Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 63


__ADS_3

Pernikahan Arlan dan Fira sudah menginjak satu tahun, tapi sampai saat ini belum ada kabar baik Fira hamil. Saat ini Fira dan Arlan beserta keluarga sudah tidak ambil pusing karena belum hamil juga.


Arlan berniat mengajak Fira liburan berdua untuk merayakan anniversary pernikahannya. Tapi Fira masih enggan ketika di tanya ingin berlibur kemana. Akhir-akhir ini lebih senang di rumah, bahkan pergi ke Boutique pun ia malas. Padahal saat di suruh tidak berangkat ke Boutique Fira akan marah.


Seperti hari ini, tiba-tiba Fira ngotot ingin ikut ke kantor. Arlan sudah bilang nanti akan meeting dan bukan meeting yang sebentar, tapi Fira tetap ingin ikut dan berangkat bersama Arlan. Dari pada berdebat akhirnya ia menuruti kemauan istrinya.


'' Sayang, kamu yakin tidak masalah sendirian nanti? Aku lama lho meetingnya..'' ucap Arlan ketika di mobil.


'' Ya aku sangat yakin, entah kenapa aku tiba-tiba sangat merindukan bau ruangan mu Mas.'' jawab Fira dengan mata berbinar.


'' Kalo cuma itu, ruang kerja ku di rumah juga sama baunya.'' ujar Arlan lagi.


'' Kenapa sih kamu Mas, kayaknya gak mau aku ikut ke kantor.. apa nanti kamu meetingnya sama ulat bulu itu makannya gak mau aku ikut?" ucap Fira kesal.


'' Ulat bulu?? Siapa ulat bulu?'' tanya Arlan dengan kening berkerut.


'' Siapa lagi kalo bukan teman kuliah mu itu!" jawab Fira sewot dan langsung membuang muka menatap keluar jendela.


'' Tania maksud kamu?"


'' Jadi bener kamu meetingnya sama dia?" Fira menatap Arlan tajam.


'' Bukan sayang..'' jawab Arlan lembut dan mengambil tangan Fira dan mengecupnya.


'' Terus kenapa dari tadi kamu gak bolehin aku ikut ke kantor..''


'' Aku cuma gak mau kamu sendirian sayang, nanti kamu bosen.'' jawab Arlan.


'' Ada kamu juga sama aja kayak aku sendiri. Kamu nya sibuk sama kerjaan." jawabnya.


'' Kamu ni bisa aja jawabnya..'' ucap Arlan sambil mencubit pipi Fira karena gemas.


Sesampainya di kantor pasutri itu langsung masuk dan berjalan menuju ruangan Arlan. Dengan bergandengan tangan mereka berjalan dengan santai, sudah tak banyak karyawan lalu lalang karena memang sudah siang dan mereka pasti sudah duduk di meja kerjanya.


'' Kamu ikut saya..'' ucap Arlan pada salah satu pegawai cleaning service yang sedang menyapu di dekat ruangan Arlan.


'' Saya pak?" tanya pegawai itu.


'' Memang ada orang lain selain kamu?" ucap Arlan dengan suara tegas.


'' Baik pak..'' jawab pegawai itu dengan sedikit takut.


'' Gak boleh kayak gitu meskipun dia cuma bersih-bersih disini..'' ujar Fira saat sudah sampai di ruangan Arlan.


'' Iya..'' jawab Arlan pelan, karena OB tadi berdiri dibelakangnya.


" Hahaha.. ternyata bos suami yang takut istri." ujar pegawai itu dalam hati sambil menahan tawanya, karena meskipun pelan ia masih mendengar omongan Arlan dan Fira.


'' Kamu..'' ucap Arlan menatap pegawai itu.


'' Iya pak..'' jawabnya.


'' Saya akan meeting dan jika istri saya menginginkan sesuatu, tolong kamu carikan.'' ucap Arlan sambil mengambil berkas-berkas.


'' Baik pak..''


Fira yang duduk di sofa hanya memutar matanya jengah. Tak berapa lama Dika datang memberi tahu jika meeting akan segera di mulai.


