Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 125


__ADS_3

Di boutique semua staff jadi kelimpungan, itu di karenakan Fira dan Sella tak masuk. Fira yang sedang sakit, dan Sella yang sedang pergi ke Jerman mengunjungi kakak iparnya yang melahirkan. Costumer ada yang datang menanyakan design gaun yang di pesan tapi tak bisa melihat designnya, karena yang mendesign hanya Fira dan Sella.


" Maaf ya Kak, Mbak Fira sedang sakit dan Mbak Sella sedang cuti. Jadi kami belum bisa memperlihatkan designnya. Sekali lagi mohon maaf ya Kak.." ucap Lani memberikan penjelasan ke customer.


" Mbak Fira sakit apa Mbak? Wah kira-kira gaun saya bisa tepat waktu gak ya Mbak?" tanya customer itu.


" Kami usahakan selesai tepat waktu Kak, kami sudah info ke Mbak Sella. Kemungkinan Mbak Sella akan menghubungi Kakaknya dan menanyakan detail gaun seperti apa yang Kakak mau. Kami juga sudah kirimkan catatan sewaktu Kakak bilang ke Mbak Fira. " ujar Lani, ia memang sudah menghubungi Sella dan memberi tahu kalau Fira masuk rumah sakit. Dan Lani juga bilang kalau ada gambar design yang sudah di tanyakan customer.


" Ya sudah kalau begitu, titip salam dan semoga Mbak Fira cepat sembuh Mbak." ucap customer lagi sebelum pergi.


" Terima kasih Kak, nanti kami sampaikan." balas Lani dengan ramah.


Baru saja Lani duduk karena dari tadi melayani costumer yang datang, tiba-tiba pintu kembali terbuka. Lani kira ada customer lagi, tapi ternyata yang datang adalah Arlan.


" Ramai ya Lan?" tanya Arlan, ketika melihat Lani seperti sedang kelelahan.


" Iya... Itu masih ada di dalam yang lagi fitting. Mbak Fira gimana Pak?" jawab Lani dan tak lupa menanyakan keadaan Fira. Semalam ia pulang setelah Fira sudah sadar.


" Udah enakkan katanya tadi, saya naik dulu. Mau ambil tas sama HP si bos cantik." jawab Arlan dan langsung naik ke lantai dua.


" Ada HP nya Pak?" tanya Lani saat melihat Arlan turun tangga.


" Ada nih..." jawab Arlan sambil menunjukkan HP Fira.


" Salah satu dari kalian beli makan siang, ini uangnya. Tutupnya jangan malam-malam, sore aja kalian pulang. Sudah ya saya pergi dulu.. " ujar Arlan dan memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu untuk membeli makan siang semua staff Fira.


" Makasih Pak... Salam buat Mbak Fira ya." ucap Lani sedikit berteriak, karena Arlan sudah berjalan ke mobil.

__ADS_1


Karena jam sudah mau makan siang, jadi Lani menyuruh salah satu temannya untuk membeli makan di dekat boutique saja. Seluruh karyawan Fira sangat bersyukur karena mempunyai Bos sebaik Fira dan Arlan yang selalu memikirkan hal-hal kecil untuk karyawannya.



Dibelahan bumi lainnya..


HP Sella berdering, itu adalah telfon dari Lani. Di Indonesia memang sudah pagi tapi saat ini di Jerman masih malam pagi buta dan Sella masih nyenyak tidur. Beberapa kali, Sella diamkan tapi dering ponselnya tak kunjung berhenti.


" Siapa sih sayang yang nelfon jam segini?" tanya Jordan dengan mata tertutup dan memeluk Sella dengan erat.


Sella mencoba melepaskan tangan Jordan yang ada di perutnya, tapi bukannya lepas, Jordan semakin erat memeluknya.


" Lepas dulu dong... Sakit perutnya. Kamu mau anak kamu kenapa-kenapa?" ucap Sella, sebenarnya dirinya masih agak kurang nyaman skinship dengan Jordan.


" Hah... Maaf. Maaf ya anak Papa... Lagian kamu mau kemana? Ini masih gelap lho...." Jordan bangun dan langsung meminta maaf ke anaknya dengan mengusap perut Sella.


" Mau angkat telfon." jawab Sella dan langsung melepaskan diri di saat Jordan lengah.


