Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 90


__ADS_3

Di Bandara Soekarno-Hatta...


Setelah mendapatkan nomor teman Fira dan sudah menghubungi, ternyata penerbangan mereka sama. Janjian lah Jordan dan Sella untuk bertemu dulu sebelum masuk pesawat. Sella juga sudah menjelaskan kalau dia sudah berada di ruang tunggu, lengkap juga memberi tahu menggunakan baju apa dan warna apa.


Setelah chek in dan mendapatkan boarding pass, Jordan langsung bergegas menuju ruang tunggu yang sesuai. Sampai di ruang tunggu, matanya memindahi semua orang dengan ciri-ciri yang tadi Sella sebut kan. Akhirnya matanya terkunci pada wanita yang sesuai dengan ciri-ciri yang ia cari, sedang duduk menghadap ke arahnya dengan airpods dan laptop dipangkuannya. Bermodalkan keyakinan, akhirnya Jordan berjalan mendekatinya.


Di tepuknya bahu Sella dengan pelan... Sella sedikit kaget lalu melepas Airpodsnya...


" Maaf menganggu, Sella teman Fira ya?" tanya Jordan sopan.


" Iya... Jordan yang telfon tadi ya? Temanny Arlan..." jawab Sella lalu menutup sedikit laptopnya.


" Syukurlah tidak salah orang. " ucap lega Jordan.


" Duduk lah, masih ada 15 menit lagi sebelum di panggil untuk masuk pesawat. Maaf ya aku kerja sebentar..." ujar Sella dan kembali membuka laptopnya.


" Mau liburan masih kerja aja.." celetuk Jordan.


" Iya ni, Bos ngajak liburan tapi minta laporan juga." jawab Sella tanpa menatap Jordan dan jari-jarinya lincah mengetik.


" Wah karyawan teladan ni harus naik gaji. Tapi baik juga Bosnya ngajak liburan." ucap Jordan tak sadar terus mengajak Sella berbicara.


" Eh.. Maaf aku malah mengganggu." ucap Jordan akhirnya sadar setelah Sella tak menyautinya.


Pas dengan terdengarnya announcement untuk masuk ke pesawat, bersamaan juga dengan Sella yang menyelesaikan laporannya serta sudah mengirim ke Fira.


" Akhirnya selesai juga... ayo itu sudah bisa naik ke pesawat. " ajak Sella sambil memasukkan laptopnya ke tasnya.


Mereka berdua, Sella dan Jordan berjalan beriringan menuju pesawat. Merka juga sama-sama hanya membawa koper kabin dan Sella membawa satu tas totebag.


Sama-sama duduk di kursi business class, tapi tidak berdekatan. Jordan duduk di baris paling depan, sedangkan Sella duduk dibaris nomor tiga.


Pesawat sudah mengudara, dan Sella juga bersiap untuk tidur selama penerbangan. Setiap malam ia tak banyak tidur karena masih galau memikirkan hubungannya dengan Devin.


Setengah perjalanan, Jordan merasa ingin buang air kecil. Saat berjalan ke belakang, ia melihat Sella yang nyenyak tidur langkap dengan selimut.


" Kasihan sekali dia, sepertinya Bosnya membuat dia bekerja sangat keras." gumam Jordan dalam hati sambil melanjutkan jalan menuju ke toilet.


Kembali dari toilet, Jordan lihat Sella sudah bangun dan di meja lipatnya sudah ada makan dan minuman.


" Sudah bangun?" ujar Jordan saat berhenti dekat kursi Sella.


Dengan muka bantalnya Sella hanya mengangguk dengan senyum tipis, ia masih sangat ngantuk tapi pramugari sudah membangunkannya untuk makan. Saat makan pun ia mengunyahnya sambil melamun.


Karena tak mau mengganggu Sella, Jordan kembali ke kursinya dan mejanya juga sudah ada makanan dan minuman sama seperti Sella.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1jam 50 menit pesawat sudah landing di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan aman.


Sella dan Jordan dan kembali berjalan beriringan lagi keluar dari pesawat. Keduanya berharap saat sampai di luar ada yang menjemputnya.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


Jam sudah menunjukan sebentar lagi pesawat Jordan akan landing. Tadi juga Jordan sempat mengabari jika penerbangannya dengan Sella sama, jadi mereka berdua bareng.


