Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 44 Mengatur waktu bertemu


__ADS_3

Aska sudah tiba di kantornya dan sudah berada di ruangannya.Berusaha untuk sibuk agar dirinya tak terlalu memikirkan masalah yang ada.Tapi ternyata sulit,Aska tak bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya.


Pintu di ketuk, setelah diizinkan orang tersebut pun masuk.Roy yang baru saja masuk ke ruangan Aska mengernyitkan dahinya heran.


"Kamu kenapa Aska?mukanya kusut gitu.Gak di kasih jatah sama Fai?atau lagi bertengkar?"Aska tak menanggapi ucapan asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Sepertinya serius?"Roy paham,jika sahabatnya ini sedang ada masalah.


"Dia datang kembali Roy."Ucap Aska dengan lesu.


"Dia?Dia siapa?"Tanya Roy heran.


"Viona."Aska bangun dari kursi kerjanya lalu mendekati sofa dan duduk agar lebih nyaman.


"Apa dia mengusikmu?"


"Bisa di bilang begitu."Lalu Aska pun menceritakan tentang Viona yang menelponnya semalam dan mengatakan keinginan Viona juga tentang anak.


"Wanita gila,dia pergi begitu saja meninggalkan mu demi bersama mantannya.Sekarang dia kembali ingin bersamamu karena anak.Yakin anak itu darah daging kamu?"


"Entahlah Roy,tapi ini."Aska menunjukkan foto anak kecil pada Roy.


"Ya Tuhan,mengapa anak ini mirip denganmu Aska."Roy pun terkejut setelah melihat foto tersebut.


"Fai tahu tentang ini?"


"Fai tidak tahu,aku takut jika Fai tahu dia shock dan kehamilannya terganggu."


"Kau harus segera melakukan tes DNA, supaya dia tidak memanfaatkan mu."Aska mengangguk.


"Dia mengajakku untuk bertemu dan akan mempertemukan aku dengan anak itu,tapi aku belum siap Roy.Gue belum siap bertemu dengannya.Aakhhh.."Aska merasa frustasi dia menjambak rambutnya kesal.


"Tenangkan diri loe Aska,jika wanita itu mengajak bertemu,temui saja dia ,gua yang akan menemani."


"Papa juga bilang gitu, loe harus temani gue bertemu wanita itu.Wanita itu bilang jika gue selalu mengulur waktu untuk bertemu,dia akan menemui Fai."


"Temui saja dia besok Aska,gue akan atur jadwal kegiatan loe."


"Gue belum siap Roy."


"Tapi gak ada cara lain selain menemui dia Aska.Kamu mau kalau sampai dia langsung temui Fai?"Aska menggeleng.


"Ya sudah,nanti gue telpon dia."


"Siang setelah makan siang saja Aska."Aska mengangguk.


"Jangan terlalu di pikirkan apalagi sampai Fai curiga dengan perubahan sikap loe."


"Mungkin Fai sudah curiga,tapi belum saatnya Fai tahu tentang ini."


"Ya sudah yang terpenting sekarang tenangkan pikiran loe.Kerjaan masih banyak,jangan sampai fokus loe terpecah."


Roy pun keluar dari ruangan Aska,Aska kembali ke meja kerjanya.Mulai memeriksa berkas-berkas yang menumpuk dan juga harus mempelajari serta di tandatangani.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di rumah Aska,Fai juga tampak gelisah.Dirinya yakin suaminya sedang menyembunyikan sesuatu,tapi mengapa suaminya tidak cerita.


"Kamu sebenarnya ada apa sih mas? seperti ada yang kamu sembunyikan dari aku.Bukankah kita sudah sepakat akan bercerita tentang apapun jika diantara kita ada masalah.Apa kamu sengaja menyembunyikan ini semua dariku karena takut aku kepikiran.Tapi kalau begini justru buat aku kepikiran mas."Fai terus saja berbicara sendiri.


Daripada kepikiran terus Fai memutuskan untuk keluar dari kamar menuju halaman belakang rumah.Ingin menikmati matahari pagi,jam segini pasti pas buat berjemur.Cuaca pun mendukung karena tidak terlalu panas.

