
Dika datang dengan membawa beberapa paper bag berisi makanan, ternyata menu yang biasa Arlan pesan sangat banyak dan lengkap dengan dessert . Ia sampai meminta bantuan office boy membawa sebagian paper bag yang tidak bisa ia bawa.
Tok..Tok..
" Masuk.." seru Arlan dari dalam.
Dika masuk di ikuti office boy yang membantunya tadi..
" Astaga ada hama pengganggu.." ucap Dika dalam hati ketika melihat Tania duduk bersama dengan Arlan dan Fira.
" Kalo begitu saya permisi.." ucap Dika ketika selesai meletakkan makanan di meja, office boy tadi sudah keluar ruangan.
" Makan di sini saja..ramai-ramai lebih enak." ujar Fira, membuat Dika menatap Arlan dan Arlan mengangguk.
" Terima kasih Nona.." ucap Dika dan duduk di samping Tania.
" Kamu tidak pergi Tania?" tanya Arlan dan membuat Fira menoleh.
" Mas kenapa berbicara seperti itu?"
" Ah..iya. Aku akan makan siang juga." jawab Tania dan berdiri dari duduknya.
" Bisa-bisanya dia mengusirku dan tidak ada basa-basi menawari ku makan bersama." gerutu Tania dalam hati.
" Duduk Mbak.. makan siang di sini saja, lagian ini makanannya juga banyak." ujar Fira yang juga berdiri.
" Bolehkah?"
" Tentu saja.. iya kan sayang?" jawab Fira dan menatap Arlan tajam.
" Ya silahkan.." jawab Arlan singkat.
Semua makan dengan tenang, Tania beberapa kali mencuri pandang pada Arlan tapi Arlan cuek dan tetap makan dengan tenang.Fira makan sambil menyuapi Abi, ia juga tau kalo Tania mencuri pandang pada Arlan.
" Sayang aku mau lauk itu lagi.." ucap Arlan sambil menunjuk salah satu makanan di atas meja.
" Ini.." ternyata Fira dan Tania berbarengan mengambilkan untuk Arlan.
" Terima kasih sayang.." Arlan mengambil yang Fira ambilkan dan membuat Tania tersenyum kecut dan memakannya sendiri.
" Suasana macam apa ini? tau begini lebih baik aku makan dengan office boy tadi.." ucap Dika dalam hati.
" Mom.. aku sudah sangat kenyang." ucap Abi yang menolak suapan dari Fira.
" Baiklah.. ini minum dulu." ujar Fira dan memberikan botol minum Abi.
" Lama - lama kamu akan semakin bulat boy..hahaha." ledek Arlan dan membuat Abi mendelik tajam.
" Daddy cukup ya.. emang mau anaknya nanti gak mau makan." Fira memberi peringatan pada Arlan.
" Tapi anak-anak juga tidak bagus kalo terlalu gemuk." ucap Tania dan membuat Fira dan Arlan menatapnya.
__ADS_1
" Iya juga.. tapi Abi masih dalam berat badan normal." jawab Fira santai.
" Kami semua makan sangat banyak jika Mommy yang memasak, iya kan boy?" ucap Arlan dan menyenggol Abi.
" Tentu saja.. teman sekolah ku selalu berebut jika aku Mommy membawakan aku bekal." jawab Abi.
" Maaf jika Mommy selalu membuat mu makan terlalu banyak sayang, Mommy akan menguranginya.." ucap Fira pada Abi.
" Kenapa Mommy minta maaf.. aku malah senang. Dan bisa kah kalo Mommy membuat bekal untuk ku, Mommy membuat lebih untuk teman ku?" ujar Abi dengan puppy eyes.
" Baik Tuan Muda..siap laksanakan." jawab Fira sambil hormat seperti tentara.
" Kenapa hanya Abi yang dapat bekal, kenapa Daddy tidak dapat bekal." protes Arlan dan pura-pura merajuk.
" Daddy ada Uncle Dika yang akan membelikan makan untuk Daddy, jadi tidak perlu bekal dari Mommy." jawab Abi yang sedang memakan buah.
" Tapi Daddy mau bekal buatan Mommy juga!"
" Bukankah sering ada yang mengantar bekal untuk mu Mas?" ucap Fira menatap Tania sebentar lalu menatap Arlan.
" Tidak ada.. kalo pun ada, dia yang memakannya." jawab Arlan sambil menunjuk Dika yang sedang minum dan membuat Dika tersedak.
" Ternyata makanan yang sering aku kasih ke Arlan yang memakannya asistennya kurang ajar ini!" ucap Tania dengan geram dan menatap Dika.
" Kan Tuan yang menyuruh saya memakannya.. kadang saya juga bagikan pada yang lain." ujar Dika karena Tania menatapnya.
" Pokoknya mulai besok aku mau kamu membuatkan bekal untuk ku juga sayang, kalo perlu kamu mengantarnya ke sini." ujar Arlan dan membuat Fira dan Abi memutar mata jengah.
" Kalian memang sangat kompak.." ujar Arlan lagi.
" Kenapa cepat sekali Mbak?" ucap Fira basa-basi.
" Iya..aku harus kembali ke kantor." jawab Tania.
" Kalo begitu hati-hati Mbak, dan terima kasih oleh-olehnya." ujar Fira lagi dan hanya di jawab dengan senyuman oleh Tania.
Dika dan Tania keluar ruangan Arlan, tapi Tania berhenti di dekat meja Dika karena mendengar obrolan Arlan dan Fira yang akan pergi ke Bandung.
" Ada apa Nona?" tanya Dika.
" Apa Arlan akan pergi ke Bandung?" Tania balik bertanya.
" Saya tidak tau Nona.." jawab Dika dengan sopan.
" Kamu kan sekertaris sekaligus asisten pribadinya, bagaimana bisa kamu tidak tau kegiatan bosnya." omel Tania.
" Memangnya urusan dengan Nona Tania apa?"
" Aku hanya ingin tau saja.." jawab Tania lalu berjalan meninggalkan Dika.
" Dasar aneh.. jelas-jelas sudah melihat dengan matanya sendiri kalo Tuan Arlan sangat mencintai istrinya masih saja berusaha." gumam Dika melihat Tania pergi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong cingudeul....
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen ya...
Gamsahaeyo 🌹😘