Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 24 Ibu komplek julid


__ADS_3

Sudah lama sekali Fai tidak berkunjung ke rumah orang tuanya.Apalagi saat ini semuanya berkumpul.


"Nanti malam kita bakar-bakar yaa,Mama tadi sudah beli daging sapi,daging ayam,sosis dan cemilan lainnya.Kita sudah lama kita berkumpul seperti ini."Ucap Mama Farah antusias.


"Waahh,mama sudah buat bumbu bakarannya ma?"Tanya Fai.


"Sudah dong,nanti ba'da magrib kita ke belakang yaa, sudah di siapkan sama Bi Minah."


"Pasti seru sekali."Ucap Fai.


"Mending sekarang kamu ajak Aska ke kamar Fai,biar bisa istirahat."


"Nanti saja ma,tuh mas Aska masih asyik ngobrol begitu."


Setelah melakukan kewajibannya,kini mereka semua berkumpul di halaman belakang.Aska tersenyum melihat istrinya terlihat begitu bahagia.


"Fai, sepertinya hubungan kamu dan Aska semakin dekat."Ucap Mita,kakak iparnya.Mereka sedang menyiapkan bahan-bahan yang akan di bakar.


"Iya mba, Alhamdulillah.Doain semoga pernikahan aku selalu bahagia ya."


"Alhamdulillah, kakak senang mendengarnya."


"Terima kasih ya kak, karena kakak waktu itu sudah menasehati aku.Aku dan Aska sudah menerima pernikahan ini,dan kami juga sudah saling mencintai."Ucap Fai hingga pipinya merona.


"Waaahh...Itu lebih bagus Fai.Jadi hubungan kalian semakin erat,apalagi ada anak di antara kalian."


"Sepertinya seru sekali sih lagi ngomongin apa nih."Tanya Kak Fathur.


"Ini urusan perempuan,kakak gak perlu tahu,dasar kepo."


"Dih gitu ya sekarang sama kakak."


"Udah sana bantuin mas Aska bakar-bakar,malah kesini."Usir Fai.


"Kakak gak mau jauh-jauh dari istri kakak."Sambil memeluk Mita dari belakang.


"Mas,malu iih."Ucap Mita memukul tangan suaminya.


"Dih dasar bucin."Fai mendelik.


Fai pun meninggalkan pasangan suami istri itu lalu menghampiri suaminya.


"Sini aku bantu mas,"


"Hati-hati ya panas."Jawab Aska.


"Aku bakar yang cemilannya saja yaa,kamu ayam sama ikannya,biar cepat selesai."Aska mengangguk.


Fai menyuapi Aska sosis sambil meniupnya agar tak panas.Membuat semua orang yang ada di sana tersenyum melihatnya.


"Bumbu bakarannya enak ya sayang."Ucap Aska.


"Iya mas, mama yang buat."


Setelah semuanya matang,mereka duduk lesehan dan mereka makan dengan di alasi daun pisang.Makanannya jadi terasa lebih nikmat.


"Makan yang banyak Aska,jangan malu-malu."Ucap Papa Alam.


"Iya Pa,"


Mereka pun makan dengan lahap, sesekali Aska menyuapi Fai begitupun sebaliknya.


"Duh so sweet nya pengantin baru,makan suap-suapan."Sindir Fathur.


"Sirik aja sih kak,makanya mba Mita nya di siapin tuh.Masa mintanya di suapin Mulu."


"Mba kamu aja yang gak mau,malu katanya."Sambil menaikturunkan alisnya.

__ADS_1


"Apaan,kamu nya aja yang gak suapin aku,dari tadi asyik makan sendiri."


"Tuch dengerin kak,mba Mita ngode minta di suapin."


"Nich aaa sayang,"Ucap Fathur sambil menyodorkan tangannya yang penuh dengan makanan.


"Ya ampun mas,niat gak sih suapin aku masa banyak gitu."Mita cemberut.Membuat semuanya tertawa.


"Ya sudah kalau gak mau,"Dengan teganya langsung melahap makanan yang tadi di sodorkan ke mulut Mita.


