Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 26 Makan malam bersama


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat sudah empat bulan usia pernikahan Fai dan Aska tapi sepertinya tanda-tanda kehamilan belum muncul juga membuat Fai terkadang gelisah memikirkannya.


"Hari ini ternyata si tamu datang lagi,aku kira bakalan telat."Ucap Fai melihat bercak darah saat mandi tadi.


"Gak apa-apa sayang,nanti setelah selesai kamu kedatangan tamu,aku akan berusaha lebih keras lagi.Lagian aku kan tak terlalu memusingkan perihal anak,jadi kamu juga jangan di buat stress sayang.Aku gak mau kamu terlalu stress memikirkan kapan kamu hamil.Kita jalani saja ikuti alurnya,justru kalau kamu belum hamil berarti Tuhan memberikan kita waktu agar kita semakin dekat lagi.Kita manfaatkan waktu kita berdua,anggap saja saat ini kita sedang pacaran tapi pacaran setelah menikah kan lebih asyik mau melakukan apa saja halal.Aku jadi harus nunggu seminggu deh buat sentuh-sentuh kamu."Aska menghibur Fai yang terlihat sedih.


"Kamu mah mikirnya ke arah sana mulu iihh."Fai cemberut.


"Aku cuma gak mau kamu terlalu memikirkan masalah anak.Toh mama dan Papa aku juga gak pernah menyinggung soal anak.Jangan terlalu di pikirkan yang ada nanti jamunya makin stress gak bagus buat hormon sayang."


"Gimana setelah aku selesai haid kita periksa ke dokter mas, sekalian kita konsultasi dan program hamil."


"Boleh aku setuju,agar kamu tidak selalu menerka-nerka terus yang buat kamu makin stress.Tidur yuuk sudah malam besok kita harus kembali bekerja."Aska langsung memeluk Fai,begitu pun Fai,dia sudah nyaman kalau tidur di peluk Aska begini.


Keesokan paginya seperti biasa setelah sarapan bersama Fai dan Aska berangkat menuju tempat kerja mereka masing-masing.Melakukan kegiatan bekerja sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi Fai dan Aska.


"Pagi Bu bos,saya sudah menaruh laporan bulan lalu yaa,harap di periksa."Ucap Malika.


"Iya Mali,"Fai tersenyum melihat Malika cemberut saat dirinya di panggil Mali.


"Fai,kenapa panggilnya Mali sih,geli tahu dengernya berasa aku ini cowok."Malika sambil bergidik.Fai justru tertawa.


"Ya habisnya kamu panggil aku Bu Bos Bu Bos Mulu."Fai mencebik Malika lalu mencubit pipi Fai.


"Kamu kan Bos aku Fai gimana sih jadi ya wajarlah aku panggilnya bos,aneh kamu."


"Ya tapi aku gak suka kamu panggil Bu Bos,udah berasa Bos besar yang perutnya buncit itu."Fai dan Malika tertawa bersama.


"Lika gimana hubungan kamu dan Kak Roy?"Ditanya begitu Malika langsung memalingkan wajahnya malu.


"Ya gak gimana-gimana Fai,aku sama Kak Roy nggak ada apa-apa."


"Masa sih?"Tatapan Fai menyelidik.


"Udah ahh aku mau beresin sebelah sana dulu."Malika menghindari Fai.Fai menggelengkan kepalanya lalu masuk ke dalam ruangan.


Sore hari Aska menjemput Fai di butik, rencananya sebelum pulang mereka mampir dulu ke mall untuk jalan-jalan sebentar.


"Kamu mau beli apa sayang?"Tanya Aska setelah mereka sampai di Mall.

__ADS_1


"Belum tahu mas,kita lihat-lihat saja dulu.Tapi sepertinya skincare aku tinggal sedikit deh, sekalian aku beli boleh ?"


"Boleh dong,kamu mau beli apa aja tinggal ngomong sama aku."


"Duh baik bangeet sih suami aku,jadi tambah cinta deh."Fai langsung memeluk lengan Aska.


"Kalau begitu beli baju dinas lagi ya yank."Aska tersenyum penuh arti.


"Di rumah sudah banyak mas masa mau beli lagi."


"Mana ada banyak,baru juga punya lima kan.Ya gak apa-apa lah untuk koleksi.Cari yang modelnya lain yang lebih hot."Bisik Aska di akhir kalimatnya.


"Dasar mantan duda mesum."mencubit perut Aska.


"Sakit sayang,"Aska meringis.


"Aku tahu kamu pasti bohong kan, padahal cubitan aku gak terasa sama sekali."Fai mencebik, membuat Aska tertawa.


"Justru cubitan kamu membangunkan yang ada di bawah sini."Sambil Menunjuk dengan ekor matanya.


"MAS ASKAAA..."Fai kesal,suami mantan dudanya itu selalu saja berpikiran mesum tak tahu tempat pula.


