Di Jodohkan Dengan Duda

Di Jodohkan Dengan Duda
Part 129


__ADS_3

Seperti yang Sella bilang tadi, kakinya pegal dan pinggangnya terasa panas. Sampai selesai mandi, itu masih ia rasakan, karena sudah makan sebelum pulang tadi, Sella memutuskan untuk rebahan saja. Jordan masih belum selesai mandi, saat Sella sedang sibuk dengan ponselnya, Jordan menghampirinya dan sudah terlihat segar. Tanpa di minta, Jordan ikut merebahkan badannya di sebelah Sella.


" Gak mau makan lagi?" tanya Jordan, ia menoleh ke Sella yang masih sibuk dengan ponselnya.


" Enggak... Masih kenyang." jawab Sella seadanya.


Baru saja Jordan akan mengajak ngobrol Sella, Sella lebih dulu berbicara dengan telfonnya.


" Kenapa?"


" Gue mau nanya... Eh Lo masih di rumah sakit atau udah pulang?" tanya Sella, ternyata ia telfon Fira.


" Tadi siang udah pulang.." jawab Fira pelan.


" Sorry Gue lupa kalau di sana udah tengah malam, besok aja lah Gue telfon lagi." ucap Sella, baru akan mematikan telfonnya tapi Fira menjawab tidak menganggu.


" Kenapa? Masih belum baikan sama suami?" tanya Fira.


" Gue gak mau bahas itu... Kemarin waktu hamil, kaki sama pinggang Lo pegal sama panas gak?" balas Sella ia sambil memijat kakinya.


Tiba-tiba telfonnya beralih ke video call, setelah di pencetnya... terlihat wajah Fira yang masih sedikit pucat.


" Kangen deh sama ibu manager ku... Tapi aku pengen kamu liburan sampai puas." ucap Fira saat melihat wajah Sella.


" Lo udah sehat belum? Eh... Lagi di rumah ortu ya?" tanya Sella dan notis kalau Fira sedang di rumah orang tuanya.


" Udah... Kalau belum kan mana mungkin udah dirumah. Sendirian aja buk? Suaminya kemana?" ujar Fira dan menanyakan Jordan karena Sella seperti sedang sendirian.


" Ada... Ni orangnya.. Say hello. " jawab Sella dan mengarahkan kameranya ke Jordan yang sedang memijat kakinya dan menurut... Jordan melambaikan tangan ke arah kamera.


" Wah pengertian banget ya buk suaminya? Hahaha... " goda Fira, dan terdengar tawa Arlan. Ternyata Arlan juga masih terjaga..


" Iya lah... Biar dapat jatah." saut Jordan sambil menaik-turunkan alisnya ke Sella.


" Dasar pasutri stress... Udah lah, tidur kalian. Nanti aku ketularan stress kayak kalian. Bye.. " timpal Sella dan langsung mematikan videocallnya.


" Udah mendingan belum kakinya?" tanya Jordan tapi tangannya masih memijat kaki Sella.


" Hemmm... Udah aja, Terima kasih." jawab Sella dan langsung turun dari ranjang karena mau ke kamar mandi.


" Hati-hati licin lantainya... " ujar Jordan sedikit berteriak.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


" Iya masuk... " saut Jordan.


" Lho Sella mana?" ternyata yang datang adalah Mami Irene.


" Kamar mandi, kenapa Mam?" tanya Jordan, tapi matanya menatap ke TV yang dari tadi sudah menyala.


" Eh Mami... Kenapa Mam? Sella sedikit terkejut karena mendapati mertuanya ada di kamarnya.


" Kalian gak makan malam?" tanya Mami Irene menatap anak dan menantunya.


" Kami tadi sebelum udah makan Mam, nanti kalau laper lagi Sella makan lagi. Kalau sekarang masih kenyang, gak tau deh kalau Mas Jordan." jawab Sella lalu duduk di pinggir ranjang dan terakhir menatap Jordan.


" Ya sudah... Kalian istirahat aja. Mami keluar ya... " setelah mengucapkan itu Mami Irene keluar dari kamar Jordan dan Sella.


" Kenapa kalau lagi berdua gak pernah manggil aku 'Mas'?" tanya Jordan dan ia meletakkan kepalanya di paha Sella.


Tentu pertanyaan itu membuat Sella gugup, pasalnya memang benar apa yang di ucapkan Jordan..


" Kenapa? Hemmm?" tanya Jordan lagi karena Sella diam saja.


