
" Hay sayang..."
Sapaan dari suara wanita terdengar saat Jordan dan Sella baru sampai di ruang tamu. Mulut Jordan menganga saat mendapati orang yang menyapanya tadi. Itu adalah Maminya Jordan... Yang Jordan tau, Maminya ada di tempat Kakaknya, tapi kenapa sekarang ada di hadapannya dengan senyum yang susah di artikan.
Sella yang lagi-lagi fokus mengamati Mansion Jordan dibuat mematung setelah mendengar suara wanita yang terdengar dari dalam Mansion. Ia takut menoleh, di otaknya adalah bagaimana jika itu istri Jordan. Sella takut di kira pelakor... tapi dengan perlahan ia menoleh ke sumber suara yang saat ini sedang tersenyum kepadanya. Di lihatnya wanita paruh baya yang masih terlihat segar dan cantik berdiri di dekat tangga..
" Hey Boy... Kamu gak mau mengenalkan pacarmu ke Mami?" ucap wanita itu yang adalah Mami Jordan.
" Mam... Dia hanya teman ku." elak Jordan, ia sungguh tak enak kepada Sella.
" Sudah jangan malu-malu. Siapa nama mu sayang?" sang Mami tak percaya dan langsung mendekati Sella.
" Ha-hallo Tante... Saya Sella temannya Jordan." jawab Sella kikuk dan tak lupa menyalami Maminya Jordan.
" Kamu sangat cantik... Mau gak jadi menantu Mami?" ucap Mami dengan santai tapi membuat Jordan dan Sella kompak melotot.
" Mami... Sudah ku bilang dia hanya teman ku. Kenapa juga Mami di sini, bukannya betah di tempat Kakak?" Jordan menarik Maminya yang menggenggam tangan Sella.
" Ya terserah Mami lah mau dimna, ini juga Mansion Mami. Jadi kapan pun mau datang juga tidak ada yang melarang."
" Bagus juga Mami pulang, jadi Mami tau kamu bawa pulang cewek. Mami mau lapor ke Papi kalau kamu bawa pulang cewek ke Mansion dan Mami juga bakal suruh Papi nikahin sekalian. " sambung Mami lagi dan pura-pura mengancam.
" Tante... ini gak seperti yang Tante pikirkan kok. Aku gak sengaja ikut pulang Jordan, ini aku juga udah mau pulang." Sella menyela ibu dan anak itu. Ia takut jika benar-benar dianggap akan berbuat yang tidak-tidak dengan Jordan.
" Eh cantik jangan pulang dulu, ayo makan dulu." cegah Mami Jordan lalu menarik Sella ke meja makan.
" Mam, Sella capek. Biar aku antar dia pulang." Jordan mengikuti dari belakang, ia mencoba membebaskan Sella dari Maminya.
" Udah sana kamu mandi, bau banget kamu tu." usir sang Mami.
Di pandangnya Sella yang juga sedang menatapnya, Jordan mengucapkan maaf tanpa suara dan Sella mengangguk paham...
" Aku ganti baju dulu ya, setelah itu aku antar pulang." ujar Jordan sebelum meninggalkan Sella dengan Maminya.
" Iya santai saja, yang lama juga gak apa-apa." bukan Sella yang menjawab tapi Maminya.
Dengan menghela nafas, Jordan berjalan menuju kamarnya. Semoga Maminya tak menginterogasi Sella dengan pertanyaan yang aneh-aneh.
" Sayang kenal Jordan dimana?" Sella sudah mulai di interogasi Maminya Jordan.
Saat ini keduanya duduk berhadapan di meja makan, di temani dengan teh hangat serta berbagai macam kue...
" Dari Arlan Tante.." jawab Sella seadanya, ia sungguh gugup tapi sebisa mungkin terlihat biasa saja.
" Oh dari Arlan, Tante dengar dia sudah menikah lagi ya? Liatlah temannya sudah dua kali menikah, tapi Jordan sekali saja belum. Tapi Tante senang di bawa pulang kamu sayang..." ucap Mami Jordan yang blak-blakan.
__ADS_1
" Iya Tante... Kebetulan saya temannya istrinya Arlan." jawab Sella lagi dengan senyum kikuk. Ia benar-benar shock dengan blak-blakannya Maminya Jordan. Apalagi pada bagian ia di anggap calon istri Jordan.
" Oh bagitu, kamu teman istri Arlan. Kegiatan kamu apa sayang? Kalau Mami liat pasti kamu udah lulus kuliah, udah kerja kan? " tebaknya dengan PD.
" Iya Tante... Saya kerja sama Fira, istrinya Arlan." jawab Sella, sekarang ia sudah sedikit tenang.
" Dalam bidang apa pekerjaan kamu sayang?" Mami Jordan masih melanjutkan interogasinya.
