Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 38 Mudah berubah


__ADS_3

Setelah selesai makan malam,Aska mengajak Fai pergi ke supermarket untuk membeli susu hamil.Para orang tua sudah lebih dulu pulang.


"Kamu mau rasa apa sayang?"Kini mereka sudah berada di bagian susu hamil.


"Mau rasa coklat,mangga sama strawberry mas."


"Yang Vanilla gak mau?"


"Gak mas,aku gak suka susu putih gitu."


Bara pun mengambil tiga kotak setiap rasanya.


"Segini cukup?"


"Cukup mas,nanti kalau habis gampang beli lagi."Aska mengangguk.


"Kamu mau beli apa lagi?"


"Beli es krim boleh?"


"Boleh tapi jangan banyak-banyak yaa."Fai langsung antusias menuju box es krim.


Setelah membeli susu hamil dan beberapa kebutuhan Aska dan Fai pun pulang.Di dalam mobil Fai sangat menikmati es krim yang di belinya tadi.


"Kamu mau mas?"Tanya Fai sambil melihat ke arah Aska.


"Boleh,suapi aku."Ucap Aska sambil sesekali melihat ke arah Fai,Fai dengan senang hati menyuapi suaminya.


"Habis ini mau kemana?"


"Pulang saja deh mas,sudah malam juga."Aska mengangguk.


Mereka pun sampai di rumah,Aska dan Fai langsung naik ke lantai atas karena keadaan rumah sudah sepi.


"Mas bahagia sekali sayang kamu hamil, akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi Papa."Kini Fai dan Aska sudah berada di ranjang, Posisi Aska kini sedang mengelus dan menciumi perut Fai yang masih rata.


"Aku juga bahagia mas akhirnya aku hamil juga hal aku inginkan kini terjadi juga."Fai mengelus kepala Aska yang berada di atas perutnya.


"Sehat-sehat ya anak Papa,Papa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kamu."

__ADS_1


"Masih lama mas,"


"Besok kita ke dokter ya periksa kehamilan kamu.Mas juga mau lihat perkembangan anak Papa ini."


"Bertemu dokter Nadya lagi?temen SMA kamu itu?"Fai berhenti Mengelus rambut Aska.


"Iya sayang,emang kenapa?"


"Kamu senang kan pasti bertemu teman kamu itu lagi."Fai sewot,Aska mendongak melihat Fai.


"Kamu cemburu?"


"Tau ahh,awas mas kamu berat."Fai mendorong Aska.


"Sayang,dia hanya teman aku.Aku sama Nadya gak hubungan apa-apa.Kami hanya berteman baik."


"Mana ada cewek sama cowok itu berteman baik gak ada mas.Pasti salah satu di antara kalian ada yang mempunyai rasa suka."


"Tapi itu kenyataannya sayang,aku gak pernah ada rasa sama Nadya."


"Berarti Nadya yang ada rasa sama kamu mas."Fai semakin emosi.


"Mana mungkin dia ngaku mas,awas jangan dekat-dekat aku mau tidur."Fai langsung membelakangi Aska dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.


"Sayang.."Aska mendekati Fai dan memeluknya.


"Jangan ganggu aku mas,aku ngantuk mau tidur.Jangan dekat-dekat juga aku gak mau di peluk sama kamu."Aska pun mundur menjauh tak memeluk Fai.


"Beneran deh aku gak pernah ada rasa sama Nadya."


"Gak usah sebut namanya,bisa gak sih.Jauh-jauh dari aku."Fai berbalik menatap garang Aska.Mau tak mau Aska pun tak jadi Memeluk Fai.


"Ya sudah kalau begitu aku ke ruang kerja dulu ya,masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan."Fai tak menjawab,Aska pun keluar dari dalam kamar dengan perasaan bingung.


Sebelum ke ruang kerja,Aska ke dapur dahulu untuk membuat kopi agar tidak mengantuk.Rupanya ada sang Mama yang sedang membuat susu.


"Kamu sudah pulang Aska, Fai sudah tidur?"Tanya sang Mama tanpa melihat ke arah Aska yang wajahnya kusut.


