
Jalanan siang ini cukup ramai, tapi tidak sampai macet. Rupanya banyak juga orang-orang yang makan siang di luar seperti sama halnya dengan Arlan dan Jordan. Mereka sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang sering Arlan dan keluarganya kunjungi.
" Tumbenan makan di mall?" tanya Jordan heran. Meskipun lama tak bertemu, ia tau Arlan bukan orang yang hobi mengunjungi mall.
" Istri ku semalam bilang ingin makan sushi, pasti di kesini." jelas Arlan, ia sudah selesai memakirkan mobilnya.
Jordan hanya manggut-manggut mendengar penuturan Arlan, ia mengikuti kemana Arlan berjalan.
Berjalan beriringan menjelajahi mall, naik dari lantai dasar sampai ke lantai dimana banyak restoran yang ramai dan yang masih terlihat senggang. Restoran sushi yang ada di mall itu tidak hanya satu, sambil terus berjalan Arlan memperhatikan setiap restoran yang ia lewati.
Tiba-tiba matanya menangkap seseorang bersama dengan satu orang perempuan dewasa dan seorang anak kecil laki-laki. Iya... yang di lihat Arlan adalah Fira, Sella dan Abi tanpa Susternya. Tapi saat akan menghampirinya, Arlan juga melihat ada laki-laki dewasa yang baru saja datang. Laki-laki itu adalah Reyhan yang sempat bertemu di sebuah pesta. Yang Arlan lihat Reyhan menyapa Fira dan Sella, lalu setelah mendapatkan ijin Reyhan duduk di samping Sella.
Arlan juga melihat kalau Reyhan menggoda Abi dan anaknya itu tertawa. Bukan hanya Abi yang tertawa, Fira dan Sella juga ikut tertawa disela memakan makanannya. Dengan langkah cepat Arlan memasuki restoran sushi yang ada istri dan anaknya. Jordan yang bingung terhadap Arlan hanya diam dan terus mengikuti langkah panjang Arlan.
Awal yang melihat Arlan adalah Sella, bahkan mata Sella sampai melotot dengan mulutnya yang penuh. Sella juga mencoba memberi kode pada Fira yang tengah asik ngobrol dengan Reyhan.
" Ada apa sih Sell? Cepat telan makanan mu itu." ucap Fira, ia melihat Sella yang malah melotot dengan mulut penuh.
Dengan cepat Sella mengunyah sushi yang ada di mulutnya. " Laki lo noh, lagi jalan ke arah sini." ucap Seolah setelah berhasil menelan makanannya.
" Haah..." dengan muka cengo Fira menoleh ke arah yang di tunjuk Sella. Dan benar saja, suaminya berjalan ke arah mejanya bersama dengan orang yang tak Fira kenali.
" Hai sayang..." sapa Arlan geram dan tanpa senyum juga.
" Daddy..." ucap Abi girang saat Arlan berdiri didekat mejanya.
" Kok bisa tau kalau kami disini?" tanya Fira bingung.
" Kami akan makan siang, lanjutkan saja. Kami cari meja lain." ujar Arlan, lagi-lagi dengan muka yang datar.
Semua orang yang di meja Fira hening, hanya ada suara Abi yang sedang mengunyah makanannya. Sella dan Fira saling pandang seolah sedang berdiskusi.
" Kenapa pada diam?" ucap Reyhan memecah keheningan.
" Mommy aku sudah sangat kenyang." ucap Abi juga.
" Hah... Oh.. iya sayang, tidak perlu dihabiskan kalau sudah kenyang." jawab Fira kagok. Ia melirik ke meja Arlan, ternyata suaminya juga melirik ke arahnya dengan tatapan tajam.
" Rey... bisakah kamu cepat pergi? " pinta Fira pada Reyhan yang sedang mengunyah makanannya.
" Kenapa?? Suami mu marah kalau aku duduk di sini? " setelah mengucapkan itu, Reyhan menoleh ke meja Arlan dengan santai.
" Sudah lah cepat habiskan makanan mu itu. " Fira jadi tidak selera lagi untuk makan.
" Kita hanya makan dan sedikit mengobrol, bukan selingkuh atau melakukan hal terlarang. Kenapa juga kamu jadi panik..." ucap Reyhan dengan entengnya.
" Lo gak akan paham, nanti kalau lo udah nikah dan istri lo ngobrol sama cowok lain lo bakal tau rasanya." Sella kali ini yang menanggapi.
