Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 58


__ADS_3

Tania memasuki rumahnya dengan muka kesal dan dengan buru-buru berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Kedua orang tua Tania yang sedang duduk di ruang keluarga heran melihat tingkah laku putrinya. Orang tua Tania kembali di kaget kan oleh pintu yang di banting dengan keras, dan suara itu berasal dari kamar Tania.


'' Kenapa dengannya? coba Mama liat..'' ujar sang Papa.


'' Baiklah.'' sang Mama pun beranjak dari duduknya dan menuju kamar Tania.


Tok..Tok..Tok..


" Sayang..'' panggil sang Mama.


'' Tania..ada apa nak?" ucapnya lagi.


'' Coba cerita sama Mama..'' sang Mama masih berusaha agar Tania membuka pintu.


'' Aku hanya lelah Mah..tinggalkan aku.'' jawab Tania dari dalam.


'' Apa kamu yakin sayang?" Mamanya masih memastikan.


'' Iya.'' jawabnya singkat.


Tania ini anak kedua, kakaknya sudah menikah dan ikut dengan suaminya. Hanya sesekali datang melihat orang tuanya.


Orang tuanya sudah sering untuk segera menikah, bahkan pernah akan di jodohkan dengan anak rekan bisnisnya tapi Tania menolak dan bilang kalo sudah ada laki-laki yang di cintainya. Ia mencintainya sudah dari dulu, dari laki-laki itu lajang sampai menikah lalu ditinggal oleh istrinya dan sekarang sudah menikah lagi.


Karena malam ini kantor tempat ia bekerja merayakan ulang tahun, maka ia memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di sisi lain, Arlan baru saja sampai rumah dan melihat kedua orang tuanya beserta Abi yang sedang bermain di taman depan rumah.


Fira baru akan berjalan menghampiri Abi, tapi Arlan malah menggendongnya dan masuk ke dalam rumah.


'' Mas..apa-apaan sih? turunin aku..'' protes Fira dan memukul punggung Arlan.


'' Sayang tolong Mommy..'' teriak Fira pada Abi yang melongo melihat kelakuan Daddynya.


Bukan hanya Abi, tapi orang tua Arlan juga hanya geleng-geleng melihatnya.


'' Diam sayang..kamu harus di hukum.'' ucap Arlan sambil terus menaiki tangga dan Fira hanya diam saja tanpa ingin membantah lagi.


Sesampainya di kamar,Arlan langsung menurunkan Fira yang bisa ia lihat wajahnya yang cemberut.


'' Kenapa mukanya kayak gitu?" ucap Arlan sambil memeluk pinggang istrinya.


'' Malu tau aku sama Mama Papa Mas.'' ucapnya kesal.


'' Kenapa mesti malu? Mama sama Papa udah paham sayang.'' Arlan mencubit pipi Fira.


'' Tau ah.. aku mau mandi aja!" ucap Fira dan mencoba melepas tangan Arlan di pinggangnya.


'' Ayo kita mandi bersama.'' Arlan sambil menaik-turun kan alisnya.


'' Gak mau ah..nanti jadi lama.'' jawab Fira cepat.


Tanpa menanggapi jawaban Fira, Arlan kembali menggendong Fira dan langsung menuju kamar mandi.


Hampir dua jam, mereka menghabiskan waktu di kamar mandi. Ya..selain mandi, mereka juga berolahraga. Arlan beralibi jika itu hukuman Fira karena telat makan siang tadi.


'' Jadi besok bolehkan aku tetep pergi ke Boutique Mas?" tanya Fira saat Arlan sedang mengenakan bajunya.


'' Liat besok deh..'' jawab Arlan santai.

__ADS_1


Fira mendengus kesal mendengar jawaban dari suaminya, ia sudah menduga kalo yang katanya tadi hukuman di kamar mandi bukan satu-satunya hukuman yang akan ia terima.


Arlan dan Fira sudah rapi dengan pakaiannya dan sudah bersiap untuk berangkat ke pesta ulang tahun perusahaan mitra kerjanya.


'' Sayang kamu cantik sekali..'' ucap Mama Ratih saat Fira dan Arlan sampai di lantai bawah.


Fira mengenakan gaun pilihan suaminya tadi siang, dan ternyata gaun itu ada belahan sampai ke paha di bagaian depan. Tadi sempat Arlan melarangnya tapi karena ini pilihannya jadi dengan terpaksa mengizinkan Fira mengenakkan nya.



'' Udah dari dulu kali Mah cantiknya.'' sahut Arlan dan menatap Fira.


