Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 80


__ADS_3

" Mommy..." Abi berlari menghampiri Fira yang baru saja memasuki rumah. Abi sudah selesai makan dan Abi menunggu Mommy dan Daddynya pulang dengan bermain di temani Kakek dan Susnya.


" Hai sayang... Maaf Mommy baru pulang. Sebentar Mommy mau simpan ini dulu ke dapur." Abi mengangguk dan Fira berjalan ke dapur untuk menyimpan es krimnya yang belum habis.


Saat keluar dari dapur, Fira melihat Arlan sudah duduk di meja makan dan sedang mengisi piringnya. Ada Mama Ratih juga di sana, tadi saat Fira masuk Mama Ratih tidak terlihat. Mungkin tadi sedang di kamar.


" Kirain udah naik sayang... Aku makan dulu ya, naik duluan gak apa-apa." ujar Arlan, tadi dikirannya Fira sudah naik ke atas. Ternyata belum dan baru datang dari arah dapur.


" Mama dari mana? Tadi Fira masuk gak ada." ucap Fira pada Mama mertuanya yang menemani suaminya makan. Ia tak menanggapi ucapan Arlan dan malah mengajak Mama Ratih mengobrol.


" Tadi Mama di kamar... Ayo makan, belum makan kan?" jawab Mama Ratih dan menyuruh Fira makan.


" Fira udah makan tadi sama Sella Mah... maaf ya Mah. Nanti kalau malam laper, Fira makan lagi." sebenarnya Fira tidak enak pada Mama mertuanya tapi mau bagaimana, perutnya masih kenyang.


" Banyak ya kerjaannya? Sampai malam gini di Boutique... jangan capek-capek sayang. " ucap Mama Ratih.


" Lumayan sih Mah... Fira naik dulu ya Mah, mau ganti baju. Gerah banget... " Fira menjawab bohong, padahal ia tidak tau Boutique sedang ramai atau tidak. Ia belum meminta laporan pada Sella.


" Iya... Hati-hati naiknya ya. " Fira mengangguk dan langsung meninggalkan area meja makan.


" Kakak Abi ayo naik temani Mommy... " ajak Fira yang sedang asik menonton berita di samping Papa mertuanya.


" Mommy udah selesai makan? " Abi menoleh dan bertanya pada Fira.


" Mommy tadi udah makan sama aunty Sella... pamit dulu sama Kakek. "


" Kakek... Abi ke atas dulu ya. Muach.." pamit Abi pada Kakeknya dan tak lupa mencium pipi Kakeknya.


" Nek Abi ke atas ya sama Mommy... Dadah." sebelum ke atas, Abi juga pamit pada Neneknya.


" Iya cucu Nenek... Jagain Mommy dulu ya, Daddy masih makan." jawab sang Nenek.


" Oke Nek... Daddy duluan ya." Tak lupa juga pada Daddynya ternyata.


Abi dan Fira bergandengan naik ke lantai dua. Sesampainya di kamar Fira langsung mengajak Abi untuk sikat gigi.


Kembali ke lantai bawah...


" Kalian berantem ya?" selidik Mama Ratih saat Fira sudah tak terlihat.


" Gak ah.. biasa aja." jawab Arlan bohong.


" Terus kok Fira gak jawab waktu kamu ngomong tadi? Gara-gara tadi pagi ya..." Mama Ratih tak percaya kalau anak dan menantunya baik-baik saja.


" Kalau berantem Fira gak mungkin mau pulang bareng aku kan Mah? Udah lah aku udah kenyang.. mau naik dulu." Arlan masih tak mau memberi tau Mamanya kalau tadi sempat membentak menantu kesayangannya.


" Tunggu Lan... Papa mau bicara sebentar." saat akan naik ke atas, Arlan malah di tahan oleh Papanya.

__ADS_1


" Gak bisa besok Pah?" tawar Arlan, ia sudah sangat ingin menemui istrinya.


" Sebentar saja.." sang Papa pun tak mau kalah.


" Ada apa Pah? Masalah perusahaan?" akhirnya Arlan mengalah dan duduk di samping Papanya.