" Udah ketemu sama temennya Vio?" tanya Fira tiba-tiba dan membuat Reyhan tidak jadi memasukan sushi terakhir ke mulutnya.
" Belum, kalau sudah kan pasti akan ku bawa ke Boutique mu untuk membuat baju." jawab Reyhan, padahal belum tentu juga cewek yang di maksud mau untuk bertemu dan di bawa ke Boutique Fira.
" Makanya tobat... Jangan jadikan cewek tu mainan." ujar Sella menasehati Reyhan tapi dengan sewot.
" Udah tobat ini... sekarang aku hanya fokus bekerja dan mencari dia." timpal Reyhan cepat.
Arlan melirik ke meja Fira lagi, di lihatnya semuanya sudah selesai makan. Tapi yang ia heran kenapa cowok yang pernah menyukai Fira itu tak kunjung pergi juga. Malah tambah asik mengobrolnya..
" Istri mu yang mana?" tanya Jordan yang belum tau istri Arlan yang mana. Sebab ada dua wanita di meja itu.
__ADS_1
Dari tadi Jordan lihat mata Arlan melirik ke meja sebelah, meja dimana yang ada istri dari Arlan dan juga Abi. " Menurut mu yang mana?" Arlan malah membalikan pertanyaan ke Jordan.
" Menurut ku yang duduk di sebelah Abi." tebak Jordan, sebenarnya ia tidak yakin juga.
" Heemm yang itu." ujar Arlan menanggapi.
" Jadi benar yang di samping Abi, pantas kau terlihat sangat cemburu saat melihatnya tertawa dan mengobrol dengan laki-laki lain." Jordan menggoda Arlan, karena dari tadi alis Arlan sudah seperti angry bird saat menatap istrinya.
Menurut Jordan Fira sangat cantik, apalagi jika di tambah dengan senyumnya yang manis. Tak heran Arlan mau di jodohkan dengan Fira apa lagi masih gadis tingting. Tadi di perjalanan, Arlan menceritakan pada Jordan awal mulai ia sudah menikah lagi. Tak lain tak bukan karena orang tuanya menjodohkannya dengan Fira
" Aku duluan, Terima kasih teraktirannya bro. Mainlah kerumah, aku tunggu." ucap Arlan dan langsung berdiri lalu berjalan ke arah meja Fira, meninggalkan Jordan dengan muka cengonya.
"Sell... bawa mobil sendiri apa tadi bareng sama Fira?" tanya Arlan saat sudah berdiri disamping meja.
" Hah.. Aku tadi bareng dia. Sudah mau pulang ya? Tidak apa-apa, nanti aku minta pacar ku jemput kesini. " jawab Sella dan menunjuk Fira, tadi ia memang di jemput sama Fira di Boutique.
" Ya sudah... Hati-hati pulangnya ya. Kami duluan... Ayo pulang boy. " ujar Arlan dan Abi yang di ajak langsung beranjak dari duduknya.
Fira hanya diam saja, karena Arlan hanya mengajak Abi pulang. Sedangkan dirinya tidak di ajak pulang...
" Gak mau pulang? " tanya Arlan sambil menatap Fira yang diam saja.
" Kan kamu ngajak Abi aja, jadi aku bisa pulang sendiri. " jawab Fira kesal.
Suasana di meja itu begitu dingin, Sella dan Reyhan hanya diam tak ikut campur. " Fir aku duluan ya... Aku bareng kutu kupret ini saja. Ayo antar aku ke Boutique mengambil mobil ku." Sella menyela, dan langsung menarik Reyhan untuk segera pergi. Reyhan pun hanya pasrah saja di tarik oleh Sella.
" Hati-hati ya guys... Makasih udah nemenin aku makan." ujar Fira pada Sella dan Reyhan yang akan beranjak pergi.
Fira dengan diam membereskan barang-barangnya,memastikan tak ada barangnya yang tertinggal. Setelah semuanya aman, ia berjalan menuju kasir untuk membayar makanannya. Arlan mengikuti Fira dengan diam juga, Abi sudah diam tidur di gendongan Daddynya.
Karena Fira menyuruh supir dan Susternya Abi pulang, maka ia berjalan ke lobby untuk mendapatkan taksi. Arlan masih diam mengikuti kemana langkah Fira. Entah apa yang membuat Arlan bergantian mendiamkan Fira, Fira yang tak merasa membuat salah pun acuh saja. Tadi memang sempat sok karena melihat suaminya ini menghampirinya saat sedang makan dan ngobrol dengan Sella dan Reyhan. Fira takut kalau suaminya salah paham tentang Reyhan. Tapi melihat situasi saat ini, Fira menduga kalau suaminya sedang salah paham.
