
Sepanjang perjalanan menuju mansion orang tua Jordan, Sella meremas tangannya karena gugup yang ia rasakan. Ini bukan pertemuan pertama Sella dengan Maminya Jordan, tapi tetap saja ia merasa gugup. Apa lagi saat ini ia kembali bertemu Mami dan di tambah Papinya Jordan dalam keadaan sedang berbadan dua. Gugup iya, malu juga iya...
Jordan melirik ke Sella yang sedang meremas tangannya. Karena tak mau tangan Sella terluka, Jordan mengambilnya dan menggenggamnya.
" Tenang... Mami sama Papi gak akan marah sama kamu kok." ucap Jordan mencoba menenangkan Sella.
" Tapi aku malu.." balas Sella pelan.
" Kenapa harus malu, mereka saja senang saat tau kamu hamil. Ya emang sih ini gak bener, tapi kan kita tanggung jawab." ujar Jordan sedikit bijak. (dikit aja😜)
" Sudah di pastikan kalau mereka akan lebih menyayangi kalian berdua daripada aku yang anaknya sendiri. Jadi jangan berpikir aneh-aneh...oke?" sambung Jordan lagi dan terdengar serius.
Sella membuang nafas kasar, ia juga mencoba melepaskan genggaman tangan Jordan tapi hasilnya nihil. Jordan malah semakin mengeratkan genggamannya.
" Lepas ih...nyetir aja yang bener." ucap Sella kesal.
" Cium dulu.." ujar Jordan sambil menunjuk pipinya.
" Gak mau ah, aneh-aneh aja." sewot Sella lalu membuang muka ke jendela menatap jalanan.
" Lucu banget." ucap Jordan pelan tapi masih bisa di dengar Sella.
Sambil menyetir, tak henti-hentinya Jordan mengecupi tangan Sella yang ia genggam. Sedangkan Sella hanya bisa pasrah, ia akan menyimpan tenaganya untuk bertemu dengan orang tua Jordan.
Mobil berhenti di depan sebuah gerbang tinggi, Jordan membunyikan klakson dan tak lama gerbang itu terbuka perlahan. Saat mobil sudah masuk, Jordan dan Sella melihat mobil Arlan baru saja terparkir. Terlihat Arlan dan Fira yang juga baru keluar dari mobil. Jordan memarkirkan mobilnya di samping mobil Arlan.
" Cepat juga kalian sampainya." komentar Jordan setelah keluar dari mobil.
" Rumah kami kan tidak terlalu jauh kalau kesini, jadi jelas kami duluan sampai." jawab Arlan, sedangkan Fira sudah menggandeng tangan Sella dan saat ini sedang mengusap lengan Sella. Fira tau jika Sella sedang nervous.
" Tarik nafas..terus buang perlahan. Semua akan baik-baik saja, Mas Arlan kalau orang tua Jordan baik dan tidak memandang derajat orang lain." ucap Fira menenangkan Sella, Sella hanya menggangguk dengan senyum kecil.
" Tapi jujur aku takut, aku gak sebanding dengan mereka. Lihat lah rumah ini aja sudah memperlihatkan perbedaan kami." Sella mengeluarkan salah satu yang menjadi ketakutannya.
" Kamu sebanding... Kamu juga worth it. Buang jauh pikiran aneh itu." ujar Fira menyanggah ucapan Sella.
" Kalian akan di sana terus?" tiba-tiba ada suara perempuan, ia adalah Maminya Jordan.
Fira dan Sella berjalan lebih dulu, disusul Jordan dan Arlan..
" Hallo Tante... Apa kabar?" sapa Fira sambil cipika-cipiki.
" Hallo sayang... Mami baik. Kok dua jagoannya gak di ajak sih, Mami kan pengen gendong. Apalagi yang baby.." jawab Mami Irene.
__ADS_1
" Udah malam Tante, besok kalau siang deh kita ketemu lagi." ucap Fira.
" Bener ya... Mami tunggu lho. Oiya... Panggil Mami jangan Tante, suami kamu juga dari dulu udah panggil Mami." ujar Mami Irene dan Fira mengangguk paham.
" Aduh menantu Mami cantik sekali, ayo masuk pasti kamu udah lapar ya." ucap Mami Irene kepada Sella dan langsung menggandeng Sella dan Fira masuk ke rumah.
" Mami gak kangen sama Arlan?" tanya Arlan sedikit berteriak.
" Kalian udah tergantikan dengan kedua menantu Mami." jawab Mami Irene yang berhenti sebentar lalu kembali berjalan meninggalkan Jordan dan Arlan yang mengangga.
