkan butiknya.Juga kain untuk pesanan para pelanggan yang memesan baju.Setelah selesai memilih Fai langsung melakukan pembayaran dan kain akan di kirim langsung ke butiknya.


"Terima kasih ya Pak,selalu menyediakan yang saya butuhkan."Ucap Fai kepada manajer di tempat supplier kain.


"Sama-sama Mba Fai,justru kami yang berterima kasih karena mba Fai selalu mempercayakan kami untuk mensuplai kebutuhan kain di butik mba Fai."Mereka pun saling berjabat tangan lalu Fai pamit untuk pulang.


"Enaknya habis makan apa ya Lika?"Tanya Fai saat mereka berjalan ke arah parkiran mobil.


"Apa yaa? aku ikuut kamu saja."Bahu Malika Langsung di dorong oleh Fai.


"Aku tanya malah ikut aku."


"Ya habisnya aku juga bingung Fai,tapi ini belum jam makan siang lho,baru setengah dua belas."


"Gak apa-apa sekarang saja,aku sudah lapar.Makan soto daging di Cak nur kayaknya segar deh,kita makan kesana yuk."


"Boleh,kita sudah lama yaa gak makan disana."


"Kalau begitu berangkat."Fai melajukan mobilnya menuju warung soto daging langganan mereka sejak dulu.


"Wah ternyata sudah ramai yaa, padahal belum jam makan siang."Ucap Malika saat mereka sudah sampai di warung soto tersebut.


"Kuy lah kita masuk,nanti keburu makin rame."Fai segera memesan dua porsi soto dan dua gelas es jeruk.


"Dari dulu rasanya gak pernah berubah ya Fai,"Ucap Malika sambil menyantap soto daging tersebut.


"Iya benar banget,kuahnya segar bangeet dagingnya juga lembut."


Fai dan Malika sangat menikmati soto daging tersebut.Hingga soto di mangkuk mereka habis tak tersisa.


Setelah selesai makan mereka pun segera kembali ke butik.Tetapi saat akan masuk ke dalam mobil,Fai dan Malika mendengar ada yang meminta tolong dari kejauhan dan berteriak copet.


"Fai,kamu tunggu disini yaa aku mau menghadang si copet sialan itu."


Malika dengan santai menunggu copet yang lari ke arah dirinya dengan bersandar di belakang mobil Fai.

__ADS_1


'Itu orang-orang kenapa gak ada yang bantu kejar si copet sih, benar-benar gak ada hati mereka yaa.' Malika kesal karena orang di sekitar hanya melihat ibu-ibu yang terus mencoba mengejar copet.Saat copet semakin dekat ke arahnya, tiba-tiba


BUUUGHHH....


Malika langsung menendang si pencopet tepat di perutnya.


"Sialan."Pencopet marah lalu bangun dan hendak memukul orang yang sudah menghalangi dirinya.Tapi segera di tangkis oleh Malika dan Malika segera memelintir tangan pencopet tersebut ke belakang membuat si pencopet kesakitan.


"Loe ya bang gak ada kapok kapoknya nyopet Mulu,balikin sini tasnya.Insyaf Bang loe makin tua, bukannya berubah makin baik malah makin buruk.


"Ampun Lika,sakit."Rupanya copet tersebut kenal dengan Malika.Pencopet Yang sering beraksi di pasar tempat Malika dulu bekerja.


"Noh liat orang-orang mendekat ke arah sini,loe emang kudunya masuk penjara dulu baru insyaf bang."Sementara si pencopet makin kesakitan karena Malika makin kencang menekan tangannya dan juga kini kakinya di injak oleh Malika.


"Kalian yaa,dari tadi ibu-ibu itu teriak copet copet gak ada yang peduli giliran udah di tangkap begini pada mau main hakim sendiri."Malika kesal dengan orang orang yang ingin menghajar pencopet.Membuat orang-orang tersebut langsung diam.


Tak lama satpam pasar tersebut datang dan mengamankan si pencopet dan membawanya ke pos.


"Ini Tas ibu."Malika menyerahkan tas tersebut ke pemiliknya.


"Terima kasih ya nak sudah menolong Tante,Tante sudah pasrah tadi karena dari tadi orang-orang gak ada yang mau bantu hanya melihat saja."


"Sama-sama Bu,"Malika berkata sopan.


"Soalnya di tas ini ada berkas-berkas penting perusahaan."Malika tersenyum.


"Tante Sofie."Ucap Fai tiba-tiba.


"Ini Fai bukan yaa istrinya Aska."Tanya Tante Sofie.


"Iya Tante,saya Fai istrinya mas Aska dan yang menolong Tante ini sahabat saya Malika."Ucap Fai.


"Sama-sama Tante."


"Tante Sofie mau kemana?"Tanya Fai.