Suasana taksi begitu hening, Arlan yang duduk di samping supir sibuk dengan HPnya. Sedangkan Fira memejamkan matanya, di pangkuannya ada kepala Abi yang sudah tidur dengan nyenyak. Arlan sesekali melirik Fira melalui kaca spion, tapi tak ada yang beda. Dari tadi istrinya itu masih memejamkan mata, dari awal masuk sampai saat ini taksi sudah memasuki halaman rumah.
Arlan membayar argo taksinya, dan langsung keluar setelah mengucapkan terima kasih. Perlahan membuka pintu Fira dan membangunkan Fira dengan mengelus lengannya.
" Sayang bangun sudah sampai." ucap Arlan, lalu ia beranjak menuju pintu satunya untuk mengangkat Abi.
Tak berapa lama Fira mengerjapkan matanya, di lihat sekeliling dan benar sudah sampai di rumah. Ia tak melihat Abi yang tadi tidur di pangkuannya, mungkin sudah di angkat oleh suaminya. Supir taksi memberi tau kalau sudah di bayar oleh suaminya. Tak lupa mengucapkan Terima kasih, Fira bergegas keluar dari taksi.
Saat ini jam menunjukan pukul tiga sore dan suasana rumah begitu sepi. Fira menebak Papa dan Mama mertuanya sedang keluar.
" Sudah pulang Non? Ada yang Non butuhkan? Tuan dan Nyonya besar sedang keluar Non. " tanya Bibi maid yang baru saja keluar dari arah dapur, Bibi juga memberi tau kalau kedua mertuanya sedang keluar seperti tebakan Fira tadi.
" Gak ada Bik, Bibi istirahat saja kalau pekerjaannya sudah selesai. Saya mau mandi terus istirahat sebentar. " ujar Fira sambil menepuk lengan Bibi maid dengan lembut, lalu ia berjalan menaiki tangga perlahan.
Sebelum ke kamarnya, Fira ke kamar Abi lebih dulu. Ia berencana mengantikan baju Abi, tapi saat sampai di kamar Abi, Susternya sedang mengantikan baju Abi. Karena sudah di kerjakan Susternya, Fira balik arah dan menuju kamarnya. Ia saat ini sangat ingin berendam air hangat di bathub.
" Badan dan otak ku rasanya sangat lelah... Bathub i'm coming." gumam Fira dalam hati saat berjalan memasuki kamarnya.
"Sepertinya berendam di bathub hanya akan jadi khayalan ku belaka." gumam Fira dalam hati lagi saat melihat Arlan sudah duduk di tepi ranjang dengan berdekap dada.
" Stop sayang!!" intruksi Arlan saat Fira akan berjalan melewatinya.
" Apa? Kenapa? Kalau mau ngajak berantem, mending di tunda dulu. Kepala ku lagi sakit dan perut ku mual, jadi aku minta tolong jangan ganggu aku." cerocos Fira, bukan mau menghindar atau apapun itu. Tapi saat ini ia butuh berendam dengan air hangat.
Mendengar itu Arlan panik, ia langsung berdiri kehadapan istrinya. Jika di lihat wajah Fira memang sedikit pucat.
" Mau kedokter?" tawar Arlan, ia juga memeriksa kening Fira panas atau tidak.
__ADS_1
" Tidak perlu, aku hanya ingin berendam air hangat." jawab Fira apa adanya.
" Ya sudah aku siapkan dulu, tapi jangan lama-lama ya." Arlan bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Fira.
Saat Fira sibuk menghapus make-up nya, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya. Ya bisa di tebak itu tangan suaminya, mau tangan siapa lagi.
" Airnya sudah sayang, mau di temani tidak berendamnya?" ujar Arlan dan langsung membuat Fira menoleh menatapnya.
" Bercanda sayang... Sudah sana, hati-hati licin dan jangan lama-lama. Aku ke ruang kerja dulu sebentar ya..." ucap Arlan lalu mengecup pelipis Fira dan berjalan keluar.
" Dia tidak marah? Kok aneh? Apa karena aku bilang sakit kepala dan mual, jadi di tunda marahnya?" banyak pertanyaan di kepala Fira saat melihat Arlan terlihat biasa saja.
Tak ambil pusing, Fira segera berjalan menuju kamar mandi. Arlan juga menyalakan lilin aromaterapi dan lampu juga sudah dibuat temaram.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo 🌹😘****
__ADS_1