"Ya habisnya kamu sih,mesum terus."Fai menyembunyikan wajahnya di lengan Aska.Aska mencium pucuk kepala Fai.


Rupanya interaksi mereka sedari tadi diperhatikan oleh orang yang ada di sekitar mereka.


Sore berganti malam,di rumah yang sederhana tinggallah Malika dan keluarganya.Malika masih memiliki orang tua yang lengkap,hanya saja keadaan ekonomi yang tidak mencukupi untuk Malika menduduki jenjang perguruan tinggi.Malika lebih memilih bekerja membantu orang tuanya.Kerja apa saja di lakukan oleh Malika asalkan itu halal.Malika mempunyai dua adik,yang satu masih dua SMP yang satunya lagi kelas tiga SMA.


Perekonomian keluarga Malika agak membaik semenjak Malika Bekerja di butik Fai.Bahkan Malika sedikit-sedikit mulai merenovasi rumah orang tuanya.Yang tadinya bocor saat hujan kini sudah tak lagi.Rumah menjadi lebih nyaman,tak was was lagi jika hujan turun dengan deras.Ayah Malika hanya bekerja sebagai office boy di perusahaan kecil,ibu Malika bekerja mencuci dan menyetrika baju di sekitaran rumahnya.


Sebenarnya Malika sudah melarang ibunya bekerja lagi,tapi ibunya tidak mau dan tetap ingin bekerja saja.Makanya saat ini Malika sedang mengumpulkan modal untuk membuka usaha warung kecil di rumahnya,agar ibunya tidak usah bekerja lagi.


Malam ini mereka makan dengan menu sederhana tapi membuat nafsu makan bertambah.Menunya hanya tempe goreng,ikan asin,sambal terasi dan juga timun sebagai lalapan.Semuanya makan dengan lahap bahkan Malika dan adik-adiknya sampai menambah nasi.Tak ada meja makan di rumah Malika, mereka makan lesehan di bawah beralaskan tikar.Saat mereka sedang makan,pintu di ketuk dari luar.


"Biar aku saja yang buka pintunya."Tara adik laki-laki Malika langsung bangkit menuju pintu.


"Assalamu'alaikum."Ucapnya setelah Tara membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam,eehh Kak Roy masuk kak.Langsung masuk ke dalam yuuk semuanya lagi pada makan di belakang."Rupanya yang bertamu Roy asisten Aska.

__ADS_1


Roy mengikuti langkah Tara masuk kedalam.


"Kak Lika ini ada Kak Roy."Membuat Malika tersedak saat makan buru-buru dia mengambil air minum dan meminumnya.


"Malam semuanya, kebetulan lagi pada makan ini saya bawakan Ayam crispy."Ucap Roy.


"Nak Roy,sini ikut makan,tapi maaf ya kami makannya lesehan begini,gak ada meja makan."


"Iya gak apa-apa pak,justru lebih nikmat kalau makan lesehan begini."Tanpa sungkan Roy langsung ikut duduk di sebelah Malika.


"Ini di buka saja ayam crispy nya,"Kia adik perempuan Malika segera mengambilkan piring.


"Malika ambilkan nasi buat nak Roy,nak Roy maaf yaa menunya hanya seadanya."Bapak Malika berucap.


"Justru ini yang buat nafsu makan bertambah Pak."Roy pun langsung makan dengan lahapnya, sebelumnya Roy sudah mencuci tangannya.


"Jangan malu-malu ya Roy,anggap rumah sendiri kalau kurang nambah saja."Ibu Malika ikut berucap.


"Iya Bu,ini sambalnya enak lho."


"Iya,itu Malika yang buat sambalnya."Roy langsung melirik Malika yang duduk di sampingnya dan tersenyum tipis.


"Kak Roy makasih ya ayam crispy nya aku suka banget."Ucap Kia.


"Sama-sama Kia,nanti Kak Roy akan sering-sering bawa."


Setelah selesai makan, mereka semua duduk di ruang tamu.Berbincang-bincang santai,lalu ibu dan ayah Malika pamit masuk ke dalam.


"Terima kasih ya kak sudah bawa ayam crispy,Kak Roy harusnya jangan repot-repot bawain makanan.Kakak sudah sering membawakan makanan untuk kami.Saya jadi tidak enak."Ucap Malika sambil menunduk.


"Tak masalah Ika,saya tidak merasa di repotkan.Karena saya juga ingin makan,jadi sekalian saya beli ayam crispy.


"Kenapa kak Roy tidak bawa pulang ke rumah kak Roy saja."


"Aku maunya di bawa kesini kok."Mereka malah berdebat.


"Iiisshhh,dasar."


"Dasar apa?Dasar aku ganteng?Kan emang aku ganteng."Malika menggeleng heran dengan kenarsisan orang di depannya.

__ADS_1


Kenapa makin kesini makin narsis gini sih nih orang...


__ADS_2