
Setelah kejadian tadi siang, Fira kembali ke ruangan Arlan dan langsung tidur di kamar yang ada di situ. Tadi saat kembali, Arlan bertanya kenapa hanya sebentar berkelilingnya dan Fira hanya menjawab ' Udah gak kepengen.'
Meskipun masih penasaran, Arlan membiarkan Fira istirahat. Mungkin di bawah tadi ada yang membuat mood Fira rusak.
Jam sudah menunjukan hampir azan magrib dan Arlan memutuskan untuk membangunkan Fira. Tapi saat memasuki kamar, ternyata Fira sudah bangun dan duduk bersandar sambil memainkan ponselnya.
'' Kirain kamu belum bangun sayang..'' ucap Arlan dan duduk di pinggir tempat tidur.
'' Udah selesai kerjaannya?" Fira malah balik bertanya.
'' Iya udah.. ayo kita pulang, tadi Abi telpon nanyain kamu.'' jawab Arlan sambil mengelus kepala Fira.
'' Kamu sakit ya.. kok kayaknya lemes gitu. Mau ke rumah sakit?"
'' Gak pa-pa kok, cuma laper aja.'' jawab Fira dengan senyum.
'' Ya ayo pulang, mau mampir makan dulu?" tanya Arlan dan Fira hanya menggeleng.
Arlan sudah berdiri dan Fira merentangkan tangannya, meminta Arlan membantunya bangkit.
'' Manja banget sih..'' ucap Arlan dan mengecup pipi Fira dengan gemas.
Fira berjalan dengan memegang lengan Arlan dengan erat, entah kenapa badannya sangat lemas. Saat di menunggu lift dan di dalam lift, ia juga menyandarkan kepalanya di bahu Arlan.
'' Bener gak mau ke rumah sakit? kamu lemes gini lho sayang..'' tanya Arlan saat sudah sampai di bawah.
'' Iya Mas.. kita pulang aja, nanti setelah mandi dan makan juga enakan.'' jawab Fira.
'' Ya sudah kalo begitu..''
Arlan membukakan pintu untuk Fira, setelah itu ia juga masuk ke mobil. Tak berapa lama, mobil pun melaju meninggalkan kantor.
Dari kejauhan, wanita paruh baya tadi mengamati dari jauh. Ia rela tidak langsung pulang hanya untuk membuktikan omongan Dedi. Ternyata benar yang Dedi kalo yang bersamanya tadi istri dari pemilik perusahaan dan artinya ia sedang dalam masalah. Bisa saja ia sudah di adukan ke Arlan.
☄☄☄☄☄☄☄☄☄☄
'' Mommy..'' teriak Abi dan berlari ke arah Fira begitu melihat Fira masuk ke rumah.
'' Mommy mandi dulu ya.. boleh?" ucap Fira, karena memang badannya sudah tidak enak.
'' Oke.. Hai Dad.'' jawab Abi dan menyapa Arlan saat melihat Daddy nya baru masuk.
Tak lupa Fira mencium pipi Abi sebelum naik ke kamarnya dan Abi kembali bermain di temani susternya.
'' Kalian berantem?" tanya Mama Ratih tiba-tiba.
'' Gak.. gak enak badan aja Fira. Aku naik dulu ya Mah..'' jawab Arlan dan ia juga mencium pipi Mamanya sebelum naik ke atas.
Mama Ratih geleng-geleng melihat tingkah anak satu-satunya itu..
Begitu sampai di kamar, Fira langsung menuju kamar mandi tak lupa juga mengunci pintu karena sedang tidak ingin di ganggu suaminya. Sambil menunggu air di bathub, ia membersihkan muka dan menyalakan lilin aroma terapy.
Benar saja, belum lama Fira berendam dan menikmati waktunya sendiri.. Arlan sudah memanggilnya sambil menggedor pintu. Dengan berat hati Fira menyudahi berendamnya dan langsung membilas.
'' Kenapa di kunci sih sayang..'' ucap Arlan begitu pintu terbuka dan Fira sudah menggunakan bathrobe.
'' Biar kamu gak ganggu, tapi ya tetep aja ke ganggu.'' jawab Fira dan melengos meninggalkan suaminya.
" Kenapa dia akhir-akhir ini aneh??" ucap Arlan dalam hati sambil melihat Fira yang sedang memilih baju ganti.
Sudah ganti baju dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya, Fira duduk di tepi ranjang menunggu Arlan selesai mandi. Tiba-tiba saja ia ingin makan cilok dan ingin minta tolong suaminya membelikannya.
Tak berapa lama Arlan sudah selesai mandi, sudah berganti baju tapi masih membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
'' Sini..'' panggil Fira dan menepuk ranjang untuk duduk.
