Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 27 Di kamar seharian


__ADS_3

Sementara itu kembali ke pasangan Fai dan Aska.Mereka sudah sampai di rumah,lalu bergegas mandi,karena sudah di tunggu Mama dan Papa di meja makan.


"Masih lama ya sayang,datang tamunya?"Tanya Aska sambil menyisir rambut Fai.


"Masih mas,baru juga sehari kan sampai satu Minggu."Aska langsung manyun.


"Masih lama sayang."Rengek Aska seperti anak kecil yang tidak di beri uang untuk jajan membuat Fai tertawa.


Lalu Fai berinisiatif mencium bibir Aska terlebih dahulu.Aska langsung saja menahan tengkuk Fai agar ciumannya semakin dalam.Setelah beberapa saat mereka pun melepaskan ciuman mereka.Pipi Fai semakin merona karena malu.


"Aku suka kamu memulai lebih dulu sayang."Ucap Aska sambil mengusap bibir Aska yang membengkak akibat ulahnya.


"Udah yuk ahh kita turun ,gak enak sama Mama papa yang menunggu di bawah."Fai langsung menarik tangan Aska.


"Maaf sudah menunggu lama ya ma,pa."Ucap Fai tak enak hati.


"Tak apa Fai,yuk langsung makan saja."Mama Nita menjawab.


"Kalian kapan rencana bulan madu,sudah beberapa bulan menikah tapi gak ada rencana buat bulan madu gitu?"Ucap mama Nita kembali.


"Nanti Ma,nunggu Fai selesai datang tamu bulanannya baru kita berencana bulan madu.Kan gak enak kalau bulan madu tapi gak bisa di sentuh-sentuh. "


Aska santai berucap,Fai langsung mencubit paha Aska sambil melotot karena membahas hal begitu.


"Maklum ya Fai namanya juga mantan duda,jadi ya begini omongannya."Papa Bram melihat menantunya yang menahan malu.


Satu Minggu berlalu,dan kebetulan hari ini hari Minggu.Waktunya bagi Aska untuk bermalas-malasan.Selesai shalat subuh,Aska menarik Fai untuk tidur lagi dan di luar pun cuaca sangat mendukung hujan turun dengan derasnya bahkan hujan turun dari semalam.Aska yang tahu kalau Fai sudah selesai tamu bulanannya,semalam Aska tak melepaskan Fai begitu saja.Aska mengerjai Fai hingga tengah malam hingga Fai tertidur kelelahan.


"Mas,aku mau ke bawah mau bantu mama masak buat sarapan."Fai berusaha melepaskan diri dari pelukan Aska.


"Ada Bi Sari yang membantu sayang, biarkan saja.Mumpung hari Minggu aku mau di manja-manja sama kamu sayang."Sambil mulai kecup kecup bahu Fai yang terbuka.


"Dari semalam kamu sudah di manja-manja mas."


"Beda sayang, itu kan malam ini pagi jelas beda."Aska jika di rumah Selalu menempel pada Fai.Hingga terkadang Fai tak enak dengan mertuanya.


"Sayang."Bisik Aska tangannya sudah mulai bergerak kemanapun yang dia sukai.


"Apa mas?"


"Dingin yank."Tangan Aska semakin aktif hingga suara Fai pun lolos keluar akibat ulah tangan Aska.


"Kenapa mau di hangatkan lagi sama aku?"Tanya Fai berani.

__ADS_1


"Kamu tahu banget deh."Aska langsung melempar selimut Yang sedari tadi menutupi tubuh mereka dan terjadilah hangat menghangatkan tubuh.


Setelah selesai hangat menghangatkan tubuh Fai kembali tertidur karen kelelahan.Baju yang ntah kemana,juga rambut yang acak-acakan menutupi wajah Fai.Perlahan Aska menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Fai.Lalu mengecup kening Fai lama,Aska pun ikut kembali tidur sambil memeluk Fai.


Pukul sepuluh pagi,Fai membuka matanya dia merasakan perutnya lapar minta diisi.Fai melirik ke arah jam dinding rupanya sudah Jam sepuluh,pantas saja lapar.Dia pun ingin bangun tapi tangan kekar dan berotot itu masih memeluknya.


"Mas Aska."Fai menggoyangkan lengan Aska.


"Mas,bangun aku lapar."Ucap Fai manja.


Aska langsung membuka matanya.


"Kamu lapar sayang?"Ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya lah lapar tuh lihat jam sudah jam sepuluh ini."Fai ke mode galak.


"Maafkan hamba Tuan putri karena telat memberimu sarapan."Membuat Fai tertawa.


"Awas aku mandi lagi,habis itu mau sa...ASKAA."teriak Fai karena tiba-tiba Aska menggendongnya.


"Mas,aku mau mandi sendiri."Sambil memukul dada Aska.


"Kita mandi bersama biar lebih cepat."Aska tersenyum licik.


"Gak mau turunin aku mas,aku tahu pasti lebih lama nanti."Fai masih tetap berontak.Aska pun menurunkan Fai di closet.