"Fai di kamar ma,dia ngambek karena besok aku ajak dia cek kehamilan tempat Nadya."

__ADS_1


"Lho kok malah ngambek di ajak cek kehamilan,Fai gak mau cek kehamilannya?"Tanya Mama Nita bingung.


"Bukannya gak mau Ma,tapi dia marah karena aku berteman dekat dengan Nadya, Fai cemburu Ma karena dulu aku dekat dengan Nadya.Sudah aku jelaskan Kalau aku dan Nadya tidak ada perasaan apa-apa.Fai tetap marah sama aku.Padahal Sebelumnya Fai biasa saja waktu bertemu dengan Nadya."Mama Nita tersenyum mendengar curhatan anaknya.


"Kamu harap maklum Aska kalau sikap Fai tiba-tiba sering berubah.Kadang dia manja sama kamu kadang tiba-tiba marah gak jelas seperti sekarang.Itu karena efek hormon ibu hamil yang mengakibatkan emosi pada ibu hamil yang Fai alami.Jadi sebagai suami kamu harus sabar menghadapi sikap Fai yang sering berubah-ubah."Aska sekarang paham kenapa Fai tiba-tiba begini.


Sementara di dalam kamar, Fai justru uring-uringan karena Aska tak mau membujuknya lebih lama.Dirinya yang memang mengantuk jadi tidak bisa tidur karena tidak di peluk oleh Aska karena dirinya yang ngambek.


"Mas Aska mana sih,kenapa gak masuk ke kamar lagi.Kenapa dia gak mau bujuk aku lebih lama lagi,nyebelin kamu mas."Fai terus saja menggerutu.


Setelah mengobrol dengan Mama Nita,Aska masuk ke ruangan kerja yang berada di samping kamarnya dengan membawa segelas kopi.Aska fokus mengerjakan pekerjaannya yang memang belum selesai,yang di kirimkan oleh Roy melalui email.


Kembali ke kamar,Fai berguling kesana kemari lalu duduk lalu berbaring lagi.Dirinya benar-benar tidak bisa tidur karena tidak ada Aska yang memeluknya.Akhirya Fai bangun dari tidurnya lagi dan keluar untuk mencari Aska.


"Mas Aska tadi bilang mau ke ruang kerja berarti mas Aska disana."Fai membuka pintu kamarnya menuju ruang kerja Aska.


"Mas Aska..."Panggil Fai sambil mengetuk pintu.


"Iya sayang,masuk saja."Sahut Aska dari dalam.Fai pun masuk ke dalam ruang kerja Aska.


"Mas,kamu masih sibuk."Fai semakin mendekati Aska yang sedang fokus di mejanya.


"Sebentar lagi selesai,kok kamu belum tidur?aku kira kamu sudah tidur."Aska menepuk pahanya agar Fai duduk.Fai pun menurut dan duduk di paha Aska.


"Gak bisa tidur mas,gak ada kamu yang peluk aku."Ucap Fai manja lalu memeluk Aska menghirup dalam-dalam aroma tubuh Aska.


Aska tersenyum mendengarnya,benar kata Mamanya tadi jika hormon ibu hamil mengakibatkan perubahan sikap Fai.Buktinya tadi Fai marah-marah lalu sekarang bermanja-manja.


"Maaf ya sayang,ada yang harus aku selesaikan jadi aku tinggalin kamu deh.Gak bisa tidur yaa,ya sudah disini dulu sebentar lagi aku selesai."Fai mengangguk,dan semakin mengeratkan pelukannya pada Aska.


Setelah itu Fai ingin bangkit dari duduknya,tapi di tahan oleh Aska.


"Mau kemana?"


"Aku nunggu di sofa saja,kalau disini nanti ganggu kamu kerja lagi."


"Gak apa-apa,disini saja.Mas gak keganggu kok."Fai pun tak jadi bangun.


Aska benar-benar tak merasa terganggu dengan Fai yang duduk di pangkuannya.Setengah jam berlalu,Aska sudah menyelesaikan pekerjaannya.Di tatapnya istrinya yang ada di pangkuannya, rupanya Fai sudah tertidur.Aska pun menciumi pucuk kepala Fai,lalu dengan pelan menggendong Fai kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2