'' Mama sama Papa kok belum siap-siap?" tanya Fira ketika sampai di lantai bawah dan melihat kedua mertuanya santai menonton tv bersama Abi juga.


'' Kalian aja lah yang pergi, Mama kamu malas katanya.'' jawab Papa Anton.


'' Mama gak sakit kan?" tanya Fira mendekat.


'' Gak sayang..Mama cuma malas aja datang ke acara-acara seperti itu di usia segini. Lebih baik Mama main sama cucu gini di rumah, lagian sudah ada kalian.'' jawab Mama Ratih jujur.


'' Ya sudah kalo gitu, sayang Mommy sama Daddy pergi dulu ya? Boboknya jangan malam-malam ya..besok masih sekolah.'' ucap Fira pada Abi.


'' Oke Mom..'' jawabnya singkat sambil menunjukkan jempolnya.


Arlan dan Fira berangkat hanya berdua, sepanjang jalan Arlan menggenggam tangan Fira. Sesekali ia melirik Fira yang sangat cantik malam ini, meskipun hanya dengan gaun simpel pilihannya dan makeup tipis.


'' Kenapa sih Mas ngelihatin terus?" tanya Fira memecah keheningan.


'' Gak papa..kamu cantik banget malam ini.'' jawab Arlan lalu mengecup tangan Fira.


'' Malam ini doang cantiknya? Berarti kemarin-kemarin aku gak cantik dong?" tanya Fira sewot.


Fira mendengar jawaban Arlan membuat pipinya menghangat, mungkin pipinya sudah merah merona sekarang.


Sesampainya di sebuah hotel tempat diadakannya pesta, Arlan berjalan memutar membukakan pintu untuk istrinya. Fira memeluk lengan suaminya saat memasuki hotel, mereka langsung menuju ballroom dan sudah banyak undangan yang hadir.


Tania mencari Arlan karena dari tadi ia berkeliling sama sekali belum melihat Arlan. Matanya menatap pintu utama dan melihat Arlan baru saja masuk dengan Fira memeluk lengannya. Tania untuk sesaat menatap Fira, istri dari orang yang di cintainya itu sangat cantik dengan gaunnya dan makeup yang sederhana.


'' Hai..kalian baru sampai?" sapa Tania tiba-tiba.


'' Iya Mbak..'' jawab Fira dengan senyum.


'' Kamu sendiri aja?" tanya Arlan.


" Maunya sama kamu, tapi kamu udah sama istri kamu kan?" ucap Tania dalam hati, sambil matanya melirik tangan Fira memeluk lengan Arlan posesif.


" Iya.. mau sama siapa lagi.'' jawab Tania sambil tersenyum kecut.


'' Tante sama Om mana?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan.


'' Kami yang mewakilkan, Mama lagi kurang enak badan jadi Papa juga gak mau kalo pergi sendiri.'' jawab Arlan bohong.


Tania mengangguk mendengar penjelasan Arlan, selanjutnya mereka mendekati orang yang punya acara untuk mengucapkan selamat.


'' Selamat malam Tuan Samudra.. selamat ulang tahun perusahaannya.'' ucap Arlan dan menjabat tangan.


'' Wah Tuan Arlan.. Terima kasih sudah berkenan hadir. Apakah ini istri anda?"


'' Ya ini istri saya..Safira.'' Arlan memperkenalkan istrinya dan Fira menerima uluran tangan rekan bisnis suaminya.


Jika para pembisnis berkumpul, pasti obrolan mereka juga tak jauh dari saham dan segala macam proyek. Fira merasa bosan mendengar obrolan mereka, dari dulu ia selalu menolak jika Papa atau Kakaknya mengajaknya menghadiri pesta seperti ini. Tapi sekarang ia mau tidak mau harus menemani suaminya.

__ADS_1


'' Sayang bolehkah aku ke sana?" bisik Fira di telinga Arlan dan menunjuk meja makanan dan minuman.


'' Mau aku antar?" bisik Arlan juga.


'' Gak usah , Mas di sini aja. Aku cuma sebentar..'' jawab Fira lalu ia sedikit menunduk sebelum pergi.


Saat Fira sedang memilih makanan, dari belakang bahunya di colek dan membuat Fira menoleh cepat. Dahinya berkerut mengingat orang yang ada di depannya ini..


'' Siapa ya..'' tanya Fira tidak ingat apakah ia kenal dengan orang di hadapannya ini atau tidak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Annyeong cingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya...


Gamsahaeyo 🌹😘

__ADS_1


__ADS_2