" Kamu sudah siapkan untuk menggantikan Papa memimpin seluruh perusahaan?" tanya Papa Anton, sebenarnya tadi pagi mereka sempat membahasnya waktu di perjalanan tapi Arlan belum memberi jawaban.


Sebenarnya siap tidak siap, memang Arlan lah yang akan menggantikan sang Papa. Tapi di satu sisi ia juga takut, kalau akan semakin sibuk. Apalagi saat ini Fira sedang hamil dan ada saja permintaannya.


" Arlan bicarakan dulu sama Fira Pah. Boleh kan minta pendapat istri dulu?" ujar Arlan.


" Ya sudah kalau begitu, benar kamu harus minta pendapat istrimu. Apalagi Fira sedang hamil, kamu bakalan sibuk saat pemindahan jabatan nanti. Istirahat lah... Papa juga akan istirahat." Papa Anton setuju jika Arlan harus membicarakannya pada Fira.


Bapak dan anak itu berpisah, yang satu menuju kamar yang ada di lantai satu dan yang satunya naik ke lantai dua.


ꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤꕤ


Sampai di depan kamarnya dan membuka pintu dengan perlahan, Arlan mendengar percakapan Fira dan Abi.


" Besok di antar sekolah sama Mommy ya Kak?" Abi yang sedang menonton TV lantas menoleh ke Fira.


" Beneran Mom? Biasanya kalau pagi-pagi Mommy lemas karena habis muntah." Iya, Abi tau kalau Mommynya setiap pagi akan lemas setelah muntah-muntah.


" Tapi Mommy pengen antar Kakak besok. Besok kan Kakak sekolahnya gak lama, jadi Mommy tungguin. Setelah itu Kakak mau gak temenin Mommy sama Adek makan sushi? Kayaknya adek lagi pengen makan sushi deh. Terus minta di temenin sama Kakak. Kakak mau gak?" Fira mencoba menjelaskan pada Abi. Posisi Fira saat ini berbaring sambil memeluk pinggang Abi yang duduk di samping ya.


" Ya mau lah Mom... Masa Mommy sama Adek minta temenin Kakak Abi gak mau. Sabar ya Adek, besok Kakak temenin makan sushinya. " Abi mengelus perut Fira yang sudah sedikit membuncit.


Karena tak ada lagi obrolan Fira dan Abi, hanya terdengar mereka bercanda saling menggelitik sambil tertawa. Mendengar itu, Arlan memutuskan untuk masuk kamar. Tapi saat ia masuk malah keduanya menjadi diam.


" Kok udah ketawanya, tadi Daddy denger seru banget ketawanya. " ucap Arlan sudah berdiri ddi dekat ranjang.


" Ada Daddy jadi gak seru lagi. Iya kan Mommy?" Abi menatap Fira dan jawaban Fira hanya mengangguk.


" Oow jadi gitu sama Daddy... Ya udah lah Daddy mau merajuk saja. " setelah mengucapkan itu, Arlan berjalan menuju kamar mandi.


" Hihihihi... Kita. Berhasil mengerjai Daddy Mom. " ucap Abi pelan sambil terkikik.


" Sudah ayo kita tidur, biar besok tidak kesiangan. " ujar Fira, ia mengambil remot TV dan mematikannya. Ia juga mengannti lampu utama menjadi lampu tidur.


" Aku tidur di sini Mom? " tanya Abi, karena ia tak di suruh kembali ke kamarnya.


" Iya... Mommy pengen peluk Kakak Abi. " jawaban Fira membuat Abi senang. Ia juga langsung memeluk Abi erat.


" Good night Mom... Good night Adek... " ucap Abi pelan.


" Good night Kakak Abi... Cup. " balas Fira dan di tambah dengan kecupan di kening Abi.

__ADS_1


"Huuftt si bocil malah tidur disini. " Arlan menghela nafas saat kembali dari bersih-bersih,ia melihat Abi tidur di pelukan Fira.


" Good night sayang-sayangnya Daddy... " ucap Arlan dan mencium kening istri dan anaknya. Tak lupa ia juga mengelus perut Fira.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..

__ADS_1


*Gamsahaeyo 🌹😘****


,


__ADS_2