
Pagi hari Fira bangun lebih dulu, sebelum beranjak ke kamar mandi ia memperhatikan suaminya yang masih terlelap. Semalam Arlan benar-benar mendiamkannya, saat ia bertanya pun Arlan hanya menjawab apa yang di tanyakan.
Entah apa salahnya sampai Arlan merajuk mendiamkannya. Apa karena membahas Reyhan semalam? Tapi kan Arlan sendiri yang bertanya, setelah dijawab kenapa jadi kesal sendiri.
Cup...
Fira mengecup pipi Arlan lalu beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi dan juga Arlan bangun nanti ia akan membahas apa yang membuat Arlan mendiamkannya.
Setelah Fira pergi ke kamar mandi, Arlan membuka matanya. Ia sudah bangun dari tadi, bahkan sebelum Fira. Tapi karena melihat Fira bangun, ia pura-pura tidur. Sebenarnya ia tidak kesal atau marah pada Fira,hanya saja ucapan Fira tentang Reyhan membuatnya hatinya panas. Salahnya juga semalam terlalu kepo, jadi hatinya sendiri yang panas.
Arlan duduk dan bersandar di headboard dengan pandangan kosong ke depan.
'' Mas udah bangun? mau mandi sekarang?" tanya Fira berjalan mendekat.
Bukan menjawab, Arlan malah menatap Fira dengan intens.
'' Kenapa? Aku ada salah ya?" tanya Fira sudah duduk di pinggir ranjang.
'' Peluk..'' Arlan merentangkan tangannya.
'' Kenapa?" tanya Fira lagi sambil mengelus punggung suaminya.
'' Maaf..'' ucap Arlan pelan.
'' Maaf buat apa?"
'' Semalam udah diemin sayang..'' jawabnya.
'' Mang aku ada salah apa kok Mas diemin aku?" tanya Fira sudah melepas pelukannya.
'' Gak ada salah, aku aja yang terlalu kepo tapi malah aku sendiri yang kesel.'' jawab Arlan menunduk.
'' Hahaha...jadi gara-gara Reyhan Mas kesel terus diemin aku?" tanya Fira dan Arlan hanya mengangguk.
'' Udah lah sayang, aku malu.'' ujar Arlan.
'' Makanya jangan terlalu kepo, ujung-ujungnya marah sendiri kan?" ucap Fira.
'' Daripada aku penasaran dan tak bisa tidur? lebih baik kan aku tanya,meskipun aku juga yang berujung kesal.'' ucap Arlan tak mau kalah.
'' Ya udah mandi sana, aku mau ke kamar Abi dulu.'' ujar Fira dan beranjak dari duduknya.
'' Hari ini kamu belum boleh ke Boutique ya sayang..'' ucap Arlan ketika Fira sampai di pintu.
'' Kan aku udah dapet hukuman kok masih gak boleh ke Boutique?" protes Fira.
'' Semakin kamu protes, semakin panjang masa hukumannya.'' ucap Arlan sambil berjalan ke kamar mandi.
Fira menatap tajam Arlan dan mendengus kesal, bisa-bisanya masih ingat tentang hukuman itu.
Semua sudah di meja makan, sarapan dengan tenang. Tapi tidak dengan Fira, ia sesekali menoleh ke Arlan yang sangat menikmati sarapannya.
'' Kenapa sayang?" tanya Arlan yang sadar dari tadi Fira terus meliriknya.
'' Tidak ada..'' jawab Fira sambil menggeleng.
Saat ini Fira di dalam mobil bersama Arlan menuju kantor. Sejak tadi sejak masuk ke mobil, ia tak membuka mulut. Ia sangat kesal, suaminya terus saja mengancamnya akan memperpanjang masa hukumannya jika Fira terus saja membantah apa yang Arlan katakan.
'' Jangan cemberut gitu sayang.'' ujar Arlan sambil menahan tawanya.
'' Hehehe..iya. Aku sangat senang pagi ini.'' jawab Fira sambil senyum lebar yang dipaksakan.
__ADS_1
Tak ada obrolan lagi sampai akhirnya mereka sampai di kantor. Para karyawan menatap Arlan dan Fira, ada juga yang menyapa tapi hanya Fira yang membalas sapaan mereka.
'' Selamat pagi Tuan..Nona..'' sapa Dika saat Arlan dan Fira menunggu lift.