" Siapa yang telfon jam segini? Ganggu orang istirahat aja." tanya Jordan penasaran, karena Sella diam saja. Dan terakhirnya dia mengomel karena tidurnya jadi terganggu.


" Lani." jawab Sella singkat, ia berjalan ke sofa yang ada di kamar itu dan mencoba menghubungi Lani.


Cukup lama Lani menjawab telfon Sella, sampai ketiga kali Sella menelfon baru lah Lani mengangkatnya.


" Hallo Mbak... Maaf aku mengganggu, aku lupa kalau di sana masih malam." ucap Lani langsung ketika menjawab telfonnya.


" Ya gak papa..." jawab Sella dan membuat Jordan melotot.

__ADS_1


" Bagaimana dia bisa bilang gak apa-apa, padahal tidur ku dan dia terganggu." Jordan mengomel dalam hati sambil terus menatap Sella.


"Ada apa? Apa ada masalah di boutique?" tanya Sella dan ia mengalihkan pandangan kerena Jordan menatapnya dan terlihat kesal.


" Iya Mbak... Mbak Fira kemarin pingsan dan masuk rumah sakit. Terus hari ini ada beberapa costumer yang menanyakan design gaunnya. Ada yang Mbak Fira kerjakan, terus ada yang sudah puas dan ada yang minta revis. Terus ada yang sama sekali belum di buat, ada yang marah tadi dan membatalkannya, tapi ada juga yang memaklumi. Gimana ini Mbak? " jelas Lani dan Sella tebak dari suaranya pasti Lani sebentar lagi menangis.


" Banyak yang belum di buat?" tanya Sella, ia sebisa mungkin tenang agar Lani tak semakin panik.


" Ya ada beberapa Mbak, aku lupa. Akan aku kirim listnya ya. Sebenarnya aku tidak enak sama Mbak dan Pak Jordan, kalian sedang liburan tapi aku malah merusak liburan kalian." ucap Lani, ia sebenarnya tak mau mengganggu Sella yang sedang liburan, tapi mau bagaimana lagi.


" Sudah di bilang tidak apa-apa. Cepat kirim list jumlah yang harus di revisi, yang belum di buat designnya dan yang membatalkan. Aku usahakan pulang malam ini, kabari terus soal Fira ya." balas Sella, saat ini ia sudah memangku laptopnya.


" Iya Mbak... Sekarang ini aku kirim semuanya. Aku tutup ya Mbak.. " ujar Lani dan telfon terputus.


" Kamu apa-apaan? Malam ini pulang? Gak minta pendapat aku?" tanya Jordan tiba-tiba, Sella kira Jordan yang berbaring kembali tidur. Rupanya Jordan menguping pembicaraan Sella dan Lani.


" Iya... Aku akan pulang, boutique lagi repot karena Fira masuk rumah sakit. Kalau kamu masih mau di sini gak apa-apa." jawab Sella santai dan sambil mengetik sesuatu di laptopnya.


" Aku suami kamu, kalau aku gak kasih izin kamu pulang malam ini... kamu tetap akan pulang?" ujar Jordan lagi, saat ini Jordan sudah berdiri di depan Sella.


" Alasannya apa kamu gak kasih izin?" Sella malah bertanya balik dan mendongak menatap Jordan.


" Kita udah sepakat di sini sampai akhir bulan, dan kita di sini beru dua minggu. Artinya masih ada dua minggu lagi waktu kita di sini. Kamu gak suka dekat sama keluargaku?" balas Jordan, sebenarnya saat ini Jordan sudah sedikit emosi.


" Kalau boutique tidak kacau, aku juga gak protes kan mau di sini berapa lama? Gak usah bawa-bawa keluarga kamu dalam pembicaraan kita ini." timpal Sella, kemudian ia beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk keluar kamar.


Daripada berakhir ribut dengan Jordan, Sella mengalah dan memilih untuk menjauh dulu. Mungkin nanti ia akan bicara lagi dengan Jordan dan mencari solusinya. Untuk saat ini ia akan menghandle boutique dari Jerman dulu. Tapi kalau memang di haruskan pulang, maka ia akan pulang walaupun harus bersusah payah meminta izin Jordan.

__ADS_1


" Aagggrrrhhhh..." teriak Jordan sambil meninju angin karena Sella malah keluar kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2