
Arlan memutuskan untuk pulang lebih awal, karena ia akan berangkat ke Bandung dan harus menyiapkan barang yang akan dibawa ke Bandung.
Tak lama setelah makan siang tadi Abi kembali tidur dan sampai sekarang belum bangun.
" Sayang ayo pulang.." ajak Arlan sambil merapikan mejanya.
" Apa mas?" saat Arlan bicara fira sedang berbicara dengan Sella di telpon.
" Kamu lagi telpon ya?" tanya Arlan dan Fira mengangguk.
Arlan melanjutkan merapikan mejanya sambil menunggu Fira selesai menelpon. Tak lama Fira datang menghampiri dan berdiri di dekat Arlan.
" Mas udah selesai kerjanya?" tanya Fira.
" Udah..sini dulu." jawab Arlan dan menarik Fira sampai terduduk di pangkuannya.
" Mas..nanti ada yang lihat."
" Tidak ada yang berani masuk tanpa izin ku sayang." jawab Arlan santai.
" Capek ya?" Fira mengelus kepala Arlan.
" Tidak..karena ada kamu." jawab Arlan dan membuat Fira memutar matanya.
" Kita pulang sekarang? tapi Abi masih tidur.."
" Aku akan menggendongnya." ujar Arlan.
" Ya sudah ayo pulang sekarang, aku harus packing baju-baju kita untuk ke Bandung." ucap Fira menatap Arlan.
Tanpa di duga Arlan malah menarik tengkuk Fira dan me***** bibir Fira dengan lembut. Kerena ada yang mengetuk pintu membuat Fira melepaskan bibirnya dengan paksa.
" Masuk.." seru Arlan dan membuat Fira langsung beranjak dari pangkuan Arlan.
Melihat Dika yang masuk, Fira langsung berjalan masuk ke ruangan di istirahat Arlan dimana Abi tidur di sana dengan muka cemberut.
" Dia sangat menggemaskan jika sedang cemberut." ucap Arlan pelan sambil senyum dan menatap punggung Fira.
" Tuan.." panggil Dika pada Arlan yang masih memandangi pintu yang di masuki Fira.
" Ya..ada apa?" ucap Arlan kaget.
" Tuan ada berkas yang harus anda tanda tangani." ucap Dika dan menyerahkan berkasnya.
" Setelah selesai pekerjaan mu, langsung pulang saja. Karena aku akan pulang setelah ini." ucap Arlan sambil menandatangani berkas yang Dika berikan.
" Baik Tuan.." jawab Dika.
Arlan segera beranjak dan menyusul Fira, di lihatnya Fira sedang mengemas buku-buku Abi.
__ADS_1
" Belum bangun juga dia sayang?" ucap Arlan dan membuat Fira kaget.
" Astaga..kalo datang itu bersuara Mas. Bikin kaget aja.." ujar Fira sewot.
" Maaf deh sayang." Arlan memeluk Fira dari belakang.
" Nanti Abi melihat Mas.. sudah ayo pulang." Fira melepas tangan Arlan yang di pinggangnya.
" Pelan-pelan mengangkatnya Mas.." ujar Fira ketika Arlan akan menggendong Abi.
Fira mengikuti Arlan dari belakang dan membawa barang-barangnya dan tas sekolah Abi. Abi masih nyenyak di gendongan Daddynya.
Dika berdiri saat melihat Arlan dan Fira serta Abi keluar dari ruangan.
" Kami duluan Dika.." ucap Fira.
" Silahkan Nona.." jawab Dika.
Sepasang suami istri itu menjadi pusat perhatian beberapa karyawan. Lagi-lagi mereka terpesona dengan keserasian Arlan dan Fira.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Keduanya hanya menggunakan mobil satu, mobil Fira nantinya akan di ambil supir. Karena belum jam pulang kantor, jalanan masih sepi jadi lebih cepat sampai rumah. Mereka masih pulang ke rumah orang tua Fira..
Sekarang Fira yang menggendong Abi, tapi saat keluar mobil Abi terbangun..
" Kita sudah di rumah ya Mom?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur.
" Mandi sama Daddy ya?" ucap Fira ketika sudah sampai di kamar.
" Ok Mom.." jawabnya dan berjalan ke kamar mandi di ikuti Arlan.
Fira bergegas menyiapkan baju ganti untuk Arlan dan Abi. Setelah itu ia menurunkan koper berukuran kecil karena hanya untuk berdua dengan Arlan. Lalu mengambil baju-baju dan kawan-kawannya yang akan di bawa ke Bandung.
" Sayang gak perlu bawa baju banyak-banyak, nanti kalo kurang kita bisa beli." ujar Arlan yang sudah selesai mandi bersama Abi.
" Iya deh yang sultan.." cibir Fira.
Ternyata Kakak dan Papanya dari kantor langsung berangkat ke Bandung tanpa pulang ke rumah dulu. Arlan memutuskan membawa supir dan membawa susternya Abi agar bisa membantu Fira.
" Kamu gak ngantuk sayang?" tanya Fira pada Abi yang duduk diam sambil memakan snacknya.
" Dia sudah puas tadi tidur sayang, gimana mau ngantuk? Di tambah kamu kasih makanan, ya gak ngantuk dia.." ujar Arlan.
" Ya Daddy benar." ucap Abi setuju.
" Mas Mama udah booking hotel.. Mama bilang, saudara kak Sherin banyak yang datang jadi kamar di rumahnya penuh. Mama juga menginap di hotel.." ujar Fira dan menunjukkan pesan dari Mamanya.
Keluarga Sherin memang bukan dari keluarga yang kaya raya, keluarga Sherin juga berada tapi masih berbeda dengan keluarga Fira dan keluarga Arlan. Tapi orang tua Fira mempermasalahkan, karena semua harta hanya titipan.
__ADS_1
" Aku gak masalah sayang, yang penting sama kamu." ucap Arlan.
" Aku gak di anggap ni??" ceplos Abi.
" Tentu saja tidak begitu boy, ada Mommy sama Abi itu membuat Daddy bahagia." jawab Arlan sambil mengelus kepala putranya.
Perkataan Arlan membuat Fira dan Abi memeluknya secara bersama. Selama perjalanan, banyak pertanyaan yang keluar dari mulut kecil Abi yang sedang penasaran dengan segala hal. Fira dan Arlan secara bergantian menjelaskan dengan sabar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong cingudeul...
Jangan lupa Like dan Komen ya..
__ADS_1
Gamsahaey πΉπ