
Aska kini sudah berada di ruangan kerja Papa nya.Masih berdiam diri,belum memulai percakapan.Setelah sekian menit Papa nya pun jengah dengan Aska.
"Kamu sebenarnya kenapa Aska?Katanya ada yang mau kamu bicarakan.Kenapa dari tadi hanya diam saja,ini sudah siang kita harus pergi ke kantor."
"Iya Pa maaf,Aska bingung Pa."Aska berucap dengan nada cemas.
"Bingung kenapa?"
"Wanita itu semalam menelpon Aska."
"Wanita itu?wanita siapa yang kamu maksud Aska?"
"Viona Pa."Ucap Aska lemas.
"Viona?"Papa Bram kaget,Aska hanya mengangguk.
"Mau apa dia menelepon mu Aska."
"Dia ingin kita kembali bersama Pa."
"Kembali bersama?wanita gila."Papa Bram geram dengan Viona.
"Dia berkata seperti itu karena ada sebabnya Pa,dia bilang kalau setelah kita berpisah ternyata dia hamil dan sekarang anaknya sudah berumur 3 tahun.Dan dia bilang kalau anak itu anak Aska Pa."
"Apa! omong kosong macam apa ini Aska.Bukankah sebelum kalian mengajukan perceraian wanita itu sudah tes kehamilan dan hasilnya negatif."
"Entahlah Pa,dia bilang setelah ketuk palu dia pun memeriksakan diri lagi ke dokter dan dia dinyatakan positif."
"Papa yakin anak itu bukan anak kamu Aska,anak itu pasti anak mantan pacarnya."
"Aska pun berpikir demikian Pa,tapi..."Aska membuka ponselnya dan memperlihatkan foto anak kecil.
"Tapi kenapa anak kecil itu mirip denganku Pa."Papa Bram melihat dengan seksama foto anak kecil tersebut dan benar saja ada kemiripan antara Aska dan anak kecil yang ada di dalam foto itu.
"Ya ampun,cobaan apalagi ini."Papa Bram menyandarkan kepalanya di kursi, tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut.
"Fai tahu?"Tanya Papanya.
"Fai tidak tahu Pa,aku menerima teleponnya saat Fai sudah tidur."
Kejadian Semalam
Setelah Aska dan Fai menikmati malam panas mereka,Fai langsung terlelap tidur karena terlalu lelah.Aska yang biasanya tertidur juga kali ini tidak,matanya masih belum mengantuk.Aska mengambil ponselnya yang sedari tadi sengaja di pasang mode diam agar tidak ada yang menggangu aktifitasnya bersama sang istri.
Ada beberapa pesan yang masuk dari nomor baru dan juga beberapa panggilan tak terjawab.Aska pun penasaran siapa yang mengirim pesan dan juga menelpon dirinya.
__ADS_1
Isi pesannya
"Hai Aska, bagaimana kabarmu?aku dengar kau sudah menikah lagi dan kini istrimu sedang hamil.Selamat ya Aska karena sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah.Aku kembali Aska sayang."Isi pesan pertama.
"Aska,aku ingin kembali padamu sayang."Pesan kedua.
"Aku yakin kamu masih sangat mencintai ku."Pesan ketiga.
"Bukan hanya aku yang ingin kembali bersama mu.Tapi anakmu juga ingin bertemu denganmu,Papanya."
"Apa maksudnya dengan pesan terakhir ini?"Aska bingung.
Saat tahu Aska sedang online tapi tidak membalas pesannya,nomor itu pun langsung menelepon Aska.Aska yang penasaran maksud dengan isi pesan terakhir nomor itupun memutuskan untuk mengangkat telpon tersebut.Aska menerima telepon di balkon agar Fai tidak terbangun.
"Apa maksudmu dengan anak?"Tanya Aska langsung,di seberang sana orang tersebut hanya tertawa.
"Sabar sayang, tenang dulu."Orang yang menelpon adalah Viona mantan istri Aska.
"Ciihh,cepat katakan."Lagi-lagi orang tersebut hanya tertawa.
"Ya anak,anak kamu Aska."
"Jangan gila kamu."Aska marah.
"Aku gak gila Aska,Aku berbicara kenyataan aku mempunyai anak dan itu adalah anak kamu."
"Ya benar,saat itu aku tes hasilnya negatif tapi setelah ketuk palu selang dua Minggu aku kembali memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya positif.Mungkin saat itu belum terdeteksi karena hanya tes alat kehamilan bukan langsung periksa ke dokter."
Sesal Aska kenapa dulu dia tak memeriksakan Viona ke dokter hanya mengandalkan alat tes kehamilan saja.
