Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 122


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke kantor, saat ini Arlan pergi dengan supir. Arlan diam menatap jalanan yang ia lewati, pikirannya masih ke istrinya yang belum mau di ajak bicara. Tadi saat sudah tau kesalahannya, ia berbalik dan masuk lagi kekamarnya. Bertepatan juga dengan Fira yang baru saja selesai memakai baju. Bisa Arlan tebak jika Fira mandi dengan sangat cepat.


" Sayang..." ucap Arlan pelan dan berjalan mendekat ke istrinya.


" Ada yang ketinggalan?" tanya Fira tanpa menatap Arlan, ia sibuk memakai sunscreen dan terakhir menggunkan lipstik tipis.


" Aku mau kita bicara..." jawab Arlan, ia sudah berdiri di dekat Fira.


" Nanti aja, aku buru-buru. Abi nanti telat kesekolahnya." ujar Fira, ia sudah baru saja selesai menyisir rambutnya yang masih basah.


" Aku minta maaf..." ucap Arlan, ia menahan lengan Fira saat akan keluar kamar.


" Bukannya aku yang harus minta maaf? Aku belum jadi istri yang bisa ngurus suami, aku masih gak nurut sama suami saat suami nyuruh gak kerja jadi aku kecapekan, aku masih ngomel-ngomel saat melayani suami. Aku yang harus minta maaf, dan aku minta maaf. Aku sedang mengatur waktu ku, aku sedang membagi waktu ku agar aku bisa jadi istri dan ibu yang lebih baik lagi." ujar Fira, saat mengucapkan itu mata Fira lagi-lagi memerah.


" Sayang... " Arlan tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata lagi.


" Maaf aku harus nganter Abi kesekolah." setelah mengucapkan itu, Fira bergegas keluar kamar.


Sebelum sampai lantai bawah, sebisa mungkin Fira menetralkan wajahnya. Ia tak mau ketahuan Abi lagi, semoga matanya tak merah lagi. Di meja makan hanya terlihat Abi, baby Al, Mama Ratih dan Sus Rahma. Mungkin Papa Anton sedang mandi...


" Kak udah selesai belum sarapannya?" tanya Fira saat berjalan mendekat ke meja makan.


" Sudah Mom... Adek yang belum selesai, dari tadi Adek main-main makannya. Gak kayak Kakak Abi yang pinter makan." jawab Abi dan tak lupa mengadukan adik bayinya yang masih belajar makan.


" Iya Adek... Makannya di buat mainan? Gak kayak Kakak Abi yang pinter makannya? Gak apa-apa ya... kan Adek masih belajar makan, masih berkenalan dengan makanannya." ujar Fira di dekat baby Al dan membuat baby Al tersenyum.


" Sus tolong mandikan Adek ya... Saya antar Abi ke sekolah dulu." ucap Fira pada Sus Rahma yang sedang membereskan piring bekas makan Abi.


" Iya Buk..." Jawab Sus Rahma.


" Arlan mana Ra?" tanya Mama Ratih.


" Apa Mah?" tanya Arlan yang tiba-tiba sudah sampai di meja makan.

__ADS_1


" Kirain belum bangun." jawab Mama Ratih dan menatap Arlan dan Fira bergantian, dan tebakannya anak dan menantunya belum berbaikan.


" Aku udah bangun dari tadi." timpa Arlan, ia duduk di sebrang Mamanya.


" Ayo Kak kita berangkat, keburu jalanannya macet." ucap Fira, ia sudah menenteng tas sekolah Abi.


Setelah pamit dengan semuanya, Abi dan Fira langsung berjalan keluar. Mengantar Abi me sekolah itu sudah seperti hiburan tersendiri.


" Sus... Mandikan Adek dulu lah, kayaknya dia udah ngantuk lagi." ujar Mama Ratih, Mama mau berbicara dengan Arlan mengenai Fira.


" Baik Nyonya..." baby Al langsung di angkat dari baby chair dan langsung membawanya ke lantai atas.


" Kalian belum baikan?" tanya Mama Ratih langsung saat bertanya saat tinggal berdua dengan Arlan.


" Fira pernah cerita apa gitu sama Mama?" Arlan malah balik bertanya.


" Gak ada... Fira gak pernah cerita apa-apa. Kalau dia di rumah, pasti sibuk dengan si Adek dan Kakak Abi. Kalau mereka berdua tidur, Fira kerja. Tapi kadang bikinin camilan buat Abi, buat Mama sama Papa juga. Kenapa sih kamu tanya gitu?" jawab Mama Ratih tapi kepo juga apa yang membuat anak dan menantunya perang dingin.


" Fira gak pernah ngeluh apa gitu ke Mama? Gak pernah ngaduin Arlan?" tanya Arlan lagi.


" Ya udah kalau gitu, aku berangkat ya." setelah mengucapkan itu, Arlan menyalami Mamanya dan langsung berjalan keluar.


