
Morning sickness sangat wajar terjadi pada ibu hamil. Fira yang sedang hamil pun mengalaminya... setiap pagi pasti ia akan memuntahkan isi perutnya. Itu terjadi hanya di pagi hari saja... beruntung hanya mengalaminya di pagi hari dan tidak sepanjang hari. Kehamilannya sudah menginjak ke bulan ke tiga..
Selama hamil ia masih sesekali pergi ke Boutiquenya dan itu juga hanya sebentar saja. Ia berhasil membujuk Arlan agar mengijinkannya tetap berangkat ke Boutiquenya. Dengan syarat hanya sebentar. Sella juga sudah menambah pegawai seperti yang Arlan suruh, agar jika Fira tak berangkat kerja dia tidak keteteran.
Siang ini Abi dan Fira hanya berdua di rumah, itu dikarenakan Mama Ratih dan Papa Anton sedang pergi ke luar kota mengunjungi kerabat yang sedang sakit. Arlan, Fira dan Abi tidak ikut karena bukan hari libur, mereka hanya menitip salam dan semoga cepat sembuh.
" Mom.. apa besok Mommy bisa kesekolah ku?" tanya Abi saat mereka sedang bersantai di kamar setelah selesai makan siang.
" Memang ada sayang? Apa kamu membuat masalah?" tanya Fira sedikit kaget.
" Tidak Mom... Besok aku dan teman-teman ada sebuah pertunjukan. Mommy tidak mendapat undangannya ya?" jelas Abi.
" Ouw... Mungkin undangannya di kirim ke Daddy. Hanya Mommy atau sama Daddy juga?" tanya Fira lagi.
" Daddy pasti sibuk Mom... Mommy saja tidak apa-apa." jawab Abi sendu, ia menginginkan Daddynya juga datang tapi pasti Daddynya sibuk.
" Kan Abi belum tanya... Nanti kita tanya Daddy ya besok bisa ke sekolah Kakak atau tidak. " ucap Fira sambil mengelus kepala Abi.
" Kalau tidak bisa tidak apa-apa Mom... Mommy bisa datang saja aku sudah senang. Kalau Daddy sibuk di gantikan Oma saja. " jawabnya dengan bijak.
Bagaimana anak seumuran Abi sudah memiliki pemikiran yang begitu. Mungkin karena sudah terbiasa ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Nenek dan Kakeknya, ia tau jika Daddynya sibuk dengan pekerjaannya.
" Iya gitu juga boleh... Besok Mommy datang sama Oma. Tapi nanti kita tanya Daddy dulu ya Kak... tapi tebakan Mommy pasti besok Daddy bisa datang ke sekolah Kakak. Mana mungkin Daddy mau melewatkan pertunjukan jagoannya ini. " ucap Fira sambil mencubit hidung Abi.
Semenjak hamil, Fira sedang membiasakan memanggil Abi dengan Kakak...
" Adek masih lama ya Mom keluarnya?" tanya Abi sambil mengelus perut Fira yang masih rata.
" Kakak sudah tidak sabar ya pengen ketemu Adek.. sabar ya sayang... do'akan juga Adek sehat-sehat di perut Mommy." jawab Fira.
" Aku selalu berdoa semoga Mommy dan Adek sehat. Iya aku sudah tidak sabar mengajaknya bermain... Aku juga ingin tau dia cewek atau cowok." ucap Abi antusias.
" Mom... Nanti kalau Adek sudah keluar, Mommy akan tetap menyayangiku kan? Mommy tidak akan melupakan ku kan?" tanya Abi tiba-tiba dan memandang Fira dengan mata yang sendu.
" Kok Kakak tanya kayak gitu sih... Kalau Adek sudah keluar, Mommy akan tetap menyayangi Kakak dan tidak akan melupakan Kakak. Mommy akan menyayangi Kakak dan Adek sama tidak ada yang di beda-bedakan. Mommy janji... Nanti kalau Kakak merasa perlakuan Mommy ke Kakak dan ke Adek beda tolong bilang sama Mommy ya sayang. Semoga saja tidak akan pernah ya..." jawab Fira dan langsung membawa Abi kepelukannya.
Fira sadar.. dan mungkin semua orang tua akan mengalami fase ini disaat akan memiliki anggota baru di keluarganya. Si anak pertama akan merasa takut tidak di sayang dan dilupakan.
" Iya Mom... Makasih ya Mommy sudah mau jadi Mommy aku dan sayang sama aku dan Daddy... sama Nenek dan Kakek juga." ucap Abi masih dalam pelukan Fira.
" Iya sayang... Terima kasih juga ya Abi udah jadi anak yang baik dan Terima kasih udah pilih Mommy jadi Mommynya Abi." timpal Fira dan semakin mengeratkan pelukan.
❊❊❊❊❊❊❊❊❊❊❊❊❊
Sore hari Fira sudah selesai memandikan Abi, ia baru selesai mandi. Tinggal menunggu suaminya pulang kerja. Saat ini Abi bermain di ruang keluarga di temani Fira dan juga Susnya.
Tak lama terdengar suara mobil datang, sudah di pastikan pasti itu mobil Arlan. Tadi Arlan sempat telfon kalau tidak pulang malam.
" Assalamu'alaikum..." ucap Arlan saat memasuki rumah.
" Walaikumsalam..." jawab serentak semua yang ada disitu.
