Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Bab 22 Berpamitan


__ADS_3

Sesampainya di dalam butik Fai langsung mencecar Malika dengan pertanyaan.


"Lika,gimana bisa kamu datang bersama Roy?"


"Dia kan tadi sudah menjelaskannya Fai,"Ucap Malika.


"Iya aku tadi mendengarnya,tapi apa jangan-jangan kamu dan dia sudah ada hubungan?"


"Ngaco kamu Fai,aku dan dia baru ketemu tiga kali.Mana bisa aku ada hubungan dengannya."Sambil terus berjalan dan merapihkan baju-baju.


"Ya siapa tahu saja kan.Dari yang aku dengar dari Aska kalau Roy itu tipe cowok yang susah dekat sama cewek dan juga cuek.Nah sedangkan sama kamu,dia peduli mau aja gitu anterin kamu pulang terus pagi ini jemput kamu berangkat kerja."Fai mengekori Malika yang jalan wara wiri.


"Ya mungkin dia kasihan sama aku Fai, karena motorku rusak terus ketemu dia.Ya mau gak mau dia nganterin aku."Masih sambil merapihkan baju yang terpajang.


Dug...


"Aawwwhh...Ucap Fai dan Malika bersamaan.Mereka memegang kening masing-masing merasakan cenut cenut di keningnya akibat benturan mereka.


"Fai kamu ngapain sih di belakang aku."Ucap Malika sambil mengusap-usap keningnya.


"Ya aku kan lagi tanya sama kamu jadi aku yaa ikutin kamu jalan Lika.Lagian kamu balik badan gak pake acara bilang dulu."


"Ya mana aku tahu kalau kamu di belakang aku."


"Udah sana pergi masuk ke ruangan mu, mengganggu orang bekerja saja."Ucap Malika sambil meneruskan pekerjaannya.


"Hei,kau mengusirku,kau tidak tahu siapa bosnya disini.Enak saja menyuruhku pergi."


"Justru itu karena aku tahu bosnya siapa,Aku cuma takut ketahuan bos ku,soalnya bos ku itu cerewetnya minta ampun."


"Kau mengatai aku cerewet?"Sambil menunjuk dirinya sendiri.Malika mengangguk cepat dan berlalu meninggalkan Fai.


Dasar karyawan gak ada akhlak sudah mengusirku,mengatai aku cerewet pula.Untung sahabat...Fai mengoceh sendiri dan masuk ke ruangannya.


Sementara itu di Rumah Bramasta, Sherly sedang bersiap-siap untuk pergi ke bandara.Rencananya malam ini Sherly akan kembali ke negara tempat orang tuanya berada.


Baru juga beberapa hari disini,aku sudah harus pulang.Aku tidak mau kena marah lagi dan mendapat ancaman dari Aska.Aska tak pernah main-main dengan ucapannya.Sherly terus saja menggerutu sambil memasukkan baju ke dalam koper.


Mama Nita masuk, karena melihat pintu kamar Sherly yang terbuka sedikit.


"Kamu mau pulang Sherly?"Tanyanya setelah di dekat Sherly.


"Iya Tante,aku sudah membuat kesalahan.Aku tidak enak kalau harus terus disini."Duduk di tepi ranjang,Mama Nita pun ikut duduk.


"Tante harap kejadian kemarin menjadi pelajaran buat kamu kedepannya Sherly.Tante sayang sama kamu,tapi Tante juga tidak bisa membela kamu kalau kamu salah."


"Iya Tante, Sherly minta maaf ya Tante atas kelakuan Sherly kemarin.Sherly sadar kalau Sherly salah.Sherly juga nanti mau minta maaf lagi sama Kak Fai sebelum Sherly pulang."


"Tante sudah maafin kamu,Tante kemarin benar-benar kecewa dengan sikap kamu.Tapi karena kau sudah mengakui kesalahan mu dan Tante harap kamu berubah menjadi lebih baik lagi."


"Terima Kasih ya Tante."Memeluk Tante Nita.


"Tante harap kamu bisa melupakan perasaan kamu buat Aska.Ingat Aska itu sepupu kamu dan juga Aska sudah punya istri.Jangan menjadi perusak rumah tangga seseorang."


"Iya Tante."


