
Entah kebetulan atau tidak, ternyata Fira dan Arlan serta baby Al juga sedang di rumah sakit yang sama dengan Sella. Pasutri itu datang ke rumah sakit karena menjenguk salah satu kolega Arlan yang baru saja mengalami kecelakaan. Saat baru saja selesai urusannya dan berjalan menuju parkiran bersama dengan Arlan, tam sengaja melihat Jordan berlari memasuki UGD.
Arlan dan Fira saling pandang ketika melihat Jordan melesat, tak menunggu lama mereka ikut menyusul ke UGD..
" Cepat banget ya Mas larinya... Kemana coba kita carinya. Apa kita salah orang?" ucap Fira saat sudah di UGD dan tak melihat batang hidung Jordan.
" Ya kali kita berdua salah orang sih sayang, beneran Jordan tadi itu. Apa jangan Sella udah mau lahiran, kamu lihat kan tadi Jordan lari-lari." timpal Arlan sambil melihat sekeliling.
" Telfon Mas... Kenapa gak kepikiran sih." ujar Fira, dan membuat Arlan langsung mengeluarkan ponselnya lalu mencoba menelfon Jordan.
Lama Arlan menunggu dan telfonnya tam kunjung di jawab Jordan..
" Gak di angkat sayang..." ucap Arlan, tapi masih terus mencoba menghubungi Jordan.
" Sebentar... Aku tanya dulu." setelah mengucapkan itu, Fira langsung menuju ke nurse station.
" Mereka udah ke kamar perawatan, katanya tadi Sella udah kontraksi tapi belum ada pembukaan. Dan sekarang sedang di observasi." jelas Fira saat kembali ke Arlan yang masih menghubungi Jordan.
" Sayang tau kamarnya nomer berapa?" tanya Arlan.
" Tadi dikasih tau, mereka ada di lantai 3. Ayo Mas... " ujar Fira dan langsung menggandeng lengan Arlan.
Tak menunggu lama, akhirnya Arlan dan Fira sudah sampai di depan kamar perawatan Sella. Sebelum masuk, Fira mengintip dk jendela kecil yang ada di pintu dan terlihat Sella tengah berbaring. Terlihat Jordan dan Mami Irene yang duduk di sofa sedang sibuk dengan ponselnya.
Fira mengetuk pintu lalu membuka pintu dengan perlahan, semua orang yang di dalam menoleh ke arahnya dan juga Arlan.
" Hai..." ucap Fira sambil melambaikan tangan.
" Kok kalian tau kami ada di sini?" tanya Jordan dengan muka bingung.
" Kami kebetulan kami juga disini dan melihat mu berlari ke UGD dan kami ikuti." jelas Arlan sambil menyalami Mami Irene di ikuti Fira juga.
" Sayang gimana kabarnya? Sehat-sehat kalian kan? Anak-anak juga sehat kan?" cecar Mami Irene sambil menatap Arlan dan Fira bergantian, dan membuat Fira tersenyum.
" Alhamdulillah kami semua sehat Mami... Papi mana kok gak ikut? Biasanya kalau ada Mami pasti ada Papi." jawab Fira dan tak lupa menanyakan Papi Renald.
__ADS_1
" Papi gak ikut karena tadi ketemu teman lama, tadi kami lagi makan di mall dan tiba-tiba Sella sakit perut, jadi kami di sini lah sekarang." ujar Mami Irene menjawab pertanyaan Fira.
" Tapi udah Mami kabarin dan mungkin sebentar lagi sampai." lanjut Mami Irene dan membuat Fira dan Arlan mengangguk.
" Fira ke Sella dulu ya Mami..." ujar Fira dan Mami Irene mempersilahkan.
Fira mendekat ke arah Sella, dan Sella mecoba tersenyum sambil menahan sakit di perutnya yang hilang timbul.
" Kuat ya sayang aku..." ucap Fira sambil menggenggam tangan Sella.
" Ternyata sakit banget ya Ra.." ujar Sella pelan.
" Masih sakit ya?" tanya Fira lalu tangannya mengusap perut Sella.
" Hilang timbul, tapi kalau pas sakit tu sakit banget." jawab Sella, ia merasakan enak saat Fira mengusap perutnya.
" Sabar ya... Aku dulu juga gitu." ucap Fira dan masih mengusap perut Sella.
Pintu kamar terbuka dan dokter masuk bersama dua perawat dan dokter minta untuk minggir dulu karena akan memeriksa apakah sudah ada pembukaan atau belum. Tapi ternyata belum ada pembukaan.
" Masih belum ada pembukaan Bu... Kita tunggu lagi ya? Ini kontraksinya juga belum intens, kalau ada apa-apa tolong panggil kami. Kami permisi dulu Bu..." ujar sang dokter setelah melihat catatan Kardiotokografi (CGT).
" Terima kasih Dok..." ucap Fira dan dokter mengangguk dengan senyum.