" Mulai sekarang aku mau di panggil Mas tiap hari dan setiap saat. Oke sayang..." ujar Jordan dan menatap Sella.


Ucapan Jordan membuat Sella kaget dan ikut menatap Jordan. Itu membuat Jordan mendekatkan wajahnya ke wajah Sella dan Cup... Jordan mengecup bibir Sella cepat.


" Aku lapar sayang... Pengen makan kamu tapi, kayaknya tadi Mami masak makanan kesukaan aku. Jadi aku kebawah dulu, nanti sekalian bawain susu buat kamu." ujar Jordan lalu ia beranjak dari ranjang.


Saat Jordan sudah keluar kamar, kesadaran Sella kembali. Ia memegang dadanya, jantungnya berdetak dengan cepat. Pipinya juga memanas, ia tebak saat ini pasti pipinya sudah memerah.


" Kenapa suka banget sih bikin orang jantungan..." ucap Sella pelan.


Baru saja merebahkan badannya, Jordan sudah kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi piring makanannya, sebotol air putih dan susunya seperti yang di bilangnya tadi.


" Ayo makan bareng sayang..." ajak Jordan dan ia sudah duduk di sofa.


" Aku masih kenyang... Kamu aja." jawab Sella lalu mengambil iPadnya.


" Mas Jordan bukan kamu!" protes Jordan dan membuat Sella membuang nafasnya.


" Iya.. Mas.. Jordan aja yang makan." Sella mengulang seperti mau Jordan.

__ADS_1


" Sayang sini... Duduk disini, temenin makan." ucap Jordan sambil melambaikan tangannya.


Tanpa berbicara dan karena sedang malas berdebat, Sella menyibak selimut dan turun dari ranjang, lalu berjalan mendekat ke Jordan.


Jordan makan dan sesekali menyuapi Sella yang ternyata sedang membuat design sebuah gaun. Pintu kamar yang tidak tertutup rapat membuat Mami Irene yang akan mengantarkan buah potong untuk Sella, mengurungkan niatnya karena tak mau merusak moment yang terlihat sangat manis itu.


" Kok di bawa lagi Mam? Sella udah tidur?" tanya Karina saat melihat Maminya membawa kembali buah potong yang tadi katanya untuk Sella.


" Iya... Ni buat kamu aja." bohong Mami Irene.


" Kecapekan kayaknya... Tadi di ajak kemana sih Mam? Udah tau menantunya lagi hamil." ujar Karina, karena baru selesai pumping, jadi ia memakan buah yang tadi untuk Sella.


" Cuma ke kebun tulip aja... " jawab Mami Irene.


" Berarti dia kecapekan karena hal lain." ucap Karina ambigu.


" Kamu ni bisa aja Kak." timpal Mami Irene sambil terkekeh.


Ibu dan anak itu mengobrol kesana kesini, bahkan mereka tertawa karena Mami Irene menceritakan kejadian lucu saat di kebun tulip tadi...


" Seru banget kayaknya ini ibu dan anak..." ujar Papi Renald yang baru sampai di meja makan.


" Kirain Papi ada Sella sama Jordan, kedengarannya tadi kayak ramai banget. Ternyata cuma berdua..." sambung Papi Renald.


" Papi mau bilang Mami sama Karina berisik?" sewot Mami.


" Gak gitu maksudnya Mami... Sensi banget sih, lagi pms ya Mi?" ucap Papi Renald.


" Makin ngawur aja, udah tua berarti udah stop itu menstruasi." jawab Mami kesal dan langsung meninggalkan meja makan.


" Hayolo Papi... Mami ngambek tu." kompor Karina.


" Tolong bikinin Papi kopi Kak, enak ini kayaknya ngopi sambil nonton bola." ujar Papi Renald dan langsung berjalan ke ruang keluarga.


" Iya... Nonton di kamar aja, nanti kalau ngantuk kan tinggal tidur...gak perlu jalan-jalan lagi." suruh Karina saat melihat Papinya akan menyalakan TV.


" Gak ah... Mami nanti marah, tidurnya ke ganggu. Papi nonton di sini aja." timpal sang Papi.


Karina memutar matanya malas, kedua orang tuanya itu memang seperti anak abg baru pacaran. Kadang terlihat romantis, kadang bertengkar meributkan hal yang sepele. Tapi dari semua itu, Karina senang karena keduanya masih sehat dan selalu bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2