'' Sayang aku meeting dulu ya..'' ucap Arlan dan Fira hanya mengangguk dengan senyum.


Pegawai tadi masih setia berdiri di dekat pintu mengamati Fira yang sedang sibuk dengan ponselnya, jika Fira menginginkan sesuatu ia tidak perlu mencarinya.


'' Kamu lanjutin aja pekerjaan kamu, nanti kalo butuh sesuatu saya panggil kamu.'' ucap Fira saat sadar pegawai itu masih berdiri di dekat pintu.


'' Baik Nona..'' jawabnya dan meninggalkan ruangan Arlan.


Setelah sendiri, Fira bingung apa yang akan ia kerjakan. Ia tadi sempat menelpon Sella untuk menanyakan Boutique tapi tidak di angkat.


Saat sedang duduk di kursi kerja suaminya sambil memandangi foto dirinya dan Abi yang ada di meja kerja Arlan, ponselnya berdering dan yang menelpon ternyata Sella..


Fira : '' Halo..''


Sella : " Gak berangkat lagi hari ini?"


Fira : " Hemm... aku lagi di kantor suami aku."


Sella : " Di minta nemenin kerja lagi?"


Fira : " Gak..aku yang lagi pengen aja ikut."


Sella : Tumben..kesambet setan apa Lo?

__ADS_1


Fira : " Nenek gayung.. ya kali mau ikut suami ke kantor harus kesambet dulu."


Sella : " Ya terserah deh.. kenapa tadi telpon?"


Fira : " Cuma mau nanya, Boutique aman kan gak ada aku?"


Sella : " Aman.. tapi tiap hari makan banyak ni kerjaan gue, soalnya bos di sini bolos mulu."


Fira : " Hahaha.. maaf ya ibu manager aku. Besok naik gaji deh."


Sella : " Tapi Lo sehat kan? jangan- jangan Lo sering bolos karena lagi sakit parah."


Fira : " Sehat kok... gak tau ni lagi mager ke Boutique. Kamu cari orang yang bisa bantuin kerjaan kamu aja dulu, asisten gitu atau apa lah."


Sella :" Oke deh nanti gue cari.. ya udah ya mau lanjut kerja dulu, bisa di potong gaji kalo gak kerja- kerja."


Fira : '' Oke.. selamat bekerja ibu manager.''


Setelah sambungan terputus, Fira tiba-tiba ingin makan mie instan kuah dengan banyak cabai. Lalu ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar mencari pegawai tadi.


Ternyata pegawai tadi sedang duduk di dekat meja Dika..


'' Ada yang Nona inginkan?" tanya pegawai itu, ia langsung berdiri ketika melihat Fira keluar dari ruangan Arlan.


'' Apa di pantry ada kompor?" tanya Fira.


'' Sepertinya ada Nona.'' jawabnya.


'' Tolong buatkan saya mie instan kalo begitu.'' ucap Fira senang.


'' Bukan saya tidak mau Nona, tapi mie instannya tidak ada.'' jawabnya dengan sedikit takut, takut jika Fira akan marah.


'' Hemm.. begitu ya. Tapi saya ingin makan itu.. atau kamu belikan saja di luar, sebentar ya.''


Fira kembali masuk ruangan Arlan untuk mengambil dompetnya..


'' Ini..tolong belikan ya?" Fira menyerahkan beberapa lembar uang.


'' Ini saja sudah sisa banyak Nona jika hanya membeli mie instan.'' pegawai itu hanya mengambil selebar uang yang di tangan Fira.


'' Gak pa-pa ini buat kamu aja. Nanti belikan makanan enak keluarga kamu.'' ujar Fira sambil memberikan uang pada pegawai itu.


'' Udah gak pakek tapi-tapi.. jangan lupa mie nya pakek sayur sama cabai lima ya.''


Pegawai itu langsung pergi membeli pesanan istri dari bosnya, ia juga bersyukur dapat rejeki dari Fira untuk keluarganya nanti.


