
Keluarga kecil Arlan dan Fira saat ini sedang merasakan kebahagiaan yang sudah di nanti-nanti. Orang tua Arlan juga sama bahagianya, mungkin nanti jika orang tua Fira di beri tahu juga akan bahagia.
Orang tua Arlan dan Abi beserta susternya sudah pulang lebih dulu, sedangkan Fira masih di kantor Arlan. Sekarang Abi sudah tidak suka ikut Mommy atau Daddynya bekerja, katanya ia sudah besar dan akan segera punya adik.
'' Sayang ada yang ingin kamu makan?" tanya Arlan di sela-sela ia mengerjakan pekerjaannya.
'' Aku ingin makan masakan Mama..'' jawab Fira tanpa menatap suaminya.
'' Mau pulang sekarang?" tanya Arlan lagi sambil melihat jam, pasalnya sekarang baru menunjukan pukul 4 sore.
'' Nanti aja.. kan nanti malam mau ke sana.'' jawab Fira lagi dan beranjak dari duduk dan berjalan mendekati Arlan.
'' Sini..'' Arlan menepuk pahanya menyuruh Fira duduk di pangkuannya dan Fira menurut.
'' Bosen ya? kenapa tadi gak ikut pulang Mama..'' ujar Arlan sambil memeluk pinggang Fira.
'' Aku suka bau ruangan ini.. aku akan jalan-jalan disekitar sini ya.''
'' Nanti kamu capek sayang..''
'' Kalau begitu akan ke kafe di bawah saja..boleh kan.'' ucap Fira di tambah dengan senyum manisnya.
'' Minta temani Dika.''
'' Tidak perlu, aku sendiri saja.'' Fira berusaha bangkit dari pangkuan Arlan tapi Arlan masih menahannya.
'' Hati-hati oke..'' ujar Arlan serius.
'' Iya sayang...cup.'' jawab Fira dan mengecup pipi suaminya lalu beranjak.
Setelah Fira pergi, Arlan menelpon Dika untuk mengikuti Fira tapi jangan sampai Fira tahu. Sebenarnya ia ingin menemani istrinya tapi ia harus segera menyelesaikan pekerjaan yang cukup banyak ini agar nanti bisa pulang tidak terlalu malam. Nanti malam juga akan berkunjung ke rumah mertuanya untuk makan malam sekaligus memberi tahu kabar bahagia kehamilan Fira.
Fira berjalan dengan santai, tiap berpapasan dengan karyawan suaminya tak sungkan ia menyapa dengan senyum. Saat di loby Fira bertemu dengan Dedi pegawai yang tempo hari membantunya membeli makan, tapi ia tidak sendiri. Melainkan bersama dengan seniornya yang tidak mengenali Fira sebagai istri bosnya..
'' Selamat sore Nona..'' sapa Dedi lebih dulu.
'' Sore.. mau pulang ya?" tanya Fira sambil melirik pegawai wanita itu.
'' Iya Nona..'' jawab Dedi ramah.
'' Bisa ikut saya sebentar ke sana?" ucap Fira sambil menunjuk kafe di sebelah kantor.
'' Bisa Nona..'' jawab Dedi dan pegawai wanita itu.
'' Dedi aja.. kamu bisa langsung pulang.'' ujar Fira ketika senior Dedi akan ikut juga.
'' Baik Nona..'' ucapnya kecewa.
Fira dan Dedi berjalan ke kafe, beruntung ada jalan yang menghubungkan antara kafe dan kantor jadi tidak perlu keluar gedung. Tanpa Fira sadari, Dika sang asisten mengikutinya di belakang..
'' Kamu buru-buru gak?" tanya Fira saat sudah duduk di salah satu kursi di kafe itu.
'' Tidak Nona.. cuma setelah ini saya mau ngojek.'' jawab Dedi.
'' Ngojek?"
'' Iya Nona.. setelah selesai bekerja di sini, saya jadi ojek online. Buat tambah-tambah karena sebentar lagi adik saya masuk SMA.'' ujar Dedi jujur.
'' Kamu gak capek gitu?"
'' Ya mau bagaimana lagi Nona.. di keluarga saya yang bisa di andalkan. Ayah saya sudah meninggal dan ibu hanya bekerja jika ada tetangga memanggilnya jika dibutuhkan tenaganya. Adik saya masih sekolah, jadi saya harus bekerja lebih agar bisa mencukupi kebutuhan kami.'' cerita Dedi panjang lebar.
'' Kamu anak pertama ya.. oiya mau minum apa?"
__ADS_1
'' Saya anak kedua Nona.. Kakak saya sudah menikah dan ikut suaminya tinggal di luar kota. Tidak usah repot-repot Nona, saya senang bisa menemani Nona.'' jawab Dedi sungkan.
'' Hey mana bisa seperti itu.. tunggu sebentar ya, saya pesan dulu.'' ucap Fira dan beranjak untuk memesan.