__ADS_1


Fai sudah berdiri di depan pintu rumah,sinar matahari langsung mengenai tubuhnya.Rupanya ada Mama mertuanya yang juga berada di halaman depan sedang menyiram tanaman.Fai pun melangkah mendekati Mama Nita yang asyik menyiram tanaman tanpa mengetahui ada yang datang menghampirinya.


"Ma,asyik banget kayaknya."


"Eehhh Fai,iya nih biasa kalau pagi kan jadwal rutin Mama siram bunga-bunga Mama.Bosen ya di kamar terus."


"Iya Ma,bosen nih makanya keluar biar sekalian berjemur."Jawab Fai sambil tersenyum.


"Bagus itu Fai berjemur biar dapat vitamin D baik untuk ibu hamil."


"Iya Ma,sini Fai bantu ma."Mama Nita menyerahkan tempat untuk menyiram tanaman.


"Mama mau potong tangkai yang sudah memanjang saja kalau begitu."Mama Nita pun mengambil gunting tanaman yang ada di pojok taman.


"Seru juga ya ternyata Ma,dulu di rumah juga Fai jarang ikut siram tanaman punya Mama Farah karena sudah sibuk mengurus butik."


"Iya Fai,biar gak jenuh di rumah makanya Mama kalau pagi begini ya rutin siram tanaman.Nanti setelah ini kita ke kebun belakang yaa.Sambil lihat-lihat pohon buah Mama,siapa tahu sudah ada yang berbuah."Fai mengangguk dan tersenyum.


Tak hanya sang Mama mertua yang memperlakukan dirinya dengan baik,Papa mertuanya juga sangat baik.Membuat Fai betah tinggal bersama mertuanya.Fai sangat bersyukur memiliki mertua yang sayang terhadapnya.Fai pun sedikit melupakan tentang Aska karena kesibukannya membantu Mama di kebun.


Setelah selesai membantu Mama Nita di kebun, Fai kembali masuk ke dalam kamarnya.Dirinya merasa gerah,Fai pun memutuskan untuk mandi kembali.


Kembali kantor, setelah menenangkan dirinya Aska berniat untuk menelpon Viona.


"Ya hallo Aska, gimana?"Tanya Viona dengan riang.


"Besok saya tunggu di Restoran Xx jam 1 siang."Ucap Aska tanpa basa-basi.


"Oke baiklah,aku akan datang bersama anak kita."


Tuutt..


Panggilan langsung dimatikan oleh Aska.Aska menggebrak meja kerjanya kesal.Entah mengapa dirinya marah saat Viona berbicara seperti itu.


Suara ponsel membuyarkan lamunan Aska,lalu tersenyum setelah melihat siapa yang menelepon.Segera menggeser tombol hijau.


"Hallo sayang,kenapa hmm kangen yaa."Tanya Aska lembut,sebisa mungkin bersikap biasa saja saat berbicara dengan istrinya.Ya, Fai yang saat ini menelpon Aska.


"Kepedean banget sih kamu mas,aku ganggu kamu gak mas?"Tanya Fai yang sudah terlihat segar lagi karena sehabis mandi.


"Gak kok,ini aku baru selesai memeriksa berkas."


"Aku video call boleh?"


"Boleh."


Panggilan pun beralih ke video call,terlihat wajah lelah Aska tidak lebih tepatnya wajah yang seperti orang sedang menanggung beban pikiran.Tapi sebisa mungkin Fai menutupi bahwa Aska menyimpan sesuatu darinya.


"Kamu seger banget yank kayak habis mandi."Tanya Aska menatap Fai yang terlihat segar.


"Yaa anda benar 100 buat kamu."Fai tertawa bicara seperti itu, Aska pun ikut tertawa.


"Iya aku baru selesai mandi mas habisnya gerah."Lanjut Fai.


"Emangnya kamu habis ngapain sayang kok gerah."


"Aku habis bantuin Mama tadi di taman sama kebun belakang.Daripada aku tiduran di kamar aja bosen."