" Boutique Tante, Fira punya Boutique. Kebetulan sekarang Fira sedang hamil jadi saya yang pegang Boutiquenya. Tapi sesekali Fira datang dan bantu saya juga. " jelas Sella sambil meminum teh yang di suguhkan.
" Wah... Mami kapan-kapan main ya? Boleh kan? " yang Sella lihat Mami Jordan orangnya sangat bersemangat.
" Iya boleh Tante.. " jawab Sella serius, walaupun ia harus bertemu dengan Mami Jordan tidak masalah pikir Sella.
" Ayo aku antar pulang." seru Jordan, ia benar-benar tak tenang meninggalkan Sella dengan Maminya. Karena ia tahu ujung jika mengobrol dengan Maminya. Tidak lain adalah pernikahan...
" Tante Sella pulang dulu, Terima kasih untuk Teh dan kuenya..." ucap Sella tulus dan berdiri lalu berjalan mendekat ke Mami Jordan untuk menyalaminya.
" Yahh kok pulang sih sayang.? Tidak nanti saja? Menginap saja kalau tidak..." Mami masih berusaha tak melepaskan Sella. Ia masih ingin mengenal Sella...
" Mam, Sella ini capek. Mami pulang kerumah Kakak saja, disini pasti sepi kan. Kenapa juga gak ikut Papi aja sih, ada aja idenya pulang kesini." ucap Jordan seperti tak pernah di ajari sopan santun. Dengan santainya juga ia mengusir Maminya.
" Dasar anak gak ada akhlak!!" Jordan di lempar sendal dan mengenai kepalanya dan mengaduh lalu Mengusap-ngusap kepalanya.
" Liat aja, Mami bakal lapor ke Papi. Tunggu dan liat selanjutnya!!" ancamnya juga, bukan hanya Jordan yang ketar-ketir mendengarnya. Tapi Sella juga takut ikut terseret.
" Iyaa Tante... Saya permisi." pamit Sella sopan. Rasanya sangat lega saat berjalan keluar Mansion keluarga Jordan.
" Maaf ya soal Mami ku, pasti kamu di interogasi kan." ucap Jordan tak enak pada Sella saat sudah di dalam mobil.
" Iya gak apa-apa. Meskipun setiap ngomong sama Mami mu aku degdegan banget." jawab Sella jujur, tadi saat berhadap dengan Mami Jordan jantungnya berdetak sangat cepat.
Mobil Jordan berjalan dengan kecepatan sedang meninggalkan Mansion orang tuanya. Sebenarnya ia sangat jarang pulang kesana, Jordan lebih senang tinggal di Apart. Disamping dekat kemana-mana, di Mansion juga hanya hanya ada para pekerja saja.
" Tidur lah, akan ku bangunkan jika sudah sampai. " ujar Jordan pada Sella yang tengah memandang jalan.
" Tidak... Aku takut tidak sampai ke Apart ku lagi." jawab Sella, ia menoleh ke Jordan.
" Hahaha... Tidak akan. Aku ingat kok alamat Apart mu, lihat sudah ku tulis di GPS. Tidak akan nyasar lagi. " Jordan tergelak mendengar ucapan Sella.
" Kenapa dia lucu banget sih.. " ucap Jordan dalam hati sambil melirik Sella yang kembali melihat jalan dari jendela.
" Tadi kenapa kamu bicara seperti itu ke Mami mu? Gak sopan tau kayak gitu. Mungkin Mami mu kangen sama kamu makanya nyusul kamu kesini." ujar Sella, ia menoleh ke Jordan sebentar lalu kembali melihat ke jendela lagi.
" Kami memang seperti itu kalau ngobrol, maaf ya kalau bikin kamu kaget. Tapi serius deh, aku kalau lagi deket sama Mami ya kayak gitu. Apalagi akhir-akhir ini dia rajin banget nanyain kapan nikah, aku jadi males banget. Omongan Mami jangan di masukin ke hati ya... Nanti biar aku yang urus." jawab Jordan panjang lebar. Sebenarnya saat ini ia sedang kabur dari orang tuanya yang sudah sering menyuruhnya menikah.
__ADS_1
" Jadi kangen deh sama orang tua.." ucap Sella tiba-tiba, ia lalu memakai kaca mata hitam dan duduk bersandar menatap lurus kedepan.
Saat ini matanya sedang berkaca-kaca, Sella tak mah Jordan melihatnya dan di kasihani...
" Mengantuk ya?" tanya Jordan.
Sella hany mengangguk, ia juga memiringkan tubuhnya membelakangi Jordan, karena air matanya sudah menetes... Rindu orang tua adalah rasa yang sangat menyakitkan, pengkhianatan Devi tidak ada apa-apa...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya..
__ADS_1
*Gamsahaeyo 🌹😘****