"Kakak kamu memang begitu Fai,gak ada romantis romantisnya jadi suami."


Mereka pun memakan makanannya sambil mengobrol santai sesekali tertawa terdengar,apalagi melihat tingkah kemal anak Fathur dan Mita yang begitu menggemaskan.


Selesai makan,mereka pindah duduk di ruang tengah.Fai dan Aska mengajak becanda kemal,hingga kemal si bayi gembul yang sebentar lagi genap satu tahun itu tertawa terbahak-bahak.


"Fai,Aska kalian gak ada niatan mau bulan madu?"Tanya Papa Alam.


"Rencana sih sudah ada Pa,tapi kami masih mengatur waktu yang tepat."Ucap Aska.


"Tapi Fai gak mau jauh-jauh bulan madunya cukup di dalam negeri saja."Fai menimpali.


"Lho kenapa Fai?"Tanya Mama Farah.


"Di dalam negeri juga banyak Ma tempat yang cocok buat bulan madu."


"Kalian sudah cocok punya anak,tapi kalian tidak menundanya kan?"Tanya Papa Alam.


"Gak Pa,kami gak menundanya kok."Jawab Aska.


"Semoga kalian cepat dapat momongan yaa."Semua mengamini.


Kemal mulai menangis sepertinya bayi gembul itu sudah lelah bermain.


"Kemal sudah ngantuk itu sayang,"Ucap Fathur.


"Fathur nyusul Mita sama kemal yaa."Fathur segera pergi.


"Ya sudah kalian juga lebih baik istirahat juga,Mama dan Papa juga mau tidur."


Fai dan Aska pun masuk kamar,Fai lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.Sedangkan Aska sudah merebahkan dirinya di atas ranjang, menyandarkan tubuhnya di headboard.Menunggu Fai sambil memainkan ponselnya.


Pintu kamar mandi terbuka,Aska langsung menoleh.Rupanya Fai sudah mengganti bajunya dengan baju tidur.


"Kenapa bajunya seperti itu sayang."Aska tak terima karena Fai memakai baju tidur yang model setelan.


"Aku tidak membawa baju tidur yang kurang bahan itu mas."


"Kamu menyusahkan aku saja."Aska berdecak.


"Menyusahkan apa sih mas."Fai tak mengerti.


"Baju kamu menyusahkan aku nanti saat beraksi,lagian kenapa gak di bawa satu sih.Kamu pasti sengaja kan."Aska lalu menarik Fai hingga Fai terduduk di pangkuannya.Mulai menciumi leher Fai.


"Mas."Ucap Fai lirih.


"Mas ingin kamu Fai."Ucap Aska dengan suara berat.


"Bukannya sebelum kesini sudah yaa."


"Beda sayang,kita kan belum pernah melakukannya di kamarmu."Tangan Aska sudah aktif kemana-mana.


Mereka pun menikmati malam yang panas pertama kalinya mereka lakukan di kamar Fai.


"Semoga cepat ada di perut mama ya"Ucap Aska setelah kegiatan panas mereka selesai dan sambil mengelus-elus perut rata Fai.Fai hanya tersenyum.


Keesokan harinya,Aska dan Fai lari pagi di sekitaran komplek rumah orangtuanya.

__ADS_1


Lalu duduk di taman yang ada di ujung komplek untuk istirahat sebelum mereka pulang.


"Ternyata di komplek ini ada tamannya ya sayang."


"Iya mas, walaupun tidak terlalu besar tapi lumayan buat tempat santai orang-orang yang ada di perumahan ini."


"Ada tempat bermain anak-anak juga yaa,wah nanti kalau kita sudah punya anak enak nih weekend nya disini."Aska antusias.


"Aamiin,semoga secepatnya dia hadir disini ya mas."Ucap Fai mengelus perutnya sendiri.


Setelah di rasa cukup beristirahat Fai dan Aska memutuskan untuk pulang.Saat di jalan ada ibu-ibu yang sedang mengelilingi tukang sayur.