"Jangan sampai kecapekan lho sayang."


"Gak kok mas,cuma bantu-bantu dikit doang lebih banyak lihatin mama malah."

__ADS_1


"Soalnya Mama juga ngelarang aku kalau kebanyakan gerak."Fai tertawa, otomatis Aska tertular dengan tawanya Fai.


"Banyak geraknya kalau kita lagi olahraga di ranjang aja sayang,gak apa-apa kalau itu."


"Mas,gak usah mesum deh."Kini giliran Aska yang tertawa.


"Mas,nanti malam makan di luar yuuk aku mau makan makanan Korea."


"Boleh sayang, sepertinya jadwal aku hari ini juga gak padat kok aku bisa pulang tepat waktu."


"Yeay, terima kasih ya mas.Ya sudah kamu lanjut saja kerjanya.Aku mau cek laporan yang di kirim Malika tadi pagi."


"Ya sudah,bye sayang."


"Bye mas, eemmuahh."


"Aku gak mau lewat video call,aku tagih nanti ya pulang kerja."


"Dihh,apaan ya udah ahh yang semangat kerjanya suamiku sayang."Panggilan pun terputus,masih tersisa senyum di wajah Aska.Aska pun melupakan masalahnya tentang Viona dan kembali semangat melanjutkan pekerjaannya.


Sore hari benar saja Aska pulang tepat waktu.Fai sudah menunggu di ruang tamu dan menyambut seperti biasa,bahkan Fai langsung memeluk Aska seperti menyalurkan rasa cinta yang besar.


"Kenapa kangen yaa,hmmm?"Fai mengangguk.


"Aku mau tagih yang tadi siang."


"Mas."Fai mencubit pelan perut Aska.


Malam hari Fai dan Aska sudah bersiap untuk mencari makan yang di inginkan Fai.Setelah berpamitan Aska dan Fai masuk ke dalam mobil menuju restoran yang tersedia makanan Korea.


Sampai di restoran Fai langsung memesan menu yang sudah ada di pikirannya sejak tadi siang.Memakannya dengan lahap seolah tak ada kenyangnya.


"Pelan-pelan makannya sayang."Fai hanya nyengir.


"Enak banget mas,kamu juga makannya yang banyak dong.Buat amunisi nanti malam."Fai menggoda Aska dengan mengedipkan sebelah matanya genit.


"Mulai berani yaa goda mas."Fai hanya tersenyum.


Setelah selesai makan,Fai dan Aska memutuskan untuk langsung pulang karena Fai yang kekenyangan.Malam hari setelah mereka berbincang ringan,Aska pun melakukan pemanasan untuk olahraga bersama istrinya yang semakin terlihat cantik dan seksi.Aska melakukannya dengan sangat pelan dan lembut takut anak mereka yang ada di dalam perut Fai.


"Mas,kamu lagi ada masalah?"Ucap Fai sambil masih mengatur nafasnya ngos-ngosan karena baru saja selesai dengan urusan mereka.


"Kenapa kamu bicara seperti itu sayang?"Tanya Aska balik,sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Fai.


"Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu dariku mas."


"Hanya masalah kecil sayang dan ini cuma masalah pekerjaan."Aska masih mengelus rambut Fai.


"Benar?"Aska mengangguk tapi dia menghindari tatapan mata Fai.


Fix kamu menyimpan sesuatu dariku mas,kamu berbohong dan aku tahu itu..


"Aku harap kamu gak berbohong mas,dan aku doakan semoga masalah kamu cepat selesai."


"Iya sayang,terima kasih yaa doanya."


"Dan jangan sampai aku tahu masalah ini dari orang lain karena aku akan sangat kecewa padamu mas."Setelah berkata begitu Fai berbalik badan membelakangi suaminya.


"Sayang.."Aska memegang pundak Fai.


"Aku ngantuk mas,mau tidur."Fai lalu menutupi badannya dengan selimut.

__ADS_1


*Maaf Fai,mas belum bisa cerita sama kamu..Mas harap kamu gak akan kecewa...


Bersambung*...


__ADS_2