
Sementara itu di tempat lain,Fai kini sudah berada di rumah.Setelah mandi,dia turun kebawah menuju dapur untuk membantu Mama Nita memasak.Sampai di dapur benar saja Mama Nita di bantu para asisten rumah tangga.
"Masak apa Ma?"Tanya Fai setelah mendekat.
"Ehh..Fai ini Mama masak sup jamur,sama ini ada cumi mau tumis gitu,sama ada menu yang lainnya."
"Fai bantu masak ya Ma."Ucap nya mulai mengambil pisau.
"Memang kamu gak capek pulang dari butik Fai?"
"Gak Ma,Fai gak enak jarang bantu Mama masak,cuma bisa makan saja.", Ucapnya sambil tertawa kecil.
"Ya Gak apa-apa dong, jangan terlalu di Bebani Fai.Mama juga kan cuma bantu saja,sisanya kan ada mereka yang mengerjakan.Jadi kamu jangan sungkan gitu yaa."Fai mengangguk.
"Sayang..."Panggil Aska yang baru saja pulang.
"Nah tuh Aska pulang,sana sambut suamimu pulang."Mama Nita mendorong Fai dan mengambil pisau yang sudah di pegang Fai.
"Iya Mas, kenapa teriak-teriak gitu sih."Ucap Fai lalu mencium tangan Aska.
"Aku kangen kamu tahu."Ucapnya manja lalu memeluk Fai.
"Malu mas nanti ada yang lihat."Fai berusaha melepaskan pelukan Aska.
"Biar saja sih kalau ada yang lihat, memangnya kenapa."Akhirnya Aska melepaskan pelukannya.
"Kamu bau deh,mending kamu mandi dulu sana."Fai mendorong tubuh Aska.
"Mana ada bau masih wangi gini."Sambil mengendus-endus badannya sendiri.
"Ya tapi tetap saja seharian kerja pasti berkeringat dan bau.sudah sana mandi,aku mau bantuin Mama masak lagi."
"Gak mau,kamu ikut aku ke kamar temani aku mandi."
"Aku sudah mandi mas."
"Ya mandi lagi kan gak apa-apa."Ucap Aska kalau menggendong Fai di pundaknya seperti karung beras.
"Askaaaa....Aku mau turun,malu iihh"Teriak Fai, dirinya kaget karena tiba-tiba Aska menggendongnya.Fai memukul punggung Aska.
Akhirnya Fai pun mandi lagi,Aska benar-benar tak melepaskan Fai.Setelah selesai Aska mengeringkan rambut Fai dengan hairdryer sambil memberikan pijatan di kepala Fai.Membuat Fai memejamkan matanya menikmati pijatan di kepalanya.
"Kamu pintar sekali mas pijatnya,kepalaku jadi agak ringan begini.Terima kasih yaa."Ucap Fai mendongak ke atas melihat Aska.
"Sama-sama sayang,Ini sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu selalu melayani aku."Aska mengecup pucuk kepala Fai.
Krucuk.. Krucuk..Krucuk..
"Kamu sudah lapar ya."Ucap Aska sambil tertawa.
__ADS_1
"Iya mas,ya sudah yuk kita turun."Ucap Fai menahan malu.
"Sini Fai,Aska sudah siap semua ini makanannya."
"Maaf ya Ma,Fai gak jadi bantu Mama masak."Ucap Fai.
"Gak Apa-apa Mama mengerti kok, kewajiban kamu juga kan melayani suami."
...----------------...
Hari berlalu begitu cepat,kini Fai dan Malika kembali ke supplier kain.Ada pesanan seragam untuk pesta,jadi Fai ingin membeli kain untuk baju pesanan pelanggannya yang memesan baju.Setelaj dari supplier Fai mengajak Malika ke Mall,dia ingin membelikan sesuatu untuk Aska dan juga Malika.
"Kamu mau beli apa Lika?"Tanya Fai saat ini mereka sedang berjalan di dalam mall.
"Aku gak mau beli apa-apa Fai,aku kan cuma menemani kamu katanya kamu mau beli sesuatu untuk Aska."
"Iya,tapi aku juga mau membelikan sesuatu juga buat kamu Lika,hitung hitung bonus."
"Gak usah Fai."
"Tapi aku memaksa, sepertinya aku mau membelikan sepatu untuk kamu,Ayo kita ke toko sepatu."Fai dan Malika pun ke toko sepatu.
"Fai jangan disini,disini harganya mahal mahal tahu."Bisik Malika saat ia melihat harga sepatu tersebut.
"Sudah gak apa-apa sekali-kali Lika,ayo buruan kamu pilih yang mana.Aku juga mau beli sepatu deh,sudah lama gak beli yang baru."Fai pun antusias memilih sepatu.
