
Di Boutique Fira..
Reyhan duduk manis dan Sella berdiri menatapnya. Di kepalanya punya banyak pertanyaan, setelah sekian purnama tidak pernah melihat Reyhan dimana pun dan sekarang tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba seorang Reyhan muncul di Boutique pagi-pagi.
Karena Sella sahabat Fira, jadi otomatis ia juga tau siapa Reyhan. Ia juga tau kalo Reyhan dulu pernah menyukai Fira.
'' Tau dari mana Boutique ini?" tanya Sella pada akhirnya.
'' Dari owner-nya sendiri.'' jawab Reyhan santai.
'' Lo udah ketemu Fira? Dimana? Kapan?" tanya Sella beruntut.
'' Semalam, di pesta salah satu perusahan.''
'' Berarti Lo ketemu suaminya Fira juga dong?" tanyanya lagi.''
'' Jadi beneran itu suaminya?"
'' Ya bener lah.'' jawab Sella sewot.
'' Santai lah buk..'' ucap Reyhan sambil terkekeh.
'' Ada urusan apa pagi-pagi kesini? Mau ketemu Fira doang?"
'' Iya..aku hanya membuktikan omongannya saja saat ia bilang punya Boutique.'' ucap Reyhan sambil matanya mengamati seluruh ruangan.
Tak lama dari itu setelah puas ngobrol dengan Sella, Reyhan meninggalkan Boutique Fira. Ia langsung menuju kantornya..
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Fira diam saja duduk di sofa sambil mencoret-coret kertas yang ia minta pada Dika dan masih di ruang kerja suaminya. Setelah tadi Arlan merebut ponsel Fira dan tidak mengizinkan Fira ke Boutique, Fira diam tak membuka mulut. Ponselnya juga di bawa Arlan, entah apa yang membuat suaminya itu cemburu pada hal yang seharusnya tak di cemburui.
Sampai akhirnya pintu terbuka dan muncul Abi dengan muka lepek dan baju seragamnya sedikit basah karena keringat.
'' Mommy..'' teriaknya dan berlari menghampiri Fira.
'' Sayang kenapa basah semua? Kamu main apa disekolah?" tanya setelah Abi memeluknya.
'' Tadi Tuan muda bermain bola dengan teman-temannya Nona.'' jelas suster yang berdiri di dekat sofa.
'' Ayo kita ganti baju..'' ucap Fira dan berdiri dari duduknya.
'' Boy... kau melupakan Daddy?" ucap Arlan saat Fira dan Abi hampir keluar ruangan.
'' Hay Dad..'' sapa Abi dengan malas.
'' Sayang..bawa dia ke kamar ku saja.'' ucapnya pada Fira.
'' Ayo sayang..'' tanpa menjawab Arlan, Fira membawa Abi ke ruang pribadi Arlan.
'' Sus... duduk saja tidak apa-apa, biar saya sendiri yang ganti bajunya Abi.'' ucap Fira pada susternya Abi yang masih berdiri di dekat sofa.
'' Baik Nona..''
Arlan geleng-geleng sambil senyum melihat Fira yang melewatinya tanpa menatapnya atau menyapanya. Bisa ia tebak kalo istrinya sedang kesal karena tadi dan ponselnya masih ia bawa.
Saat ini keluarga kecil Arlan sedang berada disebuah restoran untuk makan siang. Tak hanya ada Arlan, Fira , Abi dan susternya Abi, Dika sang asisten juga ikut.
'' Mom kenapa dari tadi diam saja? apa Mommy sedang tidak enak badan?" tanya Abi di sela-sela menunggu pesanan.
'' Mommy hanya lapar saja sayang..'' jawab Fira bohong sambil melirik Arlan yang dari tadi senyum-senyum tanpa dosa.
'' Are you sure?" tanyanya lagi tak percaya.
__ADS_1
'' Yes love..'' jawab Fira lalu mencium kepala Abi.