Sambil menunggu makanannya datang, Fira duduk di sofa sambil bermain game di ponselnya. Sebenarnya Fira bosan, tapi entah kenapa ia sangat menyukai bau ruangan kerja suaminya.


Entah berapa lama Fira menunggu, akhirnya pintu ruangan Arlan di ketuk. Setelah di persilahkan masuk, ternyata pegawai tadi yang di suruh Fira membelikan makanan datang dengan nampan berisi semangkok mie instan seperti yang Fira inginkan dan segelas air putih..


'' Wah.. akhirnya datang juga.'' ucap Fira senang sambil menelan ludahnya.


'' Silahkan Nona..''


'' Terima kasih ya..kamu boleh lanjutin pekerjaan kamu.'' ucap Fira.


'' Permisi..'' pamit pegawai itu dan Fira hanya mengangguk dengan senyum.


Fira memakan mie instan itu dengan semangat, baru kali ini ia merasa sangat senang saat makan mie instan. Baru beberapa suap ia makan, pintu kembali terbuka dan ternyata yang datang Arlan.


'' Makan apa itu?" tanya Arlan langsung.


'' Mie instan.. kok Mas udah selesai? katanya lama meetingnya..'' ucap Fira sambil menikmati mie yang masih panas itu.


'' Siapa yang kasih kamu mie instan?"


'' Tadi pegawai yang kamu suruh..'' jawab Fira santai dan melanjutkan makan mienya.


Arlan keluar lagi dari ruangan memanggil pegawai yang tadi. Fira pikir Arlan kembali ke ruang meeting, tapi ternyata Arlan kembali lagi bersama dengan pegawai tadi.


'' Kamu yang kasih istri saya mie instan?" tanya Arlan tegas.


'' I..iya pak..''


'' Emang gak ada makanan lain selain mie instan?" ucap Arlan lagi tapi sekarang dengan nada marah.


'' Mas apa-apaan sih, tadi aku yang minta tolong dia beliin. Aku yang pengan makan mie instan..'' Fira yang menjawab karena kasihan pegawai itu yang di marahi Arlan.


'' Ya sudah kamu bawa keluar makanan itu..'' ucap Arlan pada pegawai itu.


'' B-baik Pak..'' jawabnya takut.

__ADS_1


Saat akan mengambil mangkok mie instan itu, Fira menahannya karena masih ingin memakannya.


'' Sayang udah.. kasih mangkoknya sama dia.'' ucap Arlan lembut.


'' Tapi ini masih ada dan aku masih ingin memakannya.'' ucap Fira masih mempertahankan mangkok mie instannya.


'' Itu gak sehat sayang..''


'' Ya elah..makan sekali doang gak bikin masuk rumah sakit kali.'' ucap Fira kesal dan melepaskan mangkoknya.


'' Kalo kamu kasih istri saya mie instan lagi, saya pecat kamu.'' ucap Arlan pada pegawai itu dan pegawai itu langsung mengangguk cepat.


'' Tunggu..'' ucap Fira saat pegawai itu akan keluar ruangan Arlan.


'' Ya Nona.. ada yang bisa saya bantu lagi?"


'' Ini kartu nama Kakak ku dan Papa ku..kalau nanti kamu di pecat, datang melamar ke sana. Bilang kalo kamu habis di pecat sama Bapak Arlan Yogi Pratama karena menyiapkan makanan untuk Safira, pasti kamu langsung di terima.'' ucap Fira meletakkan kartu namanya di nampan dan sambil melirik suaminya.


'' Baik Nona.. Terima kasih.'' jawabnya dan langsung meninggalkan ruangan Arlan.


Mood Fira jadi jelek gara-gara Arlan melarangnya makan mie instan. Tidak mungkin kan suaminya itu belum pernah makan mie instan yang sangat lezat itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong Chingudeul...


Jaljinnaesseoyo? Jinjja oraenmanida...


Jangan lupa Like & Komen ya..


Gamsahaeyo..buat yang masih setia nungguin aku🤗😘🌹

__ADS_1


__ADS_2