"Aku juga sekalian beli sandal buat Aska deh,"Setelah Fai mendapatkan sepatu yang dia inginkan Fai pun beralih ke bagian sepatu pria.Saat akan mengambil sandal yang dia suka, tangan lain pun ikut memegang sandal tersebut.
"Maaf.."Ucap Fai lalu melepaskan sandal tersebut.
"Fai."Ucap orang tersebut,Fai pun mendongak melihat orang yang memanggil namanya.
"Reno..."Fai kaget lalu mundur beberapa langkah.
"Sayang,kamu sudah dapat san...Fai."Gita juga kaget melihat ada Fai disini.
"Permisi,"Fai langsung membalikkan badannya,menjauh dari Reno dan Gita.
"Fai tunggu."Ucap Reno dan Gita bersamaan.
Fai tak memperdulikan Panggilan tersebut,Fai tetap melangkah.Malika pun mendekati Fai saat dirinya juga melihat Reno dan Gita.Tapi sepertinya Reno dan Gita tetap mengejar Fai.
"Kita pulang saja ya Fai."Ucap Malika memegang pundak Fai yang masih tampak syok.Malika menaruh kembali sepatu yang dia dan Fai pegang.
"Fai,kami Ingin bicara."Ucap Reno.
Fai menggeleng ke arah Malika,Malika pun mengerti.
"Maaf Reno,Gita...Fai belum siap berbicara dengan kalian, permisi."Malika membawa Fai pergi dari hadapan Reno dan Gita .Malika memegang pundak Fai karena melihat tubuh Fai yang gemetar.
__ADS_1
"Minum dulu,"Malika memberi Fai air mineral yang dia beli tadi.
"Kita langsung pulang yaa,mana kunci mobilnya biar aku yang menyetir."Fai mengambil kunci mobil di tas nya.
"Kamu harus tenang Fai,tarik nafas yang panjang lalu hembuskan perlahan."Ucap Malika sambil mengusap-usap punggung Fai.Fai pun mengikuti ucapan Malika.
Setelah melihat Fai lebih tenang,Malika mengajak Fai pulang.
"Aku antar kamu pulang ke rumah ya Fai."
"Aku mau ke butik saja."Malika mengangguk.
Setelah beberapa saat Fai dan Malika sampai di butik.Malika mengantarkan Fai sampai ke ruangannya.Setelah itu Malika kembali keluar.
"Mba Fai kenapa Lika?"Tanya karyawan yang lain.
"Tidak apa-apa,kalian lanjut bekerja saja."Lalu Malika mengambil ponselnya dan menghubungi Roy.
"Halo Malika,ada apa?kamu kangen ya sama aku."Ucap Roy dengan percaya diri,membuat Malika menahan tawanya.
"Percaya diri sekali kamu Kak."Roy yang mendengar itupun langsung lemas.
"Lalu ada apa?"
"Apa kalian sibuk di kantor?Maksudku Pak Aska,apa dia sibuk?"
"Kamu kenapa malah menanyakan Aska daripada aku."Astaga Malika di buat geleng-geleng kepala mendengar ucapan Roy.
"Dengar dulu kak,jadi begini aku dan Fai tadi ke mall lalu kami bertemu dengan mantan pacarnya Fai dan Gita.Fai tampak syok kak sampai sekarang.Jadi kalau Pak Aska tidak sibuk tolong Pak Aska datang ke butik,aku kasihan melihat Fai Kak."Ada nada khawatir saat Malika mengatakannya.
"Baik Ika,nanti Aska aku kasih tahu.Terima kasih yaa,"Setelah itu Roy buru-buru ke ruangan Aska dan membuka pintu ruangan Aska dengan kuat tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Ketuk pintu dulu bisa kan."Ucap Aska yang kaget pintunya terbuka.
"Sorry bro,ini gawat.Tadi Malika nelpon gue terus dia bilang..."Roy pun menceritakan hal yang seperti di ucapkan Malika.
"Apa..!!"Aska langsung berdiri dan menyambar kunci mobil yang di atas meja.
"Gue titip kantor yaa,gue mau ke butik Fai dulu."Ucap Aska lalu keluar dengan langkah cepat dan tergesa-gesa.
Sampai di parkiran Aska langsung menuju mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sedikit cepat,Aska khawatir dengan keadaan Fai.Sesampainya di butik Aska langsung berlari masuk,membuat semua orang yang di dalam butik tersebut menoleh kearahnya.
"Mana Fai?"Tanya Aska pada Malika.
"Di ruangannya Pak."Aska pun langsung menuju ruangan Fai.
"Sayang..."Panggil Aska.
"Mas,kamu disini."Melihat Kondisi Fai saat ini Aska langsung menghampiri Fai dan memeluknya.Tangis Fai pun pecah.Aska dengan sabar menunggu Fai berhenti menangis, mengusap-usap punggungnya memberikan kecupan di pucuk Fai.
__ADS_1