"Maaf ya sayang."Ucap Aska sambil mengeringkan rambut Fai,wajah Fai masih cemberut.


"Omongan kamu tuh gak bisa di percaya mas."Fai ketus,membuat Aska justru tertawa kecil.


"Habisnya aku gak tahan kalau lihat kamu tak memakai baju begitu sayang,tubuhmu candu bagiku."Fai mencebik.


"Kakiku lemas mas,gak kuat mau turun ke bawah."Rengek Fai,karena sudah tiga kali Aska mengerjainya terhitung dari semalam sampai pagi menjelang siang ini.


"Ya sudah aku ambilkan makanan yaa,kita makan di kamar saja."Fai mengangguk,lalu mendekat ke arah sofa dan tiduran di sofa dekat jendela.Tubuhnya benar-benar lemas.


Aska keluar dari kamar menuju dapur ingin mengambil makanan buat Fai dan dirinya.


"Fai mana Aska,kenapa tadi kalian tak turun untuk sarapan?"Tanya Mama Nita yang berada di dapur.


"Di kamar Ma,tubuhnya lemas gak sanggup turun ke bawah."Mama Nita langsung paham dan menggeleng kepala melihat tingkah anaknya.Lalu menatap anaknya dengan tatapan menuntut.


"Apa sih Ma?"Aska jadi salah tingkah di tatap seperti itu oleh Mama nya.

__ADS_1


"Mentang-mentang habis puasa satu Minggu ,lalu Fai di hajar terus-menerus."Aska tersenyum kikuk.


"Mama kayak gak pernah muda aja,Papa juga pasti begitu kan dulu.Masih ada apa Ma,kami lapar."Ucapnya tanpa malu.


"Ya jelas lapar lah ini sudah menuju makan siang,kalian baru mau sarapan.Kasian anak orang di hajar terus gak di kasih makan.Keterlaluan kamu Aska.Itu sudah ada ayam sambal sama sayur SOP,cepat bawakan Fai makanan nanti pingsan lho."Ucap mama Nita sambil tertawa.


Aska di bantu Bi sari menyiapkan makanan untuk mereka makan di kamar.Sampai di kamar Fai sedang memijati kakinya yang terasa pegal.


"Kenapa sayang?"Tanya Aska tanpa dosa


"Kamu tanya aku kenapa?Kamu bertanya-tanya?"Ucap Fai ketus membuat Fai tertawa.


"Ini semua ulah kamu mas,kaki aku pegal ini badan aku juga."


"Nanti aku pijat, sekarang kita makan dulu yuuk."


"Gak mau nanti kamu pijat tapi tangannya kemana-mana."Aska tersenyum, istrinya paham dengan sikapnya.


"Nggak sayang,kali ini aku janji beneran cuma pijat kamu.Aku suapi ya,kali ini biar hamba yang melayani Tuan Putri."Fai tertawa kecil.


Mereka pun makan berdua,bahkan dua piring habis tanpa sisa.Setelah itu Aska benar-benar memijat Fai dari mulai kaki hingga punggung.


Sementara itu di tempat lain,saat pagi hari tadi hujan turun begitu derasnya,Malika kebingungan untuk berangkat kerja karena walaupun memakai jas hujan dirinya pasti akan tetap basah juga karena hujan sangat deras.Fai pun mengabari tak apa jika berangkat agak siangan nunggu hujan reda, tapi Malika tak enak hati.Saat menunggu hujan reda, tiba-tiba datang sebuah mobil yang Malika kenali milik siapa itu masuk ke pekarangan rumahnya.


Malika bergegas keluar rumah bertepatan dengan Roy yang keluar dari mobilnya menggunakan payung.


"Kak Roy,ada apa pagi-pagi ke rumahku?"


"Mau ngelamar kamu Ika."Jawab Roy santai, Malika kaget mendengarnya sampai melongo.


"Saya becanda,tapi kalau kamu mau saya lamar saya sudah siap kok."Lanjutnya membuat Malika menunduk malu.


"Kak Roy apa-apaan sih."Malika salah tingkah, Rendra tersenyum melihatnya.


"Saya mau jemput kamu buat berangkat kerja,ini kan hujan jadi gak mungkin kan kalau pakai motor pasti tetap kehujanan di jalan walau sudah pakai jas hujan."


"Harusnya tak usah repot-repot kak."


"Aku tak merasa direpotkan tuh,yuk berangkat ini sudah siang."Memegang tangan Malika.


"Sebentar pamit sama bapak ibu dulu tasku juga masih di dalam."Roy ikut masuk da berpamitan.


"Hati-hati ya nak Roy bawa mobilnya,hujan begini jalanan licin."Pesan Bapak Malika.

__ADS_1


"Iya Pak,saya antar Malika dulu ya Pak."Rendra memayungi Malika dengan memeluk pundaknya agar tak terkena hujan lalu setelah itu Roy berbalik masuk ke belakang kemudi.


Cantik dan juga manis,apakah aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.batin Roy


__ADS_2