
Suasana masih hening karena Sella belum juga membuka mulutnya dan Fira masih dengan setia menunggu. Ingin Fira memaksa Sella cerita, tapi rules pertemanan mereka tidak seperti itu. Salah satu akan menunggu sampai dari salah satu mau cerita.
Selama berteman dengan Sella, ini pertama kalinya Sella bersikap seperti ini. Entah apa yang membuat Sella seperti ini, apakah masih memikirkan Devin atau masalah lain.
Setelah menunggu beberapa lama, Sella mengangkat kepalanya dan pipinya sudah basah dengan air mata. Fira merentangkan tangannya dan Sella dengan cepat masuk ke pelukannya, tangisannya pun semakin pecah.
" Iya nangis aja gak apa-apa." ucap Fira sambil mengusap kepala dan punggung Sella.
Hingga beberapa saat Sella masih menangis di pelukan Fira. Karena terbawa suasana, Fira juga ikut meneteskan air mata. Ternyata bukan hanya Fira yang ikut larut dalam kesedihan Sella, baby Al yang awalnya tidur tiba-tiba ikut menangis. Mau tidak mau Fira harus melepaskan pelukannya dan langsung berjalan mendekati baby Al.
" Sssttttt.... kenapa sayang? Sudah lapar lagi atau pampers mu sudah penuh?" ucap Fira sambil mengangkat baby Al untuk di gendong.
Fira memberikan baby Al Asi dan baby Al langsung diam, ternyata baby Al lapar. Setelah baby Al kenyang, Fira juga mengganti popoknya. Sambil menggendong baby Al, Fira menelfon Lani untuk datang. Ibu dan anak itu mendekat ke Sella yang sedang melamun.
" Hai Aunty kenapa menangis? Udah kayak aku aja suka nangis." ucap Fira seolah-olah baby Al.
Sella tersadar dari lamunannya dan menatap baby Al, ia senyum tapi kemudian kembali air matanya menetes...
" YaTuhan... di dalam perut ku juga ada calon baby yang akan menggemaskan seperti dia." ucap Sella dalam hati saat ia tak lepas mengamati baby Al.
Pintu terdengar di ketuk dan Fira menyaut untuk masuk, ternyata yang datang adalah Lani bersama dengan satu staf lainnya.
" Ada apa mbak?" tanya Lani yang sudah berdiri di depan Sella dan Fira.
" Lani.. tolong jaga Al dulu ya. Aku ada yang diobrolin sama Sella, kebetulan dia baru aja bangun. Jangan di bawa kedepan, kalian di ruang istirahat aja." jawab Fira, kebetulan ruang istirahat karyawan bersih dan aman untuk baby.
" Bisa kan gendongnya? Dia baru aja aku ganti kok popoknya jadi tenang aja." ucap Fira lagi sambil memberikan baby Al untuk di gendong Lani.
" Ini gak ada yang perlu dibawa mbak? Mainannya mungkin?" tanya Lani saat baby Al sudah di gendongannya.
" Gak ada, dia belum bisa main juga. Paling bentar lagi di tidur lagi, jangan kalian tinggal kalau anak aku tidur." jawab Fira dan memperingati stafnya agar jangan meninggalkan baby Al saat tidur.
" Iya mbak.. kami keluar mbak." ujar Lani dan Fira mengangguk.
Fira kembali duduk di samping Sella yang sudah lebih tenang, meskipun matanya masih merah dan bengkak...
" Jadi... sudah bisa cerita belum?" tanya Fira menatap Sella.
" Aku bingung cerita dari mana.." ucap Sella akhirnya menjawab Fira.
" Ya senyamannya kamu aja mau cerita dari mana." Fira mengenggam tangan Sella seolah memberi kekuatan.
__ADS_1
" Aku..." hanya itu yang keluar dari mulut Sella dan seakan susah membuat kalimat.
" Aku apa? Cerita aja, apapun yang keluar dari mulut mu, aku tidak akan menjudge." ucap Fira, ia menguatkan genggamannya.
" Aku minta maaf... " ucap Sella pelan.
" Kenapa minta maaf? Kamu habis ngapain?" tanya Fira bingung.