__ADS_1
Mengambil alih mengeringkan rambut suaminya,padahal ada maunya..hihihi
'' Mas capek gak?" tanyanya dengan antusias.
'' Kenapa sayang..''
'' Bisa tolong belikan cilok, tiba-tiba aku ingin makan itu.'' ucap Fira lagi.
'' Cilok? apa itu?"
'' Oh ya ampun.. kamu gak tau Mas?"
'' Gak.. makanan apa itu?" jawabnya jujur.
Fira mengambil ponselnya dan mencari gambar cilok, setelah ketemu ia menunjukkan pada Arlan..
'' Ooo ini..'' ucapnya polos.
'' Mau ya belikan aku ini.'' ucap Fira senang.
'' Tidak..'' jawab Arlan dan langsung membuat senyum Fira yang mengembang langsung hilang.
'' Ayo lah Mas.. kalo gak aku cari sendiri aja.'' Fira menggunakan jurus andalannya, pasti Arlan tidak mengizinkan ia berkeliaran sendiri apalagi malam hari.
'' Gak boleh sayang.. hari ini kamu belum ada makan nasi lho. Tadi pagi cuma makan sereal, terus makan mie instan, tadi beli makanan banyak juga gak ada di makan bener cuma cicip-cicip doang, dan sekarang mau makan makanan aneh itu. Gak ya sayang.. besok aja.'' ucap Arlan panjang lebar makan membuat Fira cemberut bahkan hampir menangis.
'' Pleaseee...aku ingin makan itu sekarang Mas.'' rengek Fira.
'' Tetep gak sayang.. sudah ayo makan.'' Arlan tetep tidak setuju.
Fira langsung menangis tersedu-sedu, baru kali ini suaminya tidak memberikan apa yang ia mau. Tidak makan nasi satu hari tidak ada masuk rumah sakit, tapi kenapa pikiran suaminya ini begitu kolot.
Arlan bingung melihat Fira menangis hanya karena hal sepele..cilok. Ia bahkan sudah membujuknya tapi Fira masih menangis, bahkan sekarang Fira berbaring membelakanginya sambil memeluk guling dan sambil menangis.
'' Mah..Mama..'' teriak Arlan sambil berlari menuruni tangga.
'' Kamu kenapa lari-lari gitu kayak di kejar setan.'' ujsr Mama Ratih yang sedang menata makanan untuk makan malam.
'' Mana Mommy Dad?" tanya Abi yang sudah duduk manis di meja makan.
'' Di kamar sayang..'' jawabnya seadanya.
'' Mah..Fira nangis-nangis minta cilok.'' ucap Arlan mengadu pada Mamanya.
'' Ya belikan lah.. kamu gak punya uang makanya bilang sama Mama.'' Mama Ratih menanggapi dengan santai.
'' Bukan gak punya uang, tapi aku gak mau.''
'' Kenapa?" tanya Mama Ratih dan sampai menghentikan kegiatannya.
'' Hari ini Fira gak ada makan nasi mah, makanan yang di inginkannya aneh-aneh semua hari ini.'' jawab Arlan tanpa dosa.
''Dasar kamu ini..'' Mama Ratih meninggalkan meja makan dan langsung naik ke kamar Arlan dan Fira.
Tok..Tok..Tok..
'' Fira sayang...'' panggil Mama Ratih setelah membuka pintu dan mendekat ke Fira yang masih di berbaring.
'' Iya Mah..'' Fira menoleh dan menjawab dengan suara khas orang habis menangis.
'' Kenapa sayang?" tanya Mama Ratih sambil merapikan rambut Fira.
'' Fira pengen cilok Mah, tapi Mas Arlan bilang gak boleh. Fira juga heran kenapa jadi cengeng gini..'' ucapnya pelan lalu bangun dan duduk menghadap mertuanya.
'' Mungkin kamu mau datang bulan, atau lagi datang bulan ya?"
__ADS_1
Ucapan Mama Ratih membuat Fira menatap mertuanya, tapi sambil mengingat kalo ia sepertinya belum datang bulan..
'' Sekarang tanggal berapa Mah?" tanya Fira.
'' Tanggal 10..'' jawab Mama Ratih tapi juga bingung.
'' Fira telat Mah.'' ucap Fira heboh.
'' Ya sudah coba kamu tes dulu, kalau pun belum ya tidak apa-apa.'' suruh Mama Ratih tapi tidak seantusias dulu.
Fira langsung bangkit dan menuju kamar mandi di ikuti Mama Ratih dan menunggu di luar saat Fira mengetes.
Setelah sepuluh menit Fira keluar dengan pipi sudah basah karena air mata...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
Jangan lupa Like & Komen ya...
Gamsahaeyo 😘🌹
__ADS_1