Sebenarnya Arlan malas harus ke Bandara tapi mau menyuruh supir, tapi entah kemana supirnya pergi. Jadi mau tidak mau Arlan harus pergi ke Bandara menjemput Sella dan Jordan.


" Sayang kamu bener gak mau ikut?" tanya Arlan saat ia baru keluar kamar setelah ganti baju.


" Gak ah... Jauh. Aku tunggu di sini aja." jawab Fira yang saat ini sedang santai duduk sambil menonton TV.


"Ya udah aku berangkat ya.." ujar Arlan dan berjalan mendekat lalu mengecup kepala Fira.


" Daddy kita sudah mau berangkat ke Zoo ya?" tanya Abi ya tiba-tiba berlari menyusul ya keluar.


" Nanti Boy... Daddy mau jemput Aunty Sella sama Uncle Jordan di bandara. Setelah itu baru kita pergi ya Boy. Oke..." jawab Arlan lalu mengacak-acak rambut Abi lalu bergegas pergi.


Jalanan kali ini ramai tapi bukan yang sampai macet. Jarak tempuh dari Villa ke Bandara kurang lebih 1jam.


Di jalan Arlan sudah di teror oleh Jordan yang terus menelfonnya. Jordan mengomel kenapa lama sekali belum datang-datang.


Benar saja, saat Arlan sampai Jordan dan Sella sudah berdiri menunggu. Keduanya sama-sama kompak menggunakan kaca mata hitam.


" Maaf ya Tuan, jalan macet." sarkas Arlan karena Jordan sudah cemberut sedangkan Sella diam saja dan langsung masuk mobil duduk di belakang.


" Dasar supir tidak berguna." ujar Jordan dan langsung masuk mobil duduk di samping kursi kemudi.


Suasana hening sepanjang perjalanan dan tak terasa mobil sudah sampai Villa. Arlan sudah seperti supir sungguhan karena Jordan juga ikut tidur sama seperti Sella.


" Tuan... Nona... Maaf sudah sampai." sarkas Arlan lagi membangunkan keduanya.


Tanpa menunggu keduanya, Arlan langsung masuk ke Villa. Ia tak mau repot lagi dengan keduanya...


" Mana Sella sama Jordan Mas?" tanya Fira langsung saat Arlan baru saja masuk ke Villa.


" Masih di mobil, tidur orang dua itu. Udah kayak supir beneran aku sayang." curhat Arlan lalu berjalan mendekat ke Fira yang saat ini duduk di kursi dekat kolam renang.


" Mama sama Papa kemana? " tanya Arlan sambil melihat sekeliling dan tak melihat kedua Mama Papanya.


" Didalam... Abi juga di dalam. Udah sibuk dia Mas dari tadi nanyain kapan berangkat ke Zoonya. Makanya aku duduk disini, udah bingung aku jawabnya. " jelas Fira, alasan Fira duduk dekat kolam renang ya karena ia sudah bingung menjawab rengekan Abi.


" Eh Ibu Boss menyambut aku ya... " ucap Sella saat memasuki Villa dan mendapati Villa dan Arlan duduk dekat pintu masuk.


" Ibu Boss? Dia Boss mu yang kamu bilang mengajakmu liburan sekaligus minta laporan? " tanya Jordan bingung.


" Iya.. Ibu Safira yang cantik ini Boss aku. " jawab Sella sarkas.


" Wah... Gak nyangka ternyata Fira seorang Boss juga. " ujar Jordan.


" Daddy... " teriak Abi dan berlari ke arah Daddynya minta gendong.

__ADS_1


" Apa Boy?" tanya Arlan saat Abi sudah di gendongannya.


" Ayo kita berangkat... Aunty Sella dan Uncle Jordan kan sudah ada." ucap Abi sambil menatap Sella dan Jordan bergantian.


" Aunty mandi dulu ya sayang... Tadi Aunty tak sempat mandi. Dimana kamar ku Safira?" ujar Sella lalu berjalan masuk.


" Emang dasar gak ada akhlak sama Bossnya... " seru Fira lalu mengikuti Sella dari belakang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Annyeong chingudeul...


Jangan lupa Like & Komen ya..


*Gamsahaeyo 🌹😘****

__ADS_1


__ADS_2