"Ini Tante mau ke perusahaan suami Tante,terus Tante makan dulu tadi disana,selesai makan pas mau masuk mobil ada yang merampas tas Tante.Kamu hebat lho bisa bela diri begitu."


"Iya Alhamdulillah Tante bisa dikit dikit."


"Sekali lagi terima kasih ya,Tante harus buru-buru ke kantor."Tante Sofie pun berlalu dari hadapan Fai dan Malika.


"Kamu tahu gak tadi itu siapa?"Tanya Fai Mereka kini sudah berada di mobil.


"Tante Sofie kan."


"Bukan, maksud aku Tante Sofie itu siapa?"


"Ya mana aku tahu Fai,aku kan gak kenal dia."


"Dia itu Mama nya Kak Roy tahu."Fai melihat sekilas Malika yang tampak terkejut.


"Serius Fai?"Fai mengangguk.


"Serius lah,gimana menurut kamu orangnya baik kan?"


"Ya kalau di lihat tadi sih baik,tapi kan gak tahu kalau tentang yang lain Fai."


"Gak usah pesimis gitu ahh,aku yakin orang tua Kak Roy gak begitu.Tak pernah melihat orang dari hartanya.

__ADS_1


"Ya semoga saja."


Di kantor Aska sangat marah karena lagi-lagi ada proyek yang bermasalah.Juga ada kebocoran data-data kliennya.


"Sialan,siapa yang berani melakukan ini."Aska menggebrak meja.


"Roy,cepat kau cari siapa dalang Dari semua ini."


"Baik Aska."Roy kemudian keluar dari ruangan Aska dan bergegas mencari informasi tentang semua masalah ini.


"Siapa yang sudah berani melakukan ini,aku tidak akan melepaskannya."Geram Roy.


Waktu berlalu dengan cepat,kini sudah waktunya pulang kerja.Roy sudah menemukan sedikit titik terang tentang masalah ini.Dia akan menyelesaikan yang di proyek dulu besok baru setelah itu yang di kantor.


Roy melajukan mobilnya menuju rumahnya.Karena saking sibuknya hari ini,dia tidak sempat menghubungi Malika.Roy pun sampai di rumah,dan langsung masuk ke kamar untuk mandi.Agar dirinya kembali segar dan pikirannya pun fresh.


Jarang sekali Roy bisa Makan malam di rumah bersama orang tuanya.


"Roy,tadi siang Mama hampir saja kecopetan."Ucap Mamanya saat sedang makan.


"Tapi Mama gak kenapa-kenapa kan?"Tanya Roy khawatir.


"Mama gak apa-apa,untung tadi ada seorang wanita yang menolong mama.Dia pintar sekali bela diri Roy."


"Wah,keren jarang sekali ada wanita yang pintar bela diri begitu."


"Dan ternyata yang menolong mama tadi sahabatnya Fai namanya Malika."


Uhuk..Uhuk..


Roy tersedak mendengar nama Malika di sebut Mama nya,apa dia tidak salah dengar.Mama Roy segera memberi minum Roy.


"Pelan pelan Roy makannya."


"Siapa tadi namanya Ma yang menolong Mama tadi?"Tanya Roy takut dirinya salah mendengar.


"Malika, sahabatnya Fai."Roy malah tersenyum.


"Kamu kenapa malah senyum senyum begitu,kamu kenal sama yang namanya Malika?"


"Kenal Ma."Ucap Roy pelan tapi masih dengan senyum di wajahnya.


"Mama paham sekarang, sepertinya wanita Yang sering kamu datangi rumahnya itu Malika yaa."Roy kaget,kenapa Mama nya bisa tahu kalau dirinya sering mendatangi rumah seorang wanita.


"Kok Mama tahu kalau aku sering datang ke rumah seorang wanita."


"Ya tahu dong,ya kan Pa?"Roy tambah kaget karena papa nya juga tahu.Papa nya hanya mengangguk.


"Karena mama ini melihat gelagat aneh sama kamu,sering senyum senyum sendiri terus Mama sering mendengar kamu telponan malam-malam dengan suara lembut.Rupanya anak Mama sedang jatuh cinta."


"Jadi Mama setuju dengan Malika?"Tanya Roy langsung.


"Setelah Mama melihat dia langsung apalagi Malika sudah menolong mama,mama sih setuju saja yang penting anak Mama ini bahagia."


"Terima kasih Mama."Roy langsung memeluk Mama nya.


"Ehheemm..ehemm..."


"Apa sih Pa,masa meluk Mama sendiri gak boleh, sudah tua masih saja bucin."Roy langsung mendapat tatapan tajam dari Papanya.

__ADS_1


Syukurlah Mama dan Papa setuju,tinggal aku yang meyakinkan kamu Ika..Batin Roy


__ADS_2