Fira memesan minuman untuk nya dan untuk Dedi.. ia juga memesan makanan untuk Dedi bawa pulang, karena tadi Dedi bilang harus mengojek jadi pasti ia mau jika di tawari makan. Tapi saat akan membayar Fira lupa kalo tidak membawa dompet, dan kartu yang biasanya ada di balik ponselnya juga tidak ada. Beruntung ia melihat Dika yang sepertinya sedang mengikutinya.
'' Apa kamu mengikuti ku?" ucap Fira setelah menghampiri Dika.
'' S-saya di suruh Tuan Arlan Nona..'' jawab Dika gugup.
'' Oke lupakan.. apa kamu ada uang cash? aku sudah pesan tapi aku lupa dompet dan kartu yang biasa ada di sini tidak ada.'' ucap Fira sambil menunjukkan ponselnya.
'' Ada.. tapi tidak banyak Nona.'' jawab Dika cepat.
'' Baiklah..ayo ke sana.'' Fira mengajak Dika ke kasir untuk membayar.
Dika membayar pesanan Fira dan ternyata pesanan Fira hampir lima ratus ribu, ternyata ada untungnya juga tadi pagi ia salah memencet nominal saat mengambil uang..
'' Apa masih ada sisa uang di dompet mu?" tanya Fira lagi.
'' A-ada Nona..'' jawab Dika cepat.
" Apa dia akan menguras dompet ku? tapi untuk apa lagi? bukankah semuanya sudah di bayar.." ucap Dika dalam hati.
'' Oke.. keluarkan semua dan hitung ada berapa.'' ucap Fira santai.
Seketika mata Dika melotot, tapi tetap melakukan apa yang di ucapkan Fira. Bagaimana bisa ia membantah ucapan istri bosnya..
'' Ini Nona.. ada satu juta dua ratus dan ini kembalian tadi tiga puluh lima ribu.'' Dika mengeluarkan semua isi dompetnya.
Fira mengambil yang satu juta dua ratus, lalu meminta kertas dan pena pada pelayan..
'' Permisi..'' panggil Fira pada pelayan yang memberi kertas dan pena tadi.
'' Bisa tolong masukkan ini pada pesanan ku yang di take away tadi?" ucap Fira dan menyerahkan uang yang ada dalam bungkusan kertas.
'' Bisa Nona..'' jawab pelayan itu cepat.
'' Jangan sampai salah ya.. dan terima kasih.'' ucap Fira memastikan.
'' Baik Nona... saya pastikan tidak salah.'' jawabnya, karena para pelayan sudah tahu jika Fira istri dari pemilik perusahaan di sebelah kafe.
'' Kamu bisa kembali bekerja..atau mengikuti ku lagi.'' ucapnya pada Dika lalu kembali ke meja dimana tadi ia duduk bersama Dedi dengan membawa minuman yang tadi ia pesan.
'' Maaf ya lama..'' ucap Fira dan meletakan minumannya di depan Dedi.
'' Terima kasih Nona..'' ucap Dedi sungkan.
'' Santai saja.. oiya ada berapa adik mu?"
'' Dua Nona..yang di bawah saya akan masuk SMA dan yang satu lagi masih SD kelas lima.'' jawab Dedi, ia sangat terkesan pada Fira yang antusias menanyakan keluarganya.
'' Jadi sekarang kegiatan ibu mu apa jika tidak ada tetangga yang memerlukan tenaganya.'' tanya Fira sambil meminum minumannya.
'' Sekarang ibu saya berjualan makanan ringan dan juga es di depan rumah, itu juga berkat uang yang Nona berikan waktu itu dan sedikit simpanan saya nekat di jadi kan modal agar ada tambahan.'' ujar Dedi.
'' Wah.. bagus itu, sekarang jadi ada kegiatan dan pemasukan untuk ibu kamu.''
'' Ya begitu lah Nona..'' ujar Dedi dengan senyum.
'' Maaf Nona ini pesanannya..'' pelayan mengantarkan makanan pesanan Fira.
'' Terima kasih..'' ujar Fira dengan senyum.
__ADS_1
'' Ini makanan kamu bawa pulang, saya titip untuk ibu dan adik kamu ya.'' ucap Fira dan menggeser makanannya ke Dedi.
'' U-untuk saya Nona?'' tanya Dedi tidak percaya.
'' Iya.. karena kamu udah nemenin saya ngobrol di sini. Bawa pulang dulu ya, ngojeknya setelah mengantar ini ke rumah. Oke..''
'' Baik Nona.. Terima kasih banyak. Semoga banyak rejeki untuk Nona sekeluarga dan semoga sehat selau.'' ucap Dedi tulus.
'' Amiin.. salam ya untuk ibu dan adik-adik mu. Pulang lah..dan hati-hati ya.'' ujar Fira.
'' Saya permisi Nona..'' ucap Dedi semangat dan Fira mengangguk dengan senyum.
" Aku kira akan ikut menghabiskan makanan lagi, tapi ternyata makanannya untuk anak itu." gumam Dika yang mengamati Fira dari jauh.
Fira kembali ke kantor suaminya dengan di ikuti Dika di belakangnya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul..
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
Gamsahaeyo 🌹😘