Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 84


__ADS_3

Air dalam bathub sudah berubah dingin, Fira dengan hati-hati keluar dari bathub dan menuju shower untuk membilas badannya. Setelah selasai, Fira segera mengeringkan badannya. Badannya sudah sedikit lebih enak, kepalanya juga sudah ringan.


Kamar terasa sepi, Fira tebak suaminya itu masih diruang kerjanya. Selesai memakai baju, sekarang ia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Fira sudah terlihat segar, ia berjalan ke arah ranjang. Menutup semua hordeng agar lebih sejuk kelihatannya.


" wah... Nyamannya." ucap Fira saat ia merebahkan badannya, ia juga masuk ke dalam selimut dan menyalakan TV untuk menonton netflix.


Tangannya memencet remot, mencari film yang akan ia tonton. Akhirnya Fira memutuskan untuk menonton serial kartun. Lama-lama menonton, mata Fira begitu berat dan tertidur.


Arlan masuk ke kamar melihat Fira yang tertidur dengan TV masih menyala. Ia pikir istrinya belum selesai berendam, tapi ternyata malah sudah tidur dengan selimut sampai ke leher.


Berjalan ke walk in closet, Arlan memutuskan untuk bersih-bersih dan ganti baju dulu sebelum menyusul istrinya. Dari tadi ia belum ganti baju kerjanya dan sekarang terasa sangat gerah.


Sudah bersih dan wangi, Arlan berjalan menuju ranjang dimana istrinya nyenyak menjelajah mimpi. Dikira masih tidur, ternyata Fira sudah bangun. Arlan tebak istrinya baru saja membuka mata, dilihatnya Fira masih mengerjapkan matanya.


Arlan mengungkung Fira, dan di pandang wajah Fira dengan senyum. Gemas itu yang Arlan rasakan, rasa cemburu tadi siang sudah menguap entah kemana.


" Kenapa kok gitu banget liatinnya, senyum-senyum juga." tany Fira dengan suara serak khas bangun tidur, ia bingung sekaligus kaget. Tiba-tiba saja suaminya mengungkungnya.


" Emang harus ada alasan?" jawab Arlan singkat tapi matanya masih mengabsen seluruh wajah istrinya.


" minggir deh Mas, aku mau kekamar mandi." ujar Fira lagi dan mencoba untuk bangun.


Karena Fira mencoba bangun, itu malah membuat mukanya dan muka Arlan sangat dekat. Hembusan nafas suaminya sangat terasa di wajahnya. Dan kesempatan itu tak di sia-sia kan oleh Arlan. Tak mau menunggu lagi, segera Arlan menempelkan bibirnya ke bibir Fira. Dengan lembut ia melu**at bibir Fira, tak sempat menolak kini tangan Fira sudah berada di leher Arlan.


Arlan menatap Fira, mengabsen seluruh wajah istrinya. Begitu pun dengan Fira yang ikut menatap Arlan dengan diam.


" Kenapa liatinnya kayak gitu banget?" Fira akhirnya yang membuka pembicaraan.


" Lagi mikirin mau hukum kamu apa." jawab Arlan dan masih menatap Fira tanpa berpaling.


" Kenapa aku di hukum? Bukannya kamu yang nyebelin ya Mas?" tanya Fira bingung sampai dahinya berkerut.


" Tadi kamu makan bareng sama siapa itu yang pernah suka sama kamu." jelas Arlan, tangannya sambil mengelus pipi Fira.


" Aku gak sengaja ketemu Reyhan, jadi gak usah repot-repot mau kasih hukuman buat aku. Awas deh Mas berat tau kamu tu." ucap Fira, ia juga berusaha menggeser badannya agar terbebas dari suaminya.


Dengan terpaksa Arlan berguling kesamping Fira, tapi ia masih terus menempel ke istrinya. Tangannya di atas perut Fira, di elusnya perut yang sudah mulai buncit.


" Geser dong Mas, kenapa sih nempel-nempel terus." Fira sudah hampir terjungkal karena Arlan terus menggeser badannya pada Fira.


" Ya kamu diem dong sayang, masak kayak risih gitu sih deket sama suaminya." Arlan menarik Fira perlahan agar tak jatuh terjungkal.


" Sayang udah gak marah lagi kan sama aku?" tanya Arlan, ia juga minta Fira berbaring menghadapnya.


" Emang siapa yang marah." elak Fira tak berani menatap suaminya.


" Liat aku ngomongnya." Arlan menarik dagu Fira untuk menghadapnya.


" Masih marah?" tanya Arlan lagi, sudah saling menatap.


Fira diam saja belum menjawab, tapi ia masih terus menatap Arlan. Fira bingung apa ia masih marah atau sudah tidak marah terhadap suaminya.


" Kok diem aja sih, jawab sayang." rengek Arlan, ia mengelus pipi Fira.


" Kalau masih marah kenapa, kalau gak marah lagi jug kenapa?" Fira malah membalikkan pertanyaan.

__ADS_1


" Ya kalau masih marah, udah dong marahnya. Aku minta maaf sayang, janji aku gak kayak gitu lagi. Tapi kalau udah gak marah ya Alhamdulillah sayang." ujar Arlan.


" Udah gak marah, sekarang lebih ke sebel aja tiap liat muka kamu Mas." ucap Fira santai, ia juga sudah tak berbaring menghadap Arlan. Ia sudah menonton TV yang sejak tadi menyala.