Siaall...
"Saya tetap tidak percaya kalau itu adalah anak saya."
"Aku sudah melakukan tes DNA dengan Pandu dan hasilnya tidak cocok dia bukan anak Pandu melainkan anakmu Aska."
"Kalau kamu tidak percaya aku akan mengirimkan foto anak kita."
Klik
Aska langsung memutuskan panggilan tersebut,tak lama masuk pesan yang berisi foto anak laki-laki berusia 3 tahun yang begitu lucu.
"Bagaimana dia sangat lucu kan?dan bukan hanya itu saja dia sangat mirip denganmu Aska."Aska tak membalas pesan itu, mengabaikan pesan tersebut dan kembali masuk ke dalam kamar.
Aska bahkan tidak bisa tidur nyenyak setelah menerima telepon dan isi pesan itu.
__ADS_1
"Tadi pagi Viona kembali menelpon Aska dan mengatakan ingin bertemu.Bukan hanya itu saja,Viona juga mengatakan kalau dia ingin aku dan dia bersatu kembali demi anak itu.Benar-benar gila wanita itu."
"Kalau bisa Fai jangan sampai tahu dulu Aska,kasihan Fai dia pasti syok dan itu bisa berpengaruh pada janin yang di kandungnya."
"Iya Pa,Aska juga gak akan bilang.Tapi bagaimana kalau ternyata anak itu adalah anak Aska Pa."Aska meremas rambutnya kesal.
"Kapan kamu akan menemuinya?"
"Entahlah Pa,Aska belum siap untuk bertemu dengannya.Dan dia mengancam jika dalam beberapa hari ini Aska tidak menemuinya dia akan menemui Fai dan mengatakan jika Aska mempunyai anak dan juga akan kembali bersamanya."
"Benar-benar gila wanita itu."Papa benar-benar geram.
"Kosongkan kegiatan mu besok Aska ajak dia bertemu.Dan jangan bertemu dengannya sendiri tapi ajak Roy.Suruh dia bawa surat hasil DNA anak itu dengan pacarnya.Tanya sebenarnya apa yang dia inginkan."
"Baik Pa,nanti Aska akan mengirim pesan ."
"Sekarang sebisa mungkin kamu harus bersikap biasa saja di depan Fai agar dia tidak curiga."
"Iya Pa, sebenarnya Fai tadi pagi sempat curiga karena Aska marah-marah saat menerima telepon.Dan Aska bilang kalau itu orang kantor."
"Jadi mulai sekarang sebisa mungkin kamu harus bersikap biasa saja di depan Fai seolaj tidak ada apa-apa."Aska mengangguk.
"Ya sudah sekarang kita keluar kita sudah terlalu lama di dalam.Kita juga sudah terlambat ke kantor."Papa dan Aska keluar dari ruang kerja.
Fai dan Mama Nita duduk di ruang keluarga menunggu para suami keluar dari ruang kerja.
"Lama banget sih Pa ngomongin apaan sih?"Mama Nita langsung bertanya saat melihat suaminya.
"Biasalah Ma ngomongin kerjaan,ya sudah Papa berangkat ke kantor yaa."
"Kalau kerjaan kenapa harus di rumah sih,kan di kantor nanti bisa."
"Kalau di kantor kan Papa dan Aska sudah langsung sibuk sama kerjaan masing-masing.Pagi ini juga kan Papa harus bertemu kolega di luar kantor sedangkan Aska cuma di kantor kan gak akan ketemu kalau begini."
"Ya sudah hati-hati di jalan ya Pa."Mama Nita mengantar kepergian suaminya ke depan.
"Emang masalahnya besar ya mas,kok lama banget di dalam."Fai juga ikut penasaran.
"Gak kok sayang gak terlalu besar,tapi kan tetap harus di bicarakan dengan Papa."Fai mengangguk.
"Mas berangkat ke kantor yaa,kamu istirahat aja yaa di rumah besok baru boleh ke butik.Anak Papa,Papa kerja dulu yaa jangan rewel,jangan buat mama repot."Aska menunduk sedikit dan mengusap perut Fai.
"Aku gak rewel kok Pa aku anak pintar."Fai menjawab dengan meniru suara anak kecil.Membuat Aska tertawa,lalu Aska pun mengecup kening Fai.
Aku harap anak itu bukan anak aku,tapi kalau memang anakku pun aku akan terima.Dan aku harap Fai juga mau menerima anak tersebut walaupun bukan anak kandungnya.Tapi tidak untuk kembali bersama *Viona..Ucap Aska dalam hati
__ADS_1
Bersambung*....