Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 93


__ADS_3

Badan terasa lelah, Fira dan keluarga baru saja sampai di Villa. Abi bahkan sudah tidur selama diperjalanan pulang tadi dan sekarang di di gendong Abinya untuk masuk ke dalam Villa. Untung saja tadi sebelum tidur di mobil, Abi sudah di gantikan bajunya. Jadi tidak perlu ganti baju lagi...


Malam ini Abi akan tidur di kamarnya kemarin dengan di temani pengasuhnya. Sebelum membersihkan diri, Fira terlebih dulu menemani Abi. Karena Fira menyuruh Sus Rahma mandi dulu, baru setelah itu gantian dia yang akan mandi.


" Maaf ya Buk lama..." ucap Sus Rahma saat ia kembali dari kamar mandi.


" Gak apa-apa Sus... ya udah saya tinggal ya. Tidur di ranjang, jangan di sofa. Awas aja kalau tidur di sofa.!" ujar Fira, soalnya malam sebelumnya Fira tak sengaja melihat Sus Rahma tidurnya di sofa saat ia ke dapur mengambil minum.


" Tapi Buk..." belum selesai ngomong sudah di potong Fira.


" Gak ada tapi-tapian...tolong ya Sus, saya capek. Jangan sampai saya di sini nungguin Sus tidur." potong Fira.


" Iya.. Baik Buk. Saya bakal tidur di ranjang." jawab Sus Rahma, sebenarnya ia sungguh tak enak satu ranjang dengan bos kecilnya.


Fira mengacungkan jempolnya lalu berjalan menuju kamarnya. Sus Rahma sangat merasa beruntung memiliki bos seperti Fira dan keluarga. Karena Sus Rahma tak pernah merasakan di beda-bedakan antara pekerja dan majikan. Makan juga satu meja dan di suruh memilih makanan yang di inginkan.


Keadaan Villa sangat sepi, kedua orang tuanya sudah masuk kamar kemungkinan juga sudah tidur karena kelelahan...


Karena sudah lengket seluruh badannya, Fira tak kepikiran lagi untuk ke kamar Sella untuk mengecek apakah Sella sudah pulang atau belum, tadi suaminya bilang kalau akan bertemu dengan kenalannya di antar Jordan. Mendengar itu, Fira pun heran. Secepat itu kah Sella dan Jordan dekat dan akrab.


" Sayang udah selesai mandi?" tanya Fira saat baru memasuki kamar.


" Baru aja.. Mandi gih, airnya udah aku siapin. Hati-hati ya licin." jawab Arlan yang sedang duduk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Fira berjalan ke arah suaminya dan langsung mengecup bibir Arlan sekilas.." Makasih ya sayang udah di siapin airnya. " ucap Fira lalu berlalu begitu saja meninggalkan Arlan yang sedikit shock.


Akhir-akhir ini Arlan pikir Fira sedikit berbeda, Fira sudah sangat lancar memanggilnya sayang. Tak segan memberikan kecupan-kecupan saat Arlan berbuat manis dan sudah jarang ngambek...


" Mas.. Jordan sama Sella belum pulang ya? Kemana sih mereka?" tanya Fira tiba-tiba saat Arlan sedang bermain HPnya.


" Eh udah ya mandinya...sayang gak berendam? Ini aku lagi tanya Jordan, katanya gak usah nunggu. Sella aman sama dia sayang, jangan khawatir. Sini sayang... Aku pijat kakinya. Pasti capek kan?" ujar Arlan, ia juga menepuk ranjang sampingnya yang kosong.


Fira menurut dan langsung naik ke ranjang lalu berbaring. Arlan langsung duduk didekat kaki Fira, ia berniat memijat kaki istrinya dan sudah membawa lotion milik Fira.


" Makasih sayang... tau aja kalau kaki aku pegal." ucap Fira saat Arlan sudah mulai memijat kakinya.


" Sama-sama sayang... Ya tau dong sayang, seharian ini kamu mondar-mandir ngikutin Abi." meskipun sudah ada pengasuh, Fira tak pernah serta merta melepas Abi dengan pengasuhnya. Pasti ia akan memantau dari jauh. Beruntungnya Arlan yang mempunyai istri seperti Fira, Fira tak berubah sedikitpun dari awal mereka menikah.


" Kok kamu keramas sih sayang udah malam juga." ucap Arlan baru sadar rambut Fira masih setengah basah.


" Gerah tau Mas kalau gak keramas. Ini udah aku keringin pakek hairdryer kok, cuma karena tangan aku udah pegel jadi gak semua kering. Gak apa-apa nanti juga kering sendiri." jawab Fira, ia mengambil HPnya dan berniat menghubungi Sella.


" Udah sayang... Sella aman sama Jordan. Aku yang jamin.." ucap Arlan, ia tahu pasti Fira mencoba menghubungi Sella.


Tadi di telfon, Jordan sudah menjelaskan sedikit kalau Sella bertemu dengan Devin yang sedang bersama gadis lain. Dan itu membuat Sella memutuskan Devin saat itu juga. Jordan juga bilang, saat ini Sella ingin menenangkan diri. Karena kalau pulang sekarang Fira akan tahu dan mencoba mencari Devin malam ini juga sampai ketemu. Itu yang Jordan katakan saat telfon singkat tadi.

__ADS_1


" Tapi aku khawatir Mas... Coba Mas telfon Jordan. Dia kan lagi sama Sella, aku mau ngomong sama dia. Firasat aku dia lagi gak baik-baik aja" pinta Fira, ia sungguh tiba-tiba punya firasat kalau Sella sedang tidak baik-baik saja apalagi nomornya tidak aktif.


" Udah pijatnya... Ayo telfon Jordan." pinta Fira lagi karena Arlan malah diam saja.