" Kok gitu sih sayang, jangan sebel kalau liat aku." Arlan kembali merengek, ia sampai tengkurap memeluk Fira.


" Ya ini aku gak tau, mungkin ini sekarang bawaan adek yang sebel liat Daddynya." ucapan Fira membuat Arlan langsung tegang menatap Fira dengan mata berkaca-kaca.


Dengan cepat Arlan langsung membawa mukanya ke perut Fira. " Adek Daddy minta maaf ya... kemarin Daddy gak sengaja kok teriak ke Mommy. Ayo dong Dek jangan sebel sama Daddy. Ayo mau apa, nanti Daddy turutin." Arlan berbicara dengan perut Fira, berharap anaknya dengar.


Mendengar Arlan yang berbicara dengan perutnya, membuat ia menahan tawanya. Ingin sekali ia tertawa dengan keras...


" Sayang bantu aku bilang sama Adek..." rengek Arlan lagi.


" Awas deh, aku mau ke kamar mandi." Fira tak menggubris Arlan, ia berusaha bangun menyingkirkan suaminya.


" Mau ditemenin gak?" Arlan sudah terduduk menatap Fira yang sudah berdiri di sisi ranjang merapikan rambutnya.


" Gak usah, kita udah terbiasa sendiri." jawab Fira dan langsung menuju kamar mandi.


Arlan melongo mendengar jawaban istrinya, ia sampai lemas dan langsung berbaring menatap langit-langit kamarnya.


Sedang melamun, terdenger pintu kamarnya di ketuk. Ia masih diam melamun, tapi pintu semakin di gedor bersamaan dengan teriakan suara Abi.


" DADDY.... MOMMY... buka pintunya." teriak Abi dibalik pintu sambil terus menggedor pintu.


Tak sedikit pun Arlan bergerak dari tempat tidur meskipun ia dengar teriakan anaknya di depan kamarnya.


" Kok pintunya gak dibuka sih Mas, itu anaknya teriak-teriak emang gak dengar? " ucap Fira saat ia kembali dari kamar mandi dan mendengar teriakan Abi sambil menggedor pintu.


Setelah Fira membuka pintu, Abi langsung berlari menghampiri Arlan yang ada di ranjang. Abi melompat duduk di perut Daddynya, ia juga memukul dada Arlan dengan tangan mungilnya. Fira geleng-geleng melihatnya..


" Lebay banget... Kan udah Mommy bukain, kenapa masih marah-marah ke Daddy. " jawab Arlan santai, pukulan Abi tak terasa jadi ia tak merasakan sakit sedikit pun.


" Mommy liat ni Daddy nakal sama Abi. " adanya sama Fira yang sudah berbaring disamping Arlan.


" Udah sini... Sama Mommy aja." Fira menjulurkan tangannya agar Abi turun dari perut Daddynya.


" Kita gak usah kawan sama Daddy kan Mom?" ujar Abi, ia sudah memeluk Fira membelakangi Daddynya.


" Iya dong kita bertiga aja sama Adek. Setuju kan..." jawab Fira iseng, ia sengaja memanas-manasi Arlan yang dari tadi diam aja cemberut.


" Daddy ikut juga lah.. " ujar Arlan lemas dan mendekat ke anak dan istrinya.


" Sana Daddy sendiri aja, Daddy tu gak di ajak. " Abi yang menanggapi dan mengusir Arlan yang menempel padanya.


Sedangkan Fira lagi-lagi menahan tawanya agar tak meledak. Sangat seru mengerjai suaminya, Abi pun semangat banget ngerjain Daddynya.


" Sayang tolong lah.." gantian Arlan merengek ke Fira.


" Sayang Mommy udah mandi ya?" tanya Fira pada Abi yang sudah segar dan wangi. Ia tak menanggapi Arlan, jadi Arlan membalikkan badannya merajuk.


" Udah, bangun tidur terus mandi Mom. Mom kapan adek keluar? Aku sudah tidak sabar..." jawab Abi, ia saat ini sedang menciumi perut Fira.


" Sabar dong Kak, besok Kakak temenin Mommy periksa Adek ya? Nanti kita tanya dokter kapan Adeknya keluar. Mau gak temenin Mommy?" ujar Fira sambil mengelus kepala Abi yang masih di perutnya.

__ADS_1


" Serius Mom? Kakak mau-mau..." jawab lnya dengan semangat dan mengakat kepalanya menatap Fira.


" Sama Daddy juga?" sambung Abi lagi.


" Tidak... Daddy sibuk. " jawab Fira cepat. Dan itu membuat Arlan membalikkan badannya menatap kesal ke Fira.


" Oke... Biar Kakak Abi temenin Mommy. " ujar Abi sambil memukul dadanya pelan.


" Kamu belum tanya aku lho sayang, kok tau kalau aku sibuk. " Arlan membuka suaranya protes.


" Gak apa-apa... Aku sama Abi aja. Aku gak mau nanti udah nunggu-nunggu tapi gak di tepati. " jawab Fira tanpa menatap Arlan.


" Aku bisa dan besok aku ikut. " ucap Arlan lagi dan kembali memunggungi Fira dan Abi.


Abi dan Fira hanya tertawa tanpa suara melihat Arlan merajuk... Ibu dan anak itu memang sangat kompak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...

__ADS_1


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo 🌹😘****


__ADS_2