
Sesibuk-sibuknya orang tau pasti akan menyempatkan waktunya untuk anaknya. Seperti saat ini... Arlan dan juga Fira datang ke sekolah Abi, karena ada acara dan juga Abi akan menampilkan pertunjukan bersama dengan teman-temannya.
Semua orang tua murid duduk dengan rapi, mereka tidak sabar melihat anaknya perform yang akan tampil sebentar lagi.
" Aku tidak sabar melihat anakku... Aku akan mengabadikannya nanti." ucap Fira sangat antusias, sampai ia juga membawa kamera.
" Kamu sama kayak Mama, kalau Abi mau tampil." timpal Arlan yang melihat istrinya excited.
" Kamu gak seneng ya Mas liat Abi tampil.?" selidik Fira yang melihat Arlan biasa saja.
" Seneng lah masak gak seneng gimana sih sayang..." jawab Arlan dan Fira mencibir tak percaya.
Seorang guru berdiri di sudut panggung dan berbicara dengan mikrofon , memberi tahu kalau kita akan melihat pertunjukan yang pertama dari anak-anak.
Sekelompok anak perempuan dengan baju yang senada dan wajah dan rambut yang di rias dengan cantik menampilkan sebuah tarian. Semua orang tua murid bertepuk tangan memberi apresiasi setelah mereka selesai tampil.
Selanjutnya yang tampil adalah kelompok Abi dan teman-temannya. Mereka menampilkan sebuah drama musical sederhana. Kali ini anak-anaknya lebih banyak dari penampil pertama tadi. Disini Abi berperan sebagai seorang dokter, lengkap dengan pakaian dan atribut dokter.
Fira bersemangat sampai sedikit berteriak saat Abi sudah di atas panggung. Arlan terlihat bangga pada Abi yang sudah berani tampil diatas panggung.
Sepanjang Abi perform, Fira merekam dengan kamera yang ia bawa. Rasa bangganya tak bisa lagi diungkapkan, ia sudah tidak sabar untuk memeluk dan menciumi Abi sampai puas nanti.
Pertunjukan selesai dan lagi-lagi semua orang tua murid bertepuk tangan dengan meriah. Fira mengajak Arlan ke belakang panggung untuk menemui Abi yang baru selesai perform.
" Kakak Abi..." panggil Fira saat melihat Abi sedang berkumpul dengan teman-temannya.
" Mommy... Daddy... Bagaimana penampilanku tadi?" berlari kepelukan orang tuanya.
" Sangat bagus... Dan Mommy bangga pada Kakak." ujar Fira dan ia sampai menitikan air mata.
" Daddy juga bangga Boy..." Arlan mengacak-acak rambut anaknya.
" Daddy Terima kasih ya sudah meluangkan waktu." ucap Abi dan ia memeluk Daddynya erat.
" Harus dong... Kalau tadi Daddy tidak datang, Daddy akan menyesal karena tidak melihat penampilan Abi secara langsung." Arlan membalas pelukan Abi.
Selesai berpelukan mereka bertiga berfoto, mumpung Abi masih menggunakan kostumnya tadi. Mengabadikan moment yang tak akan pernah terulang lagi...
Mereka sudah di dalam mobil, karena acaranya sudah selesai. Abi juga sudah berganti baju, ia duduk di belakang dengan Susternya..
" Karena hari ini jagoan Daddy hebat... Daddy akan mengajak nanti makan malam diluar dan beli mainan." ujar Arlan sebelum menjalankan mobil.
" Benar kah Daddy? Yeeeeyyy... " Abi berteriak senang mendapat hadiah dari Daddynya.
" Tapi kenapa tidak sekarang saja Dad? " tanyanya lagi, pasalnya ini juga belum terlalu siang.
" Daddy harus ke kantor dulu Boy... karena Daddy harus meeting siang ini. Tidak apa-apa kan kalau nanti malam perginya? Daddy pulang sore kok... " jawab Arlan menjelaskan.
" Kan Kakak harus istirahat dulu juga... Gimana sayang? " Fira ikut menimpali.
" Oke... Tidak masalah. Ayo Dad cepat jalan. " jawab Abi dan sudah duduk manis sambil memakan snack.
Arlan sangat beruntung memiliki anak dan istri yang begitu mengerti dengan kesibukan...
__ADS_1
ꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤ
Sebuah keluarga kecil tengah duduk di sebuah restoran di dalam Mall... Arlan menepati janjinya untuk makan malam dan setelah ini membeli mainan yang Abi mau.
Sambil menunggu pesanannya datang mereka bertiga bersenda gurau.. Iya mereka hanya pergi bertiga tanpa Susnya Abi. Jarang-jarang mereka bisa quality time seperti ini... Biasanya Abi hanya akan pergi dengan Fira dan Susnya. Atau dengan Nenek atau dengan Omanya. Bisa dihitung jari Abi pergi dengan formasi lengkap begini.