__ADS_1
" Anak Daddy ini sudah mandi belum?" ucap Arlan berjalan mendekati Abi dan Fira di ruang keluarga.
" Sudah Dad.." jawab Abi dan menatap Arlan sekilas.
" Kok Daddy di cuekin sih... sini peluk Daddy dulu." ujar Arlan pada anaknya yang sibuk dengan mainannya.
" Bersih-bersih dulu Daddy..." sahut Fira, ia beranjak dari duduknya. Arlan kira akan menghampirinya tapi ternyata Fira berjalan ke arah dapur.
" Tuh dengar Mommy Dad, mandi dulu baru peluk aku dan Mommy." sahut Abi meledek.
" Oke-oke Daddy mandi dulu..." jawab Arlan dan berjalan ke tangga.
" Lho Daddy mana Kak?" tanya Fira datang dari dapur membawa minum untuk Arlan.
" Daddy ke atas Mom... mau mandi katanya." jawab Abi cepat.
" Ya sudah Kakak sama Sus dulu ya, Mommy ke atas dulu." ujar Fira, Abi mengangguk dan Fira langsung berjalan menuju kamarnya.
Saat sampai di kamar, Fira tak mendapati sosok suaminya. Di letakkan gelas minum untuk Arlan di nakas, ia lalu berjalan ke walk in closet dan dapat di dengar suara air di kamar mandi.
Begitu Arlan selesai mandi, saat keluar dari kamar mandi ia melihat bajunya sudah di siapkan. Ia menebak pasti istrinya yang menyiapkannya, tapi ia tak melihat Fira disitu.
Fira menunggu Arlan selesai mandi dengan duduk disofa kamarnya sambil bermain HP...
" Sayang... aku kira udah ke bawah lagi. " ucap Arlan saat melihat Fira masih di kamar dan berjalan mendekati istrinya.
" Ini minum dulu..." Fira mengambil minuman yang ia bawa tadi.
" Oiya sayang tadi aku dapat undangan dari sekolah Abi... Abi ada cerita tidak.?" ucap Arlan dan meletakan gelasnya ke meja.
" Iya tadi dia bilang... Besok kamu bisa kan Mas? Abi minta aku dan Mama yang datang. Dia bilang pasti Daddy sibuk dan tidak bisa datang. Pleaseee bisa datang ya Mas... Aku tau Abi pengen kamu datang tapi dia bilang juga tidak apa-apa." ucap Fira dengan muka memohon dan ia duduk menghadap suaminya.
" Kok kamu sama Abi udah nyimpulin kalau aku gak bisa dateng sih... Walaupun aku sibuk, aku akan luangkan waktu dan aku gak mau melewatkannya. " ujar Arlan dan menarik Fira kepelukannya.
" Bener bisa dateng? Jangan bilang bisa tapi besok gak datang Mas. " Fira masih meragukan kalau Arlan besok bisa datang.
" Iya... Aku udah minta Dika atur ulang jadwal ku untuk besok. Dan aku besok mau melihat jagoanku... " ujar Arlan meyakinkan.
" Abi pasti seneng kamu bisa dateng Mas... Aku kan memberitahunya." ucap Fira senang dan melepas pelukan dari Arlan.
" Nanti aja kan bisa sayang... Aku masih kangen tau. Oiya adek baik-baik aja kan?" Arlan menarik Fira lagi kepelukannya dan meraba perut Fira.
" Dia gak rewel kan sayang? Susu sama vitaminnya gak lupa diminum kan?" cecar Arlan.
" Dia baik kok, susu dan vitamin diminum kok Daddy." jawab Fira menggoda suaminya.
" Gemes banget sih istri aku... jadi pengen cium deh." ucap Arlan dan sudah mendekat ke wajah Fira.
Hampir saja Arlan berhasil mencium Fira, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Pelakunya tidak lain adalah Abi...
" Kok aku di tinggal di bawah sendiri sih Mom... Dad... Kalian malah tenang saja tanpa aku." protes Abi dan langsung duduk di antara Mommy dan Daddynya setelah menutup pintu.
__ADS_1
" Lebay banget sih Boy... Kamu kan sudah seharian sama Mommy, Daddy baru sebentar kamu sudah marah-marah. Gimana nanti kalau Adek sudah lahir..." sahut Arlan dan mengacak-acak rambut anaknya.
" Kalau adek sudah lahir, Daddy yang akan semakin tersingkir. Mommy hanya punya ku dan punya Adek..." ucap Abi tak mau kalah.
" Mana bisa begitu... Mommy itu milik Daddy, nanti kamu sama Adek aja berdua." sang Daddy juga tak mau mengalah.
" Tidak mau... Daddy saja yang sendiri. Mommy akan bersamaku dan Adek." ucap Abi sedikit berteriak dan sudah hampir menangis.
Fira geleng-geleng melihat anak dan suaminya memperebutkan dirimu nya. Bahkan Arlan tak mau mengalah dan terus menggoda Abi sampai hampir menangis. Mereka tak kunjung berhenti berdebat, sampai pada Abi yang kalah dari Daddynya dan berujung menangis.
Dengan tak merasa bersalah, sang Daddy malah bertawa setelah membuat anaknya menangis. Alhasil Fira mencubit pinggang Arlan dan menyuruh berdamai dengan Abi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo 🌹😘****