
Arlan dan Fira beserta kedua orang tuanya masih di rumah orang tua Sherin, tapi tamu undangan sudah banyak yang pulang. Masih ada beberapa tamu yang datang terlambat dan mengobrol dengan tuan rumah dan yang mempunyai acara.
Hari sudah sore dan Abi yang kelelahan tertidur di karpet dekat dengan Fira dan yang lainnya duduk sambil mengobrol.
'' Dek..tidurkan Abi di kamar kakak, kasihan tidur di situ." ujar Sherin ke Fira.
'' Biar di sini aja kak..'' jawab Fira sambil mengelus rambut Abi.
'' Udah jalan-jalan kemana?'' tanya salah satu kerabat Sherin.
'' Belum jalan-jalan Tante..semalam nyampe udah capek.'' jawab Fira.
'' Kamu kayaknya masih muda, tapi anaknya sudah besar ya?nikah muda ya..'' tanyanya lagi.
'' Gak kok Tante..aku nikah baru enam bulan.''
'' Ouw..nikah sama duda ya? kok mau? kalo anak Tante pasti gak Tante izinin, apalagi dudanya udah punya anak gini.'' ucap kerabat Sherin lagi seperti mengejek.
'' Hehe.. iya Tante.'' jawab Fira dengan senyum tipis.
'' Memang apa salahnya nikah sama duda?'' Mama Ratih yang duduk di situ ikut berbicara.
'' Gak ada yang salah sih.. cuma kalo saya punya anak gadis, saya suruh cari yang masih lajang.'' jawabnya dengan angkuh.
'' Mama..'' panggil Fira sambil menggeleng ketika Mama Mira dan Mama Ratih akan menanggapi ucapan kerabat Sherin.
" Belum lihat aja suami ku seperti apa, kalo sudah lihat pasti akan mengizinkan anak gadisnya menikahi duda...bahkan dia juga mau kalo di jadikan istri!" omel Fira dalam hati.
'' Sayang..'' Arlan menghampiri Fira.
'' Iya Mas... kenapa?'' jawab Fira dan menoleh.
'' Udah sore..balik hotel yuk, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.'' ucap Arlan dan melirik ke kerabat Sherin yang tadi yang terus menatapnya.
'' Ini suami kamu ya?" tanyanya menyela Fira yang akan menjawab Arlan.
'' Iya Tante..'' jawab Fira dengan senyum mengembang.
'' Wah tampan sekali ya..'' ucapnya lagi.
'' Maka dari itu saya mau Tante, meskipun dia 'duda'.'' ucap Fira dengan menekan kata duda dan masih dengan senyum.
Mama Mira dan Mama Ratih saling pandang sambil menahan tawanya. Sherin dan Bundanya juga menahan tawa melihat kelakuan kerabatnya.
'' Abi masih tidur.. gimana?" ucap Fira ketika Arlan berjongkok di dekatnya.
__ADS_1
'' Mama masih mau di sini?" tanya Arlan menatap kedua Mamanya.
'' Iya..biarin aja Abi di sini, toh ada susternya juga.'' jawab Mama Ratih.
'' Iya..kalian jalan-jalan berdua, besok kan udah pulang.'' ujar Mama Mira.
'' Nanti nyariin..'' Fira enggan meninggalkan Abi.
'' Gak bakal nyari dia kalo ada Sabrina.'' ucap Sherin meyakinkan.
'' Nanti kalo Abi nyari aku, cepat telpon aku ya Mah..Kak?" ucapnya pada Mama dan kakak iparnya.
'' Iya..bawel banget.'' jawab Mama Mira.
Setelah pamit Arlan dan Fira kembali ke hotel untuk mandi dan ganti baju, karena Arlan kan mengajak Fira jalan-jalan keliling Bandung.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Arlan mengajak Fira makan malam di sebuah cafe yang menyajikan pemandangan lampu-lampu di kota Bandung.
'' Ini sangat indah Mas..dari mana Mas tau tempat ini?" ucap Fira dengan mata berbinar.
'' Dari Dika..hehehe'' jawabnya sambil memperlihatkan giginya.
Keduanya sudah selesai makan malam, tapi Fira masih betah menikmati pemandangan indah kota Bandung. Diam-diam Arlan memotret Fira yang dari tadi senyum di wajahnya tak luntur.
'' Ayo Mas..semakin lama di sini dingin.'' ajak Fira, karena badannya sudah kedinginan.
'' Mau kemana lagi? ada yang ingin kamu datangi lagi sayang?'' tanya Arlan mendekat dan memeluk Fira dari samping.
'' Kemana ya??" jawabnya sambil berpikir.
'' Mas gak capek emangnya?" tanyanya sambil menatap Arlan.
'' Nanti kan tinggal minta pijitin sama kamu yank..'' jawabnya sambil menaik-turunkan alisnya.
Akhirnya Arlan membawa Fira ke Alun-alun kota Bandung, tapi karena hari ini malam minggu jadi di sana ramai dengan muda-mudi. Mereka akhirnya memutuskan berjalan-jalan di jalan Braga sambil bergandengan tangan seperti anak muda yang mereka temui.
Arlan menyuruh Fira berpose saat ada tempat yang cantik dan memotretnya. Mereka juga ber-selfie berdua agar ada kenang-kenangan berdua saat jalan-jalan di Bandung.
Lelah berjalan, keduanya duduk di bangku yang ada di sepanjang trotoar dengan tangan yang saling menggenggam. Melihat lalu lalang kendaraan dan menikmati suasana yang makin ramai meskipun semakin larut. Setelah menikah, baru saat ini bisa pacaran berdua seperti ini, jika di jakarta mereka sibuk meluangkan waktu untuk Abi.
Setelah puas, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel, karena sudah larut juga. Sejak tadi juga keduanya tidak mendapat telpon kalo Abi rewel atau mencari Mommy dan Daddy-nya. Selain ada baby Sabrina juga karena sebelum pulang ke hotel, Abi di ajak berkeliling kota Bandung. Meskipun tidak turun dan hanya di dalam mobil, ia sudah senang dan sementara tak menanyakan Mommy Daddy-nya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong cingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya...
__ADS_1
Gamsahaeyo 🌹😘