"Sebenarnya mereka kenapa sih...." gumam pelan Mama Ratih.


Tak berapa lama, Fira sudah sampai lagi di rumah. Saat memasuki rumah tak terlihat kedua mertuanya dan juga baby Al. Fira tebak kalau baby Al pasti tidur setelah mandi tadi. Dengan cepat Fira menaiki tangga dan langsung menuju kamar Abi. Kalau Fira sedang tidak ada, baby Al akan Sus Rahma di tidurkan di kamar Kakaknya.


" Sus..." panggil Fira saat sudah di kamar Abi, tapi hanya ada si Adek yang benar sedang tidur.


" Iya Buk..." jawab Sus Rahma dari arah lemari yang ada di pojok.


" Udah dari tadi Adek tidurnya?" tanya Fira, ia berjalan mendekat ke ranjang. Baby Al tidur di kelilingi bantal dan guling karena Sus sedang membereskan baju Abi.


" Iya Buk... Habis mandi tadi, minum susu terus gak lama tidur." jawab Sus Rahma sudah berdiri tak jauh dari Fira.

__ADS_1


" Sebentar lagi mungkin Mama saya akan datang menjemput Adek, terus nanti jemput Kakak ke sekolah. Nanti Sus ikut ya... cuma mau jalan sebentar terus pulang kerumah Mama. Dan tolong siapkan barang-barang Adek sama Kakak ya Sus, mumpung Adek masih tidur." ucap Fira panjang.


Tadi saat baru sampai disekolah Abi, Mamanya telfon. Dan bilang kalau kangen sama Kakak Abi dan Adek Al, jadi Mama bilang mau datang jemput untuk di bawa jalan sebentar dan setelah itu main di rumah saja. Kebetulan Sabrina juga akan datang, jadi nanti semua cucunya berkumpul.


" Menginap gak Buk? Kalau menginap biar saya bawa sekalian seragam dan buku sekolah Mas Abi untuk besok." tanya Sus Rahma, saat ini dirinya sudah mulai memasukan baju dan keperluan Adek lainnya ke dalam tas perginya.


" Iya bawa aja lah Sus, nanti saya bilang gak nginap tapi ternyata nginap. Nanti Sus juga yang repot. " jawab Fira yang sedang duduk melihat ponselnya.


" Baik Buk... " saat ini Sus sudah selesai mengemas keperluan Abi dan baby Al. Tak banyak yang di bawa, sebab di rumah orang tua Fira juga ada baju Abi dan baby Al.


" Sus saya tinggal ke kamar ya.. " ucap Fira lalu berjalan keluar dari kamar Abi.


Fira ke kamar untuk berganti baju dan make-up tipis-tipis, sebab ia akan meeting dengan klien dan meetingnya di sebuah restoran. Sudah rapi, Fira tak lupa membawa tas kerjanya yang berisi ipad dan buku sketchbook. Sebelum ia turun kebawah, Fira kembali ke kamar Abi untuk pamit dan mencium baby Al.


Sebelum pergi, Fira pergi ke dapur untuk minum dulu. Di sana ia bertemu dengan Mama mertuanya yang sedang membuat kue..


" Mau pergi ya Ra?" tanya Mama Ratih.


" Iya Mah.. Fira harus meeting, Sella kan lagi cuti. Jadi mau gak mau harus Fira yang pergi." jawab Fira, ia mendekat ke Mama Ratih dan mencomot kue yang baru saja keluar dari oven.


" Panas lho sayang..." ujar Mama Ratih.


" Enak banget Mah...sisain buat Fira ya Mah?" pinta Fira dan mengambil kue lagi. Kebetulan juga ia belum sarapan.


" Iya Mama sisain... Gak sarapan dulu sebelum pergi?" ucap Mama Ratih sambil memasukan kue ke toples.


" Fira makan di tempat meeting aja Mah, kebetulan di restoran meetingnya." balas Fira.


" Oiya Mah... Nanti Mama kesini jemput Adek terus jemput Kakak di sekolah. Kangen kata ya sama dua bocah itu." sambung Fira, ia memberi tahu mertuanya agar saat Mamanya datang, mertuanya tidak kaget.


" Iya Kak... Pasti Abi juga kangen tu sama Oma Opanya. Sudah sana berangkat, takutnya nanti terlambat kan gak enak sama klien. Hati-hati ya Kak... Pelan aja nyetirnya." ucap Mama Ratih. Mama Ratih kira setelah baby Al lahir, besannya akan membedakan Abi. Tapi mereka tetap menyayangi Abi seperti sebelum ada baby Al.


" Fira berangkat Mah... Jangan lupa sisain buat Fira kue nya." Fira langsung menyalami mertuanya dan langsung meninggalkan dapur.

__ADS_1


Mama Ratih tersenyum sambil geleng-geleng melihat Fira yang mengambil kue dan makan sambil berlari keluar rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2