" Padahal Mami lebih sayang sama Lo daripada sama Gue, tapi kita sama-sama di gantikan sama dua wanita itu." ucap Jordan sambil menatap Maminya yang terlihat senang.
" Iyaa... Semua akan berubah seperti kata banyak orang." timpal Arlan, ia juga menatap ketiga wanita beda generasi itu.
Akhirnya kedua orang yang tergantikan itu ikut masuk ke rumah. Para wanita dan sekarang di tambah Papi Renald sudah duduk di meja makan sambil tertawa, entah apa yang membuat mereka tertawa. Mungkin sedang menceritakan aib-aib Jordan dan Arlan.
" Kita memang sudah di lupakan bro.." ucap Jordan saat sudah berdiri di dekat meja makan.
" Kamu tu lebay, jangan kamu pengaruhi anak kesayangan Mami itu. Cepat duduk dan makan..." ujar Mami Irene sambil mengisi piring Sella dan Fira.
" Terus aja Mam...kayaknya aku ni emang anak pungut. Dari dulu selalu di giniin." ucap Jordan mendramatisir, lalu ia dan Arlan duduk di sebrang para wanita.
" Mami belum kasih tau dia? Kalau dia itu sebenarnya anak tengga sebelah rumah kita dulu." kali ini Papi Renald yang berbicara dan itu hanya gurauan saja. Kedua orang tua itu sangat senang mengerjai anak bontotnya.
Jordan yang baru saja akan menyuapkan makanan ke mulutnya jadi mengurungkan niatnya dan sendoknya terlepas dari tangannya.
" Kalian yang benar aja lah.." ucap Jordan frustasi. Bahkan ia sudah mau menangis...
Papi dan Maminya menahan tawanya, ternyata Jordan yang sudah bangkotan juga masih bisa di tipu. Bukan hanya korban dari kedua orang tua ini, dulu Karina juga pernah di kerjai sama seperti Jordan saat ini. Bedanya adalah di bilang jika Karina di ambil dari panti asuhan, saat itu Karina masih SMP dan Jordan masih bayi.
Sella dan Fira saling tatap, sungguh tak terduga mengetahui hal yang tak terduga sama sekali. Tapi itu hanya sebentar, itu karena Mami dan Papi tertawa keras.
" Kalian berdua juga ikut tertipu. Hahaha..." ucap Mami Irene manatap Sella dan Fira bergantian.
" Hah.." ucap Sella dan Fira kompak.
" Mami sama Papi hanya bercanda sayang, ini tipuan udah dari jaman dulu. Aku dulu juga sempat kena jailnya Mami sama Papi." Arlan menjelaskan, ia dulu sempat kasihan sama Jordan karena di bilang kalau Jordan hanya anak angkat. Tapi kesedihannya itu sia-sia saat tahu jika itu hanya sebuah keisengan orang tua Jordan sendiri.
" Lo udah tau omong kosong ini?" tanya Jordan pada Arlan.
" Iya.. Ingat gak waktu aku selalu mengajak mu liburan kemana saja? Itu aku ingin kamu merasakan liburan sebelum di kembalikan ke keluarga asli mu, karena Mami sama Papi bilang kamu mau dikembalikan ke orang tua aslimu." jawab Arlan dan membuat Jordan terkejut dengan kelakuan orang tuanya yang absurd.
Semua orang di meja makan tertawa mendengar cerita Arlan, hanya Jordan yang cemberut. Bisa-bisanya dia jadi korban kekonyolan kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Pantas pernikahan kalian awet, orang sama-sama aneh. Saling melengkapi..." ucap Jordan lalu memakan makanannya dengan muka masam.
" Korban kita sudah habis Mam, selanjutnya siapa ya?" ujar Papi sambil seolah memikirkannya.
" Sudahi keisengan kalian itu, awas saja kalau nanti anak ku dan istri ku kalian kerjain. Gak bakal aku kasih ijin kalian ketemu mereka." Jordan sudah memberi ultimatum.
" Halah lebay banget kamu, Mami yakin kalau istri dan anak kamu pasti akan memilih kami." ucap Mami Irene yang tak henti membuat Jordan kesal.
" Sudah Mam, lihat kedua menantu kita jadi gak makan-makan." lerai Papi Renald.
Akhirnya mereka semua makan dengan tenang, tapi sesekali mereka juga menyelilkam candaan. Dan candaan mereka selalu berakhir membuat Jordan kesal. Apalagi Sella yang tak sedikit pun berpihak padanya. Sungguh malang nasib mu Jordan😁...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong chingudeul...
__ADS_1
Jangan lupa Like & Komen ya..
Gamsahaeyo