Tirai kembali terbuka dan Jordan langsung mendekat ke Sella...
" Gimana sayang... Masih sakit ya? Mau pindah rumah sakit aja?" tanya Jordan sambil mengusap kepala Sella, sebenarnya Jordan sungguh tak tega melihat Sella yang kesakitan dan ini bukan rumah sakit biasa mereka memeriksakan kehamilannya.
" Gak usah... Aku udah gak sanggup lagi jalan lagi." jawab Sella pelan.
" Sayang... Mami pulang dulu ya, ambil perlengkapan kamu sama cucu Mami. Kabari Mami selalu ya... Nanti kalau Papi udah di sini, bilang dana Mami pulang sebentar." ucap Mami Irene mendekat ke Sella dan Sella hanya mengangguk sambil meringis karena kontraksinya kembali.
" Fira Mami titip Sella sebentar ya... Gak apa-apa kan?" ujar Mami Irene ke Fira yang sedang mengusap perut Sella.
" Iya Mami gak apa-apa..." jawab Fira dengan senyum.
__ADS_1
" Kalian pulang aja gak apa-apa, keponakan ku nanti mencari kalian." ujar Jordan tidak enak.
" Mereka sedang dirumah Oma Opanya jadi tenang saja, aku juga sudah menghubungi Mama Mira kalau Sella akan melahirkan dan menitipkan anak-anak di sana dulu." timpal Arlan, karena memang Arlan sudah menghubungi mertuanya.
" Ya sudah kalau begitu, Mami pulang dulu." tengah Mami Irene dan langsung berjalan keluar.
Arlan dan Jordan duduk di sofa, mereka sama-sama diam. Kalau Arlan kembali mengingat saat Fira akan melahirkan, bagaimana Fira kesakitan dan berakhir di operasi karena keadaan Fira yang semakin melemah. Sedangkan Jordan, pikirannya sudah sampai kemana-mana. Ketakutan di tinggalkan Sella semakin besar, bagaimana tidak... Kasus meninggal saat melahirkan sangat banyak. Jordan berdoa dalam hati semoga Sella dan anaknya selamat dan sehat.
" Kamu harus tenang, selalu berpikir semua akan baik-baik saja. Do'a jangan lupa..." ucap Arlan sambil menepuk bahu Jordan dan memecah lamunan Jordan.
" Iya... Thanks Bro udah nemenin di sini." ucap Jordan tulus.
Saat ini Sella sedang di temani Fira jalan-jalan di koridor rumah sakit untuk menambah pembukaannya. Meski sakit tapi Sella tetap melakukannya, karena ini saran dari perawat yang tadi memeriksanya lagi dan pembukaannya belum bertambah. Di kamar juga sudah ada gym ball, tapi Sella memilih berjalan-jalan agar bisa mengusir rasa bosannya.
" Kita udah jauh ni jalannya, balik kamar yuk. Nanti suami mu kecarian lagi. Pasti di kamar di sudah gelisah..." ucap Fira, karena mereka berdua sudah hampir sampai ke kantin rumah sakit.
Yang tadinya hanya berjalan-jalan di depan kamar saja, tiba-tiba Sella minta ke taman. Jadi lah mereka turun sampai ke lantai bawah dan tamannya bersebelahan dengan kantin.
" Mau pakai kursi roda aja?" tawar Fira karena Sella seperti sedang kesakitan lagi.
" Gak usah... Ayo." tolak Sella dan langsung menggandeng lengan Fira.
" Apa kemarin Lo sesakit ini saat melahirkan Ra?" tanya Sella saat mereka sedang berada di lift.
" Iya.. Kata Mas Arlan aku sampai pucat dan sudah lemas. Makanya dokter langsung menyuruh operasi, karena takut membahayakan ku dan bayi." jawab Fira, dan kembali cerit Arlan saat dirinya melahirkan.
" Ternyata begini ya perjuangan seorang ibu, apa Bunda ku dulu juga seperti ini saat melahirkan ku? Ah... Aku dulu selalu melawan saat Bunda menasehati ku." ujar Sella dan matanya sudah berkaca-kaca, mengingat dirinya dulu selalu berdebat dengan Bundanya.
" Bunda pasti melihat dari atas, anak bandelnya ini akan sudah mau melahirkan. Dulu Bunda cerewet karena kamu anak satu-satunya, itu ungkapan rasa sayangnya ke kamu. Bunda juga akan ikut bahagia di atas sana, jadi jangan lupa selalu do'a kan Ayah dan Bunda ya... " balas Fira, i memeluk Sella dan membuat Sella malah menangis.
Pintu lift terbuka dan membuat orang yang ada di depan lift kaget melihat Sella menangis di pelukan Fira...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
* Guys maaf ya kalau aku updatenya gak tiap hari, tapi aku usahakan tiap hari update. Thankyou ♡...
__ADS_1