🎗️


🎗️


🎗️

__ADS_1


Sore hari jam kerja pun usai, waktunya pulang ke rumah.Fai sedang menunggu Aska menjemputnya,yang katanya agak sedikit terlambat.Malika menemani Fai menunggu suaminyadatang.Motor malika sudah di antar tadi siang oleh pihak bengkel.


Setelah beberapa menit menunggu dua mobil pun datang,eehh kok dua mobil.Rupanya tak hanya mobil Aska saja yang datang tapi juga mobil Roy.Entah ada keperluan apa sampai Roy ikut ke butik Fai.


"Lika,lihat dech itu Kak Roy ikut kesini pasti dia mau nganterin kamu pulang lagi."Fai menyikut lengan Malika.


"Apaan sih Fai,kan motorku udah disini.Gak mungkinlah dia mau nganterin aku pulang."


Aska dan Roy pun keluar dari mobil masing-masing.


"Hai Kak Roy,kok tumben ikut kesini,ada keperluan apa nich?"Tanya Fai.


"Itu,saya hanya memastikan kalau motor Malika sudah di antar ke butik."Ucap Roy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nah sekarang kan sudah lihat kalau motornya Malika sudah di antar,jadi tunggu apalagi kok Kak Roy masih di sini."Fai menahan senyumnya melihat Roy semakin salah tingkah.


"Kak Roy,terima kasih ya sudah mau membawa motor aku bengkel."Ucap Malika malu-malu.


"Iya sama-sama."Jawab Roy.


"Mending kita pulang aja yuk sayang,kita jangan ganggu mereka yang lagi pendekatan."Ucap Aska.


"Kak Roy titip sahabat aku yaa,awas lho kalau sampai lecet."Teriak Fai sebelum masuk mobil.


Fai dan Aska pun meninggalkan butik, mereka memberikan waktu untuk Malika dan Roy agar lebih dekat.


Setelah kepergian Fai dan Aska kecanggungan makin terjadi di antar Roy dan Malika.


"Kalau begitu,aku pulang dulu ya kak Roy sudah semakin sore."Ucap Malika berlalu meninggalkan Roy yang masih diam mematung ditempatnya.


"Tunggu Ika,"Malika menghentikan langkahnya.


"Iya kak Roy ada apa?"


Roy pun segera jalan menuju mobilnya.Dan mengikuti Malika sampai ke rumahnya.


Fai dan Aska sudah sampai di rumah, mereka langsung masuk ke kamar.


"Sayang,mandi bareng yuuk,biar cepat kan sudah mau magrib."Ucap Aska tersenyum penuh arti.


"Yakin cuma mandi aja?kok aku curiga yaa."Ucap Fai penuh kewaspadaan.


"Kamu mah curigaan terus sama suami."Aska langsung menggendong Fai menuju kamar mandi membuat Fai teriak.


"Maas,turunin aku nanti jatuh."


"Mana ada jatuh,aku sangat kuat gendong kamu sayang."Akhirnya Fai pun pasrah.


Aska mulai membuka pakaiannya sendiri dengan cepat,lalu membantu Fai membuka pakaiannya.


"Aku bisa sendiri mas."


"Biar cepat sayang,"Lalu Aska mengajak Fai ke bawah shower dan menyabuni tubuh Fai,membuat Fai merasakan sensasi yang membuat dia bergairah.Aska melakukanya dengan lembut.Mau tak mau Fai pun terbawa suasana.


"Mas."Ucapnya lirih.Aska selalu saja bisa membuatnya melayang-layang.


Akhirnya mereka tak hanya mandi saja,tapi juga melakukan hal yang membuat mereka lupa waktu.Adzan Maghrib mereka baru saja keluar dari kamar mandi.Dengan sigap Aska mengeringkan rambut Fai dengan hairdryer sambil sesekali menciumi rambut Fai membuat Fai tersenyum.


"Terima kasih ya sayang,"Mengecup kening Fai setelah selesai mengeringkan rambut.


"Iya mas,ya sudah yuuk kita shalat dulu."

__ADS_1


Setelah shalat Fai malah berbaring di tempat tidur.Fai merasa badannya remuk,karena semalam sudah di kerjai Aska,sore ini pun juga.


"Kamu kenapa sayang?"Aska melihat Fai yang kelelahan.