"Itu kan si Fai anaknya Bu Farah,"Ucap salah satu ibu-ibu itu yang paling julid.


"Oh iya benar, sepertinya setelah menikah baru kali ini dia datang ke rumah orangtuanya."Sahut yang lain.


"Sepertinya begitu,tapi tau gak ibu-ibu ternyata Fai itu menikah karena di jodohkan lho terus suaminya itu dulunya seorang duda."Semua orang yang ada di sana kaget.


Langkah Fai dan Aska semakin mendekati ibu-ibu itu,dan sudah terdengar kasak kusuk.Fai dan Aska diam mendengarkan,Fai merasa dirinya lah yang jadi omongan ibu-ibu komplek.


"Yang benar Bu?"Tanya yang lain karena tak percaya.


"Benar dong,masa saya bohong,saya dapat informasi ini dari orang terdekat Bu Farah."


Deg...


Ternyata benar mereka membicarakan dirinya.Ibu-ibu tersebut tak menyadari jika Aska dan Fai sudah berdiri tak jauh dari mereka dan masih mendengar ucapan mereka.


"Kok tega ya Bu Farah menjodohkan anaknya dengan duda.Padahal Fai kan masih gadis."


"Iya,saya yakin Bu Farah menjodohkan Fai dengan duda pasti karena lelaki itu lebih kaya.Ya bisa di bilang kalau Bu Farah menjual anaknya demi uang."Fai yang mendengar ibunya di jelekkan tak terima lalu menghampiri ibu-ibu tersebut.


"Jaga ucapan ibu,mama saya tidak pernah menjual saya demi uang.Memangnya kenapa kalau suami saya dulunya duda? masalah buat ibu-ibu semua?"Ucap Fai penuh emosi,semua ibu-ibu disana langsung diam.


"Kenapa semuanya diam,tadi saja pada heboh membicarakan saya.Daripada mengurusi hidup saya lebih baik kalian urusi anak gadis kalian.Saya lebih baik menikah dengan duda dari pada menikah dengan cara merebut suami orang,permisi."Lalu Fai berlalu meninggalkan ibu-ibu tersebut.


Deg...


Ada yang merasa tersentil di antara mereka, karena anaknya ada yang menjadi istri kedua,bahkan ada juga di antaranya anaknya menikah dari hasil merebut suami orang.


Aska di tinggal begitu saja oleh Fai.Aska pun menghampiri ibu-ibu tersebut.


"Suami kalian Bekerja di Bramasta Group?"Tanya Aska dingin.


"Iya suami kami semua kerja di Bramasta Group, memangnya kenapa?Kamu pasti iri bukan."Jawab salah satu ibu tersebut dengan angkuh.


Tiba-tiba suami dari salah satu ibu tersebut datang menghampiri.


"Ma,kenapa lama sekali belanjanya"Tanya si suami.


"Pak Aska ada disini?"Tanyanya kaget karena melihat atasannya ada di kompleknya.


"Besok anda dan suami ibu-ibu semua yang ada disini menghadap saya,saya tunggu di ruangan."Ucap Aska lalu berlalu pergi dan menyusul Fai yang sudah jalan lebih dulu.


"Ma,ada apa ini?kenapa pak Aska kelihatannya marah begitu."Tanya si suami gusar.


"Memangnya Papa kenal sama dia?"


"Ya kenal lah Ma,Pak Aska itu CEO di kantor Papa.Jangan bilang kalau mama membuat masalah."Ibu-ibu yang ada disana kaget.


"Dia itu suaminya Fai Pa,anaknya Bu Farah masa atasan papa di kantor, tampilannya saja begitu,yakin kalau dia CEO di Bramasta Group?"


"Sudah Papa bilang,Pak Aska itu atasan papa di kantor.Kalau mama membuat masalah tamat sudah karier Papa."


Aska tahu kalau semua orang yang ada disini bekerja di perusahaan nya karena dia pernah melihat data-data karyawannya.


"Gimana nih ibu-ibu?"Mereka semua ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2