'' Kenapa kamu baru datang?" tanya Arlan, karena biasanya Dika selalu datang lebih dulu dari pada Arlan.
'' Maaf Tuan.. tadi ban mobil saya kempes, jadi saya harus menggantinya dulu.'' jawab Dika menjelaskan.
''Ouw..'' ucap Arlan singkat lalu menggandeng Fira memasuki lift yang sudah terbuka.
" Kalau tidak ada Nona Fira, pasti dia sudah mengomel." ucap Dika dalam hati yang berdiri di belakang Arlan dan Fira.
Tania duduk di kursi Dika, ia datang pagi-pagi untuk bertemu dengan Arlan. Karena semalam Arlan menghilang bahkan pesta belum di mulai. Dari tadi ia terus menatap lift dan saat lift terbuka senyumnya langsung mengembang, tapi seketika juga langsung menghilang karena melihat Arlan datang dengan merangkul bahu Fira.
'' Tania.. ada apa pagi-pagi udah di sini?'' tanya Arlan saat sampai di meja Dika.
'' Ah.. itu..aku mau bertemu dengan Dika.'' jawab Tania bohong dan sedikit gugup.
'' Ouw.. ya sudah. Ayo sayang..'' ucap Arlan lalu menggandeng Fira masuk ke ruangannya.
" Ada untungnya juga aku pagi-pagi ikut ke kantor, ternyata ulat bulu ini udah ngapel." ucap Fira dalam hati sambil tersenyum saat melewati Tania.
'' Ada apa ya Nona ingin bertemu dengan saya?" tanya Dika memecah lamunan Tania yang menatap kepergian Arlan dan Fira.
'' Hah.. i-itu..ada yang ingin ku bahas mengenai kerjasama Samudra group dan Prama group tapi aku lupa membawa berkasnya. Jadi lain waktu saja kita membahasnya..aku permisi dulu.'' ucap Tania lalu pergi meninggalkan Dika yang masih bingung.
'' Pasti itu hanya alasan saja..'' ucap Dika sambil geleng-geleng menatap Tania yang jalan dengan buru-buru.
'' Aku ngapain di sini? mending aku di Boutique kan Mas..'' ucap Fira yang duduk di sofa ruang kerja Arlan.
'' Kamu diem aja di situ nemenin aku kerja, aku kan jadi semangat kerjanya.'' jawab Arlan senyum tanpa dosa.
'' Mama pergi arisan sama Mama Mira, kamu mau gabung sama ibu-ibu?" ujar Arlan tanpa menatap Fira.
'' Ya gak mungkin kan arisannya pagi-pagi gini.'' ucap Fira tak mau kalah.
'' Ya udah kalo gak percaya.''
'' Aku berangkat jemput Abi ya Mas?" ucap Fira masih berusaha.
'' Gak usah.. nanti pulang sekolah Abi langsung kesini, terus kita makan siang di luar.'' jawab Arlan dan tak menatap Fira.
Fira mendengus kesal, suaminya benar-benar tak bisa di bantah ucapannya. Tak berapa lama ponselnya berbunyi dan tertera nama Sella.
📞 : '' Hallo... ada apa?" ucap Fira.
📞 : " Jadi Lo di hukum gak boleh ke Boutique?" tanya Sella.
📞 : " Hemm... Kenapa? ada yang mau ketemu aku?" jawab Fira lagi dan membuat Arlan menatapnya.
📞 : " *Ada.. bahkan orangnya udah di sini."
📞* : " Siapa?"
📞: " *Lo pasti gak akan percaya.." ucap Sella.
📞* : " Siapa?" tanya Fira lagi
📞 : " *Reyhan..kaget kan Lo?"
📞* : " Reyhan ? Ngapain dia pagi-pagi ke Boutique?" ucap Fira dan membuat Arlan menghampirinya dan merebut ponsel Fira.
__ADS_1
📞 : " *Kok Lo gak kaget.."
📞* : " Sel..Fira gak bisa dateng ke Boutique dan bilang sama Reyhan jangan datang- datang ke Boutique kalo gak mau Boutique kalian aku tutup." ucap Arlan tegas memotong omongan Sella yang belum selesai.
Arlan langsung menatap Fira tajam saat Fira akan protes tidak terima. Alhasil Fira langsung diam tak jadi mengeluarkan kata-kata.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong Chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya...
Gamsahaeyo 🌹😘
*Guys bantu baca ' Khania ' dong 🙏😁**
__ADS_1