"Aku capek mas,pengen tidur."


"Tapi kamu kan belum makan malam sayang,"Aska ikut berbaring di samping Fai memeluk istrinya yang hampir memejamkan mata.Fai justru memeluk Aska dan menempatkan wajahnya di dada Aska,menghirup aroma yang membuat Fai merasakan ketenangan.


"Sebentar saja mas,aku tiduran dulu sebelum makan,"Sambil memeluk Aska semakin erat,Aska pun membalas pelukan Fai.


"Maaf yaa sudah buat kamu kelelahan seperti ini."Ucap Aska sambil mengelus rambut Fai.


"Gak apa-apa mas,kan itu sudah kewajiban aku sebagai istri kamu.Toh aku juga menikmatinya.",Ucap Fai sudah tak malu lagi berkata seperti itu.


"Tapi maaf ya,kalau pelayanan aku kurang memuaskan."Ucap Fai.


"Aku selalu puas sayang."


Saat mereka asyik mengobrol pintu di ketuk.


Tok..Tok..Tok..


"Den Aska,Non Fai, sudah di tunggu ibu dan bapak di ruang makan."Ucap Bi Sari dari luar kamar.


"Iya Bi, sebentar lagi kita turun."Sahut Aska.


"Yuuk makan dulu,nanti setelah makan kan enak kalau mau tidur,apa mau aku gendong sampai ke meja makan,hmm."Aska menaikturunkan alisnya.


"Gak usah aku bisa jalan sendiri."Ucap Fai ketus,apa kata mertuanya nanti kalau Fai sampai di gendong.Buat malu saja.


"Fai kamu kenapa kok kelihatannya lemas banget gitu."Tanya Mama Nita.


"Gak apa-apa Ma,cuma kecapean aja tadi di butik Alhamdulillah ramai jadi Fai harus ikut terjun bantu melayani."Mama dan papa mengangguk-angguk.


"Aska,jangan buat Fai begadangan terus ya,kasihan Fai."Ucap Mama Nita penuh peringatan.Membuat Fai tersenyum malu dan Aska sang mantan duda hanya menyengir.


Setelah makan malam Fai yang tadinya mau langsung istirahat tak jadi karena Mama nya mengajak Fai dan yang lainnya ke ruang tengah.


"Tante, Om,Kak Aska dan Kak Fai,Sherly mau pamit pulang.Sherly juga minta maaf atas kelakuan Sherly kemarin.Terutama Kak Fai,aku minta maaf yaa.Aku akui perbuatan aku kemarin salah."Ucap Sherly mendekati Fai lalu memeluknya dan ternyata Sherly menangis di pelukan Fai.


"Aku sudah memaafkan kamu Sherly,aku harap kamu bisa berubah menjadi lebih baik lagi.Kakak yakin kamu gadis yang baik"Fai membalas pelukan Sherly, sebenarnya gadis ini baik cuma dia terlalu terobsesi dengan Aska suaminya.


"Kak Aska,aku boleh peluk kakak?"Ucap Sherly penuh harap dengan wajah sendu,Aska merentangkan tangan , Sherly segera berhambur memeluk Aska dan menangis sesenggukan di pelukan Aska.


"Aku juga minta maaf ya Kak,karena sudah membuat Kak Aska marah dan kecewa atas sikap aku."Masih menangis sesenggukan.


"Iya kakak sudah memaafkan kamu,kamu tetap adik kakak.Selalu Jadi adik yang baik dan manis yang selama ini kakak kenal ya."Sherly mengangguk.


Setelah itu Sherly pun mengambil kopernya dan keluar di temani semua orang yang ada di rumah.


"Mas,kita antar Sherly ke Bandara yuk"Ajak Fai.


"Lho katanya kamu capek sayang,mending istirahat saja ya."


"Gak jadi sudah hilang capeknya,kita antar Sherly sekalian kita jalan-jalan."Fai antusias.


"Ya sudah,mas ambil jaket kamu dan mas dulu ya di kamar.Sherly biar mas dan Fai yang antar kamu ke bandara."


Aska balik lagi dan memakaikan jaket ke tubuh Fai.


Beruntung ya kamu Fai bisa di cintai dengan tulus oleh Aska....Batin sherly

__ADS_1


"


__ADS_2