" Sell... kenapa? Ayo cerita, siapa tau aku bisa bantu masalah mu." sambung Fira lagi karena Sella tak kunjung membuka mulutnya.
" Aku malu.." hanya itu yang diucapkan Sella dan membuat Fira mengernyitkan dahinya.
" Malu? Kenapa harus malu? Ada apa sih ini sebenarnya, cepat cerita." desak Fira karena ia sudah tak sabar.
Sella mengambil nafasnya dan membuangnya cepat sebelum memulai ceritanya. Rasanya kata-kata yang ada di otaknya susah sekali keluar dari mulutnya.
" Aku hamil. " ucap Sella sambil memejamkan mata, ia sungguh tak berani menatap Fira.
" APA? jangan bercanda... ini gak lucu." ucap Fira kaget, bahkan ia sampai berdiri sebentar lalu duduk lagi dengan lemas.
" Aku gak bercanda, saat ini aku sedang hamil...dia umur 3minggu." ujar Sella sambil memegang perutnya.
Fira menutup mulutnya, sungguh saat ini ia mau tak percaya dengan ucapan Sella. Tapi melihat Sella yang lagi-lagi meneteskan air mata membuat yakin jika ucapan Sella benar adanya.
" Jordan.." jawab Sella dengan pelan.
Mulut Fira kembali terbuka, di tambah matanya jug ikut terbuka lebar. Fira lupa semalam mimpi apa sampai pagi menjelang siang ini ia mendengar kabar yang sungguh-sungguh mengejutkan. Kepalanya juga tiba-tiba berdenyut...
" Kenapa bisa sama Jordan? Aku gak tau kalian sedekat itu." padahal Fira kira Sella tak akrab dengan Jordan, tapi ternyata ia salah.
" Panjang ceritanya..." hanya itu jawaban Sella.
" Cepat cerita... mau sepanjang apa juga aku bakal dengar." desak Fira, ia sungguh sudah tidak sabar.
Sella akhirnya menceritakan dari awal dan bagaimana bisa berakhir tidur dengan Jordan, ia bercerita sambil sesekali meneteskan air mata. Sungguh saat ini Sella sangat malu dengan Fira..
" Sudah aku bilang, kurangi kebiasaan minum mu itu. Biasanya minum sendiri kenapa punya ide ngajak minum orang? Terus Jordan gimana? Gak mau tanggung jawab? Kamu udah kasih tau dia belum?" cerocos Fira yang sudah seperti sedang mengomeli anak gadisnya.
" Dari awal dia sudah mau tanggung jawab, mau akh hamil atau tidak. Tapi akunya yang gak mau, sampai akhirnya ia mengikuti ku ke rumah sakit dan tau jika aku hamil, semakin dia ingin tanggung jawab. Orang tuanya juga sudah tahu... " jawab Sella sambil menunduk.
" Ya ampun Sella, rasanya aku ingin menggunduli rambut mu itu. Bisa-bisanya saat Jordan sudah mau tanggung jawab tapi malah kamu yang gak mau. Terus sekarang akhirnya kamu mau nikah sama Jordan." omel Fira lagi.
__ADS_1
" Sebenarnya aku juga gak mau nikah sama dia, kami masih bisa kan membesarkan bayi ini tanpa menikah." ujar Sella tanpa dosa dan membuat mulut Fira menganga lagi.
Secara reflek Fira memukul belakang kepala Sella, karena tak habis pikir dengan pemikiran Sella.
" Kalau ngomong yang benar, jangan ngelindur. Ini di Indonesia, bagaimana kata orang saat tahu kamu hamil tapi tidak dalam ikatan pernikahan." lagi-lagi Fira mengomel.
Setelah mengomel, Fira mendekat ke Sella dan memeluknya. Ia kembali mengelus punggung dan rambut Sella, kedua sahabat itu menangis bersama. Fira akan selalu di samping Sella apapun yang terjadi, ia juga tak marah dengan Sella. Semua ini terjadi memang karena keteledoran Sella dan Jordan, tapi bayi ini tak salah sedikit pun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo **🌹*