" Aduh bagaimana ini... Semoga saja Jordan tidak mengangkat telfonnya, atau semoga nomornya tidak bisa di hubungi." ucap Arlan dalam hati.


Arlan sudah duduk di samping Fira, ia mengambil HPnya dan mencoba menelfon Jordan. Fira terlihat tidak sabar karena telfonnya tak kunjung diangkat. Jangankan di angkat, menyambung saja tidak. Dan dalam hati Arlan ia bersorak, bukan senang yang bahagia atau tidak peduli pada Sella tapi saat ini ia juga bingung. Jika Fira tahu kondisi Sella, maka di pastikan Fira akan minta keluar mencari Sella atau bahkan Devin sekaligus.


" Gak bisa sayang, sepertinya baterai orang itu habis. Tadi Jordan sudah bilang kalau akan pulang sedikit larut. Aku jamin sayang, kalau pun Sella sedang tidak baik-baik saja tenang saja, ada Jordan yang sudah aku minta menjaga dan menemani Sella. " Arlan mencoba menenangkan Fira dan semoga berhasil.


" Besok pas sayang bangun tidur, Sella juga sudah ada." sambung Arlan lagi.


" Ya semoga saja Mas... Aku ajak dia kesini agar sedikit menghilangkan kegalauannya. Agar dia bisa seperti dulu yang selalu semangat. Aku gak mau dia larut-larut sedih memikirkan Devin yang entah memikirkannya atau tidak." Fira mengeluarkan semua keluh kesahnya tentang Sella. Sebegitu sayangnya Fira terhadap Sella.


" Iya sayang... Mas yakin dia baik-baik saja dan kamu juga harus mikir kalau Sella baik-baik saja. Oke... " ujar Arlan dan Fira mengangguk paham.


" Ya sudah kamu tidur dulu, Mas akan terus mencoba menghubungi mereka." ucap Arlan lagi dan Fira juga menurut.


Pasutri itu berbaring, Fira tidur berbantal lengan Arlan. Arlan juga dengan lembut mengelus kepala Fira agar Fira cepat tertidur. Dan benar saja, belum ada 10menit dengkuran halus Fira sudah terdengar. Dengan menggunakan tangan satu, Arlan mengirim pesan ke Jordan agar tetap pulang malam ini meskipun larut.


*******


Saat ini jam sudah menunjukan pukul 11 malam, tapi Sella masih betah duduk sendiri di pasir tepi pantai dan kebetulan ada bulan menemani kegalauannya. Matanya lurus kedepan dan air matanya sesekali menetes. Saat ini yang ia pikirkan adalah betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia selama berhubungan dengan Devin.


Banyak kenangan selama kurang lebih 5 tahun kebersamaannya dengan Devin. Laki-laki yang selalu memberi kebahagiaan, tak pernah ia bayangkan akan mengkhianatinya. Mungkin tadi Devin bilang kalau tidak berselingkuh, tapi apa yang Sella lihat menunjukan seperti orang yang tidak memiliki kekasih. Berpelukan dan mencium pipi gadis lain apakah bukan selingkuh namanya? Bagi Sella itu sudah berselingkuh dan ia tak bisa mentolerir itu.


Jika ada yang bertanya apakah Sella sendiri disitu sendiri? Maka jawabannya adalah tidak. Karena Jordan dengan setia menemani Sella dari tadi. Ia menemani dari jauh dan masih dalam pandangannya. Pergi sedetik pun tidak... Jordan tidak mau Sella melakukan hal yang tidak di inginkan. Soalnya saat ini sedang di pinggir pantai.


Karena malam semakin larut, akhirnya Jordan dengan perlahan mendekati Sella untuk mengajaknya pulang. Ini sudah terlalu lama untuk duduk di tepi pantai. Apa lagi dari tadi Sella belum makan dan Jordan takut kalau Sella masuk angin.


"Ekheem.." Jordan berdeham memecah lamunan Sella dan Sella menoleh.


" Masih mau di sini?" tanya Jordan. Ia lalu duduk di samping Fira dengan jarak tipis.


" Pasti Fira nyariin ya..." ucap Sella setelah menghapus air matanya yang ada di pipi.


" Iya... Ayo pulang, besok aku temani lagi kalau mau." Jordan mencoba mengajak Sella pulang.


" Maaf ya aku malah menganggu liburan mu." ucap Sella tak enak dan menatap Jordan yang ada di sampingnya.


" Santai saja... Ini juga termasuk liburan. Tapi sepertinya aku sudah masuk angin, dari tadi aku sudah terkentut-kentut." ujar Jordan bohong, itu hanya akal-akalan dia. Siapa tau bisa membuat Sella sedikit lebih baik.


" Hahaha... Maaf ya, ayo kita pulang ayo." Jordan menatap Sella yang sudah berdiri sambil tertawa. Ternyata gurauannya berhasil pikirnya.


" Sudah lebih baik?" tanya Jordan saat ia sudah berdiri juga.

__ADS_1


" Iya... Terima kasih ya." ucap Sella tulus dengan senyum dan Jordan juga mengangguk.


Jordan dan Sella berjalan beriringan menuju mobil. Tadi Jordan sempat menawari apakah mau mampir makan dulu tapi Sell tidak mau dan ingin langsung pulang saja. Tenang saja, Jordan tadi sudah makan bakso yang kebetulan lewat saat ia menunggu Sella di pinggir jalan. Karena perutnya sudah perih maka ia membelinya tanpa menawari Sella mau atau tidak. Sudah di pastikan jawabannya tidak mau... ya maklum saja lah. Orang lagi patah hati kan memang tidak doyan makan.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo 🌹😘****

__ADS_1


__ADS_2