Pelayan mengantarkan pesanan-pesanan mereka, dan mereka makan dengan tenang sesekali juga berbincang.
" Bisa sayang makan sendiri?" tanya Fira pada Abi. Abi bersikukuh kalau ia mau makan sendiri karena sudah besar dan sebentar lagi punya adik.
" Tentu saja bisa Mom... Aku kan sudah besar." jawabnya.
" Iya deh yang sudah besar..." timpal Fira sambil mencubit pipi Abi lembut.
" Makan yang banyak Boy, setelah ini kita beli mainan yang banyak." ujar Arlan menimpali.
" Yeeeyyy beli mainan banyak-banyak." ucap Abi senang.
Fira geleng-geleng mendengarnya... Ia juga tak melarang Arlan membelikan mainan sebanyak apa. Karena rulesnya, jika ada mainan baru maka mainan lama yang masih bagus akan di berikan ke anak-anak yang kurang beruntung. Jadi mainannya tidak akan menumpuk banyak dikamarnya. Tak jarang juga di kasih ke maid yang punya anak kecil. Abi juga sudah hafal dengan itu, kecuali mainan yang sangat disukai itu akan disimpan di lemari mainannya.
Selesai makan mereka langsung menuju toko mainan yang di Mall itu juga. Arlan dan Abi semangat memilih mainan yang akan di beli, sedangkan Fira bagian membawa keranjang untuk membawa mainan-mainan sebelum ke kasir.
Senyum Abi tak hilang selama ia memilih mainan, dan Fira melihat itu juga ikut bahagia. Akhirnya urusan mainan ini selesai, Arlan menenteng dua paper bag besar berisi mainan yang Abi mau.
" Terima kasih Dad... Mom..." ucap Abi yang berjalan digandeng Fira.
" Sama-sama sayang... Tau kan kalau punya mainan baru." Fira yang menjawab.
" Tau Mom... Besok aku minta tolong Sus membantu ku memilih mainan ku." jawab Abi.
Saat berjalan menuju tempat parkir, Fira melihat beauty store... karena ingat ada makeupnya yang habis ia memutuskan untuk mampir.
" Mas... aku mau mampir kesini, duluan aja. Abi biar sama aku." ucap Fira saat di depan beauty storenya.
" Gak papa aku tunggu di sini, Boy sini duduk sama Daddy tunggu Mommy." ucap Arlan, karena ada tempat duduk di depan store itu ia duduk bersama dengan Abi juga.
" Aku hanya sebentar..." ujar Fira dan langsung meninggalkan suami dan anaknya.
" Arlan... sedang apa disini?" Arlan yang sedang bercanda dengan Abi langsung menengok ke arah suara. Ternyata ada Tania yang sudah berdiri tak jauh dari ia duduk.
" Oh Hai... Kami sedang menunggu Fira, dia di dalam situ." jawab Arlan dan menunjuk store di depannya.
" Oow begitu... Aku kira kalian hanya berdua. " ucap Tania sedikit kecewa. Tadi ia begitu senang saat tak sengaja melihat Arlan dan Abi, tapi ternyata kebahagiaannya tak berlangsung lamaa.
" Tidak mungkin kami pergi tanpa Mommy Tante... Lebih baik kami tidak pergi jika tidak dengan Mommy. " Abi ikut menimpali, dan Arlan bangga dengan ucapan Abi terhadap Tania.
Tania yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecut... Ia tau jika Abi sangat lengket dengan Fira...
Secepat mungkin Fira membeli barang yang ia perlukan. Ia tak enak suami dan anaknya menunggunya terlalu lama. Saat kembali ke tempat suaminya menunggu, ia melihat seorang perempuan membelakanginya sedang berbicara dengan suami dan anaknya.
" Maaf sayang... aku lama ya..." ucap Fira saat sampai di depan Arlan dan Abi.
" Eh ada mbak Tania... apa kabar mbak.?" tanya Fira basa-basi.
__ADS_1
" Hai Fira... Kabarku baik." jawab Tania dengan senyum terpaksa.
" Semua yang kamu mau sudah dapat sayang? Kalo sudah ayo kita pulang. " ucap Arlan, ia tak mau lama-lama disini. Apalagi ada Tania...
" Iya sudah semua ku dapatkan... Mbak Tania kami duluan ya. Kakak salam dulu sama Tante... " jawab Fira, Abi melakukan yang Mommynya suruh.
" Hati-hati kalian... " ucap Tania, saat keluarga kecil itu beranjak meninggalkannya dan hanya Fira yang senyum menanggapinya.
Tania menatap punggung Arlan, Fira dan Abi yang mulai menjauh... Ingin rasanya ia yang berada ditempat Fira sekarang...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
__ADS_1
Jangan lupa Like & Komen ya..
*Gamsahaeyo 🌹😘****