Tidak ada lagi obrolan lagi karena makanan mereka datang dan mereka makan dengan tenang. Tapi tetap saja Abi selalu menjadi pemecah keheningan dengan tingkahnya.
Selesai makan dan saat akan berjalan ke mobil, Fira menahan tangan Arlan..
'' Mana ponsel ku?" ucap Fira.
'' Nanti sayang.. di rumah.'' jawab Arlan santai.
'' Tapi aku akan pulang bersama Abi setelah ini.'' ucap Fira lagi.
'' Iya.. aku juga akan pulang.'' jawab Arlan lalu meninggalkan Fira yang masih bengong.
" Apa dia tidak kembali bekerja?" gumam Fira lalu berjalan menyusul.
Karena tak banyak pekerjaan, Arlan memutuskan tak kembali ke kantor.
'' Nanti kirim semua laporan yang perlu saya cek ke email ya." ucap Arlan saat mobilnya sudah berhenti di depan rumahnya.
'' Baik Tuan..'' jawab Dika.
'' Terima kasih..'' ucap Arlan sambil menepuk bahu Dika saat akan turun.
'' Kok kamu udah pulang?" tanya sang Mama ketika Arlan memasuki rumah.
'' Emang gak boleh?" Arlan malah balik bertanya.
'' Bukan gak boleh, tapi Mama heran aja siang bolong gini kamu udah di rumah.'' jawab Mama Ratih sewot.
'' Mama juga tumben udah di rumah, bukannya hari ini ada arisan.. biasanya sampai sore.'' ujar Arlan.
'' Gak jadi hari ini..kalian udah makan siang?" tanya Mama Ratih.
'' Pergi main golf..'' ujar Mama Ratih.
'' Kok Mama gak ikut? ''
'' Ngapain Mama ikut,mending di rumah adem.''
'' Di sana ceweknya cantik-cantik lho Mah..Mama gak takut Papa godain cewek di sana?" goda Arlan mengompori Mamanya.
Setelah menggoda Mamanya dan Mamanya akan menjewernya, Arlan langsung berlari menaiki tangga sambil tertawa.
'' Dasar anak kurang ajar..'' ucap Mama Ratih menatap punggung Arlan.
Fira menatap heran Arlan yang masuk kamar sambil tertawa dan seperti habis main kejar-kejaran.
'' Abis ngapain sih Mas?" tanya Fira.
'' Godain Mama... Mana baju ganti ku sayang.''
'' Lho emangnya gak balik ke kantor lagi?"
'' Gak..aku mau di rumah sama kamu aja.'' ujar Arlan santai lalu berjalan ke walk in closet.
'' Mom..'' panggil Abi yang tiba-tiba masuk ke kamar Fira.
'' Kenapa sayang?"
'' Boleh aku tidur di sini bersama Mommy?" tanya Abi.
'' Tidak boleh.. tidur di kamar mu sendiri boy.'' Arlan yang menjawab.
__ADS_1
'' Tapi aku tetap akan tidur di sini!" ucap Abi lalu melompat naik ke ranjang.
'' Hey.. daddy bilang kan tidak boleh boy.''
'' Biarkan saja Mas.. Mas kerja aja di ruang kerja.'' ujar Fira menengahi.
'' Ya sudah lah..'' jawab Arlan lesu dan berjalan menuju pintu.
'' Stop.. mana ponsel ku?"
'' Nanti setelah aku selesai bekerja.'' ucap Arlan lalu melanjutkan langkahnya.
'' Astaga.. aku harus lebih sabar lagi menghadapinya.'' ucap Fira pelan.
'' Aku bisa mendengarnya sayang..'' ucap Arlan sambil berbalik dan mengedipkan satu matanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong Chingudeul..
Jangan lupa Like & Komen ya..
Gamsahaeyo πΉπ
__ADS_1
* Guys bantu baca ' Khania ' ya ππ